Apakah Saya sudah Terlalu Tua untuk Memulai Bisnis Sendiri? | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Apakah Saya sudah Terlalu Tua untuk Memulai Bisnis Sendiri?

Posted by & filed under Featured, Motivation & Inspiration.

oldImage credit : entrepreneur.com | Photo © Eric Schmidt

Kita telah sangat sering mendengar cerita tentang pengusaha sukses yang memulai usaha sejak usia mudanya. Sebutlah pengusaha terkenal seperti Mark Zuckerberg, Bill Gates, Michael Dell, Steve Jobs, dan sebagainya. Melihat kisah mereka, seakan-akan semakin tua usia kita, semakin terlambat untuk kita menjadi seorang pengusaha memulai sebuah bisnis atau startup. Tidak sedikit yang mempertanyakan dirinya : apakah saya sudah terlalu tua untuk memulai bisnis?

Tentunya sebagian orang bisa menjawab : “Tidak ada kata terlambat untuk memulai!”. Namun, apakah itu akhirnya hanyalah upaya kita untuk menghibur diri? Apa alasan yang dapat kita berikan pada diri kita?

Berdasarkan riset oleh Kauffman Foundation, ternyata rata-rata umur founder startup yang sukses adalah 40 tahun. Sementara itu, dikatakan startup yang memiliki growth tinggi 2x lebih mungkin diluncurkan oleh orang-orang di atas 55 tahun daripada orang-orang di umur 20an.

1. Semakin tua semakin bijaksana dan berpengalaman

richard-branson
Salah satu saran dari Richard Branson (Founder Virgin Group) untuk para entrepreneur yang lebih tua adalah untuk menggunakan umurnya sebagai sebuah kelebihan, karena mereka memiliki pengalaman.

Peneliti menemukan bahwa pemilik startup yang berusia tua biasanya memiliki 6-10 tahun pengalaman di industri untuk membantu mereka. Walaupun Anda adalah orang yang sudah berusia lebih tua dan ingin memulai bisnis di wilayah asing, Anda masih memiliki pengalaman hidup yang tidak dimiliki oleh pemilik bisnis yang lebih muda yang idealistik.

Pada umur 50an, Anda telah mengumpulkan banyak ide-ide berbeda dan juga pengalaman yang berbeda. Anda akan cenderung lebih praktis mengenai pengeluaran Anda, lebih bijaksana dalam budgeting dan cerdas untuk melihat kesepakatan bisnis yang lebih potensial. Seluruh pengalaman hidup tersebut mendukung Anda ketika meluncurkan sebuah perusahaan baru dan akan meningkatkan kemungkinan untuk sukses.

2. Semakin tua semakin luas network kita

old-friend

Alasan lain bahwa entrepreneur paruh baya lebih mungkin untuk sukses adalah karena mereka mempunyai kontak bisnis dan network yang baik. Pada bisnis, networking adalah hal yang penting. Ketika Anda langsung membuat perusahaan setelah lulus kuliah, networking dapat menjadi tantangan yang besar. Sulit untuk mengetahui siapa orang yang harus Anda temui dan bagaimana untuk berkenalan orang yang penting Anda temui di industri. Namun, apabila Anda telah berusia 40 atau 50an tahun, Anda mungkin telah berteman dengan orang-orang di industri yang akan Anda jalani.

Kontak bisnis Anda yang luas tidak hanya akan memudahkan Anda membuat daftar klien, tapi juga akan bermanfaat untuk keperluan sumber daya manusia perusahaan Anda. Salah satu tantangan besar yang dihadapi perusahaan adalah masalah karywan. Pemilik bisnis muda yang brilian biasanya tidak tahu dimana mencari karyawan yang berbakat dan bagaimana menarik mereka. Namun dengan pengalaman bisnis Anda yang baik, dan kontak bisnis di industri yang luas dan siap digunakan, menemukan talent yang bagus akan menjadi lebih mudah.

3. Pendanaan tidak menjadi masalah besar

funding

Keuntungan yang ketiga dari entrepreneur berusia tua adalah masalah pendanaan. Orang yang lebih tua dan mapan akan lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman untuk bisnis. Memiliki dana cash yang cukup adalah salah satu tantangan bagi startup. Biasanya bank besar akan lebih waspada untuk meminjamkan uang ke anak muda yang tidak mempunyai jaminan apapun. Orang yang lebih tua, founder startup yang lebih mapan akan lebih cenderung untuk disetujui pinjamannya karena mereke memiliki sejarah kredit yang lebih panjang dan aset berwujud yang dapat digunakan sebagai jaminan.

Pinjaman bank memang bukan pilihan pendanaan yang paling tepat untuk setiap startup. Tren yang banyak dilakukan sekarang adalah memulai usaha secara bootstrapping (menjalankan perusahaan baru dengan menggunakan dana sendiri). Tentunya dengan metode bootstrapping, seorang yang berumur 50an tahun memiliki tabungan yang lebih banyak untuk digunakan daripada seorang entrepreneur muda. Selain itu, entrepreneur berusia tua juga lebih mudah menghubungi kontak bisnis atau teman lamanya untuk berinvestasi ke bisnisnya.

Banyak juga Entrepreneur sukses yang memulai di usia tuanya

Butuh motivasi lebih? Lihatlah pengusaha-pengusaha kelas dunia seperti Henri Nestlé (Founder Nestlé), Ferdinand Porsche (Founder Porsche), Charles Flint (Founder IBM), yang memulai bisnisnya di usia 50an. Tidak ada kata terlambat untuk memulai! Lihatlah infografis berikut ini yang memperlihatkan entrepreneur yang berasal dari setiap umur (klik gambarnya dan perbesar/zoom untuk melihat lebih jelas) :

terlalu-tua-untuk-memulaiSumber Infografis : Anna Vital

Belum mencapai prestasi apapun hingga usia yang cukup tua? Jangan menyerah, Anda tidak sendirian! Pengusaha kelas dunia seperti Ray Kroc (Founder McDonald) hanya menjual paper cup dan milkshake mixer hingga umur 52 dan Amancio Ortega (Founder Zara) hanyalah seorang karyawan di toko pakaian hingga umurnya yang ke 30. Lihatlah infografis berikut ini :

lost-in-lifeSumber Infografis : Anna Vital

Baca Juga

Cara Menjadi Pengusaha : Dari Mana Saya Harus Memulai ?

Cara Menjadi Pengusaha Startup Sukses : 24 Langkah Dari Buku “Disciplined Entrepreneurship” Oleh Bill Aulet

Bagaimana Cara Menjadi Entrepreneur ? Do the Doable then Push it !

Sumber : rapidformations.co.uk

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.