Entrepreneur Seperti Apa yang dicari @Andisboediman dan @ideosource ?

Posted by & filed under Featured, Interview, Startup.

 

Startupbisnis.com kami buat dengan latar belakang sulitnya mencari entrepreneur yang bagus untuk diinvest, salah satu technology startup incubator pernah cerita ke saya, dari 250 lebih proposal yang masuk, hanya 3 yang layak diinvest. Kenapa sulit ? Salah satu tebakan saya entah benar atau tidak (syukur kalau benar) adalah karena kurangnya konten edukasi entrepreneurship lokal di Indonesia. Sehingga sangat minim cara bagi entrepreneur di luar Jakarta untuk mengakses how to dan experience dari para entrepreneur dan mentor-mentor.

Di suatu hari yang random saya minum kopi dengan Andi Boediman dari Ideosource yang baru-baru ini melaunch program audisi inkubasi , I can’t help asking him about what type of entrepreneur he want. Sebenarnya semakin lama saya jadi seperti divisi PR nya beliau karena beberapa kali memposting artikel tentang beliau di beberapa minggu terakhir, tapi ya gak papa sih, I do it for the sake of building the entrepreneurship ecosystem anyway.

Sumber gambar : nyolong di Facebooknya Andi S Boediman. Warning : this is uncensored / unedited content.

 

Pertanyaannya bukan cuma “what  platform”, tetapi value yang bisa kamu bangun apa ?

Dulu sih setengah mati, mentor tidak ada, yang ngasih tahu tidak ada, kalau salah, tahunya baru satu dua tahun berikutnya.

 

Kami di Ideosource punya beberapa model, so far kami melakukan VC model , di mana kami investasi dengan minority stake, leadership ada di mereka, kami taruh dana dengan angka kecil, kemudian mereke develop companynya. So far yang sudah kami temukan valuenya ada tiga :

  1. Founder’s value : Simple, kalau saya mau berteman dengan dia, ngobrolnya nyambung, orangnya potentially punya drive yang kuat, lalu kita sreg – itulah founder’s value.
  2. Fundamental capability : Kapabilitas fundamentalnya, misalnya kalau dia backgroundnya creative lalu dia mau buat advertising company itu ok, kalau dia pernah bekerja di jasa kurir dan dia mau buat logistic company ok, tetapi kalau dia mau pindah industry dan rasanya kok ajaib banget, itu kami akan mempertanyakan karena internal capability perlu dibangun.
  3. Understanding towards market : Biasanya entrepreneur yang kami pernah ketemu, no 1 (founder’s value) dan no 2 (fundamental capability) itu at least punya,  yang paling challenging itu yang no 3 ini, pemahaman terhadap market, intinya jangan sampai kita masuk ke market yang too small sehingga tidak ada marketnya.

Selama ini kami melakukan investasi, mencari ketiga value ini di dalam satu orang, itu tidak mudah.

So far kami sangat konservatif, yang kami announce so far as VC baru dua, yang lain kalau “belum sampai” valuenya kami sediakan incubation, tetapi beberapa juga belum kami publish karena kami melihat masih belum siap untuk di push productnya.

Dengan model ini, what we believe is we build the ecosystem, kalau menunggu akan terlalu lama.

Yang akan kami coba dengan incubation program kita adalah kita akan datang ke beberapa kota : Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, Malang kita ajak semua untuk pitch kepada kita, mungkin bukan “pitch”, kalau Andrias menyebutnya “audition,” karena orang tidak terbiasa “pitch”, tetapi intinya kami ingin mendengarkan idea apa yang sudah dibangun karena yang kami lihat fundamental valuenya “kamu sudah sampai di mana?”  begitu kami lihat mereka punya potensi, kami berikan program, kami ajak ke Jakarta, selama 100 hari kami tempatkan di incubation center Ideosource, kami berikan allowance supaya mereka bisa tinggal di Jakarta, lalu mereka build apapun yang mereka believe (dan tentu kami juga believe), kami juga buka networknya dan wawasannya  supaya apa yang mereka build benar-benar jadi sesuatu dan bukan hanya having fun saja.

