Startup Indonesia | Bisnis Online | Cara membuat toko online | Peluang Dan Ide Bisnis Online

RSS
new

Digital Marketing in FMCG oleh @Radiculouz Summarized by @AnaliaTan #SMSCHore

Posted by & filed under Featured, Social Media.

social media strategist club Indonesia #SMSCHore

Editor’s Note :  Social Media Strategist Club (SMSC) adalah komunitas praktisi digital & social media di Indonesia, kembali mengadakan meetup rutin bertempat di Menara BCA Grand Indonesia Jakarta (15/3) lalu. Kali ini mengangkat tema “Kesuksesan dari Strategi Digital Brand Indonesia” yang akan dibawakan dua pembicara yang juga anggota SMSC, yaitu Duardi Prihandiko, Digital Manager BCA, dan Rade Tampubolon, Head of Digital Marketing, Kalbe Nutritionals. Sebagai orang berkompeten di bidangnya, mereka berbagi bagaimana brand yang mereka gawangi berhasil meutilisasi digital dengan baik.

Summary dari presentasi Rade tentang digital marketing for FMCG ini ditulis oleh Analia Tan, Editor Upnormal publishing.

 

 

Hai hai…

Salam kenal sebelumnya, nama saya Ana.

Kemarin saya dapet titah untuk merangkum pelajaran (kayak anak sekolah) dari Bapak guru Rade Tampubolon (@radiculouz) yang berjudul “Digital Marketing in FMCG”.

Kalau ada rangkuman yang kurang tepat, mohon bimbingan Bapak Guru untuk memperbaiki ya… Selamat membaca :)

TRUE STORY:

Inilah permintaan yang biasanya ditujukan untuk para digital media strategist:

“TVC nya tolong di viral di Youtube ya…”

“Bikin fanpage dong, untuk iklanin komsumen promo kita…”

“Si (kompetitor) lagi jalanin aktivitas X tuh, kita bikin juga dong…”

Bener gak?

Apakah ini yang disebut ruang lingkup digital marketing?

Tet tot…

Masih banyak ya ternyata kesalahpahaman tentang digital marketing…

Jadi apa donk strategi dan aplikasi yang bisa dan harusnya dilakukan oleh para strategist?

Ada sembilan nih…

1.  Collaborate with the consumers

Yup! Kolaborasi…

Wafer Tango pernah melakukannya. Mereka membuat crowdsourcing music video berjudul #1Cinta1Indonesia di bulan Agustus 2012.

Ratusan users berpartisipasi loh…  Alhasil, video ini ditonton oleh lebih dari 100.000 orang di Youtube.

Murah tapi ramai dibicarakan. Asik kan?

2.  Keep up with the trend

Jangan lupa… Kalau mau cepet booming, ampanye yang dilakukan, harus ngikutin tren. Bahasa kerennya di WOMM: snow ball…

Kayak yang dilakuin sama permen Mintz dalam  “Planking Gokilz”, kontes di Facebook dimana peserta diminta membuat video bergaya tiduran seperti papan.

Ada 311 peserta yang ikutan kontes di Facebook ini. Dan pemenang yang terpilih ikutan nongol di iklan TV permen Mintz selanjutnya. Ini dia ajang narsis buat yang banci tampil, hehehe…

3.  Integrate offline with online

Zaman sekarang yang namanya aktivitas marketing online sama offline emang kayak Romeo dan Juliet. Hanya maut yang bisa memisahkan. *tsah…

Makanya permen Kurang Asem, waktu mau meluncurkan varian barunya, yaitu rasa RUJAK, membuat promosi menggunakan Truck Branding.

Gimana caranya kita tahu kalau orang bener-bener merhatiin nama / merek kita?

Idenya… Poster iklan ditempel di truk yang melintas di jalan raya. Di dalam poster ada kalimat yang harus di-tweet sama konsumen untuk memenangkan hadiah dari permen Kurang Asem.

Eh ternyata… Banyak orang yang nge-tweet loh, setiap hari lagi… Malah ada yang tweetpic segala, padahal gak diminta. Hasilnya, permen Kurang Asem dapet lebih dari 1500 daily impressions dan lebih dari 225.000 total impressions dalam waktu 5 bulan saja.

smsc 2

4.  Ask, have a clear call-to-action

If we want them to do something for us, just ask them.

If we don’t, we’ll probably get nothing.

Tapi kudu diinget, waktu minta sesuatu, harus jelas.

