Hadi Wenas Membagikan Rahasia Sukses Zalora (The Biggest Fashion eCommerce Dengan Satu Juta Order) | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Hadi Wenas Membagikan Rahasia Sukses Zalora (The Biggest Fashion eCommerce Dengan Satu Juta Order)

Posted by & filed under Ecommerce, How do I Start, Interview.

Hadi Wenas Zalora

 

Editors Note : Dalam sebuah sharing session bersama Stefan Jung (Rocket Internet) ia mengatakan bahwa kriteria founder yang diinvest oleh Rocket Internet adalah: sudah bekerja di perusahaan multinasional (seperti McKinsey) di atas 5 tahun dan sudah melalui minimal 2x promosi di perusahaan tempat ia bekerja, kriteria ini memiliki kemungkinan besar untuk survive dengan culture Rocket Internet. Startupbisnis menemui Hadi Wenas, yang memenuhi kriteria ini, Managing Director dan Co-Founder Zalora, e-commerce yang telah mencapai satu juta order pada bulan Mei 2013. Pada bulan yang sama Zalora juga mendapatkan pendanaan sebesar 100 juta US$ dari Summit Partners, Investment AB Kinnevik, Verlinvest and Tengelmann Group.

Berikut ini adalah sharing Hadi Wenas tentang pendirian Zalora, bagaimana ia bertemu cofoundernya, perbedaan Zalora dengan online store lain, sampai strategi online marketing.

 

Background Founder

Founder Zalora sendiri ada 2 yaitu ada saya dan Catherine. Background saya dari consulting yaitu Mckinsey & Company, sebuah perusahaan konsultan manajemen ternama di dunia. Co-founder kedua adalah Catherine Sutjahyo yang juga sebelumnya dari perusahaan yang sama. Saya dan Catherine sudah pernah bekerja sama sebelumnya di McKinsey dan memang suka bidang entrepreneur. Kami dulu suka mencari – cari ide untuk melakukan usaha bareng. Awal memulai Zalora saya sendiri memang belum pernah ada pengalaman entrepreneur tapi ayah saya entrepreneur dan kalau Catherine sendiri kerja dua tahun di McKinsey lalu menjadi entrepreneur di India lalu balik lagi ke McKinsey lalu berhenti lagi. Saya pertama kali dengar Rocket Internet di bulan November 2011, akhirnya bertemu langsung dengan Oliver Samwer di airport Soekarno-Hatta sebelum dia terbang ke Manila di bulan Januari 2012. Ide dan ambisinya besar dan cocok, jadi akhirnya berdirilah Zalora Indonesia.

 

Potensi Dunia E-Commerce Indonesia

Tahun 2012 sebenarnya menjadi tahun pembuktian bagi bisnis B2C e-commerce apakah bisa berhasil atau tidak di Indonesia? Awalnya kan kalau kita bicara mengenai history tentang e-commerce kita bisa mulai dari Kaskus di mana pengguna nya melakukan transaksi jual beli (commerce) lewat forum – forum mulai naik dan sekarang sudah bisa dibilang cukup mature lalu dilanjutkan dengan model C2C yang bermunculan seperti Tokobagus lalu dua atau tiga tahun yang lalu itu tahunnya daily deals yang ada lebih dari 30an Daily Deals, dan tumbuhnya B2B2C seperti Tokopedia dan Blibli. Khusus untuk Daily Deals, sekarang kita semua bisa melihat who is the winner dan kami melihat sepertinya pasar mulai mencapai titik jenuh. Tahun 2012 kami rasa adalah tahun yang tepat untuk munculnya B2C e-commerce seperti Zalora dari industri fashion lalu Lazada. Jadi saya pikir e-commerce ke depannya akan semakin bertambah besar dan timing opportunity sangat tepat di Indonesia. Saya berharap akan lebih banyak e-commerce yang muncul dengan target yang lebih spesifik seperti Bilna yang mentarget ibu dan anak.

 

Pengalaman Mendapatkan Pendanaan Besar di E-Commerce

Pada awal mendapatkan pendanaan yang kami rasakan pastinya seram karena banyak ketidakpastian.

Berdasarkan pengalaman saya sebelumnya di McKinsey bagian marketing sales di industry ritel, data menunjukkan bahwa potensi masyarakat Indonesia yang berjumlah lebih dari 240 juta itu adalah nyata. Tingkat konsumsi masyarakat Indonesia dan adaptasi teknologi baru cukup menjanjikan, sayang banyak keterbatasan infrastruktur di bidang pembayaran maupun pengiriman. Tetapi tetap saja walaupun sudah pegang data, perasaan dapat funding itu, serem dan .. seru. Kemudian karena kita membuat proyeksi memang ada asumsi-asumsinya, tetapi terlalu banyak ketidakpastian.

Nah, kita udah yakin mau “nyemplung nih”, terus kita harus memikirkan konsep nya apa ya yang mau kita usung supaya beda dengan yang sudah ada. Karena ada pendanaan awal nya besar, kita bisa mengusung konsep Department Store, beda dengan kebanyakan toko fashion online saat itu yang berkonsep butik, jumlah barang terbatas, waktu pemesanan terkadang hanya 1 minggu dan dikumpulkan dulu sebelum toko itu beli dari tempat lain. Dari situ Zalora fokus dalam mengumpulkan koleksi produk dan di saat bersamaan membangun website dan sistem secepat-cepatnya. Akhirnya kita launching di tanggal 24 Februari “and we just started selling”.

Kemudian, saat bisnis di-launch dan di-expand, tantangannya sangatlah berbeda. Jadi, kalau pertama berdiri karena kita masih baru, tantangan banyak di bagian sourcing: How to get the first 100 brand? dan sistem: How to setup the webshop? Setelah mulai jualan, tantangan berubah ke bagian operasi: How to make customers happy? dan marketing: How to bring traffic and convert to transactions?

