Bagaimana @lucywiryono Membangun @Steakholycow Sampai Menjadi Warung Steak Paling HIT di Indonesia | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Bagaimana @lucywiryono Membangun @Steakholycow Sampai Menjadi Warung Steak Paling HIT di Indonesia

Posted by & filed under Interview, Running a Business.

 

Pasti ada yang spesial jika sebuah warung dengan tampilan sederhana dikunjungi sangat banyak orang sampai rela mengantri, bahkan sang owner warung juga harus ikut mengantri. Steak Holycow namanya, sebuah warung kecil di Senopati yang sudah menjadi fenomena baru di negeri ini. Kami sudah cukup lama penasaran dengan warung steak yang satu ini sampai baru-baru ini kami berkesempatan untuk mampir ke warungnya dan mengorek banyak info dari Lucy Wiryono.

 

Bagaimanapun, ini adalah sebuah bisnis yang awalnya tumbuh dari kecintaan Afit terhadap memasak. Dan kita selalu percaya, kalau apapun yang dikerjakan dengan hati, orang yang merasakannya juga dengan hati, itu kita percaya banget 

 

Apa itu Holycow?

Holycow SteakHouse by Chef Afit adalah sebuah “warung” makan, yang menjual hidangan khusus steak, dan sudah buka sejak tahun 2010. Awalnya itu karena kesukaan Mas Afit (red: suami mbak Lucy) buat masak steak dan makan steak. Afit pertama kali jatuh cinta makan wagyu di sebuah restoran, tapi harganya mahal banget, 1 porsi bisa sampai 600ribu. Terus dia juga mengajak saya waktu itu, “kita cobain yuk, namanya wagyu”. Saat itu memang belum banyak orang yang tahu apa itu wagyu. Adanya juga cuma di restoran aja. Tapi karena mahal, tidak mungkin kita sering-sering pergi kesana untuk makan wagyu. Seminggu sekali juga rasanya tidak mungkin bisa terus-terusan makan disitu. Sampai akhirnya kita cari ke toko daging dan coba masak sendiri di rumah. Saat itu juga belum banyak yang jual daging wagyu.

Awalnya juga karena kita memang suka makan wagyu, jadi iseng aja coba masak di rumah dan dimakan sendiri. Lalu kita mulai mengundang keluarga dan teman-teman datang untuk mencicipi masakan kita. Ternyata ada yang bilang enak, dan dia menyarankan untuk buka warung steak. Kita pikir, “buka warung? Iya gak ya?”. Tapi saat itu Mas Afit memang mau punya usaha sendiri. Akhirnya karena dukungan dari teman-teman dan keluarga juga, ide itu direalisasikan dan jadilah warung steak dengan nama “Holycow SteakHouse by Chef Afit” ini. Kita buka dengan modal seadanya, dan resepnya dari resep keluarga aja. Apa yang dihidangkan disini sebenernya berasal dari dapur kita, berasal dari “lucu-lucuan” kita masak aja waktu itu.

Kenapa di namanya ada “by Chef Afit”, apakah karena Mas Afit sendiri yang masak?

Dulunya, saat awal-awal buka memang Mas Afit sendiri yang masak. Kalau sekarang sudah ada bantuannya, tapi kadang Mas Afit juga ikut masak. Kalau sekarang, berhubung sedang banyak hal yang harus dikerjakan, jadi lebih sering didelegasikan ke Chef kepercayaannya. Tapi setiap hari memang Mas Afit ada disini untuk mengawasi, bagaimana kontrol makanannnya dan operasionalnya seperti apa. Karena ini idenya dari Mas Afit, jadi dia memang harus mengontrol setiap hari. Terutama masalah dagingnya, apakah masaknya sudah benar dan bumbunya sudah tepat.

Apakah Mas Afit punya background memasak sebelumnya?

