Cara Berbisnis Online : Meningkatkan Efektifitas Keyword-mu di Google AdWords
Editor’s note : Ryan Batchin adalah Google Adwords optimizer di DGTraffic.
Bicara tentang cara berbisnis online menggunakan Google AdWords, tidak terlepas hubungannya dengan kata kunci atau keyword. Dikarenakan sebagai platform yang bekerja pada Search Engine, maka keyword menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan performa dan keberhasilan campaign AdWords yang kita jalankan. Pemilihan dan pengoptimasian keyword yang tepat tentu akan membantu campaign dapat berjalan sukses, begitu pula sebaliknya. Kurang tepatnya pemilihan keyword yang kita targetkan dapat membuat campaign kita berjalan tidak efektif.
Kadang bagi kita terutama yang awam dalam membuat campaign AdWords dan melakukan pemilihan kata kunci sering didasarkan oleh common sense yang dimilikinya saja. Contohnya, saya mau mengiklankan produk penghemat listrik di Google AdWords, nah karena produk saya berhubungan dengan listrik kemudian saya berpikir menargetkan kata kunci seperti “listrik”, “watt”, “setrum” dan sebagainya. Dengan tujuan agar iklan saya muncul serta memberikan traffic ke dalam website kita pada saat user mengklik iklan tersebut. Tetapi pertanyaannya dengan metode seperti itu apakah cara yang saya lakukan tersebut tepat dengan cara menargetkan kata kunci yang saya “rasa” sesuai dengan produk yang saya jual? Dan yang terpentingnya, apakah keyword tersebut efektif dan menghasilkan performa yang baik untuk campaign saya?
Di tulisan kali ini yuk mari kita bahas bagaimana cara meningkatkan efektifitas dari keyword-keyword yang akan kita gunakan pada campaign AdWords yang dijalankan.
1. Lakukan Riset
Dalam menentukan keyword mana saja yang akan kita targetkan sebaiknya jangan hanya berdasarkan selera atau perasaan kita saja. Yang terpenting dalam menentukan keyword yang akan ditargetkan adalah melakukan riset. Sehingga kita bisa menentukan keyword berdasarkan data yang valild. Data yang kita bisa dapatkan antara lain seperti : volum pencarian, tingkat kompetisi keyword, trend keyword serta kisaran biaya per klik dari tiap keyword.
Untuk melakukan riset kata kunci, kita dapat menggunakan beberapa tools yang sudah disediakan secara gratis oleh Google. Beberapa tools diantaranya adalah:
- AdWords Keyword Tool , dengan tools ini kita dapat melihat data volum pencarian, tingkat kompetisi serta estimasi biaya per klik dari tiap keyword (https://adwords.google.com/o/Targeting/Explorer?__c=1000000000&__u=1000000000&ideaRequestType=KEYWORD_IDEAS)
- Google Trends, melalui Google Trends kita bisa melihat bagaimana trend dari keyword yang ingin kita targetkan. Kita bisa melihat bagaimana tren pencarian kata kunci “liburan” pada awal tahun, tengah tahun, maupun akhir tahun. Atau melihat sejauh mana tren kata kunci produk kita selama periode waktu tertentu (http://www.google.com/trends/)
- Search Terms Query, tools tersebut dapat ditemukan pada bagian tab keyword di Google AdWords. Dengan Search Terms Query tersebut kita dapat menggali dan menambahkan perluasan keyword dari campaign kita yang sudah berjalan.
Perlu diingat dalam menentukan keyword yang ingin dipakai, disarankan agar tidak menggunakan keyword yang terlalu general. Targetkan keyword yang benar-benar relevan dengan produk, jasa atau brand kita.
