5 Tips Untuk Membangun Startup – ‘Uber for X’ | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

5 Tips Untuk Membangun Startup – ‘Uber for X’

Posted by & filed under Running a Business, Startup, Startup Indonesia.

cara membuat startup uber

Baru-baru ini Anda mendengar kejatuhan Homejoy, sebuah simbol ‘Uber for X’ .

Saat sebuah startup dengan model on-demand ini jatuh, Anda akan lebih waspada terhadap bisnis model ini Karena Homejoy hanyalah salah satu contoh dari banyak startup ‘Uber for X’ yang berkembang di berbagai sektor saat ini.

Dan jenis startup seperti ini akan terus berkembang, terlepas kita suka atau tidak. Mengapa tidak? Ketika investor saat ini sedang bersemangat untuk mendanai startup ‘Uber for X’ ini seperti Eaze (Uber for medical marijuana) atau Glamsquad (Uber for Beauty provider).

Begitu banyak permintaan untuk membuat jenis startup ‘Uber for X’ ini sehingga memicu sebuah bisnis clone script (menjiplak). Banyak jasa development yang menawarkan pembuatan aplikasi Uber for X.

Tidak ada yang salah dengan hal ini. Selama Anda melayani target yang spesifik (niche) sesuai dengan masalah yang audience Anda hadapi sehari-hari, hal tersebut sangat berpotensial. Tidak ada salahnya untuk menggunakan 2 atau banyak prinsip marketplace.

Dalam ‘Uber for X’ berhati-hatilah agar tidak melanggar hak cipta, trademarks, atau patent sebelum Anda melangkah lebih jauh. Ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam membangun ‘Uber for X’

#1 – Jangan menjiplak sebuah model bisnis

Yang dilakukan uber adalah membawa sebuah inspirasi kemudian mengajak beberapa stakeholder untuk menggunakan aplikasi tersebut, namun menjiplak ide seutuhnya termasuk model bisnis dapat merusak startup Anda dengan cepat.

Uber memiliki alasannya untuk membuat model bisnisnya sendiri sesuai dengan apa yang ditujukan. Wawasan Anda mengenai pasar yang ada, permasalahan customer, audience, dan lainnya hari berbeda dari jenis Uber yang sudah ada dan hal tersebut adalah alasan mengapa kita tidak dapat menjiplak model bisnis seutuhnya.

laporan Uber Startup

Satu hal yang harus Anda ketahui, menurut report dari Gawker bahwa bisnis Uber jauh dari mendapatkan profit. Oleh karena itu, perhatikan market yang ada, apa yang diperlukan dan berikan solusi Anda sesuai apa yang dibutuhkan oleh customer Anda. Jadilah kreatif dan berani untuk bereksperimen untuk model yang berbeda hingga Anda menemukan model yang dapat berjalan dengan baik.

#2 – Teknologi hanyalah faktor pendukung

Bisnis utama dari Uber bukanlah sebuah aplikasi, namun melayani customer Anda secara offline. Apakah Anda pikir bahwa founder Uber hanya membuat aplikasi dan berbagai stakeholder akan datang dengan sendirinya kepada aplikasi tersebut?

Tentu saja tidak! Anda harus secara manual mendatangi supplier dan customer dalam waktu yang bersamaan untuk memastikan bahwa kedua stakeholder tersebut mendapatkan customer experience yang baik. Aplikasi merupakan bagian yang paling mudah untuk di buat, namun membuat dan memanage logistik, memanage supplier, memanage transaksi financial antara seluruh stakeholder – hal tersebut merupakan apa yang harus dilakukan dalam bisnis on-demand ini.

#3 – Tentukan target yang spesifik dan bersiap untuk berkompetisi

Hal pertama, paling penting, dan harus diperhatikan untuk semua perusahaan adalah mengidentifikasi segment customer yang spesifik dimana produk Anda dapat menyelesaikan masalah mereka.

Jangan menebarkan jala di lautan yang luas karena hal itu akan membuat semuanya sia-sia dan tidak berarti ketika Anda mendapatkan orang yang tidak sesuai dengan target market yang dituju selain itu Anda juga harus memastikan untuk mendapatkan traction yang cukup dan memberikan experience yang baik.

Kemudian Anda juga harus fokus untuk menyelesaikan sebuah masalah, jangan mencoba untuk menyelesaikan banyak hal setidaknya mulailah dari segment yang memang dibutuhkan. Contohnya Anda mungkin ingin membuat jasa pembersih jendela (window cleaning).

Di lain hal, apabila model anda terbukti berhasil maka bersiaplah untuk bertempur dengan kompetitor lain yang bermain di dalam industri yang sama dengan bisnis Anda. Bagi customer apabila Anda memberikan experience yang buruk, maka mereka akan dengan mudah berpindah kepada kompetitor yang lain. Membutuhkan waktu yang lama untuk membangun sebuah loyalty.

#4 – On-Demand merupakan sebuah bisnis yang memiliki biaya operasional yang mahal

Biaya dalam membangun dan menjalankan sebuah bisnis bukan hanya berasal dari teknologi. Dari kalimat  yang sudah dijelaskan di atas, teknologi hanya merupakan sebuah  bagian kecil dari biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dalam bisnis yang dijalankan.

Perusahaan yang gagal bisa juga karena mereka berkembang terlalu cepat dan kehabisan uang. Contohnya Good Eggs sebuah perusahaan pengiriman bahan belanjaan yang harus melakukan pemecatan 140 karyawan mereka karena mereka bertumbuh terlalu cepat.

startup uber Indonesia

Sama seperti Rivet and Sway perusahaan yang menyediakan kacamata untuk perempuan yang harus tutup karena biaya akuisisi customer yang sangat tinggi. Di mana mereka harus memiliki angka conversion rate yang tidak masuk akal – yaitu 40% untuk merecover biaya kirim (termasuk kirim balik) trial frame kacamata.

 

startup uber indonesia x

 

#5 – Gagal untuk berkembang akan memastikan kegagalan dari perusahaan itu sendiri.

Ketika mengalami peningkatan yang terlalu cepat dapat berbahaya, tidak mengalami perkembangan sama sekali juga dapat membuat sebuah perusahaan itu menjadi gagal.

On-demand business seperti uber for ‘X” memiliki margin yang kecil dan membutuhkan sejumlah transaksi dengan volume yang tinggi untuk memenuhi kebutuhannya. Scaling Up juga sangat sulit bagi perusahan yang membutuhkan kehadiran fisik karena jasa yang ditawarkan ( Jasa pengiriman membutuhkan orang untuk mengirimkan nya). Hal itu lah yang membuat Cherry  sebuah perusahaan on-demand untuk layanan mencuci mobil tersebut tutup.

cara membuat startup uber indonesia x

Ada 2 cara untuk meningkatkan volume transaksi yaitu pembelian yang sering (repeat purchase) dari customer yang telah ada dan mencari customer baru di daerah yang berbeda. Ini bukan soal satu dengan yg lain namun jika Anda ingin on-demand startup Anda berkembang maka kedua hal tersebut harus dilakukan untuk dapat tumbuh dan sukses.

 

Sumber : https://www.linkedin.com/pulse/5-tips-building-uber-x-startup-rahul-varshneya

 

Baca juga

Startup Service, Antara Cash Flow Jangka Pendek dan Skalabilitas

Bagaimana Membuat Struktur Tim Ideal Untuk Startup Kita

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.