Belajar Bisnis Online : 5 Kesalahan Terbesar dalam Menjalankan Bisnis oleh Edy Sulistyo | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Belajar Bisnis Online : 5 Kesalahan Terbesar dalam Menjalankan Bisnis oleh Edy Sulistyo

Posted by & filed under Featured, Idea Generation, Interview, Motivation & Inspiration, Startup, Startupbisnis Meetup.

edy_1382201733_03

 

Bagaimana Anda akan menyuruh orang untuk menggunakan hal tersebut padahal Anda sendiri tidak menggunakannya ?

 

Edy Sulistyo SVP eSolutech, yang belum lama ini exit dari startupnya eevent (sebelumnya ia sudah menjual bisnis lainnya seperti Filesupload, Circlemail, Kamus.net dsb), adalah salah satu pembicara di acara meetup Startupbisnis di bulan November lalu, dalam acara ini ia membagikan sedikit pengalamannya tentang kesalahan-kesalahan yang ia lakukan selama mengembangkan startupnya dalam artikel ini.  Belajar Bisnis Online : 5 Kesalahan Terbesar dalam Menjalankan Bisnis oleh Edy Sulistyo.

1. Eat your own dog food – Makanlah makanan anjing Anda sendiri

Saya pernah menjadi seorang event planner, yang dimaksud event planner di sini adalah sebuah self service platform yang memungkinkan Anda untuk menyusun, mendesain sendiri acara Anda secara online dan mempublikasikannya, menjual tiket serta me-manage sebuah event sebelum dan sesudah event tersebut berlangsung. Itulah Keyword Event Planner. Sebenarnya saya bukan seorang event planner, ide ini muncul ketika co-founder saya diminta untuk membantu salah satu bisnis, maka muncullah kesempatan ini. Kita memiliki motivasi yang salah, yaitu uang. Meskipun saya bukan seorang event planner  tapi saya tetap akan membangun bisnis ini. Tidak sulit untuk membangun bisnis seperti ini. Tapi masalahnya adalah jika Anda bukan seorang user, berarti Anda tidak memakan makanan anjing  Anda sendiri, bagaimana bisa Anda membuat solusi untuk masalah yang mungkin tidak terjadi di awal. Saya bahkan tidak tahu ada masalah-masalah pada industri event. Seperti implementasi teknologi yang bisa memudahkan kehidupan, saya tidak tahu hal-hal ini. Saya hanya membuat sesuatu dan berharap orang-orang akan menggunakannya.

Inilah kesalahan pertama saya, kesalahan dengan memiliki mental seperti ini : “Meskipun saya tidak menggunakan hal ini, namun saya yakin orang lain akan menggunakannya”. Bagaimana Anda akan menyuruh orang untuk menggunakan hal tersebut padahal Anda sendiri tidak menggunakannya. Jadi ketika Anda memakan makanan anjing Anda sendiri, artinya Anda adalah actual user. Ketika Anda adalah seorang actual user maka kebanyakan dari Anda menjadi user dengan antusias yang besar, dan akhirnya menjadi seorang ahli domain, dan ketika Anda menjadi seorang ahli domain, maka anda mengerti tentang awal masalahnya, dan anda pun akan mengetahui solusi yang potensial yang tepat. Poin pentingnya adalah ketika anda antusias terhadap sebuah industri, anda akan memiliki koneksi serta network yang terhubung dengan baik, yang akan membantu anda berkembang. Dan ini bukan hanya pengalaman saya, namun pengalaman ini telah dibuktikan oleh Hacker News. Semakin Anda memahami industri, maka semakin tinggi pula kesempatan Anda untuk sukses.

2. Menambah jumlah customer, bukan barisan code

Saya menganggap ini sebagai kutukan. Kutukan karena sebagai technical founder, sangat mudah bagi saya untuk mengembangkan dan men-hack sesuatu dengan cepat lalu mengimplementasikannya. Dan hasilnya adalah produk yang saya kembangkan memiliki banyak fitur yang mungkin tidak digunakan oleh banyak user.

