Practical help and advice for startups

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Login with Facebook Sign In with Twitter
Usia 25th, Bekerja vs Passion? Share Pendapatmu!
  • Guys,

    ketika usia sudah menginjak 25th, manakah yang kamu pilih antara Bekerja ikut orang, dengan gaji stabil,
    atau mengejar passion/hobby mu tetapi belum tentu menghasilkan duit?

    Share pendapatmu disini....
    Thanked by 1aliasjojoz
  • 38 Comments sorted by
  • Saya 25 tahun, pengalaman kerja baru 1 tahun, dan ini pun berpindah2 perusahaan, ada rasa tidak nyaman bekerja disuruh orang lain.
    sekarang ini lagi mencoba mencari passion :D
  • Kalo saya mending berbisnis, karena menajamkan keahlian dan naluri berbisnis juga butuh waktu dan itu bukan waktu yang relatif singkat. Mungkin pada awalnya akan terlihat lebih 'susah' dari orang yang menerima gaji setiap bulannya, bahkan di tahun-tahun awal membangun bisnis kemungkinan besar kita justru merugi dan seperti 'tanpa hasil' ditengah orang lain yang sibuk beli gadget baru dari hasil gaji mereka. Tapi jika seorang pebisnis telah menemukan jalannya, naah...bersiaplah memetik buah manisnya :D
  • Perlu ada 1 variabel pertimbangan lagi : jumlah tanggungan. (mis.orang tua, istri/suami, anak)
  • ketika umur 25 saya masih bekerja dengan orang lain sambil mengejar passion menjadi seorang dosen

    Sekarang masih menjalani passion dan bekerja pada orang lain sambil ada usaha sendiri juga :)

    Passion menjadi poin penting karena itu membuat saya bersemangat tiada henti 
  • gini bro,
    menurut gw, 
    dia berumur 25thn, alangkah nya baiknya mengejar passion, tapi juga sambil berjuang keras , meskipun dia juga harus bersiap2 mental dalam menghadapi resiko2 yang terjadi.

    tapi gw berpikir sih,
    lebih baik bekerja dulu 1 atau 2 tahun di sebuah perusahaan / startup, 
    setelah kita telah mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman di sana , baru lah kita melangkah ke dunia passion kita.

    oy, gw share ahh ke galauan gw haaaa...
    tahun ini gw punya di lema karena
    tahun depan gw berumur 22 thn dan sudah bersiap untuk melangkah dalam pemilihan yang sulit yakni
    melanjutkan pekerjaan di kantor yang saya sudah huni selama kurang lebih 1 setengah tahun atau mengejar passion dalam hal ini create startup ? ... 
    bingung dalam mengambil keputusan ? ...


  • Menurut saya sudah pasti passion. Karena pekerjaan yang dilakukan dengan passion biasa akan lebih baik daripada pekerjaan yang bukan passion kita. Tapi jika memang tidak ada pilihan tentu saja kita harus mencoba menyukai pekerjaan yang kita lakukan itu.

    Banyak orang yang berhasil dalam bisnis karena mengikuti apa passion mereka. Melalui bakat mereka masing-masing. Contoh Steve Jobs, Marc Zuckenberg, dll

    Gimana menurut pendapat kalian?
  • bekerja dengan perintah orang lain kayak menerima pesanan orang lain gitu ya? Kayaknya gak cocok sama saya yang model begitu. Kadang sama yang dijadikan partner pun sangat sulit untuk menyatukan ide, karena gak mau kalah. Jadi lebih cocok untuk mengejar passion :)
  • Jadi ampibi juga boleh... Ikut orang sekalian ngejar passion.. kalo passion udah menjanjikan ya seriusin.. thats the WIN-WIN SOLUTION, i think..
  • Sekarang sih ( usia 22 tahun) udah 1 tahun kerja ngikut orang ngembangin startup, sekarang dapet 1 kesempatan lagi ngembangin startup ide orang lain. Harapannya sih di usia 25 tahun udah cukup punya pengalaman dan uang untuk ngembangin sesuatu dari passion sendiri :D
  • Memang passion adalah idealnya, tapi klo tidak ada duitnya? 
  • Di usia muda, apapun pilihannya bekerja ataupun berbisnis, pastikan memiliki mentor.