Sebenernya Mas Afit tidak punya background masak sebelumnya. Dulu kerja di salah satu stasiun TV swasta (RCTI), dan pernah juga bekerja di beberapa media. Dia belajar masak otodidak, karena memang sudah suka masak dari dulu. Pernah ikut short course aja untuk mematangkan lagi skillnya. Tapi sebenernya lebih ke intuisinya, lebih ke passionnya dia buat masak. Karena awalnya emang udah hobi masak, jadi dia senang dan menikmati masak. Kita juga percaya, kalau apapun yang dilakukan karena memang kita senang dan cinta pada hal tersebut, pasti berhasil deh.

Apakah Holycow sudah punya cabang di tempat lain?

Sekarang ini cuma ada di Senopati. Tapi rencananya nanti sekitar akhir Juli, kita mau buka cabang di tempat lain. Tempatnya masih dirahasiakan, di sekitar daerah Jakarta Utara. Yang pasti bukan di Mall, tapi di tempat sendiri kayak di Senopati ini. Kita tidak akan mau buka cabang di Mall. Kenapa? Karena di Mall terlalu banyak pilihan dan bikin orang bingung. Misalnya, awalnya kita mau makan pizza, tapi karena melihat restoran sushi ramai, jadi berubah pikiran mau makan sushi. Sering banget kan orang-orang kayak gitu. Makanya saya tidak mau buka cabang di Mall, yang meskipun bukan kompetitor sejenis, tapi membuat orang bingung dengan banyaknya pilihan yang ada. Kalau buka di tempat sendiri seperti di Senopati ini, orang akan lebih fokus. Mau ke situ ya ke situ aja.

Mulai profit di bulan ke berapa dan pemicunya apa?

Di bulan ke-3 kita sudah BEP. Alhamdulillah banget. Kalau sekarang ditanya gimana caranya bisa booming gitu, saya juga tidak tahu. Karena sebenernya kita tidak punya strategi marketing yang aneh-aneh, waktu itu kita cuma menggunakan twitter. Sebenernya karena tidak ada uang untuk pasang iklan dimana-mana, jadi lewat twitter aja. Itu gratis dan saat itu twitter belum heboh seperti sekarang ini. Dulu orang-orang belum main twitter, kita sudah main twitter. Orang-orang tidak ada yang jual wagyu dengan konsep warung, kita sudah jual. Jadi orang-orang pada bertanya, “wagyu itu apa? Itu bukannya kayak minuman beer gitu?”, padahal bukan. Jadi kita juga harus mengedukasi orang-orang tentang wagyu. Sebenernya tantangannya sangat berat, karena kita adalah pioneer dari wagyu steak dengan konsep warung ini. Tapi seru juga.

Strategi marketing di social media kayak gimana?

Kita menggunakan facebook dan twitter. Kalau di official fanpage Holycow itu ada foto-fotonya juga, sementara kalau di official twitter Holycow itu lebih ke info-info dan saling sharing aja. Biasanya info tentang kegiatan kita disini ngapain aja, info tentang bagi-bagi hadiah juga ada. Kayak sekarang kita sedang bagi-bagi hadiah Samsung Galaxy Notes untuk yang bisa mengumpulkan bendera terbanyak. Jadi setiap pesan steak, di atasnya ada bendera Holycow. Dan siapapun yang berhasil mengumpulkan bendera itu sebanyak mungkin, dia berhak mendapatkan Samsung Galaxy Notes langsung, tanpa diundi. Tahun lalu kita kasih iPad 2. Jadi sebenernya tidak ada strategi khusus yang gimana-gimana, karena saya dan Afit juga bukan orang iklan. Semua itu murni ingin bersenang-senang aja di social media. Kalau inovasi terbaru terkait marketing sebenarnya sudah dipersiapkan. Sekarang sedang disiapkan semua materinya. Tapi yang jelas, kita inginnya marketing ini tidak terkesan murahan, tidak terlalu hard selling, tapi menggoda orang-orang untuk datang. Itu konsep Holycow sebenernya.

Sejauh ini Holycow hanya menggunakan twitter dan facebook saja dulu. Tapi yang lain sudah kita persiapkan. Kalau untuk website, kita masih berpikir akan diisi apa websitenya? Kalau hanya sekedar menu-menu gitu, rasanya tidak menarik. Jadi kita masih mencari konsep apa yang paling bagus kalau kita mau membuat website. Sudah ada beberapa konsep, tapi kita belum memutuskan mau pakai yang mana. Karena itu juga berhubungan dengan rencana besar marketing kita.

