Practical help and advice for startups

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Login with Facebook Sign In with Twitter
Facebook vs Twitter
  • Dua social media ini, Facebook dan Twitter, memiliki pengguna yang cukup tinggi di Indonesia. Manakah yang lebih suka Anda gunakan untuk Bisnis Anda? Dan kenapa Anda memilihnya? Share donk pendapat Anda disini:)

    Salam
  • 42 Comments sorted by
  • Saya rasa tergantung kebutuhan bisnisnya. Twitter saat ini lebih baik menurut saya :)
  • gustafboy said:

    Saya rasa tergantung kebutuhan bisnisnya. Twitter saat ini lebih baik menurut saya :)



    nah justru itu, please sharing, kebutuhannya seperti apa sehingga memilih twitter? :)
  • Allow mas denny, kalo mo tanya boleh juga kan? Kadang klo selalu update product kita melalui socmed, fb/twitter justru malah bikin product qta cepet ditiru orang. Gimana cara mengurangi dampak itu y? kalo ga update ga ada penjualan juga..
  • @en_kawai, kl saya, ada sudut pandang dimana menurut saya itu bukan masalah. Why? Apple vs Samsung aja saling tuntut. Siapa yang meniru siapa....
    Intinya adalah semakin banyak orang tahu produk kita, jelas pasti akan ditiru. So solusinya adalah keep innovating :)

    Jadi kl saya ada di posisi kamu, i'll do it, the promotion, keep innovating, karena ditiru masih lebih baik daripada ga ada penjualan kan:) Dan satu lagi yaitu blm tentu competitor kita punya jaringan yang sama di social media, so pakai itu sebagai kelebihanmu.

    Contoh: di FellinShop.com, jualan cosmetic & beauty product. Berapa banyak online shop diluar sana yang menjual barang yg sama? Super banyak yang melakukan hal yang sama. Tetapi berapa banyak yang punya jaringan seperti FellinShop? :) 

    Hope it helps:)
  • Facebook dongg :p


    "Indonesia dengan mencapai peringkat ketiga di Asia untuk jumlah pengguna internet. Tercatat sebanyak 44,6 juta pengguna Facebook dan sebanyak 19,5 juta pengguna Twitter di Indonesia. "

    Tapi kalau ngomongin free marketing,  ujung2nya kan existing asset social media atau asset network / relationship kita yg bisa diakses ada di mana ..
  • Newbie izin berpendapat yah :D

    Dua duanya di pakai aza , cuma harus pilih mana yang akan kita fokuskan , yang primernya apa yang skundernya apa , kalo saya pribadi karena senengnya di facebook maka yang dijadikan primer facebook dan twitter di jadikan skunder. Keduanya punya potensi yang sama kalo tau ilmu pemakaiannya. Di keduanya baik itu twitter maupun facebook  udah banyak cerita suksesnya, yang penting Fokus.

    salam

    @IlmuwanSosmed





     
  • Untuk jangka pendek saya lebih suka menggunakan  facebook, karena menurut pengalaman saya kalau gambar yang kita post itu menarik otomatis costumer akan tertarik dari pertama kali melihat + fungsi tag cocok untuk ngeblash new product. Menurut saya facebook sangat cocok untuk mesaran vertikal. Kalau twitter saya melum terlalu jago menggunakannya.
  • dimas said:

    Untuk jangka pendek saya lebih suka menggunakan  facebook, karena menurut pengalaman saya kalau gambar yang kita post itu menarik otomatis costumer akan tertarik dari pertama kali melihat + fungsi tag cocok untuk ngeblash new product. Menurut saya facebook sangat cocok untuk mesaran vertikal. Kalau twitter saya melum terlalu jago menggunakannya.



    nah ini menarik. Gimana caranya foto bisa menarik customer sementara bagi pemula, biasanya belum banyak memiliki LIKES di pagenya?
  • Kalo menurut saya Facebook dan Twitter tu mempunyai target market yang berbeda. Walaupun fakta Pengguna Facebook lebih tinggi di Banding Twitter kita juga harus tau segment pasar yang ada di media social. Produk yang dijual juga berpengaruh dalam pemilihan penggunaan Facebook atau twitter. Kalau saya sih pake 2-2nya, tapi masih fokus di Twitter, Next Mau hajar abis-abisan pasar Facebook. 2-2 nya bisa dimaksimalin kok untuk up selling....
  • Gunakan ke2nya,masing2 memiliki kelebihan...
  • dimas said:

    Untuk jangka pendek saya lebih suka menggunakan  facebook, karena menurut pengalaman saya kalau gambar yang kita post itu menarik otomatis costumer akan tertarik dari pertama kali melihat + fungsi tag cocok untuk ngeblash new product. Menurut saya facebook sangat cocok untuk mesaran vertikal. Kalau twitter saya melum terlalu jago menggunakannya.



    nah ini menarik. Gimana caranya foto bisa menarik customer sementara bagi pemula, biasanya belum banyak memiliki LIKES di pagenya?


