Cara Membuat Toko Online : Apakah Konsisten Berbagi di Media Sosial Penting untuk UKM Toko Online ? | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Cara Membuat Toko Online : Benarkah Konsisten Berbagi di Media Sosial Penting untuk UKM Toko Online ?

Posted by & filed under Cara Membuat Toko Online, Ecommerce.

cara membuat toko online

 

Dengan semakin berkembangnya ekosistem entrepreneurship di Indonesia, tentu rekan-rekan yang baru memulai usaha banyak mendengar nasihat atau advice dari para mentor atau social media expert. Perlu diketahui bahwa suatu advice belum tentu berlaku untuk semua situasi. Baca : Semua Startup Advice yang Anda Baca Salah Atau Belum Tentu Benar.

Pentingkah konsisten berbagi di media sosial ? kalau iya, sepenting apa ? siapa yang bilang ? apa yang lebih penting ? mana angka surveynya ? mana resultnya dari “rutin berbagi di media sosial?”

Baru-baru ini saya membaca artikel yang memberikan opini bahwa konsistensi berbagi di media sosial adalah hal yang penting, saya ingin memberikan masukan tentang seberapa penting sih sebenarnya berbagi di media sosial ? terutama untuk startup atau UKM. Dalam tulisan ini saya membahas tentang startup teknologi, terutama ecommerce atau toko online, mungkin tidak relevan jika kita membicarakan bisnis kuliner offline misalnya.

Di awal media sosial Twitter dan Facebook muncul tahun 2008-2010 saya sempat meng-handle akun media sosial dengan likes 2,500 yang naik ke 16,000 dengan campaign voting berhadiah melibatkan banyak brand. Saat itu saya merasa berbagi di akun dengan followers 2,500 dibandingkan 16,000 adalah hal yang sangat berbeda sampai suatu hari saat itu saya melihat page dari Chocolatos memiliki likes 350,000, Chocolatos adalah satu dari sedikit brand yang termasuk early dalam menggunakan Facebook ads di Indonesia. Saya merasa dengan  jabatan saya sebagai online community manager yang konsisten berbagi di media sosial, saya hanyalah anak kecil cupu yang bermain-main dengan permen alias Facebook page dengan likes 2,500 apabila dibandingkan dengan brand lain dengan likes ratusan ribu.

Dan kini di tahun 2013 dengan begitu banyak perubahan di media sosial (secara umum) termasuk :

  1. Facebook ads yang sudah bisa di “keteng” dan jauh lebih sophisticated dibandingkan tahun 2009-2010
  2. The rise and dawn of buzzer (twitter)
  3. Sudah ada istilah edge rank yang bikin kesal, kita sudah capek ngumpulin likes di FB tapi untuk ngomong ke fans kita ternyata kita harus bayar (promoted post)
  4. Menurut pengalaman beberapa orang saat ini orang sudah lebih jarang lihat timeline Twitter sehingga jumlah retweet sangat berkurang.
  5. Semakin banyaknya barter promosi alias salprom alias saling promo untuk menaikkan jumlah follower dan nampaknya meningkatkan resistansi orang untuk mudah memfollow.

Dengan kondisi media sosial saat ini, seberapa pentingkah “berbagi di media sosial ?”

Menurut saya “konsisten berbagi di media sosial” bukan yang terpenting, tetapi yang terpenting adalah follower atau likes yang Anda miliki harus banyak dulu sebelum konsisten berbagi.

  1. Miliki akses ke channel yang besar, baik itu perbesar channel sendiri lewat Facbook ads atau tweet berbayar – buzzer, atau menjadikan customer/user Anda sebagai channel yang membantu Anda menaikkan aset media sosial Anda.
  2. Setelah Anda konsisten melakukan nomor 1, baru disarankan Anda konsisten berbagi lewat media sosial.