    Mentor yang bisa menjadi pemandu kita agar cepat sukses menjalani karir/bisnis, yang bisa menjadi penasehat terbaik dalam pengambilan keputusan.
    Thanked by 1AndhikaWijaya
  • umur 25.. masih kerja sama orang..
    punya passion dibidang kosmetik sama fashio. salon atau spa..
    mau mulai wujudin.. modal blm cukup sama blm sempat waktunya.
  • darwina said:

    umur 25.. masih kerja sama orang..
    punya passion dibidang kosmetik sama fashio. salon atau spa..
    mau mulai wujudin.. modal blm cukup sama blm sempat waktunya.



    mau buat salon gitu maksudnya?
  • Di umur 25, menurut saya lebih baik tetap bekerja dahulu dan menimba lebih banyak pengalaman, yang paling penting bukan hanya pengalaman disuruh-suruh orang, namun pengalaman untuk memimpin tim. Maka dari itu rekomendasi saya di umur 25 at least sudah menjadi supervisor/manager dimana kita memiliki anak buah. 

    Ini cikal bakal yang sangat penting apabila di kemudian hari ingin berbisnis dan apabila bisnisnya ingin discale up dimana kita akan mulai hiring anak buah dan bukan hanya bisnis 1 orang lagi.

    Memulai usaha sangatlah susah dan kalau hanya bermodal passion menurut saya belum cukup, harus gesit, tekun, jago baca market dan terakhir bisa nge-lead tim (ini yang terpenting). Meskipun itu semua sudah kita miliki kemungkinan gagal pun tetap ada, dan kalau sudah gagal dan jatuh, bangunnya lagi tidak mudah. 

    Jadi meskipun mempunyai bisnis kelihatannya keren dan berpotensi, menurut saya di umur 25, lebih baik kita tetap memilih jalan yang lebih aman yaitu bekerja dengan orang terlebih dahulu sampai kita siap terjun ke dunia enterpreneur.

    Just my 2 cents.

  • Yang penting usaha/perusahaan itu berguna untuk orang banyak / konsumen dan usaha membuat karyawan yang berkembang... walaupun tidak ada / belum untung buat ownernya, Tetap ikuti Passion (y) waktu sangat berharga...
  • saya mau kerja dulu buat nambah ilmu manajemen bisnisnya mas. kebetulan bisnis udah belajar dari jaman awal kuliah. sembari kerja nambah kenalan lg buat nanti bisa jadi partner tambahan modal buat skala usaha yang lebih besar
  • KAlo menurut ku sih passion, tapi kalo bisa berjalan bareng seiringan. Kenapa tidak?
    Saya bekerja ikut orang tapi saya juga tetap masih menekuni passion saya jadi pelatih basket amatiran.
    Mendapat bos yg enak menjadi kunci nih, malah passion saya udah dapetin beberapa prestasi lumayan ukuran proponsi.
  • Bekerja sembari mencari passion, soalnya umur 25 pengen udah nikah ni hhehe nikah muda,
  • Waktu usia 25 saya masih kerja sama orang, cari pengalaman dan tentunya modal. Setelah dirasa pengalaman sudah cukup, walaupun modal blm cukup saya beranikan diri untuk resign dari perkerjaan dan menekuni usaha sendiri. Ternyata usaha sendiri justru banyak memberikan pengalaman2 yang luar biasa, karena tiap hari selalu memberikan tantangan yang harus bisa kita pecahkan sendiri. Sangat berbeda saat bekerja ikut orang, tiap hari hanya rutinitas saja..
  • wah .... kebetulan usia saya kemarin baru aja 25 tahun ... pertanyaan ini sesuai banget buat kondisi saya saat ini ... dulu sebelum saya di usia ini , saya sering sekali berpindah2 kerjaan dan akhirnya sadar klo ternyta passion saya ga disana dan akhirnya sejak 2011, saya memutuskan untuk berbisnis sampai sekarang dan tepat di desember akhir kmrn usia saya genap 25 tahun