    Kalau dari pengalaman saya, berjualan sepatu yang model clasic yg lagi cukup booming, saya dalam menampilkan product tidak fulgar, maksudnya tidak semua produk kita publish supaya costumer penasaran so merekan akan kontak kita info lebih jelasnya. nah saat kontek2n kita berikan spesifikasi dan produk2 lebih jelas. jadi gambar di awal hanya sebagai pemancing, biasanya saya menggunakan beberapa produk terus difoto semenarik mungkin (exclusive)
  • @dimas, gimana strategynya untuk meningkatkan likesnya? kl foto etc kan untuk engagement dgn fans. Tp kl blm punya fans?
  • di coba dulu keduanya.
    bagaimana bisa memilih jika belum mengetahui ?
    saya sendiri memilih Facebook.
    karena  lebih mudah untuk memasarkan produk dan memperkenalkan produk melalui tiap post, tinggal menjaring para likers agar benar2 "menyukai" fanspage tersebut bukan melulu posting jualan, lebih baik di sharing sama tips atau artikel yang menarik..

    saya sendiri mencari likes dari teman, lalu posting di forum-forum besar dengan "trik" Hadiah Cendol ~,
    promosi hal gratis ke berbagai fanspage dengan tema yang sama, satu hari bisa 200 like lebih.. tergantung rajinnya atau engga. dan fanspage itu menarik atau tidak..
  • @Iqballe, lho iya, my question is, gimana cara menjaring likers nya?
  • Saya memilih Facebook, alasannya karena facebook yang lebih dahulu booming di Indonesia CMIIW sehingga orang Indonesia lebih familiar menggunakan facebook.
  • beberapa waktu lalu coba untuk salprom (saling promo) diantara pengguna twitter yang memiliki follower ratusan ribu, alhasil 10menit seltelah salprom diuji 100 kontak Pin BB masuk ke BB CS. hari kedua hampir sama kenaikan 300folower kita dapet 200an kontak BB. 10%nya tny via BB,2%nya target.

    kalau saya lihat antara twit or fb,memang tergantung dimana kita meletakkannya, antara primar dan sekunder. kalau primer di fb liker diarahkan ke follower,dan sebaliknya kalaupun itu perlu dilakukan. namun yang saya pelajari dari twitter baru2 ini. ketika akun baru dengan 0 follower terlalu susah untuk mendapat follower lebih cepat dan bnyak, kemungkina dengan twitfeed pasti tidak akan targeting, follower naik tp tanpa interaksi. 200follwer aktif,akan lebih agresif apabila satu kali dilakukan salprom. memang salprom sedikit harus kenal dengan para pemilik akun dengan ribuan follower.

    interaksi nya begini, kalau aku mention untuk salprom dengan akun motivasi,cinta,ramalan, kenanya pasti ABG labil, cuma tanya, atau malah ngajak kenalan, potensial buyer nya kecil, tp ketika mereka di mention untuk bantu promo produk kita mereka kebanyakan mau, tp perlu fikir2, AGB Labil temen2 nya juga ABG labil..alias ABG LABIL^2.

    Namun dengan twit diawali dengan hardsellingpun masih bisa masuk, beda dengan FB Fans Page (FP),ketika saya lakukan hardselling ternyata mental semua, gak ada like.cb untuk PPC is ok lah,banyak yg masuk ke FP. cb untuk CPM is ok juga, tp masih blm kena target market yang potensial.

    kesimpulan saya adalah tetap haus dengan twitter tetap lapar dengan facebook. CMIIW
  • Udah pada tau blm ya, ternyata ga semua facebook fans bisa liat setiap post yg kita posting..

