Startup Indonesia | Bisnis Online | Cara membuat toko online | Peluang Dan Ide Bisnis Online

RSS
new

12 Langkah Kunci Menuju Launching Produk

Posted by & filed under Running a Business.

Jutaan dollar digunakan untuk membangun dan meluncurkan produk baru setiap tahunnya, tapi dalam kenyataannya hanya 10 persen yang akan berhasil. Hal ini sudah menjadi norma yang sudah diterima kalangan umum dan dianggap sebagai “biaya dari membangun sebuah bisnis,” tapi sebuah pendekatan baru ditemukan di konferensi U.S. Consumer 360 yang akan meningkatkan kemungkinan produk baru untuk sukses sebanyak 75 persen.

Berdasarkan penelitian pada 600 launching produk dan mengetes 20.000 konsep, Nielsen mengeluarkan proses yang berisi 12 tahap serta rekomendasi yang spesifik tentang apa yang harus diubah oleh perusahaan untuk meningkatkan kemungkinan sukses. Proses identifikasi, pengukuran, dan memprediksi kesuksesan dibagi menjadi 5 tingkatan: Salience (punya ciri khas yang menonjol), Communication (komunikasi), Attraction (atraksi), Point of Purchase (titik penjualan), dan Endurance (daya tahan).

 

1. Distinct Proposition, “value proposition yang berbeda”

Produk Anda harus menawarkan inovasi yang sejati; hal itu harus merupakan sesuatu yang benar-benar diinginkan orang. Apakah nilai yang dimilikinya? Tahap pertama sangat menilai apakah produk tersebut menempati niche yang berbeda dengan yang lain.

2. Attention catching, “menarik perhatian”

Tidak perduli seberapa inovatif dan produktif hal tersebut, tetaplah harus menarik perhatian agar bisa dijual. Perusahaan-perusahaan harus berfokus pada minat, perhatian, dan pengakuan dari orang banyak.

3. Message connection, “pesan yang tersampaikan kepada customer”

Saat konsumen sedang memperhatikan rak untuk menentukan apa yang harus dibeli, produk itu harus dapat menjual dirinya sendiri. Apa maksudnya? Buatlah label dan kemasan produk Anda bisa menjelaskan tentang apa kegunaan yang dimiliki produk itu.

4. Clear concise message, “pesan yang ringkas dan jelas”

Orang-orang tidak akan mau membaca label produk yang terlalu panjang, oleh maka itu, Anda harus menciptakan dan menyampaikan sebuah pesan yang pendek, menarik, dan tepat pada sasaran.

5. Need/desire, “Kebutuhan/Keinginan”

Hal ini terutama berlaku kepada orang yang sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi resesi. Hanya produk yang benar-benar penting yang akan dibeli oleh konsumen. Alat untuk mempermudah pekerjaan, dan mudah digunakan adalah atribut utama yang dimiliki oleh produk yang sukses.

6. Advantage, “keuntungan di mata customer”

Jelaskan kenapa produk Anda akan tetap berbeda. Dalam sebuah toko dimana konsumen memiliki beberapa pilihan yang mirip, kelebihan yang Anda miliki harus dibuat sejelas mungkin serta bisa “membujuk” konsumen.

7. Credibility, “kredibilitas”

Kemasan, iklan, dan kupon-kupon bisa menyampaikan hampir semua hal, tapi seorang konsumen harus percaya apa yang mereka baca dan percaya bahwa produk tersebut senilai dengan uang yang mereka harus keluarkan. Darimana kredibilitas Anda datang? Apakah mereka mempercayai merek Anda? Apakah konsumen dan segmen pasar Anda ingin mempercayai merek baru?

8. Acceptable downside, “kekurangan yang bisa diterima”

Hampir setiap produk memiliki kekurangan. Indentifikasilah hal tersebut, dan pastikan bahwa Anda mengetahuinya lebih dulu sebelum konsumen Anda mengatakannya, dan pastikan kekurangan tersebut tidak akan kesuksesan dari produk tersebut.

9. Findability, “mudah ditemukan”

Mungkin produk Anda adalah produk paling inovatif yang pernah ada dalam sejarah dunia, tapi kecuali konsumen bisa melihatnya, mereka tidak akan mengetahui atau menyadari keberadaan produk tersebut. Seberapa terlihatkah produk tersebut? Siapakah audiens Anda dan apa cara terbaik untuk meletakkan produk Anda agar ada dalam jarak pandang mereka?

10. Acceptable cost, “biaya yang terjangkau”

Sama dengan kekurangan yang harus bisa diterima, konsumen harus merasa nyaman dengan biaya untuk membeli dan menggunakan produk Anda. Biaya dalam hal ini bisa termasuk apa saja, mulai dari harga yang ditawarkan sampai hal seperti jumlah kalori,atau hal lain yang spesifik dan harus dibaca dengan seksama terlebih dahulu.

11. Product delivery, “hasil yang diberikan produk”

Setelah konsumen sudah diperlihatkan, dan bahkan mempercayai iklan dan pesan yang Anda berikan, produk tersebut harus bisa memenuhi janji-janjinya. Perusahaan-perusahaan harus menyisihkan waktu untuk memastikan bahwa produk mereka akan memberikan hasil yang setidaknya sebaik apa yang disampaikan iklannya.

12. Product loyalty, “loyalitas pada produk”

Banyak perusahaan bisa dan memiliki sebuah produk yang “ajaib”, tapi untuk menjaga kesuksesan sebuah produk dalam jangka waktu yang panjang, perusahaan harus memiliki loyalitas pada produknya. Walaupun produk tersebut bisa memberi hasil sesuai janjinya pada masa-masa awal, kompetitor Anda tetap akan bermunculan. Bangunlah loyalitas konsumen pada produk Anda dengan cara terus meneruk berada di depan kompetitor Anda.

Konklusi

Perusahaan harus mengerti setiap poin dari 12 cara diatas bernilai sama dalam hal kontribusinya untuk sebuah launching yang sukses. Pepatah lama yang mengatakan bahwa sebuah rantai dihitung kekuatannya dari mata rantainya yang paling lemah adalah benar. Bahkan hanya satu aspek yang beresiko dari sebuah proses peluncuran (launching) bisa benar-benar mengurangi nilai produk tersebut.

Keuntungan terbesar dari sistem ini adalah Anda bisa memperoleh estimasi yang lebih akurat tentang kemungkinan produk tersebut akan sukses, jadi perusahaan-perusahaan dapat membuat standar aksi-aksi yang harus dilakukan, seperti hanya memilih untuk me-launching sebuah produk setelah kemungkinan suksesnya sudah lebih dari 65 persen.