  • Bekerja itu harus sesuai dgn PASSION. Jika bekerja tanpa passion hanya akan menghasilkan hal yg sia2. bekerja tanpa passion sama halnya bekerja dgn keterpaksaan. Mau jadi pebisnis ataupun karyawan, bagi saya pastikan dengan passion kita. jangan sampai kita tidak menjadi karyawan terbaik dan juga tidak mnjadi pebisnis terbaik. Jika kita tidak bisa mnjadi pebisnis trbaik, jadilah karyawan terbaik. Dan jika kita tidak bisa menjadi karyawan terbaik, jadilah pebisnis terbaik. :)
  • Hai hai..

    Sebagai Psikolog pendidikan yang udah ratusan kali melakukan tes minat bakat baik remaja dan dewasa (krn banyak yg galau ga cocok sm karirnya), Entrepreneur rumahan (krn aku kerja di rumah), dan kebetulan umurnya 25 tahun juga aku angkat bicara ya..

    Kalo menurutku nih... kerja ikut orang bukan berarti lho kita kerja ga sesuai passion. Sejujurnya nih aku ga terlalu suka dengan perkataan Kiyosaki yg menganggap menjadi Employee itu rendah bgt (ada di kuadran paling rendah). Padahal ada beberapa karir sesuai passion yg memang hanya bisa dilakukan kalau kita jadi Employee atau Self Employee seperti jadi tentara, dosen, hakim, peneliti, dokter, dan lain sebagainya. Kalo semua orang jadi entrepreneur siapa yang bantu tangkep maling kalo rumah kita kemalingan? Siapa yg bantu istri melahirkan? Siapa yang ngajarin anak2 di sekolah/kampus supaya kita pinter kalo semua jd entrepreneur? :D

    Dari pengalaman aku melakukan tes minat bakat online di biro Psikologiku sama temen2 di www.schoola.me , sering banget kita kedapetan klien orang dewasa usia di atas 20an yang merasa ga cocok dengan karirnya dan ingin berbisnis. To tell the truth, not everyone fit to be an entrepreneur. Sering lho kita menemukan justru minat dan bakatnya sudah cocok dengan karirnya saat ini -being an outstanding office professional- hanya saja lingkungan kerjanya kurang tepat jadi ada ketidakpuasan dari segi penghasilan, aktualisasi diri, security, dan lain sebagainya.

    Akhirnya kita sarankan kalau dia mau bisnis ya berarti harus cari partner untuk menutupi kekurangannya, karena dia tidak bisa kalau berbisnis sendirian. Sebagai psikolog kita pengen memberikan saran yang terbaik berdasarkan minat, bakat dan kekuatannya juga.. karena tujuan kita adalah supaya klien lebih sejahtera, bukan sebaliknya.

    PS: Kalau mau cek apakah temen2 cocok jadi entrepreneur silakan isi kuesioner minat-kepribadian yang ada di web pribadiku di

    http://www.entrepreneurrumahan.com/kuesioner-minat/


    bila salah satu dari tiga tipe dominan teman-teman adalah Entreprising, silakan buat business plan dan ACTION :) Kalo bukan, berarti mungkin jalan teman-teman bukan di entrepreneurship -ato kalau mau, harus cari partner yang punya  tipe entrepreneur yang bisa dipercaya- .Faktanya kebanyakan karir yang NOBLE justru bukan menjadi entrepreneur lho (inget cita-cita keren masa kecil kita.. Jadi tentara, guru, pilot, dokter,astronot, ilmuwan.. hampir semuanya itu bertipe employee atau self employee)

    So, dibanding pusing2 buat target 25 tahun jadi entrepreneur.. Lebih baik kita berkarir dengan maksimalkan minat dan bakat kita :) (it could be entrepreneur, employee, self employee)

    Semoga sukses!
  • Salam kenal semuanya..