    Ada fitur yg kayak membatasi jumlah fans yg liat postingan kita kecuali kalo kita bayar (agar bisa dilihat semua fans) CMIIW

    http://alwaysupward.com/blog/fb-fans-arent-seeing-your-posts-and-how-to-fix-it/

    *Back to topic*
    Kalo menurut saya fb dan twitter itu sepaket dan ga bisa dipisahin, Kalo buat hardselling sih saya cenderung ke facebook, selain simple juga cangkupannya lebih luas (contohnya, customer dpt lngsung melihat dialog antara customer lain dengan sang 'admin' yg nanya2 soal produk,dll dalam satu foto misalnya) beda dngan twitter yg sifatnya lebih personal. Facebook cenderung saya gunain sebagai "terminal' jadi untuk melihat semua detail yg berhubungan sama produk customer saya GIRING ke fb, main website lebih kearah ' show-off ' kesolid-an brand kita.. soalnya menurut pengalaman saya, kebanyakan customer yg masuk ke website kita itu ujung2nya transaksinya terjadi melalui BBM or SMS, dan sebelum itu mereka 'nge-check' sekali lagi ke facebook kita.

    NAH kalo untuk entertainment-nya saya lebih suka pake twitter, untuk daily photo, interaksi sama followers, freebies, sesekali update produk dll. setiap foto yg saya post di twitter juga saya kasih nama facebook entah itu dibagian bawah atau atas foto, seperti yg saya bilang tadi saya gunain fb buat 'terminal' hehee
    Untuk menjaga ke'intiman' kpd customer, saya selalu nulis ucapan terima kasih pake tulisan tangan saya sendiri (walaupun keseringan yg nulis bukan saya, hehe) dan ga lupa saya cantumin juga nama facebook. Jadi kira2 jalurnya seperti ini, BBM --> Twitter --> Facebook <-- Main Website.



  • @Iqballe, lho iya, my question is, gimana cara menjaring likers nya?



    Kalo saya dulu bikin 2 account facebook, yg satu personal type yg satu lagi fan page ( cuma skrg kayaknya susah untuk membuat account facebook baru selain pake nama sebenarnya) Jadi saya gunain account fb yg 'personal type' itu untuk add friends sebanyak mungkin... Orang yg saya add juga bukan random, melainkan fans2 dari brand yg satu 'type' dengan brand kita ( dan sayangnya lagi skrng facebook membatasi jumlah adding friends setiap harinya ). Well, setelah dpt banyak friends (calon customer) saya 'giring' mereka untuk men-like akun fan page kita, salah satunya dengan cara men-'share' produk2 dari akun fanpage atau men-'tag' setiap friends lewat foto2 produk.
    Dan kurang lebih beberapa bulan setelah jumlah likers pada fan page sudah melebihi friends pada personal fb, saya delete deh tuh account personal untuk lebih memfokuskan updating pada fan page :D

    *maaf kalo kata2nnya berantakan :P
  • Alva said:

     Jadi kira2 jalurnya seperti ini, BBM --> Twitter --> Facebook <-- Main Website.





    koq agak aneh ya alur ini? 
    especially yang main website --> Facebook. Emang main website dapet traffic dari mana? koq dari main website dibawa ke fb?
  • Alva said:

     Well, setelah dpt banyak friends (calon customer) saya 'giring' mereka untuk men-like akun fan page kita, salah satunya dengan cara men-'share' produk2 dari akun fanpage atau men-'tag' setiap friends lewat foto2 produk. 

    Dan kurang lebih beberapa bulan setelah jumlah likers pada fan page sudah melebihi friends pada personal fb, saya delete deh tuh account personal untuk lebih memfokuskan updating pada fan page :D

    *maaf kalo kata2nnya berantakan :P


    wah ini kan jadi spamming donk kl nge tag foto2 produk gitu. Jadi interruption marketing lagi, bukan engagement donk
    Thanked by 1chandraiman

  • Alva said:

    @Iqballe, lho iya, my question is, gimana cara menjaring likers nya?



    Kalo saya dulu bikin 2 account facebook, yg satu personal type yg satu lagi fan page ( cuma skrg kayaknya susah untuk membuat account facebook baru selain pake nama sebenarnya) Jadi saya gunain account fb yg 'personal type' itu untuk add friends sebanyak mungkin... Orang yg saya add juga bukan random, melainkan fans2 dari brand yg satu 'type' dengan brand kita ( dan sayangnya lagi skrng facebook membatasi jumlah adding friends setiap harinya ). Well, setelah dpt banyak friends (calon customer) saya 'giring' mereka untuk men-like akun fan page kita, salah satunya dengan cara men-'share' produk2 dari akun fanpage atau men-'tag' setiap friends lewat foto2 produk.
    Dan kurang lebih beberapa bulan setelah jumlah likers pada fan page sudah melebihi friends pada personal fb, saya delete deh tuh account personal untuk lebih memfokuskan updating pada fan page :D