Kesalahan kedua ini juga disebabkan oleh mental yang egois. Sebagai technical founder saya mencari orang (co-founder) yang ahli dalam berbisnis, saya tidak perlu orang lain untuk meng-coding, karena saya bisa mengerjakan hal ini. Saya hanya butuh orang yang pandai dalam bisnis dan membiarkan dia untuk menjalankan semua aspek bisnis. Dan saya ingin semuanya berjalan lancar tanpa campur tangan saya.

Inilah kesalahan kedua saya karena ketika anda melakukan hal ini, anda tidak akan memahami bagimana bisnis anda berjalan, apa keinginan customer anda dan sesungguhnya seorang founder adalah sales terbaik di perusahaan. Jika anda tidak menjual produk, dan anda tidak menjadi sales yang baik, maka siapa pun tidak bisa melakukannya. Bahkan jika anda memberikan reward pada akuntan, HR, atau co-founder anda tetapi anda tidak mengetahui apapun padahal anda adalah founder-nya. Anda harus melakukan sales. Ini sangat penting, terutama untuk technical co-founder.

3. Mengambil keputusan berdasarkan perasaan, bukan data

Keputusan yang saya ambil bukan berdasarkan data, melainkan berdasarkan perasaan yang saya anggap benar. Membuat sesuatu yang saya pikir customer akan suka. Dan ini salah. Malah kebanyakan hal ini tidak berfungsi. Kita benar-benar perlu melakukan banyak validasi. Dan saya pikir kita semua paham dengan baik tentang konsep “lean”, banyak yang beranggapan konsep ini hanya sebatas belajar, membangun, dan me-mention, tapi kita tidak pernah tahu bahwa “lean” adalah konsep tidak sesederhana itu.

Contohnya seperti developer sebuah perusahaan apartemen. Perusahaan inilah yang benar-benar mengaplikasikan konsep “lean”. Mengapa? Karena perusahaan ini bisa menjual produk apartemen barunya hanya dengan blue print dan image apartemen, bukan wujud nyata apartemennya. Mereka bisa mendapatkan uang anda, dan menggunakan uang anda untuk membangun apartemen tersebut. Itulah konsep “lean”yang benar. Kita juga harus bisa menggunakan konsep ini dan mengaplikasikannya pada perusahaan kita. Kita harus memiliki line up customer kita. Anda harus berhenti menambahkan code, dan seharusnya anda menambah lebih banyak customer pada permulaan. Dan hal ini sama seperti workflow, kita tidak bisa memaksa customer kita untuk mengikuti workflow kita. Yang dengan jelas hal ini tidak akan berfungsi.

4. Hanya melakukan fundraising ketika anda siap

Dengan banyaknya startup yang mendapat funding(pendanaan), hal ini dapat merubah mindset kita. Mindset dengan semakin banyak funding maka perusahaan akan semakin sukses. Tetapi hal ini adalah sebuah kesalahan, tidak ada jaminan pada funding yang besar. Dan kenapa ini sangat penting? Karena di setiap acara kita selalu membahas tentang hal ini. Bagaimana kita bisa bersaing dengan orang-orang di Silicon Valley? Mereka memiliki funding yang sangat banyak dan bisa mendapatkan funding dengan sangat mudah. Kita berpikir mereka memiliki competitive advantage dan kita tidak akan bisa bersaing dengan mereka. Ini pola pikir yang salah, karena sebenarnya kita memiliki kesempatan meningkatkan funding di awal perusahaan. Dan ketika kita mendapatkan funding, itu adalah sebuah kutukan, mengapa? Karena ketika kita mendapatkan funding, maka hal pertama yang akan kita lakukan adalah mempekerjakan seseorang, karena kita berpikir kita membutuhkan bantuan. Saya keluar dari pekerjaan tetap saya karena funding, karena kita tidak dapat hidup dengan itu.