Bagaimana dengan engagement ke pelanggan?

Kalau lewat social media, engagement-nya sih mudah saja. Kalau di twitter, kadang-kadang adminnya sendiri suka ngajak ngobrol dan itu bukan hal yang berhubungan dengan steak. Misalnya kayak, “kalo misalnya sarapan, bubur ayam yang paling enak dimana sih?”. Itu tidak ada hubungannya dengan steak kan, tapi itu topik sehari-hari yang orang lain bisa ikutan. Jadi akhirnya ngobrol, “oh bubur ayam disini enak toh, ada apanya?”. Jadi seperti itu, “colekan-colekan” yang tidak harus hard selling ke produknya, tapi kita bisa berteman baik dengan followers kita yang ada di twitter maupun facebook. Supaya twitternya juga tidak membosankan. Saya sendiri juga sering memantau, apakah si admin ini kalau nge-tweet menyenangkan atau tidak jika dibaca timelinenya.

Tidak harus selalu barang jualan, tapi kita bisa bersenang-senang juga. Karena orang-orang kalau “dijejelin” promo terus juga males kan, bosen juga. Jadi kita lebih mencari cara dimana kita jadi seperti teman aja dengan followers kita itu. Info promo juga tetap ada, tapi selingan-selingan dengan topik sehari-hari juga banyak. Twitternya jadi lebih menarik aja, tidak membosankan. Dan jelas harus kreatif. Strategi marketingnya cari ide-ide baru terus. Recycle ide lama boleh, tapi kalau bisa jangan terus mencontek orang lain. Jadi kita harus selalu berpikir untuk jadi original, harus punya ide yang baru terus.

Project untuk 6 bulan sampai 2 tahun ke depan seperti apa?

Yang jelas kita mau buka cabang dalam waktu dekat ini. Yang paling penting buat saya dan Afit, bisnis itu tidak hanya cari profit semata, tapi juga benefit apa yang bisa kita berikan untuk orang lain. Orang lain itu dalam arti karyawan-karyawan kita, supplier kita, dan juga mitra kita. Seperti sekarang misalnya, kita bermitra dengan minilovebites yang menyediakan desert seperti Rainbow Cake. Kita juga bekerja sama dengan Indonesia Berkebun, dimana itu sebenarnya adalah sebuah komunitas non-profit. Urban farming yang orang-orangnya pada ingin bercocok tanam dengan cara yang mudah, dan mereka juga menghasilkan tanaman yang punya nilai ekonomis, seperti bayam.

Dan kebetulan disini juga butuh bayam sebagai sayurnya. Akhirnya saya ngobrol-ngobrol dengan salah satu penggiat Indonesia Berkebun untuk menjadi supplier Bayam di Holycow. Awalnya mereka bingung, karena tadinya tidak ada yang pernah beli, mereka juga awalnya cuma “lucu-lucuan” aja. Saat itu yang kita pikirkan adalah, mereka punya misi untuk menjadikan Jakarta lebih hijau. Jadi kalau kita beli bayam dari mereka, mereka jadi bisa mengembangkan itu lebih luas lagi. Artinya kegiatan positif yang mereka lakukan bisa sustainable, dan kita juga dapat produk yang bagus karena bayamnya organik. jadi sama-sama menguntungkan.

Sebenarnya rencana jangka panjang Holycow adalah, kita ingin bisa bekerja sama dengan komunitas-komunitas seperti itu. Dan sebenarnya banyak banget komunitas yang seperti itu. Tapi ini sesuatu yang memang harus membawa manfaat bagi banyak orang. Jadi bukan hanya sekedar membuat Holycow ini terlihat bagus saja, tapi kita memang merasakan manfaatnya, begitupun juga dengan mereka. Kedua pihak bisa saling menguntungkan, dan bisa membawa manfaat bagi banyak orang juga.

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.