@Htanata , Indonesian Guy di @500startups : Harus Berani Melakukan Efforts di Luar Normal ! | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

@Htanata , Indonesian Guy di @500startups : Harus Berani Melakukan Efforts di Luar Normal !

Posted by & filed under Featured, Running a Business, Startup.

Hendy Tanata, Katie Rose Yen, Aihui dan Dave Mclure

 

Di 500Startups, ada penekanan terhadap “hustling”, yang artinya kira-kira berani untuk melakukan hal-hal di luar normal, yang bisa membantu perusahaan. Biarpun tidak kenal seseorang, misalnya, dan kita perlu bantuan dia, jangan ragu untuk lebih agresif. Kalau di-email tidak balas, cari tahu di mana dia dan ketemui langsung.

 

Suatu hari di pertengahan tahun 2012, saya melihat ada startup dengan nama yang unik terlintas di timeline saya : Love With Food.

Saya pun penasaran, startup apa ini ? cek sana cek sini ternyata saya menemukan hal yang menarik di sini :

  1. CTOnya adalah orang Indonesia ! namanya Hendy Tanata.
  2. Startup ini mendapatkan funding dari 500 Startups, salah satu top tier incubator di USA.
  3. Lovewithfood terpilih sebagai 7 startup paling menarik pilihan Techcrunch di 500Startups demo day.
  4. Mereka memiliki “social good twist” , dengan membeli produk mereka, Anda membantu mengurangi kelaparan di belahan dunia lain.
  5. Sejak dilaunch awal tahun 2012, dalam 3 bulan pertama revenue Lovewithfood meningkat 100% per bulannya.

Melihat berbagai fakta di atas, Hendy Tanata adalah orang yang tepat untuk men-sharing pengalamannya kepada tech entrepreneur di Indonesia !

 

Apakah Lovewithfood itu? Apa peranan Hendi di sana dan bagaimana bisa terlibat sebagai CTO lovewithfood? Bagaimana bisa bertemu co founder Lovewithfood ?

Love With Food adalah servis langganan sampel makanan yang berbasis di Amerika Serikat. Setiap bulan, kami mengirimkan satu kotak sampel makanan gourmet kepada para pelanggan. Setelah itu, pelanggan bisa membeli produknya dengan harga diskon. Bukan hanya itu, untuk setiap kotak yang diterima, kami juga menyumbangkan makanan untuk anak-anak lapar. Jadi sambil mencoba makanan-makanan baru, pelanggan juga turut membantu membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.

Saya bertemu Aihui karena waktu di 500 Startups, terlalu banyak yang harus dia kerjakan, apalagi dengan jadwal 500 Startups yang memaksa semua untuk serba cepat. Jadi dia mencari programmer untuk membantu. Tapi di Silicon Valley, mencari programmer itu sangat sulit. Maka dia juga mencoba mencari ke Singapura. Saya diberi tahu teman programmer saya yang aktif di komunitas Singapura, dan setelah interview dan semua oke, langsung terbang ke Amerika.

Background Hendy seperti apa? kuliah dimana? jurusan apa ? setelah kuliah bekerja di mana ?

Saya kuliah di Nanyang Technological University, Singapura, mengambil jurusan Computer Engineering. Kemudian saya bekerja di beberapa perusahaan semikonduktor di Singapura. Setelah cukup lelah dengan dunia enterprise, saya pindah ke dunia software dan startup.

Tolong diceritakan tentang founder lovewithfood (kelihatan di angelist, CEO strong di teknikal dan sales, kok bisa ya? )

Aihui asalnya dari Singapura. Setelah lulus kuliah di jurusan komputer, dia mendapatkan pekerjaan di Amerika dan semenjak itu tetap tinggal di Amerika. Aihui menerima pendidikan formal di bidang komputer dan bisnis, ditambah bakat alami dalam bidang marketing dan pengalaman di dunia enterprise software, tidak heran dia punya pengetahuan di dua bidang yang biasanya seperti siang dan malam.

Bagaimana ceritanya Hendy bisa masuk ke dunia technology startup ?

