1 Tahun Sportdeca, Inilah 3 Pelajaran Berharga Saya di Ecommerce | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

1 Tahun Sportdeca, Inilah 3 Pelajaran Berharga Saya di Ecommerce

Posted by & filed under Ecommerce Indonesia.

 

Ditulis oleh Ramadhonanto, cofounder Sportdeca.com

 

Minggu lalu, tepat pada tanggal 11/11, Sportdeca merayakan ulang tahun pertama. Walau masih terbilang baru di dunia Ecommerce, sudah ada banyak experiment, kesalahan, dan pembelajaran yang saya dapat ketika menjalankan Sportdeca.

Berada di jalur niche dan segmented di industri Ecommerce Indonesia yang di dominasi oleh para pemain marketplace dan E-Mall sangatlah tidak mudah. Tidak seperti kebanyakan Ecommerce besar lain yang didukung oleh dana yang besar, saya menjalani Sportdeca dengan metode Lean Startup yaitu: Build fast, Fail fast, Learn fast. Dengan dana terbatas, kami ditantang untuk beradaptasi dengan pergerakan dunia digital yang cukup cepat.

Sekedar untuk sharing, inilah 3 pembelajaran paling berharga saya selama 12 bulan terakhir bersama Sportdeca:

1. Pengaturan stock yang rapi harus dimulai dari awal

ecommerce Indonesia Sportdeca

Ketika kita meluncurkan sebuah bisnis dengan cepat, sering kali kita melupakan essence utama dari bisnis itu sendiri. Ecommerce adalah salah satu channel di industri retail dan tugas utama sebuah bisnis retail adalah:Managing your stock. Pengaturan stock yang rapi di awal sangatlah penting. Hal ini bisa dimulai dengan penamaan SKU (Stock Keeping Unit) yang benar, strategi kategori setiap barang yang cermat, dan pikirkan bagaimana kita men-display barang yang dijual kepada pengunjung website semenarik mungkin.

Karena ketika kita hanya memiliki jumlah barang yang sedikit, kebanyakan orang tidak memperhatikan detail tersebut. Tapi ketika jumlah barang naik dua, tiga, sampai empat kali lipat, hal kecil tersebut bisa menjadi masalah besar dan semakin rumit untuk diperbaiki.

2. Lean marketing: newsletter, partnership, dan referral

Jelas dengan dana yang terbatas, tidak mungkin kita mengambil semua channel marketing untuk dijalankan secara bersamaan. Saran saya, pilihlah satu channel marketing berbayar yang paling produktif, dan maksimalkan channel lain yang bisa dibilang hampir tidak berbayar.

Salah satu alasan Sportdeca menjadi besar seperti sekarang adalah kita memiliki partner marketing yang sangat supportif dan memberikan brand awareness yang cukup signifikan. Perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, dan XL misalnya. Mereka memiliki user database yang cukup besar dan jika cukup jeli, kita bisa kerja sama dengan mereka tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun.

Email marketing juga sangat penting. Dengan perencanaan yang matang, konten yang menarik dan pengiriman email secara reguler, email marketing bisa memberikan conversi yang signifikan untuk toko anda.

3. Tim yang solid dan berkomitmen

sportdeca di startup dan ecommerce indonesia

Sebagai seorang founder, memiliki tim yang salah akan sangat menguras waktu dan tenaga. Karena dengan skala perusahaan yang kecil, anda akan bekerja sangat dekat dengan tim anda. Memiliki seorang yang berpengalaman dan kompeten saja sangatlah tidak cukup. Tim anda harus memiliki passion, kemauan ingin belajar dan yang utama adalah komitmen.

Di Sportdeca, saya sudah melihat orang datang dan pergi begitu cepat. Pada akhirnya, komitmen dari setiap individulah yang memisahkan antara good team dengan great team. Saya cukup bangga dengan tim kami sekarang, dan akan labih baik lagi jika itu bisa dimulai dari awal kita berdiri. Gunakan teori sederhana: Fire fast, Hire slow.

 

Baca Juga

Bagaimana @ramadhonanto Meluncurkan Sportdeca hanya dalam 3 Minggu

Memulai Bisnis Online : 4 Hal Utama yang Harus diperhatikan ketika Membuat B2C eCommerce oleh @ramadhonanto

 

 

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.