    Kebetulan tahun 2013 ini saya masih berumur 25 tahun. Bekerja sebagai pegawai dari umur 21. Dan sekarang Alhamdulillah sudah punya bisnis sendiri yang didirikan dan dioperasionalkan bareng partner atau teman dekat. 

    Walaupun banyak halangan khususnya dari orang-orang terdekat (orang tua, saudara, keluarga), tapi sampai detik ini, saya masih terus jalankan bisnis ini. 

    Kalo menurut saya, apapun yang dilakukan di dunia ini, yg penting sesuai dengan passion. Kalo passion nya memang sebagai pekerja/karyawan, its ok. Kalo jadi pengusaha pun gak masalah. 

    Toh gak semua orang juga mampu menjadi kedua2 nya. dan dua bidang pekerjaan tersebut saling melengkapi. 


  • Pak Denny and All,

    Ikutan ya... Insting, mental, stamina dan feel bisnis sebaiknya dimulai dari dini. Setelah itu bisa move to next step. Tidak mendapatkan uang pada awalnya, tapi bisa survive dan mempertajam insting untuk tidak terjebak dan mencoba lagi adalah esensi penting. Di luar itu, kecepatan belajar, beradaptasi, dan pivoting tentunya sangat menentukan juga.

    Regards,

    Feris
    Thanked by 1AndhikaWijaya
  • ditanadia said:

    Dari pengalaman aku melakukan tes minat bakat online di biro Psikologiku sama temen2 di www.schoola.me , sering banget kita kedapetan klien orang dewasa usia di atas 20an yang merasa ga cocok dengan karirnya dan ingin berbisnis. To tell the truth, not everyone fit to be an entrepreneur. Sering lho kita menemukan justru minat dan bakatnya sudah cocok dengan karirnya saat ini -being an outstanding office professional- hanya saja lingkungan kerjanya kurang tepat jadi ada ketidakpuasan dari segi penghasilan, aktualisasi diri, security, dan lain sebagainya



    Setuju, terutama dari mental. Banyak yang suka ikut tren, tapi tidak bersedia atau tidak mampu "membayar ongkos belajar" di bisnis

    Regards,

    Feris
  • Welcome pak @FerisThia to forum StartupBisnis.com! :D
    Eh apa aku yang baru ngeliat ya? :p
  • kebetulan ukut yaa...menurut aku yaa...jadi pengusaha dan jadi karyawan apa salahnya. aku melakukan pada umurku sekarang. kok bisa betul tak ada buruknya jadi karyawan kok kita terima gaji tiap bulan, gratis kesehatan, gratis jamsostek, gratis pajak,mudah bikin aplikasi kredit, masih banyak kebaikanya kok dari pada kita mikir buruknya, asal semua kita lakukan secara profesionak dan dengan tulus tentunya cocok atau tidak itu tergantung dari minat minat itu terbentuk dari apa yang cenderung kita pikir nah kita harus bisa berubah sesuai dimana tanah kita berpijak. nah jadi pengusahaan jiga enak kita dapat membuat hidup kita berguna bagi orang banyak terutama karyawan kita. dan kita ndak ada yang merintah dan banyak lagi. pikirkan baiknya sehingga kita dapat melangkah dengan semangat meski jalan itu terjal. ya karyawan buat senjata tambahan atau sebaliknya usaha kita sebagai safety dari kondisi yang tidak setabil sebagai karyawan. ya semua bisa di sinergikan.

  • kebetulan ukut yaa...menurut aku yaa...jadi pengusaha dan jadi karyawan apa salahnya. aku melakukan pada umurku sekarang. kok bisa betul tak ada buruknya jadi karyawan kok kita terima gaji tiap bulan, gratis kesehatan, gratis jamsostek, gratis pajak,mudah bikin aplikasi kredit, masih banyak kebaikanya kok dari pada kita mikir buruknya, asal semua kita lakukan secara profesionak dan dengan tulus tentunya cocok atau tidak itu tergantung dari minat minat itu terbentuk dari apa yang cenderung kita pikir nah kita harus bisa berubah sesuai dimana tanah kita berpijak. nah jadi pengusahaan jiga enak kita dapat membuat hidup kita berguna bagi orang banyak terutama karyawan kita. dan kita ndak ada yang merintah dan banyak lagi. pikirkan baiknya sehingga kita dapat melangkah dengan semangat meski jalan itu terjal. ya karyawan buat senjata tambahan atau sebaliknya usaha kita sebagai safety dari kondisi yang tidak setabil sebagai karyawan. ya semua bisa di sinergikan.



