Facebook Lead Ads Membuat Pengisian Form Opt-in Menjadi Lebih Sederhana | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Facebook Lead Ads Membuat Pengisian Form Opt-in Menjadi Lebih Sederhana

Posted by & filed under Facebook, Meningkatkan omzet toko online, Social Media.

InnovationFacebookSmallBusiness

Advertiser yang berpengalaman sudah tahu bahwa calon customer atau website visitor yang mengklik iklan, masuk ke landing page yang sudah didesain untuk konversi, pada umumnya tidak langsung membeli produk, mungkin saja karena visitor belum merasa butuh produk ini sekarang, jadi advertiser harus memberikan email opt in sebagai tempat untuk visitor mengisi email mereka dengan reward diskon. Dengan memberikan ruang untuk mengisi email, tentu kita bisa menghubungi mereka kembali.

Baca Juga : Cara Beriklan di Facebook Dengan Menggunakan Sistem Pembayaran Bank Lokal (Tanpa Kartu Kredit)

Namun seringkali rekan-rekan UKM toko online kesulitan mengeksekusi hal ini, karena kurangnya pengetahuan, jangankan UKM, corporate saja tidak tahu apa itu landing page dan email opt in, belum lagi bagaimana cara membuat landing page dan email opt in, mengelola software email marketing dll.

Kabar baiknya adalah, Facebook sedang menguji Lead Ads untuk kalangan terbatas, dan itu sangat mengagumkan. Tidak akan membutuhkan waktu lama bagi pengiklan untuk menyadari betapa bergunanya, kuatnya, dan betapa menguntungkannya tools ad baru ini.

Mari kita lihat lebih dekat…

Bagaimana Cara Menggunakannya? Hanya Dua Kali Klik

Mengumpulkan email list adalah sebuah keharusan bagi sebuah bisnis. Tapi mengumpulkan email list menggunakan form merupakan sesuatu yang rumit.

Dengan Lead Ads, informasi kontak user akan disalurkan melalui Facebook, termasuk alamat email, dengan cara otomatis.

11409210_488570374624482_422697760_n

Ini dua cara mudahnya. Pertama, klik “Subscribe”, lalu klik “Submit.” Tidak ada lagi pengisian form secara manual!

Dengan Lead Ads, pengiklan bisa menggunakan Facebook untuk auto-fill seluruh informasi ini, dengan berasumsi user mengisi informasi itu di profile mereka:

  • Nama Lengkap
  • Email
  • Alamat rumah
  • Telepon
  • Kode Pos
  • Kota
  • Provinsi
  • Nama Perusahaan
  • Pekerjaan

Marketer harus berhati-hati dalam meminta terlalu banyak informasi. Umumnya, semakin banyak informasi yang diminta, semakin sedikit form yang diisi dengan lengkap.

Tapi, kasus itu mungkin akan semakin sedikit dengan munculnya Lead Ads, karena informasi-informasi tersebut akan terisi secara otomatis (auto-fill), menghemat tenaga untuk mengisi form tersebut satu per satu.

Tidak Ada Lagi Landing Page

Sebelum adanya Lead Ads, pengiklan harus melalui dua proses ini:

  1. Membuat link ad share untuk menarik user mengklik link tersebut
  2. Mengalihkan user ke landing page diluar Facebook
  3. Berharap user membaca page tersebut dan mengisi form yang disediakan

Ada banyak cara yang dapat membuat user tidak lagi tertarik, user dapat beralih atau memutuskan untuk tidak mengisi form yang Anda sediakan dengan melalui proses itu.

  1. User mungkin tidak ingin mengklik link yang mengalihkan mereka ke page lain diluar Facebook, sedangkan khas di Indonesia, banyak Facebookers mobile tidak punya paket internet browsing, jadi funnelnya terputus.
  2. Waktu loading landing page bisa jadi lambat, sehingga user malas menunggu sehingga tidak mengisi form.
  3. Informasi di landing page mungkin tidak dijelaskan secara rinci.
  4. Pengiklan mungkin menginginkan user mengisi lebih banyak data informasi mereka, sedangkan user tidak menginginkannya.

Facebook Lead Ads akan menyelesaikan segala permasalahan ini.

Sangat Membantu untuk Mobile

Saat mobile sangat bagus untuk engagement, banyak pengiklan melihatnya rendah pada conversion rate. Pembuatan Lead Ads memecahkan masalah ini secara total. User tidak akan dialihkan ke landing page diluar Facebook yang mungkin tidak mobile-friendly, dan user hanya butuh dua kali klik untuk menyelesaikan pengisian form.

Tetap Ada Privasi

Facebook melakukan hal-hal yang hebat, namun pada akhirnya muncul pertanyaan apakah privasi tetap mereka utamakan? Ketika menggunakan Lead Ads, Facebook meminta informasi ini pada profile user, dan data tersebut tidak akan dikirimkan ke dalam profile bisnis jika mereka tidak mengklik “submit.” Jadi, data tersebut tidak akan dikirimkan tanpa persetujuan user.

Sebagai tambahan, pengiklan sebaiknya menyertakan privacy policy yang jelas di dalam ad mereka. Step ini memang belum diwajibkan oleh Facebook. Facebook juga melarang pengiklan untuk “menjual kembali” informasi user mereka kepada orang lain.

Menjaga User Tetap di Facebook: Baik dan Buruk

Lead Ads mengikuti tren yang dibuat oleh produk baru Facebook ini, yaitu dengan menjaga user untuk tetap menggunakan Facebook. Artikel dalam Lead Ads membuat user dapat membaca artikel tersebut tanpa pindah-pindah halaman. Tombol “beli” juga membuat user dapat membeli produk yang mereka inginkan tanpa meninggalkan halaman Facebook.

Ini memang cara bagus untuk mempertahankan user. Proses yang sangat sederhana ini bisa menaikkan engagement dan conversion rate.

Tapi, bukankah ini sebuah kerugian? Dengan tidak mengirimkan user ke website pengiklan, maka user tidak akan melihat konten-konten lain yang ada di website tersebut. Dan ini juga membuat pengiklan tidak dapat memasukkan para user ini ke dalam Website Custom Audiences.

Tidak bisa disimpulkan sekarang apakah inovasi baru ini baik atau buruk. Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Akankah Conversion Rate Naik?

Dengan berasumsi user merasa nyaman menggunakan metode baru ini, tentunya akan didapatkan hasil conversion rate akan meningkat.

Tidak ada lagi pengalihan ke website eksternal. Tidak lagi membutuhkan waktu lama untuk menunggu landing page loading. Tidak lagi user diharuskan mengisi form selengkap mungkin.

Tentunya user akan menyukai ini.

Akankah biayanya naik?

Jika conversion rate naik, ads ini pastinya akan lebih banyak digunakan. Akhirnya, Facebook pasti akan memberi charge lebih untuk menggunakan Lead Ads.

Tentunya, biaya tambahan akan diterima bila biaya tersebut dapat ditukar dengan meningkatnya conversion rate.

Siapa yang Sudah Memilikinya?

Saat ini, Lead Ads masih diuji dan baru tersedia bagi grup kecil pengiklan di seluruh dunia. Sayangnya, belum jelas kapan ini akan diluncurkan secara resmi dan diperkenalkan ke seluruh dunia.

Bagi Anda para pengiklan, bersabarlah.

 

Baca Juga

5 Cara Efektif dalam Mendapatkan Email Konsumen bagi E-commerce Anda

Cara Meningkatkan Penjualan Toko Online Dengan Menurunkan Shopping Cart Abandonment Rate (Infografis)

Cara meningkatkan omzet toko online

 

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games