Interview Dengan Tesong Kim: Mantan Direktur Rakuten Indonesia Yang Resign Untuk Membangun VIP Plaza di Indonesia | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Interview Dengan Tesong Kim: Mantan Direktur Rakuten Indonesia Yang Resign Untuk Membangun VIP Plaza di Indonesia

Posted by & filed under Ecommerce Indonesia, Interview, Startup Indonesia.

Dalam sesi wawancara kali ini, Startupbisnis berkesempatan untuk mewawancarai Tesong Kim, Mantan Direktur Rakuten Indonesia yang resign dari pekerjaannya untuk mendirikan bisnisnya sendiri, yaitu VIP Plaza, website yang menjual produk fashion yang branded dengan harga diskon dari 30%-80% yang hanya tersedia dalam waktu yang terbatas. Untuk mengetahui secara lengkap mengenai Tesong Kim dan VIP Plaza, berikut ini adalah hasil wawancara tim Startupbisnis dengan Tesong Kim.

Tesong Kim VIP Plaza

Bisakah anda jelaskan mengenai background anda?

Perkenalkan nama saya Tesong Kim, saya lahir di Jepang dan datang ke Indonesia sekitar 4 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2010 untuk bekerja sebagai direktur di Rakuten Indonesia. Rakuten Indonesia adalah bentuk kerjasama antara MNC Group dan Rakuten Headquarter di Jepang. Setelah bekerja 2-3 tahun di Rakuten Indonesia, saya resign dan mencoba untuk membangun startup saya sendiri, yaitu VIP Plaza.

Berbicara tentang background, saya kuliah di Tokyo, tepatnya di Waseda University. Pada tahun ketiga kuliah, saya berkesempatan ikut program pergantian pelajar ke US selama satu tahun untuk belajar mengenai ilmu politik. Jadi bisa disimpulkan bahwa saya tidak ada background bisnis selama saya kuliah. Setelah itu, saya kembali ke Tokyo untuk menyelesaikan kuliah saya di Waseda University dan sebagai lulusan baru, saya mencoba untuk bergabung dengan Rakuten Headquarter di Tokyo. Saya bekerja untuk Rakuten selama lima tahun (2 tahun di Rakuten Jepang dan 3 tahun di Rakuten Indonesia). Dan saya bekerja di Rakuten Indonesia sebagai direktur.

Bisakah anda menjelaskan lebih dalam lagi mengenai VIP Plaza? Dan Kenapa anda membangun bisnis ini?

VIP Plaza adalah ecommerce fashion yang sekarang baru fokus untuk wanita dengan keunggulan pada barang-barangnya, yaitu kami hanya menjual barang-barang yang branded/bermerek. Setiap barang branded yang dijual di website kami adalah barang branded yang mendapat potongan harga atau diskon hingga 80% dan hanya tersedia dalam periode waktu tertentu. Dengan menawarkan barang yang bermerek, kami berupaya untuk mengincar pasar menengah hingga atas di Indonesia.

Setiap hari kami akan menawarkan 2-3 barang baru dan kesemua barang ini hanya tersedia selama 10 hari. Jika sudah lewat 10 hari, maka barang branded yang diskon itu tidak akan tersedia untuk dijual melalui website kami. Jadi setiap customer yang datang ke website kami setiap harinya, mereka akan ditawarkan dengan barang-barang branded yang lagi terkenal dengan minimum diskon 30% hingga 80%.

Menurut kami ini adalah bisnis model yang unik karena bisnis model seperti sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia khususnya untuk produk fashion. Selama saya bekerja di Rakuten, saya mempelajari pola dan tingkah laku orang Indonesia. Umumnya, mereka sangat senang dengan diskon dan produk fashion. Itulah kenapa, ini menjadi dasar kami  untuk menawarkan produk yang branded/bermerek, diskon yang cukup besar, dan tersedia dalam waktu yang terbatas. Jadi, secara tidak langsung kami menciptakan rasa dan hasrat “saya harus membeli produk itu sekarang dan secepatnya, kalau tidak barang itu akan hilang!!”

Anda pasti tahu bahwa ada bisnis model seperti ini di China, yaitu VIP Shop. Apakah anda meniru bisnis model mereka? Dan kenapa nama bisnis anda VIP Plaza? Apakah anda berencana untuk exit ke VIP Shop?

Secara keseluruhan bisnis model kami memang sama dengan VIP Shop, tetapi pasar Indonesia sangat unik dibandingkan dengan China, jadi kami juga harus menyesuaikannya dengan pasar di sini. Menurut kami, VIP Shop adalah pemain dengan bisnis model yang sama dan lebih besar dari kami. Oleh karena itulah kami melihat mereka sebagai pemain besar untuk mengukur kinerja bisnis kami ke depannya.

