Apa yang Bisa kita Pelajari Dari Ulasan Media Pertama TheFacebook | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Apa yang Bisa kita Pelajari Dari Ulasan Media Pertama TheFacebook

Posted by & filed under Featured, Motivation & Inspiration, Startup.

 


 

 

Saya percaya founder yang baru terjun membuka bisnis online, terutama bisnis online yang technology based perlu belajar dari mindset founder lain di masa awal berdirinya. Mari kita lihat seperti apa mindset Mark Zuckerberg dan apa yang bisa kita pelajari dari media coverage atau ulasan media di saat awal TheFacebook berdiri.

Pada tanggal 9 Februari 2004, hanya beberapa hari setelah Mark Zuckerberg menyelesaikan Minimum Viable Product (MVP) dari TheFacebook.com, media offline dan online The Harvard Crimson, yang khusus mengulas berita terkait Universitas Harvard, membuat berita tentang The Facebook di Hundred Register for New Facebook Website.

belajar bisnis online facebook startup indonesia

 

Hanya berselang 9 hari, The Crimson menulis berita lagi tentang TheFacebook di Harvard Bonds on Facebook Website.

belajar bisnis online facebook startup indonesia

 

Yang ke-3, 10 Juni 2014, The Whiz Behind TheFacebook

belajar bisnis online facebook startup indonesia

 

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari ketiga artikel ini ?

Kompetensi

“Everyone’s been talking a lot about a universal face book within Harvard,” Zuckerberg said. “I think it’s kind of silly that it would take the University a couple of years to get around to it. I can do it better than they can, and I can do it in a week.”

“Semua orang berbicara tentang universal face book di Harvard, saya pikir gila jika Universitas membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuatnya. Saya bisa melakukannya lebih baik dari mereka, dan saya bisa membuatnya dalam satu minggu”

Ya, ini adalah kompetensi yang bertemu dengan kesempatan. “Preparation meets opportunity”.

Banyak orang yang mengira membangun bisnis dimulai dari ide bisnis. Tetapi yang terjadi pada Mark Zuckerberg, sedikit berbeda, ia memulai dari kompetensi terlebih dahulu yang dikombinasikan dengan masalah yang ia temukan di Harvard.

Hal ini mengingkatkan saya pada kalimat dari Alexis Ohanian dalam buku “without their permission” bahwa salah satu starting point dalam mencari ide bisnis online adalah membuat sesuatu yang orang lain tidak bisa membuatnya, kecuali founder itu sendiri.  Cara seperti ini akan membuat sebuah benteng alami yang membatasi para kompetitor.

Fail fast

“I can do it better than they can, and I can do it in a week.”

Berapa lama Anda membuat produk teknologi sebelum melaunchnya ke public ? 3 bulan ? 6 bulan ?

Mark Zuckerberg membuat versi pertamanya hanya dalam 1 minggu, di mana dalam 1 minggu ini tiap harinya ia hanya tidur sekitar 3 jam saja.

Making small things

“I don’t really know what the next big thing is because I don’t spend my time making big things,” he says. “I spend time making small things and then when the time comes I put them together.” The Crimson, 10 Juni 2004

“Saya tidak tahu apa yang akan menjadi the next big think karena saya tidak menghabiskan waktu untuk membuat hal besar, saya menghabiskan waktu membuat hal-hal kecil dan ketika waktunya tiba, saya menyatukannya.”

TheFacebook memang terlihat sebuah big thing, big shot, moonshot thinking – apapun istilahnya, karena Zuckerberg hanya membuat 1 startup yang meledak di seluruh dunia, tetapi sebenarnya sebelum membuat Facebook, Mark Zuckerberg membuat banyak project kecil sebelumnya, antara lain :

Facemash, membandingkan foto mahasiswa dan mengajak user memilih yang mana yang lebih hot.

