Belajar Bisnis Online : Kenapa Anda Harus Mendiversifikasi Sumber Traffic Anda | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Belajar Bisnis Online : Kenapa Anda Harus Mendiversifikasi Sumber Traffic Anda

Posted by & filed under Content Marketing, Ecommerce Indonesia, internet marketing.

 

belajar bisnis online

Jadi ceritanya di tahun 2011 ada seorang teman saya masuk ke bisnis model content based ecommerce untuk niche women, definisi mudah dari content based ecommerce adalah dia jualan barang tetapi juga punya konten blog yang kuat untuk memotivasi visitor website untuk membeli, termasuk dengan adanya konten bisa memperkuat SEOnya.

Dia bilang ke saya tahap action plannya adalah

  1. Menaikkan jumlah Facebook likes sampai brandnya dikenal, karena punya budget besar, dicemplungkanlah dana besar sampai mencapai 1 juta likes
  2. Menghire content writer, di awal-awal coba pakai mahasiswa dulu karena lebih murah
  3. Setelah memiliki Facebook likes banyak, bisa mengundang blogger di niche terkait untuk memberikan kontribusi, jadi, kontennya di crowdsource
  4. Dari konten yang ada, mendorong visitor untuk melakukan registrasi email opt in.

Segalanya tampak lancar, apa lagi dengan memiliki 1 juta likes, setiap posting status, jumlah likes per postnya pada saat itu bisa ribuan.

Masalah datang ketika Facebook merubah algoritmanya, di mana jumlah likes tidak lagi sama dengan jumlah exposure, dan sekarang Facebook lebih menghargai “clickable title” ketimbang jumlah likes. (Baca : surviving the Facebook algorithm)

Perubahan algoritma ini meyebabkan fanspage teman saya ini mengalami penurunan engagement yang signifikan, dampaknya jumlah klik ke website juga turun, Alexa rank (yang biasa dipakai untuk jualan ke advertiser) juga tambah jelek. Ujung-ujungnya timnya harus mengalami downsizing karena rencana awal tidak berjalan baik.

 

Kasus ke dua

Beberapa minggu lalu di acara Clickz saya dapat informasi dari salah satu pembicara yang membagikan pengetahuan tentang instagram marketing, di bulan Januari 2015 Instagram melakukan razia akun-akun yang dianggap melanggar ketentuan, misalnya terlalu sering melakukan spam di akun lain (follow dong sis!). Sialnya, salah satu akun yang kena razia adalah online shop yang dimiliki teman si pembicara ini dengan angka follower yang besar sekitar 110,000 dan angka penjualan yang besar di instagram.

Pemilik online shop ini sedang hamil tepat ketika kejadian akunnya ditutup. Hal ini menyebabkannya lumayan setres sampai mengalami pendarahan. Bayangkan omzet per bulan cukup besar mendadak hilang. Bahkan di term of use Instagram tertulis instagram boleh menutup akun Anda tanpa pemberitahuan apapun.

 

Apa yang kita pelajari dari sini ?

  1. Ingatlah bahwa akun Facebook dan akun instagram Anda sebenarnya bukanlah sepenuhnya milik Anda, tetapi Anda menumpang di platform orang lain, gratis lagi, di mana Anda bisa dibilang rentan terhadap perubahan kebijakan pemilik platform.
  2. Setelah Anda mendapatkan traction awal (follower/traffic/penjualan) Anda harus mengkonversinya menjadi email database (baca : strategi email marketing). Karena email list adalah database milik Anda sendiri yang controllable oleh Anda.
  3. Sejak awal segera mendifersivikasi traffic, tidak menempatkan budget atau effort yang terlalu besar di satu channel saja.

 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

 

Baca juga

Panduan memilih internet marketing channel yang tepat untuk Anda

 

 

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.