Pernah seuatu kali, permen Mintz menggunakan akun twitter bernama @MintZ_

Ini dikarenakan akun bernama @Mintz udah ada yang punya, namanya Matt – orang bule.

Suatu kali si Matt nge-tweet kalau banyak banget yang mention dia dengan bahasa yang gak dimengerti (Bahasa Indonesia).

Admin @Mintz_ akhirnya minta tolong Matt untuk kasih username nya supaya gak dapet lagi mention yang sebenernya bukan ditujukan buat dia.

Dengan sedikit negosiasi, akhirnya Matt mau memberikan username nya buat permen Mintz. Problem solved!

Ini pelajaran… selalu gunakan call-to-action yang jelas untuk menghindari kesalahpahaman seperti di atas :D

5.  Listen

Listening = Learning

Waktu iklan permen Mintz tayang di televisi, banyak banget percakapan di media sosial yang ngebahas tentang iklan “aneh” ini. Ini gak laimn gak bukan karena isi iklannya yang emang gak jelas:

“Ini pensil. Ini perment Mintz. Daripada gigit pensil, mending gigit Mintz. Jelek iklannya? Biarin. Yang penting Mintz. Permen enak… Permen enak…”

Dari fakta tersebut, maka permen Mintz berpikir untuk menantang konsumen yang nge-tweet untuk membuat video iklan versi mereka sendiri.

Nyatanya, mereka tertantang tuh…

Ada 154 video terkumpul dengan total 70.974 views dan 25.702 exposure di Kaskus.

6.  What’s in it for the consumers

Salah satu hal yang paling disukai sama konsumen itu ya hiburan.

Inga inga… *ting*

Contohnya di website www.kurangasem.com, konsumen dimanjakan dengan beragam fitur dan tantangan berhadiah menarik. Gak heran users pada demen…

7.  Engage

Social media engagement itu penting banget loh…

Dari setiap kegiatan brand yang dilakukan di social media, pastikan bahwa konsumen terlibat di dalamnya, bukan cuma sebagai penonton.

Tahun ini, Prenagen World berada di posisi satu versi Socialbakers dalam Top 5 Facebook Brands. Kok bisa ya? COba aja cek aktivitasnya di Facebook, hehehe…

8.  Take care of your loyal customers

Tahu kan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk menggaet pelanggan baru itu jauh lebih besar daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada?

Jadi kalau punya pelanggan, bok ya dijaga supaya jadi loyal dan gak kabur…

Salah satu metode yang biasa dipakai untuk mengukur loyalitas pelanggan namanya NPS (Net Promoter System). Silahkan dicek… :D

9.  Make it easier for them to purchase your products

Produk sebagus apapun kalau stoknya susah dicari, ya sama aja bohong.

Di era digital ini, ada yang namanya layanan e-commerce. Kalau aksesnya sudah semakin baik, e-commerce di Indonesia bakalan semakin bertumbuh loh.

Bayangkan kamu bisa jualan dvd dan dapet untung banyak tanpa harus beli toko di Glodok, hihihi…

Yuk, sekarang saatnya praktek!

Sukses selalu :)

 

Summarized by:

Analia Tanuwidjaja (@AnaliaTan)

Editor – Upnormals Publishing

 

Tentang Social Media Strategist Club (Sumber : DS Wire)

Social Media Strategist Club (SMSC), adalah komunitas praktisi dan antusias dari digital & social media di Indonesia, yang dibentuk dengan why yang kuat bahwa perkembangan digital & social media bisa membawa dampak yang positif bagi Indonesia dan industrinya.

SMSC dibentuk Oktober 2008, oleh T. Pandu Padmanegara bersama dengan para moderatornya Pitra Savitka, Dimas Novriandi, Alderina Gracia, dan Co-Moderator, Seno Pramuadji, Galuh Parantri, Andina Rizky, dan Sultan Kata, dengan menggunakan platform Facebook Group di www.facebook.com/groups/Social.Media.Strategist/. Anggota SMSC terdiri dari pihak digital agency, divisi digital dari brand di Indonesia, akademisi, startup, dan media online, yang saat ini mencapai 990 orang.

Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi:

Social Media Strategist Club

Takhta Pandu Padmanegara
Inisiator & Moderator
Tel: +62818787323
pandu.padmanegara@gmail.com

Seno Pramuadji
Co-Moderator
Tel: +6285782106100
Email: senopramuadji0101@gmail.com