Solusi Retargeting untuk Small Ecommerce oleh Yuko Saito, Managing Director Criteo Southeast Asia | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Criteo, Tools Product Level Retargeting yang Membantu Berbagai Ecommerce Menaikkan Revenue Sampai 8 Kali Lipat

Posted by & filed under Ecommerce, internet marketing.

retargeting criteo

 

Banyak studi menemukan bahwa mayoritas 98% dari visitor sebuah ecommerce hanya datang dan pergi tanpa melakukan transaksi

 

Criteo adalah perusahaan retargeting yang melayani para internet retailer untuk melakukan online display advertisement dengan teknologi personalization kepada konsumen yang sebelumnya telah mengunjungi situs web pengiklan. Pada Oktober 2013 Criteo telah go public di Nasdaq. Kenapa tools ecommerce seperti ini bisa sampai go public ? karena retargeting works!

Beberapa bulan lalu saya bertemu dengan Yuko Saito—Managing Director Criteo Southeast Asia, Yuko sempat menjelaskan mengenai apa itu retargeting dan bagaimana sistem kerja Criteo. Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Yuko:

Q : Apakah Anda bisa ceritakan apa itu Criteo dan bagaimana perkembangan Criteo sampai saat ini?

A : Criteo sebenarnya berasal dari Prancis, yang saat ini sudah terdapat di 130 negara dengan lebih dari 1.100 pekerja. Criteo saat ini sudah bekerja sama dengan lebih dari 7.000 pengiklan dan lebih dari 9.000 publisher. Saat ini Criteo juga sudah mulai beralih ke mobile retargeting, karena melihat saat ini di bisnis ini 50% pembelian di Asia (Korea dan Jepang) dilakukan melalui mobile. Maka, jika saat ini bisnis Anda belum mobile-friendly, Anda sedang berada dalam bahaya. Bicara tentang traffic ecommerce, saat ini 36% traffic weekdays berasal dari mobile, sementara untuk weekend (khususnya hari Minggu) traffic melonjak ke angka 45%.

Jadi, ini merupakan tantangan bagi para marketer dimana mereka yang tadinya hanya memperhatikan PC atau desktop, sekarang juga harus memperhatikan gadget atau mobile karena mobile saat ini sudah menggila. Selain itu jika di desktop hanya ada cookie dan browser, di mobile ada browser, web, dan in-app, dimana juga ada dua tipe yang berbeda saat ini yaitu iOS dan Android. Jadi, ini adalah sedikit tantangan untuk kita semua.

Criteo sudah mulai mengikut perkembangan tersebut dengan melakukan retargeting pertama kali pada tahun 2008 di PC, lalu pada Juli 2013 Criteo menciptakan Ad-X Tracking di mobile dengan sistem in-app, pada Desember 2013 Criteo me-launching mobile web untuk non-iOS device, Januari 2014 Criteo me-launching in-app solution berdasarkan Ad-X Tracking, lalu terakhir pada April 2014 Criteo me-launching full mobile web solution untuk semua jenis device (termasuk iOS).

Q : Adakah fitur-fitur yang dibuat untuk small ecommerce dengan budget yang tidak terlalu besar?

A : Untuk small ecommerce, ini sebuah tantangan karena saat ini kami melakukan dynamic retargeting. Banyak studi menemukan bahwa mayoritas 98% dari visitor sebuah ecommerce hanya datang dan pergi tanpa melakukan transaksi. Untuk hal ini, retargeting sangat penting. Retargeting mentarget user atau klien yang pernah berkunjung atau melakukan transaksi dalam sebuah situs ecommerce. Retargeting tidak dilakukan secara random kepada seluruh pengguna internet, tetapi hanya kepada mereka yang pernah berinteraksi dengan situs ecommerce. Maka dari itu dinamakan retargeting. Jadi retargeting memang sangat berguna untuk menarik kembali 98% orang untuk kembali ke situs ecommerce tersebut, dan itulah yang kami lakukan terhadap para partner ecommerce kami sehingga diharapkan conversion terjadi melalui cara ini.

Jika retargeting adalah memunculkan banner kepada visitor sebuah website, dynamic retargeting berarti kami melakukan real-time data analytics yang dikombinasikan dengan predictive engine. Kami melakukan secara personalisasi kepada setiap user, jadi kami memberikan layanan right ads to right user in a right time on a right device.

Screen Shot 2015-08-01 at 1.16.27 PM

Contohnya pada situs Expedia. Situs ini seperti Traveloka. Misalkan seorang user sedang merencanakan untuk berlibur ke Cancun, Mexico. Ia mengklik tanggal yang ia rencanakan, melihat-lihat beberapa hotel di Cancun, lalu ia mengklik salah satu hotel dan muncul detail hotel tersebut. Tapi beberapa saat kemudian, user ini ternyata tidak melakukan booking, melainkan ia pergi ke situs lain. Di sinilah kita melakukan retargeting. Karena kita meletakkan cookie dalam situs tersebut, kita dapat mencatat perilaku user tersebut, misalnya berapa banyak hotel yang sudah ia lihat, ia butuh waktu berapa lama untuk browsing, apakah akhirnya ia melakukan booking atau tidak, semua itu dapat kita lacak.

Jadi, berdasarkan data-data tersebut, kita melakukan retargeting dengan memunculkan banner hotel yang ia tinggalkan sebelumnya, ditambah dengan recommended hotel. Jika Anda pernah berkunjung ke Amazon, di situs tersebut mereka menampilkan recommended products beserta beberapa orang yang pernah membeli produk tersebut. Cara itu sangat bagus untuk menarik customer baru. Dengan memiliki data behaviour user, kita dapat mencocokan data tersebut dengan produk lain yang akan kita targetkan kepada user saat retargeting. Dan bukan menampilkan recommended products di situs, kita menampilkan recommended products pada banner, dengan sistem CPC (Cost Per Click).

