Bagaimana Ryan Gondokusumo Membangun @Sribudotcom , Website Crowdsource Design dengan 86 Ribu Portfolio Designer | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Bagaimana Ryan Gondokusumo Membangun @Sribudotcom , Website Crowdsource Design dengan 86 Ribu Portfolio Designer

Posted by & filed under Featured, Interview, Running a Business.

 

Saya membaca artikel tentang bagaimana Ferry Tenka membangun Disdus di sini , saya rasa apa yang di-share oleh Ferry sudah merupakan secret sauce dari bisnisnya dia, tapi dia tidak takut membaginya, menurut saya, orang yang “tahu” dan orang yang benar-benar menjalankan itu bedanya sudah seperti langit dan bumi.

A good things with a small team adalah kita dapat bergerak dengan cepat. We use “flat organization” jadi, everybody has their own voice.

Semua orang yang saya ketemui, semua riset yang saya lakukan, semua percaya bahwa platform is the way to go. Platform adalah sesuatu yang dicari orang, dari sisi client, provider/supplier, juga dari sisi investornya. Mindset ini saya dapat juga dari banyak baca, setelah saya terapkan sendiri, jadi merasa bahwa tanpa sebuah platform, kita tidak bisa meng-akomodasi berbagai jenis stakeholder yang berbeda.

The A Team ini adalah hal yang sangat penting apalagi for us single founder. We don’t have Co-founder, don’t have third founder. Your founder is your team. So, without them, you can’t survive.

 

Editor’s note : “19,000 designer joined, 86,095 portfolios submitted, USD 57,821 designer payout” – Data November 2012. Statistik ini merupakan angka yang bagus sekali untuk startup yang berusia satu tahun lebih sedikit, terutama untuk Startup seperti Sribu yang bermain di niche creative. Bisa dibilang bisnis modelnya mem-benchmark ke 99designs, tetapi cloning is not enough, ujung-ujungnya kembali ke kemampuan eksekusi dari foundernya. Ryan Gondokusumo, single founder dari Sribu.com membagi pemikirannya tentang Crowdsourcing, “why” platform, bagaimana me-manage team dan apa saja lessons learned dari membangun Sribu.com.

 

Sribu.com berdiri pada September 2011, it’s a very interesting journey. Saya mendirikannya sendiri, saya meng-hire 1 programmer di Surabaya dan 1 customer service di Jakarta.

Yang membedakan kami dengan business online lainnya adalah bisnis model yang unik dari Sribu.com, di mana orang merasa crowdsourcing masih sangat asing, bukan hanya di komunitas startup, tetapi juga komunitas designer dan klien masih bisa dibilang asing.

Selain Gantibaju.com, kami termasuk yang the first menerapkan prinsip crowdsourcing ini, selama menjalankan Sribu.com, saya lebih banyak memberikan edukasi ke customer tentang crowdsourcing di Indonesia, Sribu saat ini dikenal sebagai crowdsourcing design, tetapi crowdsourcing ini dunianya luas sekali dan bukan hanya design. Saya sendiri sudah banyak sekali mempelajari riset tentang crowdsourcing, countless model, bisa sampai ratusan. Mulai dari crowdsourcing ide, crowdsourcing campaign, crowdsourcing marketing, crowdsourcing research dan masih banyak lagi, benar-benar a fascinating world.

Crowdsourcing industry growth nya per tahun hampir sekitar 85%. The industry itself masih relatively small, crowdsourcing design sendiri per tahun lalu kalau tidak salah total addressable marketnya sekitar 300 million USD, annual average growthnya cukup gila 85%, biasanya kan kalau angkanya sudah besar, maka growthnya akan turun, tetapi malah terus naik. 3 tahun lalu hanya 50 %, 2 tahun lalu 65%, lalu tahun lalu 85%, tahun ini orang perkirakan average growthnya 110%.