Tetapi ingat bahwa, di periode tahun 2010-2013 ini umumnya tujuan masuk media sosial bagi corporate brand dan UKM/startup memiliki perbedaan :

  1. Corporate brand aktif di media sosial untuk melakukan branding atau meningkatkan awareness, dengan demikian wajar bila tipe akun ini lebih aktif berbagi di media sosial.Di tahun-tahun ke depan kemungkinan ada perubahan dari corporate brand, di mana mereka akan fokus ke sales karena sudah mulai mempertanyakan bagaimana mengukur ROI media sosial, diperkirakan di masa depan banyak brand akan masuk ecommerce.
  2. UKM/Startup (terutama yang menjual barang atau ecommerce) umumnya aktif di media sosial dengan target utama untuk meng-generate sales, perilaku startup ecommerce di media sosial biasanya mereka lebih mengutamakan menempatkan budget di CPC (Cost Per Click) Facebook ads atau Google ads daripada membuat konten untuk konsisten berbagi.

 

Untuk ecommerce, menurut survey performa media sosial kalah dibanding metode lain

CPC adalah cara berbayar, di mana kita memberikan sejumlah budget per hari kepada Facebook dan Google untuk menempatkan iklan kita dengan skema cost per click (kita hanya membayar apabila iklan kita di klik).

Sedangkan “konsisten berbagi” adalah cara free di mana kita meng-engage existing fans atau followers kita dengan konten terbaik.

Berikut ini adalah hasil riset Custora tentang channel pemasaran mana yang memberikan hasil terbaik bagi ecommerce di Amerika. Responden survey sebanyak 72 juta customer, 86 ecommerce di 14 industri. Anda bisa melihat Pdf sumber di sini.

Perhatikan buruknya angka dari “Facebook” dan “Twitter”.  Tetapi jangan lupa bahwa walaupun Facebook dan Twitter memiliki skor yang buruk di riset ini, kita harus memahami bahwa FB dan Twitter sangat bagus untuk conversation dan meningkatkan awareness yang mendorong customer untuk mencari tahu dan belajar lebih dalam lagi tentang brand, produk atau organisasi kita. Angka ini bukan soal traffic ke website tetapi tentang akuisisi customer.

1

Facebook sebenarnya juga memiliki opsi campaign CPC, dalam tabel di atas, “Facebook” dan “CPC” dipisah, jadi saya mengasumsikan bahwa “Facebook” yang ada di peringkat 7 bukanlah CPC FB ads (tidak ada info lebih lengkap dari Custora tentang hal ini).

Ingat bahwa tabel hasil riset di atas ini (dan juga isi artikel ini) adalah untuk ecommerce atau toko online. Jika bisnis Anda adalah consumer goods atau kuliner offline mungkin beda lagi ceritanya.

Dalam kesempatan lain kami sempat membuat survey kecil-kecilan dengan beberapa ecommerce yang bonafit di Indonesia dengan pertanyaan singkat “metode sales generation apa yang paling bagus hasilnya ?” Jawabnya adalah sebagai berikut :

  1. Facebook ads CPC
  2. SEO
  3. Adwords dan GDN CPC
  4. Partnership
  5. Affiliate
  6. Dan tentu saja, email marketing. Tetapi ingat bahwa traffic no 1-5 di atas bisa dikonvert jadi database email

Dan sudah pasti budget yang dikeluarkan untuk effort di atas masing-masing pasti melebihi budget untuk “konsisten berbagi di media sosial”.

Berdasarkan data riset Custora di atas dan riset sederhana saya ke rekan-rekan pemilik toko online dan ecommerce yang bonafit, kesimpulannya, menurut saya, untuk ecommerce, konsistensi berbagi di media sosial itu penting… tetapi setelah Anda mengurus CPC, SEO, affiliate, partnership dan email marketing.

 

Baca Juga

Cara Membuat Toko Online : Bagaimana Mencari Ide untuk Toko Online Anda

Daftar Toko Online Yang Menerima Reseller dan Dropship untuk Market Indonesia

Cara Membuat Toko Online : Bagaimana Cara Mencari Supplier Toko Online

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.