Sistem recommendation sebenarnya sangat kuat. 70-80% user yang meng-klik banner, akhirnya tidak membeli produk yang ditawarkan melainkan membeli produk rekomendasi. Jadi menampilkan recommended product di banner retargeting cukup kuat karena user tidak sempat melihat produk yang Anda rekomendasikan karena ia sudah terlanjur keluar, dan Anda menawarkan produk baru itu maka ia bisa saja tertarik.

Jadi, itulah cara kerja dynamic retargeting. Yang Anda lihat di banner dengan yang saya lihat di banner yang ditampilkan kepada saya bisa  berbeda karena sistem tersebut bekerja secara personal (personalized). Ada 3 sistem yang kami jalankan yaitu recommendation engine, prediction engine (karena kita sudah bisa membaca behaviour user, kita dapat memilih user mana dan produk apa yang potensial untuk mendapatkan konversi ), dan yang ketiga adalah dynamic creatives (sekitar 10.000 kombinasi beberapa template layout dan style banner).

Untuk small ecommerce, kami dapat menawarkan non-dynamic atau static campaign. Non-dynamic maksudnya adalah creatives (desain banner, layout, style, dll) disediakan oleh ecommerce. Tentunya static campaign ini tidak bekerja sebaik dynamic retargeting, namun untuk small ecommerce yang visitor dan budgetnya minim, cara ini bisa dilakukan.

Q : Apakah ada angka minimum untuk ecommerce yang ingin menggunakan jasa Criteo?

A : Ya, kami menyarankan klien yang ingin menggunakan Criteo harus memiliki paling tidak 100.000 unique user setiap bulannya.

Q : Apakah yang menggunakan Criteo harus ecommerce atau yang lain seperti blog juga dapat menggunakan Criteo?

A :  Karena kami memang fokus untuk menaikkan konversi, dan jasa kami merupakan display ads, memang kami cocok untuk ecommerce yang menginginkan kenaikan konversi. Untuk blog, kami dapat melakukan static campaign untuk menarik user kembali ke blog tersebut.

Q : Bagaimana result yang didapatkan oleh pengguna Criteo ?

A : Data dari 5  klien ecommerce kami di Thailand untuk periode April s/d Desember 2014, menunjukkan :

Cost per Acquisition (CPA) turun 84%

Revenue meningkat 8x lipat

Customer acquisition meningkat 6x lipat

Unique visitor growth 2,7x lebih tinggi daripada unique visitor dari organic traffic

Q : Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai customer di-retarget?

A : Secara teknis, membutuhkan waktu sekitar 30 hari, tapi kita tahu bahwa semakin dekat waktu retargeting dengan waktu customer meninggalkan situs akan semakin baik. Maka dari itu paling tidak 11 hari pertama sistem sudah mulai melakukan prediction system dan langsung menampilkan banner yang sesuai. Semua itu engine-system.

Q : Apakah ada produk atau sistem baru yang akan di-launch oleh Criteo?

A : Criteo akan melakukan X-Device (Cross Device) retargeting. Mengapa Cross-device penting? Karena saat ini orang tidak hanya memiliki satu device, bahkan ada yang memiliki hingga 3 device (PC, tablet, mobile). Dan survei menunjukkan 20% penjualan terjadi melalui cross-device. Jadi traffic mungkin datang dari tablet atau mobile, namun konversi mungkin datang dari desktop.

Riset mobile ecommerce dari Criteo juga menunjukkan angka ecommerce transaction terus meningkat.

belajar retargeting ecommerce toko online indonesia

Akses melalui mobile di banyak negara, meningkat di weekend, jika di hari Senin s/d Jumat traffic ecommerce yang berasal dari mobile sebesar 34-35%, sedangkan di weekend meningkat menjadi 42% (Sabtu) dan 45% (Minggu). Ini adalah angka rata-rata South East Asia.

Jadi, kesimpulannya adalah bisnis Anda harus fokus pada cross-device, yaitu PC dan mobile. Banyak survei menunjukkan bahwa orang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di mobile, tapi belum tentu konversi terjadi di mobile. Jadi, fokus pada beberapa device ini sangat bagus untuk mendapatkan traffic sekaligus menaikkan konversi.

Q : Apakah ada pesan atau solusi yang dapat Criteo berikan untuk small ecommerce?

A : Untuk small ecommerce, kami dapat membantu Anda dengan melakukan static campaign. Cara ini masih bekerja, namun karena static retargeting memiliki Click Through Rate (CTR) dan sistem kami fokus pada CPM yang efektif karena aturan pembayaran kami juga berbasis pada CPM (didapatkan dengan : CTR x CPC x 1000), jika Anda meletakkan angka yang sama pada CPC namun CTR Anda rendah, maka Anda akan mendapatkan CPM yang rendah.

Jadi solusi yang dapat kami berikan melalui static campaign adalah karena CTR Anda mungkin saja rendah, maka Anda harus menaikkan CPC Anda. Tapi jika Anda memang menekan budget, maka Anda dapat menurunkan CPC. Semua itu tergantung dari objective Anda. Namun, bidding CPC adalah cara paling fleksibel untuk tetap scalable, mempertahankan performance dan menciptakan balance.

 

Baca juga

Email List Growth Hacking : Meningkatkan Traffic dan Email List Gratis, tanpa Konten? Lakukan 3 Langkah Mudah ini !

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.