Social study tool, dua hari sebelum final pelajaran art history, Zuckerberg mengalami kesulitan untuk belajar karena harus memahami sekitar 500 gambar sejarah, maka ia membuat website yang berisi 1 gambar setiap halaman dan memberikan kolom komentar, lalu ia mengirimkan email ke teman-teman sekelasnya untuk berbagi catatannya, hasilnya seperti sebuah online study group di masa-masa kritis khas mahasiswa, 2 hari sebelum ujian, mereka bekerjasama belajar menggunakan website ini, dalam 2 jam seluruh gambar terisi dengan catatan, dari aktivitas ini mereka semua lulus ujian.  (Fastcompany)

Coursematch, project yang memiliki fitur mahasiswa bisa melihat mahasiswa lain yang mendaftar di kelas mereka.

Synapse, project yang mempelajari pola musik yang disukai user dan di embed sebagai plugin ke WinAmp, di posting free di internet.

Laser Focus

When Zuckerberg starts a programming project, all else takes a backseat. He doesn’t eat, doesn’t sleep, doesn’t talk to friends. When he buried himself in his room to work on thefacebook.com late last January, his roommates almost forgot he was there.

Ketika Zuckerberg memulai project programming, semua hal lainnya menjadi tidak penting. Ia tidak makan, tidak tidur, tidak bicara dengan temannya. Ketika ia “mengubur” dirinya di ruangannya untuk mengerjakan thefacebook.com di akhir Januari 2004, teman sekamarnya hampir lupa kalau ia ada di sana.

 

Mendapatkan pelajaran paling banyak dari ngobrol dengan teman, bukan dari buku atau pelajaran di kelas

C++ For Dummies was his first introduction to formal programming, but Zuckerberg says he learned most of what he knows from talking with friends.

C++ For Dummies adalah pertemuan pertamanya dengan pelajaran programming, tetapi Zuckerberg mengatakan bahwa ia belajar paling banyak dari ngobrol dengan teman.

 

Dengan “making small things” ia bisa melompat dari satu kompetensi ke kompetensi lainnya

America Online, WinAmp and Microsoft—among others—all expressed interest in buying the program. “Some companies offered us right off the bat up to one million, and then we got another offer that was like two million,” he says. He and D’Angelo at first decided not to sell.“I don’t really like putting a price-tag on the stuff I do. That’s just like not the point,”

But after the two had matriculated to college, they decided to accept an offer—only to find the company was no longer interested.

Zuckerberg says. “We were pretty naïve about it,” Zuckerberg admits. Today, he retains a legal counsel for his products. Synapse may not have made Zuckerberg money, but it put him on the programming map. It also prepared him for the hype and corporate offers he would be faced with two years later, after thefacebook.com began its exponential growth across the country.

Project Synapse yang adalah project kelulusan SMAnya, sempat mendapatkan offer puluhan miliar dari corporate, ditolak oleh Zuckerberg, yang kemudian mereka terima setelah beberapa bulan kemudian, tetapi corporate tersebut sudah tidak tertarik lagi.

Hal ini mempersiapkan dirinya dalam menghadapi hype dari pertumbuhan eksponensial Facebook 2 tahun kemudian.

 

Menilai resource (sumber daya) lebih penting daripada uang

“That’s just like not something we’re really interested in,” he says, referring to selling out thefacebook.com. “I mean, yeah, we can make a bunch of money—that’s not the goal…I mean, like, anyone from Harvard can get a job and make a bunch of money. Not everyone at Harvard can have a social network. I value that more as a resource more than like any money.”

Ketika ditanya kenapa tidak menjual thefacebook dan mendapatkan banyak uang ? Zuckerberg menjawab, “saya menilainya sebagai resource yang lebih berharga dari uang berapapun banyaknya.”

Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam membangun produk teknologi.

 

Baca Juga

Presentasi Eduardo Saverin Saat Menjual Ads Facebook di April 2004

They Will Steal Your Idea, But Not Your Passion

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.