Untuk pemilihan nama, kami jelas tidak ada hubungannya dengan mereka walaupun nama bisnis kami memang mirip dengan mereka. Saya memilih kata “VIP” karena kata ini sangat dikenal oleh semua orang Indonesia. Untuk kata “Plaza”, itu datang dari tujuan market/pasar kami, yaitu kami mengincar pasar menengah ke atas. Jadi kata “Plaza” itu sendiri menunjukkan kesan premium dalam setiap produk yang kami tawarkan, seperti Mall Plaza Indonesia yang hanya menawarkan produk yang premium.

Walaupun nama kami mirip, sebenarnya kami tidak ada rencana untuk exit ke VIP Shop. Itu masih sangat jauh untuk didiskusikan.

Berapa banyak tim yang ada di VIP Plaza sekarang? Dan apa saja peran mereka di perusahaan ini?

Sekarang kami mempunyai total tim 40 orang. Kebanyakan dari mereka adalah tim merchandising dan ini adalah tim yang bisa dibilang sangat penting bagi operasional bisnis kami. Mereka adalah tim yang bertanggung jawab dengan pemilihan produk yang akan dijual dan berapa banyak produk yang akan terjual. 9 dari 40 orang di sini adalah tim merchandising. Dan kami merekrut orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya melaui LinkedIn. Saya menyeleksi sekitar 150 kandidat, dan akhirnya kami hanya memilih 3 orang dari seluruh kandidat tersebut sebagai manager di perusahaan kami. Pada masa awal, saya banyak menghabiskan waktu saya untuk merekrut orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing dan saat ini saya pikir saya sudah membentuk salah satu tim yang terbaik di Indonesia.

Selebihnya adalah tim Customer Service, Finance, Warehouse, Content Creator, dan HR.

Saya lihat sekarang anda fokus untuk menjual produk wanita, apakah anda berencana untuk berekspansi ke produk pria?

Ya tentu saja. Pada bulan April ini kami akan mencoba untuk berekspansi ke produk fashion pria. Jadi nantinya kami akan menyediakan produk bermerek untuk fashion wanita dan pria.

Bagaimana cara anda mendapatkan produk untuk dijual?

Produk ini kami dapat dari kerjasama secara konsinyasi dengan supplier. Kami datangi supplier-nya, menjelaskan bisnis model kami kepada mereka, menetapkan margin, dan mereka mengirim produknya ke kantor kami. Jadi inilah cara kami mendapatkan produk yang kami jual di website.

Apakah anda pernah membeli produk di brand besar seperti SOGO, MAP, dll dan setelah itu anda jual di website?

Tidak. Kami tidak pernah membeli produk dari brand besar, apalagi sampai menjualnya. Kami murni melakukan kerjasama konsinyasi dengan supplier. Kami tidak pernah membeli produk di luar karena menurut kami itu tidak adil bagi supplier kami. Jika kami membeli produk dari luar supplier, pasti kami akan fokus untuk menjual produk yang kami beli itu karena kami telah mengeluarkan biaya untuk membelinya. Dan nantinya ini menyebabkan kami akan mengesampingkan produk-produk dari supllier kami. Tentulah ini tidak adil bagi mereka. Itulah kenapa kami tidak pernah membeli produk dari luar supplier.

Saya ingin mengetahui mengenai iklan online anda, apakah anda menggunakan Facebook ads dan Google ads?

Ya, kami menggunakan dua media besar ini untuk mempromosikan bisnis kami secara online, tetapi 90% dari anggaran iklan, kami gunakan untuk beriklan melalui Google ads. Menurut kami, Google lebih efektif untuk beriklan karena kami bisa mentargetkan customer kami dengan lebih spesifik. Sedangkan Facebook tidak.

Tetapi, bukankah Facebook bisa mentargetkan customer dengan lebih spesifik juga dengan menggunakan Custom Audience?

Iya benar, tetapi sebagian besar orang yang browsing melalui Facebook bukanlah orang yang suka/mau membeli produk secara online. Menurut saya, Facebook tidak cocok untuk ecommerce. Di lain sisi, Google ads bisa menghasilkan konversi yang lebih tinggi.

Apakah anda juga menggunakan media sosial? Jika iya, Apakah efektif?