    *maaf kalo kata2nnya berantakan :P


    Kalo saya ada yang tiba-tiba tag tanpa permisi dan itu bukan teman dekat biasanya saya remove karena saya anggap kurang sopan, apalagi jika foto tersebut tidak ada hubungannya dengan saya :)
  • Kalo saya ada yang tiba-tiba tag tanpa permisi dan itu bukan teman dekat biasanya saya remove karena saya anggap kurang sopan, apalagi jika foto tersebut tidak ada hubungannya dengan saya :)



    nah agree with this, biasanya emang langsung aku untag dan unfriend :D 
  • dimas said:

    Untuk jangka pendek saya lebih suka menggunakan  facebook, karena menurut pengalaman saya kalau gambar yang kita post itu menarik otomatis costumer akan tertarik dari pertama kali melihat + fungsi tag cocok untuk ngeblash new product. Menurut saya facebook sangat cocok untuk mesaran vertikal. Kalau twitter saya melum terlalu jago menggunakannya.



    nah ini menarik. Gimana caranya foto bisa menarik customer sementara bagi pemula, biasanya belum banyak memiliki LIKES di pagenya?



    nah ini kasus saya beda, saya tidak membuat brand sendiri untuk jangaka panjang. saya hanya reseller untuk penjualan jangka pendek. dan saya jualan2 hanya lewat akun pribadi(FB)+grup fb. jadi untuk masalah mendapatkan likes pag banyak saya belum punya resepnya :)
  • dimas said:

    dimas said:

    nah ini kasus saya beda, saya tidak membuat brand sendiri untuk jangaka panjang. saya hanya reseller untuk penjualan jangka pendek. dan saya jualan2 hanya lewat akun pribadi(FB)+grup fb. jadi untuk masalah mendapatkan likes pag banyak saya belum punya resepnya :) 



    kl gitu, coba kita bahas sudut pandang berikutnya, gimana cara scale businessnya? :)
  • sharing dengan beberapa IMers. untuk mengambil like facebook
    1. buat 10-30 akun facebook. awal buat 5 akun dengan profile yang lengkap, foto fake biasanya.
    2. tiap akun profile mencari friends dari fans page yang satu tema, misal kita mau nembak untuk jualan jilbab, maka kita nyari friends di page/group hijabers.

    per akun harus mendapatkan 5000friends, dengan sistem rolling, perhari add friends 15org X 5akun. Begitu seterusnya. hingga puluhan akun profile.

    3. ketika akun fake sdh mendapat 5000friends mereka mention dan add ke FP utama.

    kelemahan sistem ini capek pastinya, tiap hari bikin akun profile dan add friends satu2. namun fenomena ini byk terjadi juga. bukan hanya satu-dua orng yang menggunakan. merea hiring orng untuk add friends di puluah akun profile.

    kelebihan target nya lebih kena, karena dgn PPC pun byk orang hanya iseng dan cuma galau2an doank yang masuk,bukan potential buyer.
  • kalau mau meningkatkan jumlah like di FB mending keluar modal dikit, pasang FB ads arahkan ke LP web atau fanspage tetapi visitor harus "like" untuk melihat isi content.

    bisa juga menggunakan model Gift, misal promo : dapatkan gratis 1 buah baju batik seharga 500rb, syarat like and share blog ini :)

  • ronron said:

    kalau mau meningkatkan jumlah like di FB mending keluar modal dikit, pasang FB ads arahkan ke LP web atau fanspage tetapi visitor harus "like" untuk melihat isi content.

    bisa juga menggunakan model Gift, misal promo : dapatkan gratis 1 buah baju batik seharga 500rb, syarat like and share blog ini :)



    Waduh,kalo 1 like modal 1buah baju batik seharga 500rb gede juga modalnya,hehehee :)
  • ya tidak begitu lah :D .... hadiah di undi entah kapan mengundinya he he he
  • Baca diskusinya jd tambah ilmu apa tambah pening ya hehe, krn blum ketemu jawabannya
    gimana cara memasarkan lewat fb dan twitter dan bisa dpt ribuan bahkan jutaan like ma follower


