Startup Indonesia | Bisnis Online | Cara membuat toko online | Peluang Dan Ide Bisnis Online

RSS
new

Apa yang Saya Pelajari dari Jakarta Startupweekend (Part 2) oleh Iman Hartani

Posted by & filed under Featured, Idea Generation, Startup.

 

JKTsw collage

Editor’s note : Di acara Jakarta Startupweekend, awal bulan lalu, kami mengirim beberapa rekan sebagai partisipan. Selain Steven Berry yang menuliskan pengalamannya di “Apa yang saya pelajari dari event Jakarta Startupweekend (Part 1)” kami juga mengirim Iman Hartani, writer Startupbisnis yang membagikan pengalamannya di artikel ini. Btw thanks for Aryo Grupara yang memberikan freepass untuk kami.

 

Startup weekend ini bener-bener suatu pengalaman yang berharga sekali untuk saya. Menurut saya ini adalah weekend terbaik yang pernah saya ikuti. Berkumpul bersama orang-orang yang belum pernah kenal sebelumnya dan mencoba untuk membangun ide bisnis bersama. Its amazing!

Dalam artikel ini saya ingin sharing tentang apa saja yang saya dapat dari startup weekend. Berikut sedikit cerita saya :

Day 1

Hari pertama startup weekend tempatnya di @america pacific place Jakarta. Di situ saya ngerasa kek orang asing soalnya dateng sendiri dan orang-orang nya baru lihat semua. Setelah sedikit berkenalan dengan orang-orang disitu, registrasi dan ngambil pop corn terus masuk dan acara pun dibuka. Dengan sedikit sambutan, dan games, akhirnya acara di hari jumat yang kutunggu-tunggu dimulai, pitching !

Karena saya datang pengen cari inspirasi dan belum dapat ide startup yang bagus dan solid, ini adalah acara awal yang saya ingin lihat. Mereka pitching dengan gaya mereka masing-masing. Ide-ide nya pun unik dan memang banyak yang berupa mobile apps. Ide yang ada mulai dari mobil apps untuk olahraga, invitation wedding, makanan, education web based, dan banyak lainnya.

So far ide yang ditampilkan bagus-bagus, sampai saya lihat sebuah mobile app untuk menangkap receipt sehingga kalau misalnya kita butuh receiptnya kita hanya menyodorkan gambar di app daripada menggunakan kertas sehingga tidak repot lagi membawa-bawa receipt di kertas. wah ini bukan bagus lagi, tapi sangat bagus!

Kemudian voting pun dimulai dan saya memilih patungan.co.id, bill e, dan sekolahPD. Saya pun mencoba untuk bergabung dan memberikan kontak untuk diskusi berikutnya di hari 2.

Day  2

Hari 2 dimulai dengan sarapan. Sambil makan saya  mencoba untuk berdiskusi dengan teman-teman yang sudah datang pagi2 banget, sekitar jam 7an. Setelah dilihat anggota bill e sungguh banyak, saya berpikir mungkin bukan ide bagus untuk ngumpul bersama dengan banyak orang, bisa-bisa nanti nggak kerja kalau begitu. Ok akhirnya setelah ngobrol pagi itu saya memutuskan untuk ikut ke kelompok sekolahPD.com karena anggotanya masih 3 orang.

Setelah agak siang 3 orang masuk kemudian dan akhirnya komplitlah kelompok kami yang berjumlah 6 orang tetapi tanpa designner. 2 hacker dan 4 hustler.

Setelah kami berdiskusi tentang background kami, kami pun mencoba untuk mendiskusikan banyak hal tentang startup ini. Tentang bagaimana cara kerjanya dan semua dari sisi bisnisnya.

Setelah makan siang, para coach pun datang. Coaching ini mungkin adalah hal terbaik di startup weekend, karena kita bisa mengetahui pendapat mereka, kadang mereka cerita bagaimana mereka membangun startup mereka, hal-hal pahit, hal-hal manis dan lain sebagainya.

Berikut hal-hal saya pelajari dari para coach :

  1. Membuat startup tidak sesulit membuat roket, tetapi juga tidak semudah membalik telapak tangan. Tiket.com bisa live dalam waktu 3,5 bulan dan mendapatkan investor bahkan sebelum web nya live.
  2. Startup yang dibarengi dengan konten/blog akan sangat bagus untuk mencari calon klien/pembeli. Saran ini diberikan oleh founder kivibyte.com, Christopher M. Satriandaru.
  3. Release early Release often, karena feedback dari costumer itu jauh lebih berharga daripada feedback dari investor, teman atau siapa pun.
  4. Berikan value yang besar kepada costumer Anda, pada saat mereka sudah anda akuisisi. Kalaupun harus bayar itu tidak masalah.
  5. Jangan terlalu perfeksionis, karena nanti Anda sendiri yang repot.
  6. Buatlah revenue model terlebih dahulu. Karena tanpa revenue startup akan mati cepat.
  7. Its ok to pivot, karena tidak ada ide startup yang sempurna.
  8. Tentu saja mungkin setiap advice yang ada perlu Anda filter karena beda kasus per kasus. Mungkin ini yang terbaik dari mereka tetapi mungkin itu kurang baik bagi Anda, tetapi saya sendiri berpikir insight yang diberikan oleh mereka benar.

Day  3

Di hari ketiga kami berdiskusi kembali untuk merampungkan apa yang menjadi tugas kemarin. Ide startup kami, sekolahPD.com adalah membuat sebuah wadah bagi para trainer untuk mencari audience. Monetize yang bisa dihasilkan melalu seminar dan training.

Waktu cepat berlalu dan waktu untuk presentasi final akhirnya datang. Ke 12 group pun mempresentasikan ide mereka satu persatu. Saya kagum dengan mereka karena mereka bisa mempresentasikan ide mereka, bahkan ada yg sudah membuat apps nya hanya dalam 2 hari.

Jam menunjukkan pukul 8 dan pengumuman pemenang pun di bacakan. Bill e mendapat juara 1 dengan jumlah anggota terbanyak selama penyelenggaraan startupweekend worldwide – 14 orang. Juara 2 adalah pulse.co.id dan juara 3 dapurcity. Selamat untuk para juara :)

Akhir kata, saya teringat kata-kata mas Rama Mamuaya dari Dailysocial. Beliau dulu diajak untuk membuat groupon like website di indonesia. Beliau bilang bahwa itu adalah ide terbodoh yang pernah ia dengar dan apa yang terjadi ? Situs ini jadi besar dan ya intinya jangan terlalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang ide mu. Be yourself !

 

Baca Juga : VanStartup experience part-3 Lesson Learned by Stephawie