9 Jenis Bisnis Model Untuk Recurring Revenue Startup Anda | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

9 Jenis Bisnis Model Untuk Recurring Revenue Startup Anda

Posted by & filed under Bisnis Model Kanvas, Startup.

 bjlh-square-1536

Setiap bisnis baru menyadari bahwa revenue yang datang secara teratur merupakan cara untuk bertahan dan bertumbuh. Sudah lazim diketahui bahwa mendapatkan customer baru 5-10 kali lebih sulit daripada menambahkan revenue dari customer yang sudah ada. Jadi model subscription (low fixed monthly payments) secara cepat menjadi keharusan bagi produk dan servis baru.

Subscription pricing sudah lama digunakan oleh majalah, software cloud-based dan gaming, tapi saat ini sepertinya sudah digunakan untuk apapun, termasuk untuk gaya pakaian via Mr.Collection clothing rental, gourmet food via TryTheWorld “Subcription box around the world” dan Pley “Rent the coolest toy”. Jika Anda seorang enterpreneur tapi tidak menggunakan model ini, mungkin ini saatnya untuk mempertimbangkan untuk menggunakannya.

model bisnis startup indonesia

Menurut buku terbaru “The Automatic Customer,” oleh John Warrillow, yang sukses menjalankan subscription based business SellabililityScore, terdapat 9 variasi paling umum dalam model subscription saat ini. Jika Anda ingin membuka bisnis baru di bidang apapun, Anda perlu mencari model mana yang sesuai untuk Anda:

1. Membership website model. Dengan model ini, Anda menyediakan akses website menuju informasi tertentu untuk yang melakukan pembayaran regular subscription. Model ini sangat sesuai untuk niche market di kelompok yang jelas, seperti pemilik mobil antik, kolektor koin langka atau beberapa niche tertentu. Expert di niche tertentu terkadang sulit ditemukan, dan member bisa mendapatkan pengalaman dari berinteraksi dengan yang lain.

2. All-you-can-eat content model. Dengan menyediakan akses ke berbagai copyrighted content seperti Netflix dengan film streaming, atau Hulu untuk acara TV dengan konten baru yang ditambahkan secara berkala, Anda selalu punya alasan untuk meneruskan subscription. Jika Anda sudah punya banyak follower/audience untuk free offer yang terbatas, bisa juga menghasilkan freemium upgrade secara alami.

3. Private club model. Jika servis atau pengalaman Anda terbatas, Kuncinya untuk meyakinkan customer bahwa Anda punya sesuatu yang langka, dan mungkin mengajak mereka ke hubungan jangka panjang tapi terjangkau.

4. Front-of-the-line model. Membayar subcription supaya tidak harus antri. Jika Anda bisa membantu dengan produk atau servis yang cukup kompleks, model ini akan menarik customer yang tidak sensitif terhadap harga, atau customer yang tidak suka mengantri. Model front-of-the-line sesuai dengan kebutuhan menyelesaikan masalah IT tertentu dalam small business dan untuk menghindari antrian di club dan hotel.

5. Consumables model. Anda harus mempertimbangkan model ini jika Anda menjual barang yang sering habis, seperti Diapers.com atau Birchbox untuk kosmetik. Saat ini orang-orang rela membayar untuk mendapat kenyamanan, tapi jangan remehkan tantangan logistik yang terlibat untuk memenuhi order dan menyediakan servis untuk ribuan subscriber di tempat yang jauh.

6. Surprise box model. Model ini melibatkan pengiriman paket barang ke subscriber Anda secara berkala. Model surprise box dimulai dengan wine club memberships, tapi sudah diperluas termasuk BarkBox untuk dog treats, Standard Cocoa untuk orang-orang yang suka coklat dan SpicySubscriptions untuk perlengkapan lovemaking.

7. Simplifier model. Sekarang setiap orang ingin memudahkan hidup mereka, dan model subscription ini sesuai untuk bisnis personal service, seperti pet grooming, tutor, membersihkan jendela dan bahkan pembukuan. Kuncinya adalah memastikan bahwa customer tidak perlu mengingat jadwal, mengurus pembayaran atau memikirkan tentang kualitas.

8. Network model. Model ini sesuai jika kegunaan produk atau servis Anda meningkat seiring dengan bertambahnya orang yang bergabung. Network model dipopulerkan oleh situs dating dan LinkedIn, tapi saat ini banyak digunakan oleh berbagai servis, seperti Zipcar untuk car sharing, BeatsMusic untuk music sharing dan WhatsApp untuk international messaging.

9. Peace-of-mind model. Model ini merupakan lanjutan dari insurance model untuk area baru. Contohnya, Amber Alert GPS akan memastikan anak Anda tidak berkeliaran diluar zona aman, Site24x7 akan memberitahu Anda jika web down dan Radian6 memonitor social network sehingga Anda tahu apa yang orang katakan mengenai brand Anda.

Jika startup Anda berada di dunia B2B, Anda perlu tahu bahwa subscription model telah berubah sejak SalesForce.com memperkenalkan Software as a Service (SaaS) di tahun 1999. Variasi populer dari servis cloud subscription saat ini termasuk Platform as a Service (PaaS) dan Infrastructure as a Service (IaaS).

Jadi sekarang mungkin saatnya untuk memulai atau mengubah bisnis Anda menjadi recurring revenue engine dengan subscriptions, atau dengan menambahkan pilihan untuk mendapatkan tambahan sales growth. Tapi waspadalah, model-model ini hadir dengan psikologi penjualan yang baru, serta mendukung dan mengukur kesuksesan Anda dengan customer. Kerjakan tugas Anda sebelum benar-benar memutuskan sesuatu.

 Sumber: AlleyWatch

Baca informasi tentang bisnis model berikut ini :

Tentang Model Bisnis dan Tiga Fase Produk Startup Teknologi dari CEO Twitter

Seperti apa bisnis model yang baik ?

16 Metric Startup yang penting – GMV-LTV-CAC-Churn

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games