Pembagian Jobdesc Co-founder di Zalora

Karena co-foundernya terdiri dari 2 orang jadi kita bagi tugasnya: Saya (Hadi Wenas) menghandle marketing, teknologi dan logistic (termasuk customer service). Catherine menghandle sourcing, production (photo shoot, content writing). Untuk fungsi pembantu, kita juga split: saya pegang HR, Catherine pegang Finance.

 

Untuk Zalora sendiri kan banyak brand – brand besar seperti Nike misalnya apabila barang di jual online apakah tidak khawatir nantinya penjualan di mall bakalan sepi?

Saya kira tidak, di Indonesia, cukup diverse, online dan offline bisa co-exist. Yang kita tawarkan di kota-kota besar dengan banyak mal dan kota-kota lain adalah berbeda. Kalo di kota-kota besar seperti Jakarta, kita fokus menawarkan kenyamanan berbelanja tanpa macet tanpa ngantri, sedangkan di kota-kota lainnya, yang kita tawarkan adalah access to brands, di mana untuk membuka toko offline di kota-kota itu juga tidak menguntungkan.

Sebenarnya tantangan terbesarnya ada pada awal tahun 2012 ketika kami menjadi pioneer B2C kami harus mengedukasi market bahwa e-commerce bisa dipercaya. Konsumen juga bisa merasakan shopping experience yang dapat dipercaya. At the beginning, of course mereka (konsumen) akan selalu mengacu kepada pengalaman mereka berbelanja di C2C, misal: sudah transfer barang tidak dikirim atau dikirimkan barang KW. Aspek yang terpenting adalah trust. Oleh karena itu, Zalora sendiri berusaha memberikan value proposition dimulai dari mengedukasi market and break the barrier like free shipping across Indonesia (sekarang sudah tidak). Kami juga menawarkan Cash On Delivery ke 57 kota di Indonesia.

Tentang COD di luar kota itu bagaimana ya caranya dan cara payment lain yang available di Zalora apa saja ya?

COD di luar kota itu terwujud melalui kerja sama dengan third party provider seperti First Logistic, RPX, JNE. Waktu pertama kali kita luncurkan di luar kota, yang mau hanya First Logistic, sekarang semua sudah mau karena sudah menjadi market standard.

Ekspansi COD kita lakukan dengan hati-hati, kita mulai dari Jakarta, Jabodetabek, 20 kota, 32, dan akhirnya sekarang 57 kota.

Selain COD, kita juga melayani metode pembayaran credit card, bank transfer. Untuk Zalora, transaksi terbesar masih dari COD dan bank transfer, jumlah penggunaan credit card relative kecil. Untuk COD, di Jabodetabek kita juga sudah menawarkan pembayaran dengan kartu debit / kredit pada saat terima barang dengan menggunakan mobile EDC.

Baju biasanya identik dengan ukuran. Zalora sendiri bagaimana mengatasi masalah tersebut?

Untuk Zalora sendiri sekarang sudah ada size comparison. Dulunya kami cuman cantumin S atau M ukurannya saja. Sekarang kami cantumkan ukuran badan model secara detil (dalam cm) dan menggunakan ukuran baju apa (S atau M). Belum cukup, kita juga sudah melakukan pengukuran dalam cm secara detil untuk setiap ukuran produk baju yang baru. Sebentar lagi, kita akan mulai menggunakan virtusize  PR nya masih banyak lah di area ukuran ini.

Bagaimana angka transaksi Zalora ? 

Di bulan lebaran 2013, kami mencapai lebih dari 2000 order item setiap hari nya. Luar biasa banget, senang rasanya melihat tim logistik kami sibuk setiap hari.

Untuk pembelian dari brand biasanya beli putus ?

Macam-macam. Ada yang beli putus, ada juga yang konsinyasi.. Kita juga memiliki brand sendiri, eksklusif brands, limited collection. Jadi, memang awalnya susah untuk membujuk suppliers. Tetapi ketika brand melihat order mulai naik dan brand Zalora ada di mana-mana, orang mengenal brand Zalora, jumlah ordernya, supplier mulai percaya. Kita juga masuk di TV (SCTV), cukup membantu kredibilitas kita lewat iklan pada bulan November dan Desember. Pertama, kita trial di First Media. First Media sendiri scale-nya kecil, like less than 1.000.000 like across di Indonesia. Jadi awalnya karena kita sendiri memang memiliki relationship baik dengan SCTV. Untuk kami, memang sangat risky untuk iklan di TV, membutuhkan dana besar dan “betting” (taruhan) yang besar,  Jadi, misalnya kita sudah deal di depan, uangnya akan terbuang percuma for next few months kalau tidak berjalan. Jadi, saya pikir antara kita dengan SCTV memiliki pengertian yang baik, jadi seperti ada fleksibilitas yang diberikan, misalnya dengan melakukan barter, karena mereka juga ingin memiliki klien perusahaan internet, jadi kami memang saling membantu.

Apa hal – hal baru yang ada di Zalora di tahun 2013 ?

Tahun ini akan ada beberapa brand yang provide collection for us jadi ada beberapa item yang hanya available in Zalora. Misalnya busana muslim by Monika Zufri. Jadi,memang akan semakin seru. Di tahun 2013 juga kita akan launching mobile commerce karena mobile penetration sebenarnya lebih tinggi dari internet penetration di Indonesia. Jadi kami berharap kontribusi dari mobile.

Jadi, tiga bulan pertama Zalora berdiri mengurus sourcing ya?

Sourcing, get the website proper. Kemudian setelah mendapatkan order, kami mulai fokus pada operation.

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.