Setelah kira-kira dua tahun di semikonduktor, saya merasa kalau software development di sana bukan hal yang utama. Mereka tidak peduli bagaimana membuat software yang baik, meskipun untuk jangka panjang, software yang baik itu lebih murah. Maka saya mulai mencari perusahaan yang bisnis utamanya adalah software. Kemudian saya mendapat tawaran pekerjaan dari startup Singapura yang menggunakan Ruby on Rails. Dari sanalah saya memulai perjalanan startup dan Ruby on Rails saya.

Bagaimana pengalaman di 500startups? suasana entrepreneurship di sana, apakah ada mentor2 yang menarik, kurikulumnya seperti apa? (apakah ada kurikulum?) apa saja yang diajarkan? apakah diajarkan meriset market dan seperti apa caranya? apakah heavy di teknikal mentoring atau bisnis mentorng? Dave Mcclure orangnya seperti apa??

500 Startups itu bisa dibilang college untuk entrepreneurs. Bukan hanya karena di sana kita mendapatkan pendidikan, tetapi kita juga berkelakuan seperti college students, lengkap dengan bir, pesta, dan kekacauan. Cukup heboh deh, tapi fun. Tidak ada kurikulum di sana. Yang penting tujuan akhirnya adalah demo day, di mana kita mempresentasikan produk kita kepada para calon investor. Setiap minggu mereka mengundang tokoh-tokoh di Silicon Valley untuk memberikan talk. Ada juga “office hours”, di mana kita mendapat waktu untuk berkonsultasi ke para mentor yang datang.

Bedanya 500 Startups dengan accelerator-accelerator lain adalah fokusnya yang lebih internasional. Banyak perusahaan yang berasal dari luar Amerika Serikat dan setelah program accelerator selesai, kembali ke negaranya masing-masing.

Salah satu keuntungan besar yang didapat perusahaan 500 Startups adalah mentorship dan network. Network di sini adalah mentor dan startup-startup yang termasuk 500 Startups. Melalui 500 Startups network, kita bisa mendapatkan informasi, advice, dan koneksi di Silicon Valley. Selain itu, kalau perusahaan kita termasuk 500 Startups, mencari investor juga lebih mudah.

Menurut saya, 500 Startups fokusnya lebih ke bisnis dan marketing daripada teknis. Masuk akal juga, karena bidang technical di startup, meskipun sangat penting, hanya sebagian kecil dari apa yg terjadi di perusahaan setiap hari. Ada penekanan terhadap “hustling”, yang artinya kira-kira berani untuk melakukan hal-hal di luar normal, yang bisa membantu perusahaan. Biarpun tidak kenal seseorang, misalnya, dan kita perlu bantuan dia, jangan ragu untuk lebih agresif. Kalau di-email tidak balas, cari tahu di mana dia dan ketemui langsung. Kalau perlu waktu dia lagi minum kopi di Starbucks! Dan Dave sendiri orangnya baik, mau membantu, tapi karena dia orangnya sibuk, kita harus membuat semudah mungkin untuk dia membantu kita. Dia juga suka orang yang berani dan agresif, jadi kalau sempat ketemu, jangan malu-malu untuk berkenalan. 500 Startups mempertimbangkan Indonesia sebagai salah satu target investasi juga loh.

Kabarnya lovewithfood mengalami over subscribed, apakah maksud dari “oversubscribe” ? Jika oversubscribe ini adalah dari segi user, bagaimana supaya produk memiliki traction yang bagus ?

Yang dimaksud oversubscribed di sana adalah investasi dari para investor sudah melebihi target, bukan tentang produknya. Kami memiliki target mendapatkan 500 ribu dollar funding dan kami sudah melebihi target tersebut dengan 645 ribu dollar funding.

Tapi memang kita sempat harus mencegah pelanggan baru untuk subscribe karena waktu itu sudah melebihi perkiraan. Untuk marketing, kita mencoba berbagai macam channel untuk mencari, siapa sih pelanggan ideal kita, dan bagaimana supaya mereka tahu tentang produk kita. Dari sana, kita biarkan data berbicara untuk menentukan strategi berikutnya. Kita sebisa mungkin menggunakan data untuk mengambil keputusan.

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.