Startup Indonesia | Bisnis Online | Cara membuat toko online | Peluang Dan Ide Bisnis Online

RSS
new

Do’s & Don’ts : Penggunaan Twitter untuk Startup

Posted by & filed under Sales & Marketing.

Seperti yang kita ketahui, Twitter adalah Fenomena di Indonesia. Beberapa data menunjukan bahwa Indonesia adalah Negara dengan tingkat interaksi sangat luar biasa dalam penggunaan twitter. Ya itulah budaya Indonesia. Gemar berbagi opini serta gemar saling bersapa.

Hadirnya Twitter di tengah masyarakat Indonesia awalnya dikuasai oleh individu, hingga pada saat Brand melihat ini sebagai salah satu Komunikasi yang efektif untuk “masuk secara Halus” dalam percakapan sehari-hari konsumen. Brand berubah menjadi manusia dan kerap menciptakan percakapan yang secara halus berisi sebuah komunikasi pemasaran produk.

Bagi sebuah Startup, bisa jadi twitter adalah Tools andalan dalam menciptakan komunikasi pemasaran tahap awal kepada konsumen. Dengan keterbatasan biaya dan sumber daya Manusia, startup dapat tetap menggalang penyebaran informasi maksimal apabila mempergunakan Twitter dalam berkomunikasi dengan cara yang benar. Untuk itu, kita harus mengetahui apa yang harus dan apa yang justru dihindari dalam penggunaan Twitter sebagai media komunikasi dan pemasaran bagi startup:

 

1. Berkomunikasi Dua arah

Jangan berkomunikasi lewat twitter dengan masih memakai “Broadcast Mindset”. Justru dengan adanya Twitter, anda harusnya memfasilitasi komunikasi konsumen. Ciptakan komunikasi 2 arah yang memungkinkan terjadi keintiman yang melekat serta turut menjadi problem solver konsumen.

2. Berkarakter

Bangunlah karakter. Buatlah konsumen dapat menggambarkan Brand anda sebagai manusia dipikirannya. Hadirlah dengan konsistensi sifat, gaya bicara dan karakter konten. Apabila anda hadir tanpa karakter, tidak akan terbentuk kecenderungan menganggap bentuk komunikasi anda menarik. Dan lama-lama anda akan ditinggalkan.

3. Rencanakan Konten

Menjadi “manusia” dalam twitter bukan berarti anda boleh mencantumkan twit semaunya. Rencanakanlah Konten yang akan anda hadirkan. Selain memastikan Konten tersebut relevan, harus ada konsistensi dalam menghadirkan konten. Ini dapat diakali dengan membentuk semacam Rubrik harian atau mingguan yang disertai dengan Hashtag.

4. Menganalisis Perkembangan

Walaupun Twitter adalah salah satu alat komunikasi pemasaran, tetapi menghadirkan target adalah kewajiban. Analisislah perkembangan Twitter anda (terkait dengan Karakter respon, mention, RT, jumlah Follower dan lain-lain). Pelajari perkembangannya apabila sukses atau malah mengecewakan. Berilah target perkembangan. Karena semakin besar pengikut anda, semakin besar eksposur yang anda terima setiap anda menghadirkan informasi terkait dengan startup anda.

5. Responsif, Bukan Reaktif.

Twitter adalah media komunikasi yang cenderung bebas. Hal ini memungkinkan untuk setiap orang berkata apapun. Meski itu baik atau buruk. Pada suatu kasus, kesalahan kecil yang anda perbuat dapat membesar dengan sangat hebat di Twitter. Ingat untuk Responsif, pelajari dan pahami kesalahan. Klarifikasi sebuah kesalahan berdasarkan seberapa besar dampak yang sedang terjadi. Komunikasikan dengan tetap tenang dan berujung kepada sebuah perbaikan. Hindari ngotot, berucap keras, menantang balik atau melakukan hal kekanak-kanakan. Ingat anda sedang menjadi sebuah brand, menjadi reaktif berlebihan hanya akan membuat anda semakin diserang.