Ya kami menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Efektif atau tidak? Tidak. Karena menurut saya media sosial tidak begitu cocok untuk ecommerce. Media sosial hanya sebagai pelengkap di bisnis kami. Sebagai contoh Twitter, satu twit itu hanya efektif sekitar 20 menit, selebihnya? Hilang tenggelam di timeline penggunanya. Lebih baik kami fokus untuk mengembangkan pengalaman visitor/pengunjung saat mengunjungi website kami, baik dari sisi User Interface, User Experience, maupun SEO agar kami bisa mendapatkan customer melalui traffic yang organik dan berkelanjutan.

Jadi saya tidak peduli dengan orang yang mempunyai banyak follower dan saya juga tidak peduli dengan cara beriklan di media sosial seperti menggunakan buzzer di Twitter. Banyak orang hanya fokus dalam menggunakan media sosial saja, tetapi lupa untuk meningkatkan traffic dan memperkuat website mereka, padahal media sosial itu hanya sebagai pelengkap/penunjang dalam suatu bisnis.

Melihat dari produk yang anda jual, apakah margin bisnis anda tergolong tinggi atau rendah?

Dibanding bisnis fashion lainnya, margin kami memang tergolong rendah karena kami meminta supplier untuk menjual produk mereka di website kami dengan diskon minimum 30% – 80%. Itulah kenapa margin kami tergolong rendah.

Apa yang anda pelajari mengenai dunia ecommerce di Indonesia selama bekerja sebagai Direktur di Rakuten Indonesia?

Ada banyak pelajaran yang saya pelajari. Tetapi, saya ingin menekankan tentang kesederhanaan. Menurut saya, customer dan supplier di Indonesia belum familiar dengan kata “ecommerce”. Jadi sebagai pemain ecommerce, kita harus bisa menjelaskan kepada mereka dengan cara yang sangat sederhana dan mudah dimengerti. Kesederhanaan inilah yang  kami terapkan dalam website VIP Plaza.

vip plaza 2

Bagaimana cara anda meyakinkan supplier agar mau bekerja sama dengan anda? Apa yang anda jual kepada mereka?

Kami mendapatkan supllier cukup dengan mudah karena bisnis model kami sangat unik dibanding bisnis fashion lainnya. Kami menjelaskan kepada mereka melalui presentasi mengenai tren dunia fashion yang sedang berkembang, seperti menjelaskan perkembangan Zalora, dan investor yang ada dibelakang kami, yaitu Cyber Agent. Selain itu kami juga mengangkat cerita sukses dari bisnis model yang sama dengan kami yang telah sukses di US dan China. Inilah cara kami untuk mendapatkan kepercayaan dari supplier. Kami adalah pemain pertama di Indonesia untuk bisnis model seperti ini.

Seperti yang saya jelaskan tadi bahwa kami bekerja sama secara konsinyasi dengan supplier kami. Produk supplier ini kami masukkan ke gudang dan setelah itu kami foto produk tersebut supaya terlihat indah untuk segera ditampilkan di website dan menjualnya selama 10 hari. Ini adalah bisnis yang bergerak dengan sangat cepat karena waktu minimum konsinyasi kami adalah dua minggu. Ini sangat berbeda dengan pemain bisnis fashion lain yang memiliki waktu minimum konsinyasi dari 3-6 bulan lamanya. Artinya, dalam 3-6 bulan ini mereka harus menjual produk supplier tersebut ke customer, tetapi biasanya produk yang terjual ini hanya sekitar 50%-60% dari total produk yang ada digudang. Ini berarti produk yang tidak terjual akan segera dikembalikan ke supllier. Tentunya ini akan menjadi resiko yang cukup besar bagi supplier.

Oleh karena itulah kami menawarkan kerjasama yang menguntungkan mereka dengan waktu minimum konsinyasi hanya dua minggu. Dalam dua minggu ini kami harus berupaya untuk bisa menjual semua produk supplier yang ada digudang dengan cepat karena bisnis kami ini seperti online bazaar dimana setiap hari pada jam 10 pagi, kami mulai menjual barang baru yang diskon. Pada jam 11.00, 3-4 barang sudah habis terjual (sold out). Ini adalah sesuatu yang hampir tidak bisa terjadi di bisnis fashion lain karena mereka menawarkan terlalu banyak produk. Saat visitor/pengunjung masuk ke website mereka, pengunjung akan kesusahan untuk menemukan produk dari supplier/brand tertentu karena pengunjung harus mencari produk tersebut melalui search bar (biasanya masih susah untuk mencari produk yang spesifik). Sedangkan di VIP Plaza, kami bahkan tidak menyediakan search bar untuk mencari barang karena semua barang yang kami jual sudah tersedia di website saat customer masuk pertama kali ke website kami. What you see is what you can buy.