  • Baca diskusinya jd tambah ilmu apa tambah pening ya hehe, krn blum ketemu jawabannya
    gimana cara memasarkan lewat fb dan twitter dan bisa dpt ribuan bahkan jutaan like ma follower




    bukannya simple aja, punya budget ga? Kl punya budget bisa cara cepet pake ads, kl ga punya budget, bisa pake cara2 yg dibagiin temen2 di atas kan. 
  • sharing dengan beberapa IMers. untuk mengambil like facebook
    1. buat 10-30 akun facebook. awal buat 5 akun dengan profile yang lengkap, foto fake biasanya.
    2. tiap akun profile mencari friends dari fans page yang satu tema, misal kita mau nembak untuk jualan jilbab, maka kita nyari friends di page/group hijabers.

    per akun harus mendapatkan 5000friends, dengan sistem rolling, perhari add friends 15org X 5akun. Begitu seterusnya. hingga puluhan akun profile.

    3. ketika akun fake sdh mendapat 5000friends mereka mention dan add ke FP utama.

    kelemahan sistem ini capek pastinya, tiap hari bikin akun profile dan add friends satu2. namun fenomena ini byk terjadi juga. bukan hanya satu-dua orng yang menggunakan. merea hiring orng untuk add friends di puluah akun profile.

    kelebihan target nya lebih kena, karena dgn PPC pun byk orang hanya iseng dan cuma galau2an doank yang masuk,bukan potential buyer.

    This is exactly what I mean.
    Cuma facebook saat ini sdh susah kayaknya, mulai dari limit adding friends, etc.
  • Kalo saya ada yang tiba-tiba tag tanpa permisi dan itu bukan teman dekat biasanya saya remove karena saya anggap kurang sopan, apalagi jika foto tersebut tidak ada hubungannya dengan saya :)



    nah agree with this, biasanya emang langsung aku untag dan unfriend :D 


    Hehee emng itu salah satu resikonya, cuma kalo emng produk yg kita tawarkan di butuhkan/dicari (menarik) at least dia nge-like fan page walaupun kita di unfriend :)

    Sebenernya sih intinya di produk.. kalo produk kita OK 'fans' juga dateng sendiri :P
  • Alva said:

    sharing dengan beberapa IMers. untuk mengambil like facebook
    1. buat 10-30 akun facebook. awal buat 5 akun dengan profile yang lengkap, foto fake biasanya.
    2. tiap akun profile mencari friends dari fans page yang satu tema, misal kita mau nembak untuk jualan jilbab, maka kita nyari friends di page/group hijabers.

    per akun harus mendapatkan 5000friends, dengan sistem rolling, perhari add friends 15org X 5akun. Begitu seterusnya. hingga puluhan akun profile.

    3. ketika akun fake sdh mendapat 5000friends mereka mention dan add ke FP utama.

    kelemahan sistem ini capek pastinya, tiap hari bikin akun profile dan add friends satu2. namun fenomena ini byk terjadi juga. bukan hanya satu-dua orng yang menggunakan. merea hiring orng untuk add friends di puluah akun profile.

    kelebihan target nya lebih kena, karena dgn PPC pun byk orang hanya iseng dan cuma galau2an doank yang masuk,bukan potential buyer.

    This is exactly what I mean.
    Cuma facebook saat ini sdh susah kayaknya, mulai dari limit adding friends, etc.


    untuk mengatasi limit adding friends, kita loncat2 per akun, misal 10 akun kita buat, hari senin add 15 friends pada akun A,hari Selasa add 15 friends pada akun B, begitu seterusnya
  • gokil hahaa
  • sharing dengan beberapa IMers. untuk mengambil like facebook
    1. buat 10-30 akun facebook. awal buat 5 akun dengan profile yang lengkap, foto fake biasanya.
    2. tiap akun profile mencari friends dari fans page yang satu tema, misal kita mau nembak untuk jualan jilbab, maka kita nyari friends di page/group hijabers.

    per akun harus mendapatkan 5000friends, dengan sistem rolling, perhari add friends 15org X 5akun. Begitu seterusnya. hingga puluhan akun profile.

    3. ketika akun fake sdh mendapat 5000friends mereka mention dan add ke FP utama.

    kelemahan sistem ini capek pastinya, tiap hari bikin akun profile dan add friends satu2. namun fenomena ini byk terjadi juga. bukan hanya satu-dua orng yang menggunakan. merea hiring orng untuk add friends di puluah akun profile.

    kelebihan target nya lebih kena, karena dgn PPC pun byk orang hanya iseng dan cuma galau2an doank yang masuk,bukan potential buyer.