2. Lakukan Pengkategorian Keyword
Buatlah beberapa kategori grup keyword atau biasa disebut dengan istilah adgrouping. Dimana kita melakukan penempatan keyword sesuai dengan karakteristik keyword yang sejenis. Sebagai contoh, apabila website kita menjual Televisi dan Monitor Komputer. Keyword yang berhubungan dengan Televisi & TV kita tempatkan dalam satu grup Televisi. Dan keyword yang berhubungan dengan monitor komputer seperti Monitor LCD dapat kita tempatkan dalam satu grup bernama Monitor Komputer. Berikut adalah bagannya:
Tujuan dari adgrouping tersebut adalah untuk meningkatkan relevansi kata kunci yang kita targetkan dan meraih potensial customer. Pada setiap adgroup tersebut kita dapat membuat iklan yang spesifik sesuai dengan keyword yang ditargetkan di adgroup tersebut. Jadi apabila orang searching “TV LCD”, maka text iklan yang tampil adalah iklan Televisi, bukan text mengenai Monitor ataupun Radio Tape.
3. Menggunakan Jenis Pencocokan Keyword / Keyword Matching Type
Setelah melakukan adgrouping kata kunci, hal lain yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan pencocokan tipe/jenis keyword yang kita gunakan atau biasanya disebut sebagai keyword match.Setiap jenis keyword match memicu iklan untuk ditampilkan dengan cara yang berbeda
Secara umum ada 4 tipe keyword match, yaitu :
- Broad , yaitu penargetan jenis keyword secara luas. Penggunaan keyword jenis broad merupakan pillihan yang tepat jika kita ingin menjangkau volume traffic keywor d yang tinggi. Biasa dapat kita pakai untuk campaign yang berfokus pada brand awareness.
- “Phrase”, yaitu penargetan jenis keyword dengan frasa kata kunci tersebut. Iklan kita dapat muncul ketika seseorang melakukan pencarian kata kunci tepat dengan kata tambahan sebelum atau sesudah kata kunci yang ditargetkan. Sebagai contoh ketika kita menargetkan kata kunci “sepatu bola” , maka ketika user melakukan pencarian kata kunci “sepatu bola terbaru” atau “harga sepatu bola” iklan kita juga akan muncul.
- [Exact], yaitu penargetan jenis keyword yang hanya sesuai dengan kata kunci yang ditargetkan. Jadi iklan kita hanya akan keluar sesuai dengan keyword yang ditargetkan saja tanpa ada tambahan kata di depan, tengah atau belakang keyword tersebut. Penargetan exact match sesuai digunakan apabila kita ingin menargetkan keyword yang sangat spesifik dan yang berfokus pada conversion.
- -Negative, berfungsi untuk melakukan filterring pencarian terhadap kata kunci tertentu. Sehingga apabila kita melakukan pencarian yang ada kata kunci yang kita targetkan negatif tersebut, maka iklan kita tidak akan muncul. Negative keyword bermanfaat untuk memfilter kemunculan iklan jika campaign yang kita targetkan berisi banyak keyword yang general.
4. Evaluasi dan Monitoring Keyword
Setelah beres melakukan riset dan setting keyword, pada saat campaign sudah berjalan maka yang harus kita lakukan adalah memantau serta mengevaluasi keyword secara berkala. Perhatikan performa dari setiap keyword dan adgroup.
Beberapa poin penting yang harus kita perhatikan pada saat monitoring dan evaluasi antara lain adalah: quality score keyword, ctr keyword, jumlah klik, jumlah impressions, posisi keyword, harga biaya per klik dan juga conversion yang dihasilkan dari setiap keyword yang kita targetkan.
Dalam melakukan monitoring dan evaluasi akan sangat bergantung dengan objektif dari campaign kita. Apakah untuk mendapatkan biaya per klik yang murah, berfokus pada jumlah klik atau bahkan berfokus pada keyword-keyword yang menghasilkan conversion yang lebih banyak. Dengan objektif yang kita miliki, maka bisa menjadi guideline dalam memaintain keyword. Jadi lebih mudah bagi kita untuk melakukan action seperti men-take out keyword yang performanya tidak baik atau menambahkan keyword yang memiliki potensi dalam meningkatkan traffic atau conversions.
Nah semoga sedikit tulisan di atas dapat membantu kita untuk dapat lebih mengefektifkan keyword yang kita targetkan untuk campaign AdWords yang kita jalani. Sekarang setelah dibaca, yuk mari kita praktekan
@ryanbatchin