Kami melihat yang di Jakarta mereka biasanya over confident, tetapi yang di daerah biasanya under appreciated, karena mereka yang di Jakarta punya apapun biasanya tidak takut “saya kan di Jakarta nih” dalam hati mereka.

Saya sendiri dari Malang, melihat kenapa dari Malang banyak yang ajaib-ajaib ?  Jangan-jangan masih banyak yang ajaib dari Malang tetapi mereka tidak punya akses ? Yang ajaib misalnya, Lewatmana, Lintas Berita, KapanLagi, Denny Santoso. Saya cukup impress kenapa dari Malang bisa ada seperti ini, valuenya sebenarnya ada di mana sih ? Valuenya mungkin ada di orangnya, tapi jangan-jangan once kita buka pintunya, kita open the door, jangan-jangan dia bisa leap.

Ini yang ingin kita ajak mereka ke Jakarta dan kita berikan program.

Di Jakarta ada beberapa program incubation, ada juga yang part time. Menurut saya, kalau kamu mau jadi entrepreneur ya all the way dong, jangan part time. Kalau tidak terjun ya tidak akan jadi. Program incubation yang part time ini juga pada ujung programnya akan meminta partisipannya untuk fulltime. “Do you want to be entrepreneur or not?.”

Sama saja dengan kami, kenapa harus di Jakarta? Tidak di daerah saja ? Mau jadi entrepreneur atau tidak ? Mau terjun dan ambil risiko tidak ? Kami berikan mereka allowance. Kami coba bukakan pintunya, kalau mereka bisa create value pada akhir program, kami akan lihat mana yang bisa kami invest lebih besar.

Kategori ide yang kami cari ada 4 :

  1. Content  : Apps, game, konten apapun yang access to marketnya melalui PC, Telco
  2. Media : Online media, apapun itu, yang business modelnya advertising
  3. Ecommerce : Any vertical yang kami anggap punya potential atau servicesnya misalnya platform seperti shopify.
  4. Digital infrastructure : Apapun yang bisa membangun access di digital industry.

So far kami sudah lihat beberapa yang kita tertarik, jadi kita rencanakan begitu kami jalan, mereka goes to the same program, membimbingnya sekalian dan membuka access to marketnya sekalian.

Sebuah produk untuk layak diinvest sebenarnya butuh waktu, karena rata-rata mereka baru punya platform, bukan punya value. Punya product pun kalau belum ada value yang dibangun, tough.

Misalnya kita bicara Kaskus, produknya apa ? Vbulletin, valuenya apa ? community.

Valuenya ini yang sulit sekali dibangun.

Platformnya bisa membangun value tidak ?

So far kan tidak semudah itu.

Kamu bisa membuat platform keren, tetapi dapat usernya bisa tidak ? stick tidak ?

Misalnya, Touchten yang sudah kami invest, pertanyaannya bukan sekedar berapa jumlah download, sekarang sudah 1,7 juta download.

Kalau kita ngobrol dengan investor, pertanyaannya bukan “sudah di download berapa ?” tetapi “DAU-nya berapa ?” – Daily Active User.  Sekarang sudah antara 70-80 users DAU nya. Bagus sekali.  Ideally kalau bisa 1-2 juta DAU sudah gila banget.

Pertanyaannya bukan cuma “what  platform”, tetapi value yang bisa kamu bangun apa ?

Mentor di Ideosource start dari kami dan our network. Kami ingin ada value integration dari kami dan portofolio kami, saya punya access ke telco, Edward punya access ke bank, Andrias punya access ke media. Tiga ini kami enhance kepada portofolio yang kami punya, ditambah funding dari kami, kenapa ? karena kami ingin mempercepat value creationnya.

Dulu sih setengah mati, mentor tidak ada, yang ngasih tahu tidak ada, kalau salah baru tahunya satu dua tahun berikutnya, “wah ya bego ya gue,” perusahaannya rontok baru tahu, lain kali saya tidak mau gini. Kan setengah mati.

Setelah satu tahun jalan, kami sudah tahu problemnya industry, sudah nyemplung setahun lebih, kami tahu gapnya, kini kami actively looking dan yang pas kami boost supaya value creationnya cepat.

 

SociaBuzz

Tags: ,