Grab Taxi: Komunikasi adalah Kunci Keberhasilan | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Grab Taxi: Komunikasi adalah Kunci Keberhasilan

Posted by & filed under Startup Indonesia.

ecommerce startup indonesia

Pada tanggal 29 Mei 2015, Ideabox, Inkubator bisnis yang dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi Indosat mengadakan rangkaian acara tour ke berbagai kantor perusahaan berbasis technopreneurship di Indonesia, khususnya Jakarta. Acara yang bertajuk “Geeks on a Bus” ini diikuti oleh rombongan dari 7 perusahaan startup dibawah naungan Mountain Kejora Venture, perusahaan ventura yang juga merupakan partner Indosat. 7 Perusahaan Startup tersebut antara lain Gogonesia, Loyalbox, Cupslice, Antar.id, Pawoon, Wifimu, dan Wobe.

Berikut ulasan lengkapnya.

 

Grab Taxi: Komunikasi adalah Kunci Keberhasilan

By Daniel Aristo Zacharias

Startup pertama yang rombongan Ideabox kunjungi adalah GrabTaxi yang berkantor di Jalan Cikini 2, No. 8 area Menteng Jakarta Pusat. Startup ini mungkin belum banyak diketahui oleh kalangan konsumen karena area operasionalnya yang masih terbatas di Indonesia yaitu Jakarta, Padang, dan Surabaya. Akan tetapi, sesungguhnya GrabTaxi sudah memiliki area operasional di 6 negara yaitu Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Vietnam dan yang terakhir Indonesia.

Bagi masyarakat Indonesia yang belum banyak mengetahui bagaimana aplikasi Grabtaxi ini bekerja, mungkin pada awalnya aplikasi ini terdengar asing dan cenderung aneh untuk dicoba. Aplikasi ini berkerja layaknya pemanggil taxi. Perbedaanya, user memanggil taxi melalui smartphone yang mereka gunakan dengan harapan taxi yang terpanggil tentunya akan lebih cepat dan lebih lebih aman tentunya daripada user memanggil taxi dengan sekedar melambaikan tangan di jalan untuk menghentikan taxi yang lewat dengan risiko keamanan yang tidak terjamin.

Pertanyaanya, bagaimana Grabtaxi bisa memberikan satisfaction & safety guarantee kepada pengguna aplikasi Grabtaxi. Ternyata salah satu kunci keberhasilan dari business model ini terletak pada komunikasi yang baik antara Grabtaxi dengan para supir taxi yang menggunakan jasa perusahaan startup ini. Perlu diklarifikasi sebelumnya, startup ini tidak memiliki armada taxi maupun kendaraan lain sebagai asetnya. Grabtaxi berperan sebagai media penghubung antar para pengendara taxi dari berbagai perusahaan taxi dengan para user. Jadi, para pengendara taxi yang menggunakan jasa Grabtaxi tentunya sudah melalui berbagai proses terlebih dahulu seperti background check dan tidak adanya catatan criminal. Sehingga, para pengendara taxi yang telah terpanggil oleh aplikasi Grabtaxi yang user gunakan akan lebih terjamin keamanannya dan juga akan lebih cepat datang ke lokasi dimana user berada berkat sistem GPS yang Grabtaxi miliki.

Kedatangan rombongan Ideabox langsung disambut oleh Eugene Hong, Selaku Deputy General Manager Grabtaxi Indonesia. “Startup ini berawal dari keresahan kami akan taxi di Malaysia yang pada waktu itu sering kali tidak memuaskan, banyak menipu para penumpang, dan terkadang juga tidak aman khususnya bagi para wanita. Atas kondisi tersebut kemudian kami memiliki motivasi untuk merubah industri transportasi ini menjadi lebih baik”, tutur Eugene Hong dalam presentasinya di hadapan rombongan Ideabox. Grabtaxi didirikan oleh Anthony Tan dan Hooi Ling Tan yang merupakan alumnus Harvard Business School. Ide mereka untuk mengubah industri Taxi melalui smartphone divalidasi ketika mereka menjadi juara kedua dalam kompetisi Harvard Business Plan.

“Selain itu, kami juga mendengar banyaknya keluhan dari para pengendara taxi karena sulitnya mendapat penumpang. Dengan sistem Grabtaxi kami bisa membantu para pengendara taxi untuk mendapat penumpang. Karena itu sesungguhnya customer kami adalah para pengendara Taxi”, tutur Eugene lebih lanjut.

Tantangan terbesar waktu awal merintis usaha ini adalah bagaimana cara menyampaikan sistem baru ini kepada para pengendara Taxi. Eugene Hong menceritakan pengalamannya saat pertama kali merintis di Indonesia. “Saya langsung datang ke pangkalan taxi terdekat dan berkomunikasi dengan para pengendara taxi di sana sambil makan dan ngopi. Komunikasi yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan dari sistem ini”.

Selain itu, tantangan lain muncul juga dari para user. Bagaimana mengedukasi pasar untuk mencoba menggunakan aplikasi ini. Seringkali ketika kita membutuhkan taxi kita hanya cukup melambaikan tangan. “Ya, hal tersebut ada benarnya juga, lambaian tangan juga termasuk dalam competitor kami” jawab Eugene Hong yang dibalas dengan tawa para rombongan Ideabox.

“Saya memiliki pengalaman buruk mengenai hal tersebut. Ketika saya berpergian dengan taxi di Indonesia, dompet saya terjatuh dan saya sadar dompet saya jatuh tepat saat saya menutup pintu keluar dari taxi dan melihat dompet saya dari jendela luar. Pada waktu saya ingin membuka pintu lagi untuk mengambil dompet saya yang masih di dalam mobil, pengendara taxi dengan sengaja mengunci pintu mobil dan pergi sehingga saya kehilangan dompet saya”, tutur Eugene Hong. “Pengalaman itu menjadi pelajaran bagi saya. Sejak saat itu jika saya membutuhkan taxi lebih baik menggunakan aplikasi yang kami sediakan, sesuai dengan slogan kami, I like it safe, I like it fast, I like it now, kami berusaha memberikan pelayanan yang cepat dan aman bagi para user.

Ada beberapa pihak yang mengira startup ini merupakan perusahaan taxi atau perusahaan yang memiliki sejumlah armada kendaraan. Sesungguhnya tidak. “Kami berperan sebagai penghubung antar taxi yang aman dengan para user dan sejauh ini para perusahaan taxi yang bersangkutan tidak keberatan dengan kehadiran kami karena justru karena kehadiran kami para pengendara taxi bisa mendapatkan penumpang dengan lebih mudah”.

 

Baca juga

 Ideabox’s “Geeks on a Bus” Tour, Visited 5 Successful Startups in Jakarta

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.