@HootSuite_ID : Startup with a Purpose, Coffee Chat Bersama @Stephawie (Part 1)

Posted by & filed under Blog, Featured, Startup.

Beberapa waktu lalu, StartupBisnis mendapat kesempatan bertemu dengan representative dari HootSuite, Stephanie Wiriahardja. HootSuite adalah Startup teknologi di Vancouver, Canada, yang baru berjalan sekitar 3 tahun yang lalu. Founder dari HootSuite adalah Ryan Holmes.

Btw, Startupbisnis sendiri pun sering menggunakan HootSuite untuk scheduling tweet (jika Anda lihat tweet kami, sering terlihat “sent from HootSuite”), sehingga saat bertemu Stephanie kami merasa sangat terbantu melalui #kursuskilatGratis yang diberikannya karena sebelumnya kami menggunakan HootSuite dengan barbar.

Dalam artikel part 1 ini Stephanie menceritakan tentang apa itu HootSuite, bagaimana HootSuite bisa membantu user dalam pengelolaan akun Twitter, strategi creative marketing dari HootSuite, bagaimana Ryan Holmes sebagai founder banyak menggunakan konsep crowdsourcing dalam menjalankan perusahaannya, pendekatan personal “all with love” yang kental digunakan untuk mng-engage community, juga bagaimana HootSuite memiliki purpose yang kuat untuk mengembangkan local economy di daerah kumuh Vancouver.

Sedangkan di artikel part 2, Stephanie akan menceritakan tentang bagaimana culture dan kebersamaan di HootSuite bisa menarik talent-talent terbaik, juga berbagai kegilaan di kantor yang membuat kebersamaan di HootSuite menjadi hangat, sehingga Stephanie mengalami “office sick” :p selama berlibur di Indonesia.

Sumber foto : Stephanie W / HootSuite

Itu apa sih? Kok lucu burung hantunya”. Lalu nyoba sign up di HootSuite tanpa tahu sebenernya itu apa, karena tertarik dengan burung hantunya aja

There’s a “random” company looking for Indonesian intern

Ketika mau interview saya pake baju formal, saya pikir HootSuite itu perusahaan besar. Tapi ternyata ketika masuk, saya langsung sadar salah kostum. Itu pertama kalinya di-interview di sofa, yang interview sambil angkat kaki dan pegang bir

 

Siapakah Stephanie Wiriahardja?

Saya sebagai Community Celebratoire atau Community Coordinator Global dari HootSuite. Karena HootSuite termasuk startup yang baru berjalan sekitar 3 tahun, jadi title tersebut saya ciptakan sendiri, dimana semuanya masih experimental atau masih mencoba-coba. Team community baru dibentuk bulan Januari lalu, dan saya adalah salah satu first hire dari team community tersebut. Sehingga peran saya masih dibikin as we go along, masih dilihat-lihat apa yang dibutuhkan dan apa kelebihanku. Sehingga lahirlah Community Celebratoire itu.

Ada berapa Community Coordinator di HootSuite?

Community Coordinator yang Global ada satu, dan untuk sementara ini ada satu lagi Community Coordinator untuk Europe dan satu khusus untuk Brazil. Ada regional Community Managers dimana Community Manager kita untuk Europe ada di Belanda, Community Manager untuk North and South America ada satu di New York, dan sekarang kita sedang mencari Community Manager untuk Asia. Di HootHQ sendiri, aku berkerja dengan VP of Community, General Community Manager, dan Community Cultivator.

Apa itu HootSuite?

HootSuite is social media dashboard that allows you to combine all your social profile, like twitter, facebook, linked in, youtube, to one dashboard. It allows you to manage tweet from it more easily. And we have a lot of application, such as instagram, slideshare, youtube, linked in, tumblr, facebook that you can all manage from one website. And you can scheduled it when you want to tweet.

Bagaimana HootSuite membantu user?

Contohnya misalkan Coca Cola. Coca Cola mempunyai beberapa account, dan ada beberapa orang yang bekerja dibawahnya juga, jadi kalau menggunakan web twitter biasa itu akan lebih susah me-manage-nya. Orang-orang harus log in dan log out di beberapa account. Kalau di HootSuite bisa me-manage beberapa account sekaligus dalam satu waktu. Dan setiap kali ada mention, misalnya di Youtube atau facebook, langsung muncul di dashboard HootSuite. Itulah kegunaannya, bisa memantau semua percakapan orang-orang di berbagai network.

Ada beberapa aplikasi yang bisa terintegrasi dengan HootSuite, seperti tumblr, flickr, slideshare, digg, instagram, dan lain-lain. Untuk lebih lengkapnya dapat mengunjungi situs Appdirectory dari HootSuite di sini. Harapannya setiap 3 bulan kita bisa meluncurkan yang baru. Yang paling baru sekarang ini adalah instagram, slideshare, dan zoom. Ini yang membuat sebenarnya bukan dari HootSuite sendiri, kadang ada orang-orang yang mau membantu, atau ada juga yang minta untuk diintegrasikan ke HootSuite.