    Mas, ini out of konteks, pertanyaannya, ketika umur 25th, mana yang mau km pilih? Passion? atau Kerja ikut orang? Kalau bilang 'semua baik, semua bisa disinergikan', maka diskusi ini akan berhenti karena emang semua hal adalah baik. Please stick to the topic, what's your opinion about the question, thx:)

  • selagi muda mungkin bisa mengejar passion. membangun sistem untuk kedepan apa lagi diwariskan,wah cita-cita bgt deh pokok nya.

    tp tidak ada salahnya bila harus kerja dulu,mungkin bisa mengambil pengalaman di tempat kerja.kemudian baru di selaraskan dengan passion kita
  • Mas, ini out of konteks, pertanyaannya, ketika umur 25th, mana yang mau km pilih? Passion? atau Kerja ikut orang? Kalau bilang 'semua baik, semua bisa disinergikan', makadiskusi ini akan berhenti karena emang semua hal adalah baik. Please stick to the topic, what's your opinion about the question, thx:)
    Maaf mas...yaa...ini yang saya alami soalnya dulunya saya juga berfikir ndak enak jadi karyawan, tapi sekarang menurut saya lo yaa...ini...kok enak ya jd karyawan. Dan enak juga kok jd pengusaha bisa buka lapangan kerja buat orang lain. Nah saya berfikir gimana di sinerjikan gt boz...ya jd karyawan buat aktualisasi ijasah yang kita tempuh dengan mahal, nah setelah melangkah keluar pagar perusahaan ya ikut passion buat tetep aktualisasi imajinasi yang liar hee...

    h
  • Guys,


    ketika usia sudah menginjak 25th, manakah yang kamu pilih antara Bekerja ikut orang, dengan gaji stabil,
    atau mengejar passion/hobby mu tetapi belum tentu menghasilkan duit?

    Share pendapatmu disini....


    Cari pengalaman kerja di corporate, belajar ilmu sebanyak2nya sambil ngumpulin modal, terus lanjut usaha sesuai passionnya. 

    Berapa lama mau kerja sama org sampai akhirnya kita ikutin passion kita? Balik lagi semua tergantung kita yg menjalankan, apakah sudah siap untuk memutuskan keluar dari comfort zone atau tidak. Kalau pendapat saya 25 taun terlalu cepat, yang pas itu kira2 28-29, udah lebih mature soalnya :) 
  • Berangkat dari pengalaman saya pribadi. Ketika usia sudah menginjak 25 tahun, saya memilih mengejar passion saya menjadi seorang entrepreneur. Passion ini sudah saya tetapkan sejak umur 23 tahun setelah membaca 'The Cash Flow Quadrant'-nya Robert T. Kiyosaki. Ijazah saya bertitle Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor saya simpan rapi dan mulai mengejar passion saya dengan modal nol Rupiah. 

    Sadar diri tidak memiliki modal (uang) yang cukup untuk berbisnis maka saya mulai menjajakan ide saya kepada para pemilik modal. Singkat cerita, ada seseorang yang tertarik dengan ide bisnis saya dan bersedia bekerjasama untuk sebuah proyek bisnis senilai Rp. 200 juta. Inilah awal karir saya di dunia wirausaha. Modal passion yang kuat untuk menjadi entrepreneur sukses membuat saya terus belajar dan bergerak mencari beragam cara di tengah keterbatasan modal (uang). Bagi saya, passion adalah modal pertama dan utama dalam bergerak. Soal duit pada akhirnya pasti juga akan mengikuti. Always passionate, money will follow...
  • dulu di umur 22 diakhir kuliah saya memulai kerja dengan orang di EO dan di Restoran jepang as marketing & desain grafis, ada perang batin ketia itu, ketidaknyamanan ketika berkreasi ttp dicut oleh atas.

