Startup Indonesia | Bisnis Online | Cara membuat toko online | Peluang Dan Ide Bisnis Online

RSS
new

Cara Membuat Analisa SWOT Untuk Online Shop

Posted by & filed under Ecommerce.

Membuat SWOT untuk online shop

Cara melakukan analisis SWOT - Strengths, weaknesses, opportunities, threats adalah sesuatu yang banyak dipelajari terutama oleh mahasiswa S2. Sayangnya, Bisnis sering memperlakukan analisis SWOT seperti geometri –  Anda harus pelajari, tetapi tidak akan pernah menggunakannya lagi. Namun, analisis SWOT memberikan hal yang kongkret, mengingatkan terhadap kondisi yang sebenarnya (real-world audit) dan memberikan hal relatif yang ada di dalam industri.

Strengths and weaknesses bersifat internal, Mereka Diukur pada patokan komparatif.  Opportunities and threats berasal dari hal external - hubungannya Anda dengan industri di luar perusahaan Anda. Demikian juga, threats yang datang dari kompetisi. Oleh karena itu memantau pesaing Anda secara berkelanjutan adalah sebuah kebutuhan.

Dasar-dasar

Tujuan dari analisis SWOT adalah untuk membangun Kekuatan Anda dan meminimalkan kelemahan. Anda harus cepat untuk mengambil keuntungan dari peluang yang ada dan mencoba untuk mengurangi ancaman dari luar. Di dalam dunia ecomerce, di mana perubahan berlangsung sangat cepat, Anda harus sering melakukannya, setidaknya setahun sekali.

Sebuah analisis SWOT membutuhkan banyak waktu. Meskipun Anda dapat melakukannya sendiri, sering lebih baik untuk membawa konsultan dari luar yang memiliki perspektif yang lebih obyektif. Pelanggan Anda dapat menjadi sumber informasi yang baik. Cobalah untuk mendapatkan feedback dari mereka.

Pengusaha e-commerce online shop harus dapat membandingkan hasil kerja mereka dengan penjual online lainnya dan juga dengan retailer offline.

Situasi pasar sangat mudah untuk berubah yang 5 tahun lalu dianggap sebagai “opportunity” sekarang mungkin sudah bukan lagi. Misalnya, sepuluh tahun yang lalu salah satu keuntungan dari situs e-commerce adalah bisa berbelanja 24/7 sementara toko offline tidak. Sekarang hampir semua retailer offline tradisional di US memiliki website yang bersaing dengan seller yang hanya menjual di online selama 24 jam sehari.

Kekuatan

Apa yang Anda telah lakukan untuk menjadi lebih baik dibanding yang lain dalam industri Anda? Untuk e-commerce biasanya adalah pilihan produk yang lebih besar, atau lebih cepat dan lebih murah dalam hal pengiriman dibanding e-commerce lainnya. Apakah Anda membuat perbandingan harga dengan lebih mudah dan cepat? Apakah Anda menyarankan pilihan produk lain (product discovery) untuk pelanggan Anda? Ini adalah keunggulan kompetitif.

Apa yang membuat bisnis anda unik? Apakah Anda menawarkan produk niche yang tidak tersedia di tempat lain? Apakah barang Anda homemade atau tidak ? Apakah posisi keyword yang Anda target di Google sudah berada di posisi yang bagus dan menjadi kekuatan Anda ?

Kelemahan Khas E-commerce / online shop

Karena proses shipping yang memakan waktu, customer satisfaction tidak terjadi dengan segera dalam e-commerce / online shop. Barang berat, besar dan tidak tahan lama adalah barang yang mahal untuk dikirim. Biaya kirim selalu menimbulkan kesulitan.

Keamanan dan penipuan membuat banyak orang khawatir dan enggan untuk menggunakan kartu kredit mereka dalam transaksi online.

Peluang

Anda Harus menanyakan “teknologi baru apa yang dapat membantu saya mengembangkan bisnis saya dan untuk mencapai keuntungan lebih dari pesaing saya?” dan “Di mana kelemahan pesaing saya ?”

E-commerce berubah setiap hari. Teknologi baru dan fitur telah membuat  banyak lokasi playground baru dibandingkan seller offline tradisional. Misalnya, perbaikan software shopping cart telah membuat pengalaman belanja pelanggan lebih cepat dan ramah .

Live chat telah meningkatkan layanan pelanggan e-commerce (Baca artikel tentang live chat provider di Startupbisnis) Menggunakan analisis Big Data bisa menjadi kesempatan bagi perusahaan e-commerce untuk lebih memahami preferensi pelanggan.

Situs media sosial Memberikan promosi gratis atau murah apalagi jika dikombinasikan dengan viral marketing.

Munculnya bisnis model “content based commerce” membuka peluang baru untuk online shop untuk membangun brand value dengan lebih baik dan menghindari komoditisasi di internet (di mana online shop satu dan yang lain dianggap sama)

Tapi itu terserah kepada Anda, sebagai merchant online, untuk tertinggal atau mengadopsi fitur baru.

Ancaman

Anda harus selalu mencari pergeseran industri yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bisnis Anda. Ini termasuk perubahan hukum dan peraturan. Misalnya, undang-undang yang dibuat kongres USA terkait internet sales tax dan aturan domain .id untuk penyelenggara ecommerce di Indonesia.

Entry barrier yang rendah dalam membuat e-commerce juga merupakan ancaman. Sangat mudah untuk membuat e-commerce untuk bisnis, bahkan di garasi. Orang bisa menjual barang melalui Facebook atau eBay tanpa memiliki website.

Ecommerce besar seperti Amazon selalu bisa lebih unggul dibanding penjual kecil pada sisi harga. Baca : Cara bersaing dengan ecommerce besar.

 

Kesimpulan

Menggunakan analisis SWOT secara teratur, mungkin sekali atau dua kali setahun, akan memberikan gambaran yang luas tentang tren industri e-commerce, menunjukkan di mana Anda berdiri dalam kaitannya dengan pesaing Anda, dan Memberikan wawasan untuk mengurangi kelemahan Anda dan membangun Kekuatan Anda.

 

Baca Juga :  Cara bersaing dengan ecommerce besar