8 KPI Content Marketing yang Harus Anda Dimiliki
Web analytics dan pengetahuan dasar dari KPI digital marketing telah dipakai semenjak orang mulai mengetahui “hits” dari website. Tools seperti Google Analytics telah membuat proses reporting digital marketing lebih sederhana dan dapat diakses oleh para profesional. Sekarang ini jika Anda tidak mengerti bagaimana dasar key performance indicators (KPIs), termasuk bagaimana menjaring customer dan menigkatkan rasio konversi Anda, Anda sungguh sangat ketinggalan.
Content marketing masih merupakan taktik jitu dalam digital marketing terutama B2B dan SEO marketing. Namun, masih banyak marketers yang berada di “jaman batu” dalam memperhitungkan keefektifan dari konten marketing. Sebagai contoh, whitepaper – adalah taktik biasa dalam konten marketing tetapi masih banyak marketer yang gagal dalam memperhitungkan di luar tombol download. Dan pertanyaan pun masih ada yaitu bagaimana marketer mengetahui tipe konten apa yang efektif?
Taktik tradisional yang bekerja dalam mengukur keefektifan dalam menjaring konsumen tidak selalu diterjemahkan ke dalam pengukuran konten marketing. Untuk white papers, eBooks, blogs, eNewsletters atau apapun format yang Anda pilih. Berikut adalah bagaimana cara Anda dalam mengukur keefektifan konten marketing.
Reach
1. Unique visits: UV adalah ukuran paling standar berapa banyak orang telah melihat konten Anda dalam jangka waktu tertentu. Hal ini tentu memberikan dasar yang baik untuk membandingkan berbagai bentuk konten dan tren dari waktu ke waktu.
Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua UV adalah sama. Misalnya, UV untuk sebuah whitepaper mungkin jauh lebih bagus untuk mendapatkan lead daripada kunjungan unik ke blog – terutama jika kunjungan itu menghabiskan lebih banyak waktu dengan konten.
2. Geography: Memahami dimana konten Anda dibaca adalah hal yang penting untuk mengalokasikan budget dan resources yang bergantung pada tempat audiens Anda berada. Google Analytics menyediakan rincian informasi pada level halaman yang berbasis geografis, yang membantu content marketers mengoptimalkan lokasi geografis (atau geos) yang paling baik untuk bisnis mereka.
3. Mobile readership:
Hal yang bagus jika Anda tahu berapa banyak UV (atau pembaca) pada konten Anda. Tapi bagaimana mereka membaca konten Anda? Apakah 50 persen dari mereka membaca pada perangkat mobile? Dan perangkat mobile apa yang mereka gunakan?
Memahami tren bagaimana konten Anda dibaca oleh perangkat yang berbeda adalah kunci untuk menentukan bagaimana mengoptimalkan konten Anda dan desain di masa depan.
Engagement
4. Bounce rates/time spent:
Sebuah tujuan yang jelas (dan salah satu yang penting untuk keterlibatan pembaca) adalah tidak kehilangan pembaca Anda karena Anda tidak memenuhi harapan pada saat mereka meng-klik konten Anda. Tingkat bouncing yang tinggi mungkin terjadi pada konten Anda jika mereka langsung menutup atau meng-klik back button. Ukuran lain yang serupa adalah berapa banyak waktu yang benar-benar dihabiskan audiens Anda dengan konten Anda. Jadi, bagaimana jika Anda memiliki 15.000 UV jika rata-rata waktu yang dihabiskan adalah 12 detik untuk kertas 30-halaman whitepapar? Tingkat bouncing dan waktu yang dihabiskan adalah indikator awal yang baik tentang bagaimana membuat kontent yang menarik pengunjung.
5. Heat maps and click patterns:
Ada banyak tools yang bagus yang bisa Anda gunakan dalam membuat ilustrasi bagaimana audiens Anda dalam membaca konten Anda. Sebagai contoh CrazyEgg memungkinkan Anda untuk membuat Heat Map dan melihat bagian apa dari konten yang mendapatkan view yang paling baik.
6. Page views:
Ini adalah satu lagi bagian dari KPI dasar yang sering diabaikan. Pembahasan tentang UV telah kita bahas sebelumnya, tetapi memahami korelasi antara UV dan page view (PV) merupakan salah satu yang penting. Page view yang tinggi merupakan pertanda bahwa audiens Anda terlibat – dan cukup sering berarti mereka akan datang kembali secara teratur untuk konten Anda. Apakah mereka membaca empat halaman sebelum pergi? Apakah 90 persen dari audiens Anda pergi sebelum halaman ke-tujuh? Jawaban untuk jenis pertanyaan ini akan membantu Anda memahami bagaimana mengembangkan konten untuk audiens Anda di masa depan.
Sentiment
7. Comments:
Di era social media, hampir semua yang anda buat dalam bentuk online bisa menjadi sebuah diskusi. Jangan membuat kesalahan dengan mencoba untuk membatasi atau memblokir – buatlah kolom komentar dan sosial sharing! User adalah juri terbaik untuk setiap produk atau jasa, sehingga jika mereka terlibat cukup untuk secara terbuka mendiskusikan konten Anda, yakinlah bahwa Anda ada di jalan yang benar.
Namun, berhati-hatilah pada diskusi yang berjalan ke arah negatif dan bersiaplah untuk merespon dengan cara yang baik ketika hal ini terjadi. Namun, tahukan Anda bahwa komentar negatif juga dapat menjadi feedback yang baik bagi Anda? Tentu karena mereka dapat membantu Anda untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik kepada pelanggan.
8. Social sharing:
Membuat konten yang mudah untuk di-share adalah kunci yang bisa Anda gunakan dalam konten marketing. Dengan hanya sedikit social sharing Anda dapat menjangkau banyak orang dengan rasio yang luar biasa. Manfaatkan trend ini dan buatlah sharing widget di semua konten Anda. Contohnya dengan menambahkan widget share to Facebook/Twitter seperti di bawah ini.



