Startup Indonesia | Bisnis Online | Cara membuat toko online | Peluang Dan Ide Bisnis Online

RSS
new

Empat Tanda Bahwa Startup Anda Siap Melakukan Pivot

Posted by & filed under Startup.

the-pivot

 

Editor’s note : Dalam sharing session Jpaine dan Vlauria di GruparaInc, ada pertanyaan rekan yang mengarah ke “apakah sekarang saat yang tepat untuk pivot (mengubah konsep) atau bahkan berhenti ?” Jeffrey Paine mereferensikan artikel ini untuk dibaca. Artikel ini ditulis oleh Bernard Moon yang menjalankan inkubator di Korea dan sebelumnya dipublikasikan di Venturebeat.com

 

Salah satu faktor penting bagi pengusaha baru adalah kemampuan dan kemauan untuk mengubah model bisnis atau produk. Startups paling sukses adalah startup yang tahu kapan harus melakukan pivot, tetapi kadang memang tidak mudah.

Kadang Anda memang harus merendahkan hati untuk dapat mengakui ada yang salah dari visi anda, atau ada yang tidak beres dengan produk Anda. Seorang entrepreneur harus dapat merefleksikan untuk apa saja mereka menghabiskan uang investor atau tabungan hidup mereka ke dalam “black hole” dan kembali dari pasang surut perjalanan bisnis mereka. Beberapa entrepreneur tidak mencapai titik ini karena mereka juga dibutakan oleh saingan yang dapat membawa mereka ke sana atau memiliki harapan bahwa keadaan akan dapat berbalik.

Sebagai refrensi, berikut adalah beberapa startups yang telah sukses dengan melakukan pivot :

  • Burbn, aplikasi HTML 5-location based –> Instagram
  • Game online (MMORPG) –>   Flickr
  • Video dating site –> Youtube
  • Aplikasi payment untuk PDA (Palm) –> Paypal
  • Odeo – podcasting platform –> Twitter
  • Memory Chip –> Intel mikroprosesor

Sulit untuk dapat memutuskan apakah perusahaan Anda harus pivot atau tidak. Bagaimana anda tahu kapan waktu yang tepat?  Tidak ada sebuah algoritma atau rumus ajaib untuk yang bisa anda gunakan, tetapi penting untuk dapat menjaga pikiran terbuka dan melihat empat tanda berikut ini :

1. Anda secara terus menerus mengedukasi market

Ada garis kabur antara menjadi penggerak pertama atau menangkap pasar baru dan menjadi makanan hiu di laut yang dalam. Jika anda harus mengedukasi pengguna dan mencoba untuk menciptakan pasar, maka anda mungkin terlalu dini. Ini adalah proses yang panjang dan sulit yang harus membawa anda ke pivot.

2. Pengguna / user beta tidak menyukai produk anda

Mendengarkan pengguna potensial anda adalah hal yang baik. 99,9 % dari kita adalah bukan Steve Jobs, Jadi Anda tidak dapat mengatakan ” Focus Groups ? Feedback ? Siapa yang membutuhkan feedback dari user ketika saya tahu apa yang orang inginkan!

Memiliki passion dengan produk Anda adalah salah satu hal, tetapi menjadi tuli dan keras kepala dapat membawa startup Anda mati. Jadi, jika sebagian besar pengguna tidak menyukai produk atau tidak menemukan nilai di dalamnya, pivotlah.

3. Banyak Investor yang anda temui memberi feedback buruk

Setelah Anda telah bertemu puluhan investor dan puluhan penolakan, dan terus menerus mendapatkan feedback negative pada produk atau target pasar, anda harus dapat mempertimbangkan untuk pivot. Ceritanya akan lain jika investor berkata Anda harus mendapatkan traction terlebih dahulu, atau Anda kurang memiliki team yang tangguh, atau mereka tidak berinvestasi di bidang startup Anda. Namun, jika Anda Anda terus menerus mendapatkan feedback yang memberitahu bahwa produk Anda kurang menarik atau pasar terlalu kecil, pertimbangkanlah untuk melakukan pivot.

Ada cerita diluar dengan ketekunan yang luar biasa, seperti “Pandora” milik Tim Westergen, yang ditolak oleh lebih dari 300 Venture Capital dan menderita selama dua setengah tahun dan kemudian bangkut. Tetapi bagi kebanyakan orang, hasilnya tidak akan cukup. Sebagai ayah, mungkin Anda bisa berkata,” Anakku, bisnis adalah seperti poker, anda harus tahu kapan harus melakukan fold.” (fold = menyerah dan mengalami kerugian dari bet yang telah ditempatkan).

4. Menjadi segalanya bagi semua orang

Hal ini bukan berarti pertanda bagi perusahaan anda, tetapi lebih seperti peringatan, kebanyakan pemula yang mencoba untuk menjadi segalanya bagi semua orang gagal karena mereka menghabiskan sumber daya pada pengembangan produk yang lebih besar dari yang seharusnya. Fokus adalah hal yang baik. Memilih hanya satu target pasar dan pengguna.

Menjangkau semua orang atau hampir semua orang pastinya sangat membingungkan pengguna anda. Apakah mereka menggunakan startup saya? Apakah mereka menyukai startup saya? Apakah produk ini untuk saya? Cobalah untuk mengambil pelajaran pada startup korea milik Bernard Moon, HeyAnita Korea. HeyAnita menciptakan portal layanan suara yang mencoba untuk menjadi layanan voice guided informasi untuk semua orang (cuaca, berita, informasi saham, olahraga dan sebagainya). Setelah berjalan beberapa lama, perusahaan melakukan pivot menjadi berita hiburan dengan target untuk remaja, dan fokus ini yang menjadikan HeyAnita memiliki profit sampai sekarang.

Passion, eksekusi, dan visi yang kuat harus juga dimbangi oleh kemampuan untuk mendengarkan dengan baik, fleksibilitas untuk mengenali peluang yang lebih baik dan kemauan untuk membuat perusahaan anda ke jalur yang lebih sukses.

 

Sumber : Venture Beat

 

Baca Juga : Jpaine dan Vlauria di Freeware GruparaInc Sharing Session