Namun funding hanya akan bertahan selama beberapa bulan, dan apa yang terjadi setelah funding selesai? Dan sekali anda mendapatkan funding, maka investor akan mengharapkan anda melakukan sesuatu. Berharap untuk melihat “sesuatu” karena mereka telah menginvestasikan uang mereka. Dan jika anda mengatakan “kami tidak akan menggunakan uang ini, kami akan memvalidasikannya, mereka tidak akan menerima hal itu, lebih baik mereka menyimpan uang di bank daripada menginvestasikannya pada kita. Jadi inilah kutukannya, ketika kita mempekerjakan banyak orang, maka kita memiliki kecenderungan untuk terus membangun. Jika anda mempekerjakan seseorang, dan Anda berkata “kita tidak perlu membangun itu dulu, kita harus memvalidasikannya”. Namun bagaimana dengan orang yang baru saja kita pekerjakan? Apakah Anda ingin orang yang anda digaji dengan tidak melakukan apa-apa? Jadi itulah kesalahannya, anda harus membuat sesuatu berdasarkan kebutuhan customer, bukan yang anda pikir customer akan menyukainya. Tentu saja investor akan menuntut anda untuk menghasilkan uang, mereka ingin uang mereka kembali. Dan investor pun akan terus menerus mempertanyakan produk serta kegiatan anda.

5. Fundraising dari investor yang tepat

Kapan waktu yang tepat untuk fundraising ? Jawabannya adalah ketika salah satu dari hal ini terjadi:

1. Biaya akuisisi customer kurang dari customer life time value

Jika anda mengeluarkan biaya marketing dan misalnya anda mengeluarkan biaya sebesar $10 untuk 1 customer, dan ketika customer tersebut masuk, dia akan menjadi customer life time anda dengan total life time value sebesar $100. Dan anda akan mengeluarkan banyak uang karena metode seperti ini akan terus be-recycle. Maka semakin banyak uang yang anda investasikan semakin banyak juga customer yang anda dapatkan dan juga uang yang anda dapat.

2. Lakukan fundraising hanya ketika anda ingin berkomitmen dengan channel/investor

Misalnya Anda mengembangkan sebuah mobile app, channel ingin aplikasi tersebut di pre-instal pada alat mereka. Anda bisa bekerja sama dengan Nokia, Black Berry, dll. Tetapi jika Anda bekerja sama dengan channel seperti Trikomsel yang menjual bermacam-macam gadget dari berbagai merk, mereka bisa menolong Anda dengan memberikan QR code yang bisa terhubung langsung dengan Apps Store atau OS yang lainnya. Dan ketika seseorang membeli handphone baru dan mereka men-scan QR code tersebut, maka anda tidak perlu melakukan apa-apa lagi, itulah sebuah channel. Jika ada 2 investor yang akan berinvestasi pada produk anda, yang pertama adalah Trikomsel, dan yang kedua adalah  seseorang yang kaya, yang mana yang Anda pilih? Tentu saja yang pertama, yaitu Trikomsel, karena Trikomsel akan membuka peluang lain untuk Anda. Dan alasan investasi bukan hanya uang, tapi komitmen.

Ketika kita melakukan fundraising, kita mengumpamakan investor adalah seorang dokter bedah plastik. Dan mereka berinvestasi ke kita pada sebuah event, event plan software. Tidak ada hubungannya dengan event, internet, digital, dan sangat-sangat bertolak belakang. Investor ini menginvestasikan uangnya karena kita cukup terkenal, jika investor tidak paham dengan apa yang kita kerjakan, maka tamatlah kita. Investor akan memberikan saran-saran yang tidak sesuai dengan yang anda kerjakan. Dan jika anda tidak menerima atau menerima saran-saran tersebut, anda akan merasa ini tidak benar, karena bukan itu yang anda ingin kerjakan. Jadi inilah kesalahan-kesalahan yang saya perbuat, dan saya harap tidak terjadi dan di ulangi oleh anda semua.

 

Baca Juga :

Belajar Bisnis Online [email protected] Founder Mindtalk 

Belajar Bisnis Online dari Femaledaily, Didirikan dari Blog, Sekarang Jadi Portal Wanita Paling Ramai

Belajar Bisnis Online dari Zappos : Kisah Pendiriannya dan Mengapa Sepatu Bagus Untuk E-Commerce?

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.