Contohnya adalah Orkut, Orkut seperti “facebook”-nya Brazil. Ada Coordinator HootSuite di Brazil, dia tahu bahwa Orkut sangat terkenal di Brazil, dia mau mencari cara agar Orkut bisa diintegrasikan ke HootSuite. Orang lain malah bilang, “untuk apa sih Orkut?”. Karena memang tidak ada yang menggunakan social network itu selain di Brazil. Tapi begitu kita integrasikan ke HootSuite, orang-orang Brazil langsung merasa seneng banget, mereka bilang “Wohooo! They pay attention to us!”. Sementara Google+ sekarang baru hadir untuk Entreprise version. Karena kita masih menunggu Google+ merilis API untuk public.

Owly sedang membantu mahasiswa setempat menghadapi ujian

 

Apa saja paket yang ditawarkan oleh HootSuite?

HootSuite memiliki 3 paket, yaitu Freemium yang gratis, Pro yang bayar $10 per bulan, dan Entreprise yang bayar $1500 per bulan. Entreprise lebih ditujukan untuk perusahaan-perusahaan Global yang sudah besar, dimana biasanya mereka memiliki banyak account yang harus di-manage. Sementara Freemium biasanya lebih ditujukan untuk individual. Kekurangannya di Freemium adalah limited profile, dimana hanya terbatas sampai 5 account saja. 5 account itu seperti twitter, facebook, youtube, dan foursquare. Sementara untuk aplikasi-aplikasi yang terdapat di directory itu tidak terbatas. Keuntungannya untuk yang berbayar (Pro dan Entreprise) adalah bisa membuat sebuah tim di HootSuite. Misalkan untuk suatu company, bisa menggunakan “assign to >> select team community >> lalu ketikkan pesannya >> assign”. Dari situ bisa terlihat assign “dari siapa, oleh siapa, dan pesannya apa”. Seperti tim XL, mereka punya beberapa rangers, dan mungkin rangers-nya punya spesialisasi sendiri-sendiri. Ada yang membahas tentang apa saja tipe-tipe plan mereka, ada yang membahas tentang support, dan sebagainya. Daripada repot-repot SMS untuk minta balasan, akan lebih mudah jika menggunakan fasilitas “assign to” di HootSuite.

Bagaimana awal mulanya Stephanie menggunakan HootSuite sampai bisa bergabung di HootSuite?

Dulu saya pakai HootSuite mulai awal tahun 2010. Join twitter sebenernya sudah dari akhir tahun 2009, tapi belum tahu apa kegunaannya, apa yang mau di-tweet juga kurang tahu. Lalu tahun 2010, saya melihat ada teman yang lagi pake HootSuite. Terus saya tanya, “Itu apa sih? Kok lucu burung hantunya”. Lalu nyoba sign up di HootSuite tanpa tahu sebenernya itu apa, karena tertarik dengan burung hantunya aja. Tapi lama-lama terpakai juga untuk nge-tweet, meskipun masih asal-asalan karena belum terlalu ngerti apa kegunaannya. Dari tahun 2010 sampai pertengahan 2011 masih tetep pake Hootsuite. Juli 2011 saya baru tau kalau HootSuite itu startup dari local Vancouver, daerah tempat saya tinggal, dan begitu tahu saya langsung excited banget.

Lalu bulan Juni 2011, saya mulai cari tempat untuk magang. Saya masuk ke kantor Career  Advisor dan saya bilang lagi cari tempat magang. Ketika tahu saya orang Indonesia, mereka menyarankan saya pada sebuah “random company” yang sedang mencari intern orang Indonesia. Lalu saya tanya, “what random company?”. “It’s HootSuite”. Saya langsung kaget dan bilang, “Are you serious? I love HootSuite”. Setelah itu saya langsung apply ke HootSuite, di-interview, dan dapet Job on the spot. Karena mereka emang sudah lama mencari orang Indonesia, dimana Indonesia sudah masuk pasar mereka. Waktu itu saya diminta bekerja 3 hari per minggu untuk internship Indonesia, tapi saya tidak mau. Saya minta 5 hari full time, dimana 2 hari sisanya untuk design. Mereka langsung setuju.

Saat saya masuk, mereka masih jadi satu company dengan parentnya, yaitu Invoke Media. Waktu itu jumlah karyawannya masih sekitar 35-40 orang. Ketika mau interview saya pake baju formal. Karena meskipun cara ngomong mereka santai banget, saya pikir HootSuite itu perusahaan besar. Tapi ternyata ketika masuk, saya langsung sadar salah kostum. Itu pertama kalinya di-interview di sofa, yang interview sambil angkat kaki dan pegang bir. Di situ langsung tertarik banget sama HootSuite dan mikir, “Oh okay, I belong to  you”.

Di kantor juga ada 3 anjing berkeliaran, yaitu @mikahoots milik Ryan Holmes (CEO), @montypug milik David Chan (Developer), dan Tully milik Katie Shindler (Strategic Account). Ryan Holmes sampai bilang ke saya, “Oh I hope you are not scare of dog”.

 

SociaBuzz

Tags: ,