Bagaimana Anak Muda Ini Belajar Gagal di Usia Sangat Muda

Posted by & filed under Blog.

Ketidakteraturan proses

Bagaimana Faper dapat berakhir dengan cepat? Main produk yang dikerjakan hingga saat ini belum mencapai 40% dalam kurun waktu satu tahun, padahal jumlah tim di Faper telah  mencapai 12 orang. Untuk perbandingan saja, secara umum developer aplikasi dengan tim yang berjumlah 3-5 orang dapat me-launch aplikasi dalam 6 bulan. Pengembangan produk stuck di tengah jalan karena disiplin managerial yang salah. Disposisi.

Managerial yang salah berawal dari tidak adanya peraturan kerja yang benar-benar disepakati. Sehingga tim tidak memiliki timeline yang jelas kapan proyek harus diselesaikan yang berakibat waktu mengulur terus menerus tanpa menemui hasil yang pasti.

Kedua, kurangnya komunikasi dari pihak project handler kepada publisher, developer, dan unsur lainnya dalam proyek ini. Mengerjakan proyek besar seperti ini secara remote tidaklah mudah, apalagi kami tim Faper yang semuanya masih berstatus siswa menengah atas di sekolah yang berbeda-beda. Walaupun seperti itu, kami berusaha untuk bertemu beberapa minggu sekali, setidaknya.

Disiplin & Fasilitas

Rencana awal kami adalah membangun Faper di bawah proyek Hexacreative. Rencana ini sudah berjalan beberapa waktu. Tidak ada yang salah dengan sub-proyek ini. Alasan kami membangun nama Faper di bawah Hexacreative yaitu untuk menggunakan fasilitasnya agar mudah mendevelop aplikasi inti. Fasilitas di sana menurutku cukup untuk membuat aplikasi. Lagi-lagi rencana ini tidak berjalan lancar. Karena sekitar sepuluh bulan, kami sangat jarang mengerjakan main produk di kantor Hexacreative – sehingga melupakan pembuatannya (hanya terfokus pada pembahasan alur kas, metode monetasi dan struktur). Mungkin ini salahku juga, karena belum sharing dengan tim secara detail tentang main application dan menggunakan fasilitas secara optimal.

Prioritas

Mengapa proyek ini dihentikan? Proyek ini dihentikan juga karena bentrok dengan rutinitas utama kami. Tim Faper menyetujui penghentian proyek ini untuk sementara (atau selamanya) untuk memprioritaskan akademis terlebih dahulu. Kami sadar, kemampuan kami saat ini dari segi ilmu, networking, maupun pendanaan masih terbatas untuk membuat suatu perusahaan yang kompleks. Daripada mengambil resiko besar dan menggantungkan masa depan proyek, lebih baik kami belajar dengan sungguh-sungguh. Lagipula masa-masa kami di SMA tinggal menghitung beberapa bulan. Jika pun ingin melanjutkan proyek, jika Allah menjanjikan, akan dilanjutkan saat kami telah menjadi mahasiswa.

Kerugian

Kerugian yang dialami bukanlah kegagalan turunnya harga saham atau menurunnya aset perusahaan. Bukan. Kerugian yang dialami adalah yang tak bisa diambil kembali, yaitu waktu dan kesempatan luang di masa lalu. Ide-ide juga terbuang dengan percuma.

Kerugian lainnya yaitu transportasi untuk bolak-balik dari rumah ke tempat meeting dan listrik yang sudah kami habiskan tanpa hasil.

Kesimpulan

Semoga teman-teman bisa mengambil pelajaran dari kisah sederhana di atas. Dan merencanakan semuanya agar berjalan dengan lancar. Memanglah kita yang merencanakannya, namun keputusan hanya Allah yang berkehendak.

Sebelum membangun Faper, saya sudah membangun sebuah usaha yang begerak dalam bidang desain dan development website maupun grafis. Pergerakannya cukup fluktuatif juga haha. Namun Alhamdulillah sekarang sudah berbadan hukum yaitu CV dan re-branding menjadi Hexacreative Plus (Hexacreative+) yang insya Allah akan ditambah berbagai layanan teknologi selain kategori yang disebutkan di atas.

Sebelum penutupan artikel yang panjang dan “agak” berbelit ini, saya minta doa juga ya teman-teman, agar usahaku dan Hexacreative+ ini berjalan lancar, bisa membuat lapangan pekerjaan bagi jutaan warga dunia, termasuk perusahaan di Fortune 500, menjadi perusahaan standar global, dan menjadi perusahaan yang berguna bagi nusa, bangsa, dan umat. Juga bisa menuntun kita kepada sukses di dunia dan di akhirat kelak. Amin ya Allah.

Mungkin kegagalan proyek Faper yang tertulis di atas (bahkan disposisi dalam concrete5 dan salah sikap saat proyek kepemudaan Potensi tidak ku tuliskan) belumlah seberapa dibandingkan perjuangan orang-orang di luar sana.

Presentasi Faper di atamerica yang diselenggarakan oleh Fasilkom UI pada 2011 itu pun, sebenarnya masih banyak “cacat” dalam tubuh Faper sendiri – saat itu tidak ku jelaskan secara detail, hanya beberapa kata. Sepantasnya ku tidak memposting artikel yang klise ini kepada publik. Malu, jika yang membaca ini adalah mereka yang lebih kerja cerdas dan sukses.

Tapi bagiku pengalaman sederhana tentang managerial dan professionalisme ini sangatlah berharga untuk dijadikan evaluasi. If you never try, you never know. Belajar tidak harus dari buku, rite?

Maafkan kesalahanku kawan, jika aku pernah berbangga diri dengan semua itu. Tanpa kalian, saya bukanlah siapa-siapa.

Ya Allah, terimakasih atas semua ini. Maafkan aku jika kufur akan nikmatmu. Terimakasih kepada orangtuaku yang sering mengantarkanku ke acara meetup dan senantiasa menasehatiku.

Terimakasih juga kepada teman-teman Faper yang sudah merasakan suka dan duka bersama membangun perusahaan haha. Juga teman-teman SD-SMP Al-Azhar Serang dan MAN 2 Serang, you`re all awesome. Dan, belajar yang bener hihi :p

Kalau sudah sukses, jangan pada lupa yaa…

Tetap berkarya! Semangad!

Terimakasih kepada teman-teman di startuplokal dan komunitas FreSh atas ilmu yang disebarkan @reintweets @sagad @nataliardianto @nuniek @prita @salsabeela @bguzryanto @tyovan @agatestudio @angelina_veni @radityadika dll.

Semoga Allah meridhai kita. Amin.

 

*dadah-dadah ke kamera*

 

Wassalam.

 

Written from Evernote.

Serang, Agustus 2012

SociaBuzz