Bagaimana Bisnis Entrepreneur berumur 9 tahun menjadi viral

Posted by & filed under Sales & Marketing.

Caine Monroy adalah seorang anak berumur 9 tahun, yang membuat sebuah tempat permainan arcade dalam toko otomotif milik ayahnya di Los Angeles.

Dia memulainya dengan menawarkannya kepada pengunjung toko ayahnya. Sekarang, tempat bermain arcadenya-lah yang menjadi tokoh utama (dibanding toko milik ayahnya), setiap harinya banyak anak-anak dan reporter televisi datang ke tempat bermainnya, semua ingin mendapat giliran. Dengan tiket seharga $1, Anda bisa mendapat 4 putaran untuk bermain di 1 dari 5 permainan yang tersedia dan dengan tiket $2, Anda akan mendapatkan 500 putaran. Anak ini juga menjual kaos seharga $15, seperti yang sedang dia gunakan, bertuliskan “Caine’s Arcade” dibelakangnya.

Ketertarikan orang banyak terhadap ‘bisnis’ ini, sudah memberikan uang yang banyak pada Monroy. Tidak diketahui seberapa banyak uang yang sudah didapatnya dari penjualan tiket dan kaos, tapi dia sudah mendapat $178.000 hanya dari donasi yang diberikan orang-orang di situsnya, CainesArcade.com. Dia berkata bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mebiayai kuliahnya. Popularitasnya sekarang sangatlah dipengaruhi oleh” target=”_blank”> video berdurasi 11 menit yang memperlihatkan Anak ini dan tempat bermain yang dimilikinya, video ini sangat terkenal di internet dalam beberapa hari terakhir. Sejauh ini, video tersebut sudah dilihat sebanyak lebih dari 5 juta kali di Vimeo dan lebih dari 2.4 juta kali di Youtube sejak dirilisnya video tersebut minggu lalu. Dan lebih dari 25 ribu orang merekomendasikannya di Facebook.

Saat kita sedang terkesan oleh kesuksesan Monroy, kita juga harus mengerti seberapa luar biasanya sifat viral yang dimiliki video. Tidak diragukan lagi, entrepreneur lain sangat penasaran bagaimana cara mereka agar bisa membuat video dengan hasil seperti itu. Untuk mengetahuinya, kami bertanya pada Sarah Wood dan Scott Button, suami istri yang menjadi rekan pendiri Unruly Media, sebuah perusahaan iklan video melalui media sosial yang membantu perusahaan-perusahaan untuk mendistribusikan video di Internet.

Berikut ini adalah 5 tips terbaik dari mereka berdua:

Carilah Inspirasi

Sebelum memulau mengambil kamera Anda dan merekam, pakailah waktu Anda untuk menonton video yang ada di Internet. Carilah video-video yang menjadi fenomena viral seperti Testa’s taxidermy video dan Shave Club’s razor video. “Jika Anda memang tertarik untuk membuat sensasi, Anda harus melihat video-video lain yang sudah membuat sensasi sesuai yang ada dalam benak Anda,” Kata Wood. Jangan lupa juga mencatat hal-hal penting dari video yang Anda tonton.

Buatlah konten yang mengagumkan

Tentunya, hal ini lebih mudah dikatakan daripada dikerjakan. Tapi tipe video yang Anda produksi harus merefleksikan target penonton Anda. Sebagai contoh, jika Anda menargetkan wanita dewasa di daerah beriklim dingin, adalah hal yang jelas bahwa Anda tidak akan membuat video tentang deodoran (karena mereka tidak membutuhkannya). Tapi mungkin Anda bisa menawarkan tips-tips yang mengajarkan cara untuk berpakaian yang benar di sebuah pesta. Kuncinya adalah dengan memicu perasaan yang kuat. “Konten yang ada harus sangat lucu, sangat menyentuh, sangat berguna, atau sangat menghibur,” kata Wood. “Idealnya Anda akan mendapatkan reaksi fisik dari penonton. Mereka akan menangis, tertawa, atau merasakan bulu kuduk mereka berdiri”.

Buatlah itu portable

Masukkan video Anda ke media seperti Youtube dan Vimeo, dan pastikan Anda memberbolehkan sharing (berbagi) antara penonton. Berikan ijin pada penonton Anda untuk mengupload dan memberikan komentar sesuai keinginan mereka.

Pilihlah platform yang sesuai

Memilih media sosial yang akan Anda gunakan untuk mempublikasikan video juga tergantung pada target penonton Anda. Sebagai tambahan selain Youtube dan Vimeo, pertimbangkanlah media sosial yang akan menyediakan tipe penonton yang akan menonton dan membagikan video Anda pada teman-temannya. LinkedIn adalah contoh tempat yang biasanya menjadi pilihan untuk video menyangkut business-to-business (b2b). Twitter cocok untuk konten yang sensitif dengan waktu, sedangkan Facebook untuk penonton yang lebih umum.

Gunakan Iklan

Tidak setiap video membutuhkan dukungan iklan, tapi secara umum, sebelum sebuah video dapat menjadi viral, video tersebut harus diiklankan/dipromosikan terlebih dahulu. Hanya dengan mengupload video di Facebook dan berharap banyak orang untuk melihatnya kemungkinan besar tidak akan terjadi. Faktanya, bahkan follower Anda mungkin tidak melihatnya. Agar sesuatu dapat muncul di halaman utama user Facebook, hal tersebut harus sudah dilihat atau di-‘like’ oleh sejumlah besar orang (trending). “Anda bisa mengupload video di Youtube, tapi hanya jika ‘dikatrol’, video tersebut bisa trending dan jika sudah trending, video tersebut akan menjangkau penonton yang lebih luas.” Jadi, kecuali hal ini bisa terjadi secara alami, Anda mungkin harus membayar untuk ‘mengkatrol’-nya. Perusahaan seperti Unruly,  Sharethrough atau Video Advertising Platform, dapat membantu Anda.