Tanya marketplace dan seluk beluknya
  • Selamat pagi,

    Postingan perdana saya di Startup Bisnis sepertinya.

    Saya sedang merintis startup pertama saya dengan model social e-commerce.
    Konsepnya Sosial media - Marketplace - Point of Sale
    Deskripsinya :
    Kami menawarkan kemudahan dalam mengatur bisnis usaha anda dengan memberikan One Stop E-Commerce Solution untuk anda. Yaitu dengan memfasilitasi seluruh kegiatan usaha anda mulai dari toko fisik di kota anda sampai dengan toko online di marketplace kami, semuanya terhubung dan terupdate secara otomatis dengan sistem kasir terbaru kami. Anda bisa melihat semua laporan penjualan di toko fisik dan toko online anda secara realtime.

    Kami juga membantu mempromosikan brand/toko anda dengan memberikan fasilitas event listing untuk acara-acara yang disediakan oleh bisnis anda, serta geolisting untuk mempermudah pelanggan mengetahui letak bisnis anda melalui Google Maps. Untuk komunikasi kami menyediakan sosial media privat milik kami yang bisa digunakan untuk saling berkomunikasi antara anda sebagai penjual dan pengunjung sebagai pembeli.

    ------------------------------
    Saya sadar bahwa model marketplace penuh dengan persaingan terutama dengan raksasa-raksasa marketplace seperti tokopedia dan bukalapak, tapi saya mempunyai strategi marketing tersendiri untuk ini yang saat ini belum bisa dijalankan sampai situs 100% selesai.
    Tapi masalah sebenarnya bukan di persaingan tapi di masalah integrasi ongkos kirim. Saat ini kami sedikit lagi akan mengaplikasikan rekening bersama / escrow. Dari segi sistem dan pembayaran sudah siap, tinggal urusan perizinan dengan provider pembayaran, tapi untuk rekening bersama perlu adanya integrasi ongkos kirim.
    Seperti kita tahu tokopedia atau buka lapak menggunakan perhitungan ongkos kirim otomatis dari JNE atau Pos Indonesia. Untuk toko online biasa perhitungan otomatis itu tidak jadi masalah karena hanya menggunakan 1 kota asal pengiriman, tapi marketplace berbeda, membutuhkan banayak kota asal untuk penjual.

    Pertanyaannya :
    1. Dimana kita mendapatkan tarif ongkos kirim dari semua kota asal ekspedisi, baik JNE atau Pos Indonesia?
    Saya sempat email ke JNE untuk meminta data tarif dari semua kota asal dan dibalas "kota apa yang ingin diketahui tarifnya?" saya bilang "semua kota asal yang disupport JNE" setelah itu saya tidak pernah lagi mendapatkan balasan.

    2. Lebih baik mana sistem yang digunakan?
    A. Ongkos kirim otomatis dengan integrasi hanya sedikit kota asal
    B. Ongos kirim semi manual, dengan cara penjual mengisikan ongkos kirim saat ada order dan baru user bisa bayar (dengan cara ini penjual dari seluruh kota di indonesia bisa berpartisipasi dan bebas menentukan ekspedisi yang ada di kotanya)

    Mungkin para senior2 bisa membantu, karena pusing juga ternyata berpikir tentang ini.
    Kebetulan saya masih single fighter founder, design, programing, konsep masih dipegang saya. 

    Terima kasih. :)
  • 8 Comments sorted by
  • saran saya sih imho, jangan buat marketplace mas. karena sudah ada BL dan Tokped. belum lagi lazada, elevania, rakuten, qoo10, yubi dll
    seller hanya bisa fokus jualan hanya di 1-3 marketplace saja, marketplace no 4,5,6 dst akan dapat remah2, kemudian tidak bisa monetize, lalu tutup atau diakuisisi pemain besar lain (kalau beruntung) atau tutup.
    kalau marketplace di indonesia skr susah untuk dapet market entrynya, susah bikin diferensiasi apalagi kalau general, beda kalau niche misalnya ngomongin marketplace furniture

    tetapi kalau point of sale lain ya.. atau point of sale yang ada fitur CRMnya
    coba aja googling :   point point of sale startup asia singapore youtube 
    akan ketemu video bindo, itu bisa diliat.