    sekarang umur 23 sampai saat ini (25 tahun) saya memilih u/ menjadi entrepreneur ,dan masih menikmatinya :) walau meliat teman2 saya yang seumuran rata2 kariernya melejit, tapi passion saya tetap disini. 
  • Nice, saya sih udah terlanjur nyebur ke entrepreneurship since masih kuliah, sekitar umur 21 th, ya udah, ga mungkin keluar lagi:) Risk waktu masuk kemarin masih super low karena ga ada tanggung jawab family, blm berkeluarga. Jadi mikirnya lebih enteng:)
  • Tahun ini saya berusia 22 tahun, sudah berpengalaman kerja di 2 perusahaan selama lebih dari 3 tahu. Beberapa bulan lalu nekat keluar kantor untuk fokus dibisnis.

    Kenapa nekat? Karena penghasilan dari bisnis ini belum melebihi gaji di kantor lama, bahkan belum bisa menutupi kebutuhan dan tagihan.

    Tapi saya lebih suka bisnis sendiri dan ini sesuai passion saya. Saya menikmatinya :)

    Jadi seharusnya umur 25 saya tetap menikmati passion ini.

    Dan kalo umur 25 belum sukses sih kelewatan :p
  • memang semua orang punya hak atas hidupnya. bagi saya, saya ingin memiliki hidup yang 'dahsyat', oleh karena itu saya harus melakukan hal yang 'dahsyat' pula. intinya saya ingin bisa 'menikmati' hidup saya. saya cinta hidup saya, saya cinta segala hal yang saya lakukan untuk kedahsyatan hidup saya. Ketika kita melakukan sesuatu atas dasar cinta, misalnya hobi, maka hal indah lain akan datang dengan sendirinya. jika kita lebih serius, maka dengan passion yang kita punya, kita akan mendapatkan hal-hal HEBAT, dibandingkan jika kita berjalan layaknya air, ikut bekerja dengan orang lain.

    usia saya sekarang 20 tahun. memang saya belum memiliki pengalaman bekerja dg orang lain, tapi saya yakin bahwa bisnis sendiri (keseriusan hobi) akan lebih terasa 'dahsyat' dibandingkan kita bekerja dg orang lain. resiko berbisnis bisa datang kapan saja, namun ibarat hukum alam, seberapa besar perjuanganmu, sebesar itulah hasil yang akan kau dapatkan. we learn how to create, not until when we will wait. we learn how to lead, not to be a creep..
  • Passion doang ga ada duitnya percuma sih. Kl sy sih ikutin yg ada duitnta. Sukur2 kl ada rejeki bisa kerja sesuai passion.
  • Saya sekarang sih baru masuk 19 tahun, masih kuliah. Umur 20 insya Allah tamat. 
    Saya sudah mutusin bahwa saya mau jadi entrepreuner. So, umur 25 saya kira saya bakal jalani passion saya dengan menciptakan bisnis saya sendiri. Dari sekarang saya sudah memulainya alias mencoba dan mempersiapkan diri sedini mungkin (walaupun ada yang lebih cepet) dengan memulai usaha yang saya jalani sendiri dan saya menyukainya :)
    Menurut saya bekerja ikut orang alias jadi pegawai bukan masalah selama yang kita jalani itu passion kita,kan passion saya gk cuma bisnis. So, jadi pegawai suatu perusahaan untuk mencuri ilmu, kenapa tidak? Tapi, balik lagi ke keinginan saya. Kalo itu menghambat keinginan saya untuk menjadi entrepreuner, saya bakal keluar dari kondisi itu. Prinsip saya sih "do what you want" and "do what you love" namun tetap ada batasannya. Semoga bisa sukses di umur 25. Amiin :D 

    just share.