    Kok saya ga asing dengan cara blackhat seperti ini ya. Mungkin bukan beberapa IMers, tapi dari satu sumber yang di ikuti oleh beberapa pelaku Internet Marketing. Maaf kalau salah. :)
  • kalau detail nya mungkin byk di share di ads-id.com atau JISP
    namun dari situ ada + dan - nya. CMIIW
  • dua duanya bagus untuk mempromosikan produk anda. tetapi cara mempromosikan produk di FB dan twitter itu berbeda. yang penting berapa jumlah audience yang ada dalam sosmed tersebut, jika follower anda di twitter lebih banyak dari pada jumlah teman di facebook, berarti twitter lebih berpeluang besar, dan bukan berarti anda harus meninggalkan facebook, gak ada salahnya mencoba dua duanya, dan tetep gratis.

  • dua duanya bagus untuk mempromosikan produk anda. tetapi cara mempromosikan produk di FB dan twitter itu berbeda. yang penting berapa jumlah audience yang ada dalam sosmed tersebut, jika follower anda di twitter lebih banyak dari pada jumlah teman di facebook, berarti twitter lebih berpeluang besar, dan bukan berarti anda harus meninggalkan facebook, gak ada salahnya mencoba dua duanya, dan tetep gratis.



    Kl di facebook kurang banyak, ya berarti butuh strategy lebih untuk meningkatkannya, bukan berarti peluang lebih besar :)
    Thanked by 1AndhikaWijaya
  • facebook & twitter dua-duanya saya pakai sih buat engage sama konsumen, tapi ujung-ujungnya saya arahin ke web. hehe :D
  • ronron said:

    kalau mau meningkatkan jumlah like di FB mending keluar modal dikit, pasang FB ads arahkan ke LP web atau fanspage tetapi visitor harus "like" untuk melihat isi content.

    bisa juga menggunakan model Gift, misal promo : dapatkan gratis 1 buah baju batik seharga 500rb, syarat like and share blog ini :)



    ok juga promo begitu untuk menambah like. fyi, dengan facebookAds dan anggaran 100ribu/hari anda bisa dapat mendapatkan 100likes/hari.. jadi kalau dengan hadiah batik 500ribu, targetnya harus dapat minimal 500like atau lebih..

    yang juga penting adalah memaintenance community-nya,  kalau dilike pakai steroid dan misalnya yg nge-like ada 10ribu tapi konten yang diberikan ga menarik ya ga maksimal itu namanya
  • untuk sekarang saya sendiri memakai cara promo yang dilakukan oleh komunitas musik indie (karena market saya mereka juga).
    Untuk twitter, cara saya adalah me-mention followers2 band indie untuk memfollow balik akun brand saya. Mungkin terdengar nyepam, namun saya menyelipkan introduce singkat lalu yang paling penting menyelipkan sebuah info event konser band indie di tiap mention. Yang jadi bahayanya adalah kita juga harus tau info2 tentang event itu, jika ada yang bertanya. Memang usahanya harus memention ribuan orang kalo mau punya ribuan followers. Untuk konten di twitter sendiri saya masih mencari2 tiap harinya karena pada dasarnya saya masih baru di dunia musik indie x)
    Untuk facebook, saya mendapatkan masukan dari sebuah band indie. Band indie itu punya 6 personil dan semuanya dijadikan admin fanpage. Jadi semua admin itu diwajibkan me-invite semua friendsnya di facebook hasilnya mereka hampir mempunyai likers sejumlah seribu. Lumayan.
    Karena saya seorang diri mengurus sebuah fanpage, jadi yang saya lakukan adalah merayu seorang teman untuk menjadi admin sehari dan online di laptop saya. Dan setelah itu saya invite semua temennya. Setelah itu kita hapus x) Resikonya sendiri dapet feedback yang beragam dan kadang bisa menimbulkan salah paham.

    Bedanya Twitter dan Facebook adalah mencari market yang pas. Twitter sangat gampang, dalam kasus saya, saya cuma membuka follower list sebuah band indie karena para follower ini termasuk dalam komunitas. Sedangkan facebook tergantung pada friendsnya, kita gak tau ini termasuk komunitas apa enggak. Kita juga hampir tidak bisa introduce brand kita bergerak kemana. Jadi bingung ngasi konten yang cocok buat para likers.

    Sekian sharing mudahan bermanfaat. Lagian saya juga butuh saran x)
  • oh iya. Buat twitter dan facebook waktu yang pas saat kita membagikan konten/promo itu sekitar jam berapa? Terimakasih :)