  • No 1. Kamu harus kenal orang JNE nya, maksudnya harus ada kerjasama.
    Tapi utk kerjasama kamu harus "cukup besar" utk bisa kerjasama dgn mereka. Kalau kamu baru mau buat atau udah ada produk tapi masih kecil, kemungkinan kamu tidak dilirik.


    No 2 ini pertanyaannya asumsinya bisa kerjasama dengan JNE ya ?
    Biasa cara yg digunakan oleh bbrp toko online, utk mengakali tarif yg sering berubah, apalagi tidak ada kerjasama dgn JNE, ongkos kirim dirata2 aja ke seluruh indonesia berapa. ada kalanya dikirim rugi (dari segi pengirim) ada kalanya untung.

  • untuk sekarang marketplace kami sudah operasional tapi memang general karena konsep awalnya memang general, kl kemungkinan niche bisa kita lakukan pivot jika memang di masa depan tidak memungkinkan general. Untuk saat ini kami belum melakukan aktivitas get member atau marketing kecuali trit atau artikel di kaskus.
    Kenapa kami mengambil general karena kami ingin mengaplikasikan POS. Jadi toko fisik dan toko online penjual terkoneksi, dengan begitu, owner atau manajer tidak perlu repot datang ke toko untuk mengetahui report penjualan atau omsetnya. Cukup buka laporan di marketplace. Selain itu juga si penjual bisa menjual dagangannya secara online di marketplace.

    Untuk sistem POSnya kebetulan saya pernah baca artikel moca, dan jd salah satu pedoman saya sebenarnya. Dan barusan liat video dan review Bindo, kalau secara fungsi hampir sama, bahkan mungkin kami lebih unggul karena kami mempunyai sistem barcode reader, jd seperti layaknya supermarket atau minimarket. Untuk pembayaran kami support cash, transfer bank, credit card, mandiri clickpay, epay bri dan cimb clicks. Kalau seperti itu bagaimana mas @reintweets ?

    Untuk ongkos kirim saya masih bingung untuk menentukannya.. Kemungkinan pukul rata atau semi manual..
  • "bahkan mungkin kami lebih unggul karena kami mempunyai sistem barcode reader, jd seperti layaknya supermarket atau minimarket."

    om Plintut, selalu hati2 kalau mendefinisikan suatu "keunggulan" karena keunggulan ini harusnya ada di barrier to entrynya.. apakah kompetitor bisa dengan mudah melaunch produk ini ? kalau relatif mudah namanya bukan keunggulan.
  • @plintut_sosmed 
    Pake screen scrapping bisa kayaknya, jadi teknik bikin server browsing web lain melalui web kita. 
    Semangat buat stratupnya Agan Plintut :) 
  • Saya mencoba bertanya walau mungkin agak keluar konteks pembahasan diatas. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara menjaring kepercayaan konsumen untuk toko online home Industri seperti saya? silahkan dilihat pakde www.tokoindofurniture.com terimakasih, atau ada saran untuk web saya.
  • Siang pak,saya bekerja di bidang jasa pengiriman..
    Apabila ada yg mau joint utk toko online atau market place bisa hub saya
    PT.Global Jet Express
    (J&T Express)

    Cp.Ayi 08118081337
    Trims
  • Saya mencoba bertanya walau mungkin agak keluar konteks pembahasan diatas. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara menjaring kepercayaan konsumen untuk toko online home Industri seperti saya? silahkan dilihat pakde www.tokoindofurniture.com terimakasih, atau ada saran untuk web saya.



    - gunakan image yang baik
    - blog harus diisi dengan konten kredibel
    - testimonial dari customer
    - gunakan video 
    - lakukan public relation
    - perbesar channel2 pemasaran seperti FB likes (kalau FB likesnya besar semakin kredibel)
    Thanked by 1ichan

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Login with Facebook Sign In with Twitter