Bagaimana Rasanya Pitching 2 Tahun dan Ditolak Terus ? @LiamTanu Co Founder @Tokopedia Membagi Pengalamannya | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Bagaimana Rasanya Pitching 2 Tahun dan Ditolak Terus ? @LiamTanu Co Founder @Tokopedia Membagi Pengalamannya

Posted by & filed under Ecommerce, Pitching.

FI pitch bootcamp

 

Editor’s note : Dalam acara Founder Institute Pitch Bootcamp, William Tanuwijaya, co founder Tokopedia membagi pengalamannya terkait pitching yang dilakukannya sejak 2007 dan baru mendapatkan pendanaan dan fulltime menjalankan idenya di 2009. William akan menjadi mentor di Founder Institute Jakarta batch 3. Pendaftaran bisa dilakukan di Fi.co/join. Artikel lainnya tentang perjalanan dan strategi William membangun Tokopedia bisa dibaca di sini.

 

Untungnya karakter saya stubborn. Saya keras kepala. Saya sudah pitch dan gagal terus 2 tahun untuk dapat modal, ketika dapat respon seperti ini saya tidak menyerah.

Kadang orang akan bilang “kamu tidak bisa” tetapi kamu tidak perlu mendengarkannya.

 

Awalnya saya bukan entrepreneur, saya orang kantoran, saya jadi entrepreneur karena kebetulan di 2007 saya punya ide membangun Tokopedia.

Ide ini saya sampaikan ke satu-satunya orang kaya yang saya kenal, yaitu bos kantor saya.

Bos tempat saya bekerja ide ini bisa menjadi sesuatu yang besar tetapi dia tidak begitu mengerti bisnis internet dan tidak berani menginvestasikan uangnya ke saya karena saya minim pengalaman.

Network pertama saya adalah ketika saya diperkenalkan dengan orang-orang kaya (angel investor) kenalannya dia. Selama 2 tahun saya pitching tentang ide saya, tidak satupun berhasil.

Tetapi dari pengalaman saya pitching ke orang, saya selalu belajar sesuatu, belajar lebih kritis terhadap ide saya, belajar tentang ecommerce di dunia, ide saya makin runcing sampai tahun 2009 mendapatkan pendanaan pertama dan akhirnya saya bisa resign dan fulltime di ide, impian saya.

Kemudian setelah 6 bulan kami launch, mendapatkan traction setelah itu investor yang datang ke saya.

Sejak saat itu sampai sekarang saya tidak berhenti pitching, setiap sebulan pasti ada pitching. Investor dari Jepang, Korea, Hongkong, Africa banyak yang datang untuk nanya, karena potensi bisnis emerging market di ecommerce itu besar sekali. Ketika kamu punya produk ecommerce yang punya traction di pasar itu sangat sexy di mata mereka.

Setelah saya menjadi pengusaha, hidup saya bukan hanya sekedar mencari pendanaan, tetapi pitching segala hal.

Menurut saya pitching itu ada 3 :

Pertama adalah kalau kamu butuh pendanaan kamu akan pitching untuk raise fund.

Saya pernah pitching ke salah satu mentor hebat yang mengatakan “William, kalau ada yang mau beli situs kamu, mending kamu jual aja deh, ide kamu tidak bakal jalan”.

Saya datang dengan harapan belajar sesuatu dari dia. Tetapi begitu mendapatkan reaksi seperti itu saya sempat down.

Untungnya karakter saya stubborn. Saya keras kepala. Saya sudah pitch dan gagal terus 2 tahun untuk dapat modal, ketika dapat respon seperti ini saya tidak menyerah.

Kadang orang akan bilang “kamu tidak bisa” tetapi kamu tidak perlu mendengarkannya, jika ada rekan-rekan tidak lulus dari Founder Institute, pasti ada jalan. Saya sangat grateful untuk tidak menyerah selama 2 tahun.

 

Kedua adalah kamu akan melakukan pitch kepada business partner untuk meng-enable bisnismu ke skala yang lebih besar.

Contohnya kalau di Ecommerce itu 2 ekosistem yang penting adalah logistik, dan payment/perbankan.

Saya sejak 2009 sudah pitching untuk kerjasama ke BCA dan Mandiri. Ditolak.

Saya pitching ke beberapa perusahaan logistik sejak 2009. Ditolak.

Akhirnya kreatif sendiri mencari jalan supaya ekosistem bisnis bisa jalan tanpa partnership dengan big corporate.

Apa yang terjadi ? Setelah 2 tahun direktur perusahaan logistik datang ke kantor Tokopedia untuk mengajak kerjasama.

Setelah 3 tahun, di 2012 Tokopedia menjadi situs dengan transaksi tertinggi melalui channel elektronik Bank Mandiri. Mengalahkan Garuda Indonesia di peringkat ke-3. Ecommerce lain tidak ada di 5 besar, karena banyak sekali ecommerce Indonesia yang transaksinya terjadi offline, bukan di online.

 

Ketiga adalah pitch untuk mencari tim.

Kamu tidak bisa besar hanya dengan 1 atau 2 orang. Saya mahasiswa Bina Nusantara. Hal pertama yang saya lakukan saat mendapatkan pendanaan pertama adalah kembali ke kampus Bina Nusantara.

Saya membuka booth besar, sewa booth kosong 2 saya sewa dua-duanya. Depan saya BCA.

Saya dan partner saya menjaga booth job fair selama 2 hari.

Tidak ada satupun yang drop CV di booth saya.

Setelah itu saya belajar pitching untuk mencari tim itu sangat penting.

Perusahaan internet yang sekarang besar di dunia semuanya berhasil meyakinkan orang-orang hebat untuk bergabung dengan mereka.

Tadi Pak Andi Zain, Direktur Jktfi mengatakan bahwa Founder Institute is about finding great people. Karena dibelakang teknologi kan tetap seorang manusia.

Tokopedia juga kesulitan pada awalnya untuk mencari employee pertama. Kami sudah seperti pirate ship. Teman-teman yang tidak diterima kerja di mana-mana, kita lihat dia punya potensi, kami terima, kami bangun bareng-bareng. Awalnya hanya ber-2, sekarang sudah punya 40 pegawai, sudah ekspansi dan pindah kantor baru.

Sekarang biasanya saya selalu meluangkan waktu 1 hari dalam 1 minggu untuk interview dan meyakinkan karyawan, saya selalu bilang bahwa Tokopedia saat ini sebuah perusahaan kecil, tetapi kita punya cita-cita yang besar dan kita suatu saat akan besar, kalau saya bisa meyakinkan orang lain akan itu, maka ia akan mau bekerja untuk Tokopedia.

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games