Bagaimana @Rianaree Membangun @BelowCepek Hingga Memiliki 10,000 Member Dalam 5 Bulan
Value for money masih berlaku untuk baju
Bagaimana cara Riana memvalidasi market ?
Saya mencari sendiri tukang jahit yang bagus, penjual bahan yang bagus, tidak Cuma itu, saya juga harus cek ke teman-teman yang suka belanja baju 400 ribuan, apakah mereka mau beli baju dari saya ? ternyata mereka mau.
Ternyata baju yang dibeli tidak ada hubungannya dengan merk, sehinggavalue for money masih berlaku untuk baju, apalagi kalau orang pakai baju kan mereknya tidak ditampilkan di bagian luar.
Agak berbeda untuk tas, karena tas dipakainya berkali-kali. Beda dengan baju dimana secara riset, perempuan tidak pakai baju lebih dari 10 kali.
Ternyata wanita Indonesia suka pakai baju yang tidak mahal tetapi bagus. Masalahnya produk lokal banyak yang tidak bagus, jahitannya tidak bagus, ini tugas Belowcepek untuk membawa produk lokal memiliki kualitas yang bagus.
Kalau tidak ada appointment ya saya harus cari appointment sendiri
Adakah perubahan yang dirasa setelah jadi entrepreneur ?
Pertama, saya tidak gajian sampai nanti ketemu suatu titik dimana saya bisa menggaji diri sendiri. Sehingga ketika saya keluar dari korporasi saya harus make sure punya dana darurat selama beberapa bulan sampai bisa menggaji diri sendiri.
Kedua, jam kerja jadi tidak ada batasnya, tetapi memang sejak di korporasi, untuk level corporate director seperti saya memang tidak ada jamnya, dulu punya sekretaris dan staf, tapi sekarang semua dilakukan sendiri termasuk mengirimkan fax.
Dan saya baru tahu ternyata beli mesin fax ternyata mahal
Dua minggu pertama setelah resign pergi ke kantor tidak tahu mau ngapain, biasa sewaktu kerja emailnya ada ratusan, waktu awal habis resign email ada tiga sampai lima sehari.
Setelah di atas 2 minggu baru mulai ketemu ritmenya, sudah ketemu pola apa yang perlu saya kerjakan, mulai riset, sudah mulai ada appointment, kalau tidak ada appointment ya saya harus cari appointment sendiri supaya penuh schedulenya, cari kolaborasi, cari bisnis.
Scarynya ya tidak gajian.
Teman atau tidak teman, satu-satu saya kontak, kan kita tidak pernah tahu opportunity datang dari mana
Apakah detilnya dari “mencari bisnis” ?
Dari semua database yang saya punya, baik itu teman atau tidak teman, satu-satu saya kontak, dan coba cari bahan pembicaraan yang terkait dengan bisnis, kan kita tidak pernah tahu opportunity datang dari mana.
Saya bukan tipe orang yang kirim proposal.
Saya lebih percaya bahwa ketemu langsung dengan niat baik, jauh lebih benar hasilnya daripada kirim proposal.
Jadi kerjaan saya tiap hari ya ketemuan dengan orang, makan siang dan ngopi-ngopi.
Selain itu saya juga selalu meriset potential competitor, saya yakin di luar sana ada yang melakukan hal yang mirip dengan saya, dengan modal jauh lebih besar dari saya, hal ini harus saya pantau terus.
“Smartshopper berbagi”
Saya mengajak teman-teman shopper untuk sedikit berbagi dengan teman-teman yang kurang mampu, SMP dan SMA/SMK yang sudah mau lulus, dan mayoritas akan bekerja (karena sedikit yang bisa ke universitas), untuk anak-anak kelas bawah seperti ini, menggunakan baju rapi sudah one step ahead, setidaknya sewaktu walk in interview tidak diusir, jadi saya bilang kepada smartshopper Belowcepek, jika mereka mau belanja di booth belowcepek (sekarang sedang buka booth di @pestarukunwarga di Kuningan City), kalau beli 1 baju kalau mau dapat diskon 5 ribu, bawa saja 1 piece item yang sudah tidak mau dipakai lagi (bukan berarti bekas) seperti rok, jas, celana panjang, sepatu, tas, saya beri diskon 5 ribu, daripada lemari mereka penuh karena baju kebanyakan lebih baik dikeluarkan saja.
Banyak sekali yang berpartisipasi, banyak juga yang belanjanya lebih sedikit daripada yang disumbangkan.
Backgroundnya Riana seperti apa?
Saya orang hospitality/tourism sejak 1996, kerja di hotel, airline, waterpark, pernah 1 tahun kerja di SITTI, di markas SITTI, bisa dibilang semua orang bicara bahasa dewa, saya orang bumi sendiri di situ, tapi dari situ saya belajar banyak bahwa the power of technology & internet sangat besar, saya juga belajar bahwa orang di pulau lain bisa beli barang saya bahkan tanpa mencoba barang terlebih dahulu. Di SITTI saya belajar ecommerce, social media, google search, SEO, SEM, placement, setelah keluar dari SITTI, saya sudah lumayan canggih dan sekarang sangat berguna untuk BelowCepek.
Tapi tetap saja, pakai agency yang bagus sangat penting, karena saya tidak punya staf banyak, tidak sempat mengerjakan optimization dan ganti-ganti keyword, saya harus work smart, saya pakai agency yang menurut saya oke, yaitu DGtraffic.
Ya saya sih seneng aja kalau tiba-tiba ada yang ngetweet “Gila baru liat youtube tiba-tiba ada iklannya Belowcepek”.
Sekarang saya tidak ada dana untuk printed media, jadi saya masuk dulu di digital yang lebih low cost dan measurable. Pingin sih masuk halaman pertama Kompas tetapi tidak ada duitnya.
Berapa budget untuk digital ?
Dulu start dari Rp.5 juta per bulan. Saya harus make sure website saya bisa menerima traffic dan staf saya bisa menerima orderan. Pertama saya tidak berani banyak-banyak, hanya 5 Juta di Google dan 100 usd di Facebook. Pelan-pelan setelah ada revenue baru saya naikkan, sekarang menjelang lebaran kira-kira sekitar 25 juta budgetnya.
Waktu menggunakan budget 5 juta di awal saja server saya sudah tidak sanggup, tadinya sharing server, sekarang sudah tidak bisa. Dalam waktu 5 bulan (Akhir November 2011 s/d Mei 2012) membernya sudah 10 ribu.
Terkait dengan keyword, saya tidak membeli keyword yang satu kata karena mahal sekali.
Keyword google yang saya beli seperti “baju wanita kerja”, “online shop wanita”, “baju wanita murah”. Yang spesifik, saya tidak ambil keyword seperti “baju”, “wanita” terlalu mahal, 3 hari sudah habis jatah clicknya, di Facebook Ads kami mentarget wanita usia 18 ke atas dan tinggal di Indonesia, saya tidak mentarget interest.
Values seperti apa yang dipegang Riana dalam berbisnis ?
Business is business dan friendship is friendship, mau sama teman, sahabat, pacar. Kalau kita tidak jadi bisnis, kita tentu bisa temenan.
Put your feet on the ground, gengsi harus dibuang, benar banget kata teman saya Renee, your job is not your career.
Banyak sekali orang yang tadinya punya jabatan di corporate, begitu resign kena power syndrome, begitu resign langung ingin jadi bos dan menyewa kantor yang mahal dan mengeluarkan biaya tidak perlu seperti membayar karyawan yang mahal, ini akan membuat berat dan lebih baik kerjakan sendiri saja, sampai suatu saat butuh asisten baru lakukan rekrutmen.