Beberapa website crowdsourcing misalnya crowdflower.com untuk crowdsourcing ideas, crowdsourcing movie , crowdsourcing campaign.

Model di crowdsourcing ini meskipun ada ratusan, tetapi model yang besar itu ada 4 :

  1. Specialize / expertize crowdsourcing, seperti Sribu.com yang fokus di expertise design, 99design, designcrowd, crowdspring, Eyeka.
  2. Micro jobs, seperti Gobann.com, Fiverr, Taskrabbit Yang bisa dibilang semua pekerjaan.
  3. Small task adalah Freelancer.com yang tidak mematok harga.
  4. Yang satu lagi lebih ke model enterprise atau B2B, model yang ini hanya jalan di US dan Europe, dia meng-crowdsource platformnya sendiri, ada community di platformnya, lebih mirip white label. Contohnya saya agak lupa.
Beberapa infografis tentang Crowdsourcing di dunia adalah sebagai berikut :

 

Kenapa crowdsourcing itu interesting ?

Untuk menjawabnya, kita harus mendalami crowdsourcing sendiri itu apa.

Crowdsourcing artinya adalah pekerjaan yang biasa dikerjakan atau kita outsource ke 1 orang, kita lempar ke komunitas, tetapi karena kita lempar ke komunitas, kita dapatnya “undefined answer” jadi komunitas ini akan memberikan kita jawaban banyak, tetapi hasilnya tidak bakal se-spesifik kalau kita outsourcing, jadi within this undefined answer atau undefined solution, kadang kita bakal menemukan solution yang even more bombastis atau fantastis dibanding kalau kita outsourcing.

Kami menemukan bahwa ketika kita lempar ke community, komunitas ini very amazing, very smart, mereka bisa berikan jawaban yang out of the box yang kita sendiri tidak kepikiran, kita benar-benar merasa kita membatasi diri kita inside the box kalau kita cuma pakai outsourcing atau in house. Tetapi di sisi lain kita harus tahu bahwa crowdsourcing ini kan optional, ketika kita melempar ke komunitas, mereka bisa bilang “kita tidak mau mengerjakan job ini” beda kalau kita outsource kan tidak bisa nolak job yang kita berikan. Jadi yang perlu Anda lakukan untuk meng-crowdsource sesuatu, Anda harus memberikan reward atau insentif yang bagus untuk mendorong mereka berpartisipasi.

Kami menyebut “option” mau menerima atau tidak itu dengan “open call” bagian yang menarik adalah bagaimana menyeimbangkannya.

Menurut saya benefit dari crowdsourcing ini sudah sangat clear sampai perusahaan besar di luar negeri sudah banyak yang beralih ke crowdsourcing, kenapa ?

  1. Crowdsourcing itu menggunakan online platform, sehingga executive perusahaan tidak perlu pergi ke luar meeting, berdasarkan riset, setiap tahun orang-orang di Inggris yang meeting dengan orang, menghabiskan 26 billion Poundsterling, dalam seminggu membuang waktu 20+ jam untuk wasted meeting. Jika di-shift ke crowdsourcing, hal-hal ini bisa dihemat.
  2. Adanya track record di USA bahwa dengan crowdsourcing akan memberi dampak 44% saving for company. Task-task di divisi HR misalnya, sebelumnya kan di outsource, sekarang bisa di crowdsource. Big company seperti Coca Cola, Toyota dan Unilever juga melakukannya. Misalnya Toyota memberikan kunci mobilnya yang terbaru, mengajak 100 influencer untuk jalan-jalan keliling kota kemudian berbagi experiences dan feedback di website dan share ke social media. Apa yang terjadi? Dengan zero marketing cost, dia mendapat exposure yang entah berapa billion dollar. That’s the power of crowdsourcing. Daripada membayar jutaan dollar untuk advertising, orang tidak percaya advertising, orang percaya dengan word of mouth atau testimonial teman-teman yang mereka kenal. Unilever meng-crowdsource marketing campaign mereka di link ini.

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.