Ada cerita menarik dari salah satu customer kami. Dia mengatakan,”saya sangat mencintai VIP Plaza, dan setiap pagi jam 10, saya sudah siap duduk di depan laptop untuk mencari deal/diskon terbaru setiap harinya.” Selain itu, supplier kami juga sangat terkejut karena dalam 30 menit setelah barang baru mulai dijual, mereka ditelpon oleh tim merchandise kami karena barang supplier tersebut sudah habis terjual dan kami meminta mereka untuk segera mengisi kembali stok yang habis terjual tersebut. Ini adalah kondisi yang tidak pernah terjadi di bisnis fashion lainnya. Dan inilah kenapa bisnis model kami tergolong unik.

Apa pendapat anda mengenai startup ecommerce di Indonesia?

It’s tough. Anda harus memerlukan cukup uang untuk bertahan dan men-scale bisnis anda agar bisa menjangkau customer lebih banyak lagi.

Bagaimana pendapat anda terhadap masalah logistik di Indonesia?

Masalah logistik di Indonesia tidak akan selesai jika proyek MRT belum berhasil direalisasikan. Semakin lama, semakin banyak orang yang akan memakai kendaraan pribadi mereka sendiri. Menurut saya, masalah ini hanya bisa diselesaikan jika MRT  selesai dibangun. Untuk pengiriman, kami menggunakan jasa dari JNE dan RPX. Selain itu, kami menawarkan pengiriman secara GRATIS untuk seluruh wilayah Indonesia. Sekitar 40% dari transaksi penjualan kami berasal dari luar Jakarta, bahkan hingga Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan masih banyak lagi.

Berapa persentase returning customer pada bisnis anda?

Dengan melihat dari traffic yang masuk, ada sekitar 40% customer yang kembali setiap harinya untuk melihat produk terbaru yang kami tawarkan. Ini adalah salah satu keunikan bisnis kami. Tingkat returning customer kami cukup tinggi dibanding bisnis lainnya. Kita ambil contoh begini, jika saya ingin membeli Galaxy Note 3, maka saya akan mengunjungi situs besar seperti Rakuten ataupun Amazon karena harganya juga tidak jauh beda. Lalu, apa yang saya lakukan setelah selesai membeli barang dari mereka? Saya pergi dan jarang kembali ke situs tersebut karena saya hanya mencari Galaxy Note 3 ketika saya membutuhkannya. Lain halnya dengan bisnis kami, setiap hari ada saja customer yang kembali karena mereka ingin tahu dan penasaran dengan produk baru yang kami tawarkan setiap harinya. This is our uniqueness.

Apakah ada saran bagi pemula yang ingin memulai untuk berjualan secara online?

Mungkin anda bisa mulai dengan berjualan melalui media sosial seperti Facebook atau marketplace seperti Tokobagus, Tokopedia, Bukalapak, Kaskus, dll. Anda juga harus memperhatikan kategori produk yang dijual, seperti kualitas dan harganya. Jika anda mencoba untuk membuat website sendiri, jangan menghabiskan banyak waktu dan uang untuk membuatnya. Mungkin anda bisa menggunakan platform lain untuk membuat website tersebut. Dan mulailah dari yang terkecil dan paling mudah dilakukan. Start small, move fast.

Intinya, semuanya kembali lagi ke tujuan anda berbisnis pada awalnya. Jika anda hanya mencari penghasilan sekitar Rp100 juta perbulan, mungkin anda bisa menggunakan media sosial,marketplace, atau platform lainnya. Tetapi, jika anda mengincar pertumbuhan yang besar yang bisa menghasilkan pendapatan miliaran rupiah perbulan, anda perlu membuat website anda sendiri dengan perhitungan yang matang.

Apakah ada saran bagaimana cara meyakinkan supplier?

Sebenarnya cara meyakinkan supplier itu cukup sederhana. Anda harus tahu kekuatan dan keunikan pada bisnis anda sendiri karena ada ratusan alasan bagi supplier untuk menolak bekerja sama dengan anda. Dan anda perlu menghapus setiap alasan mereka itu satu persatu. Mungkin alasan mereka menolak anda karena margin yang anda tetapkan terlalu besar atau traffic website anda terlalu kecil. Anda harus memikirkan hal-hal seperti ini  untuk meyakinkan supplier agar mereka mau bekerja sama dengan anda.

Apa tantangan yang anda hadapi selama menjalani bisnis ini?

Mungkin masalah yang saya alami dalam menjalani bisnis ini adalah membentuk tim yang hebat karena tidak mudah menemukan tim yang sudah berpengalaman di fashion retail seperti ini, apalagi bisnis online di Indonesia masih tergolong baru bagi sebagian besar orang Indonesia. Sebenarnya banyak orang yang berpengalaman di fashion retail, tetapi tidak banyak yang mau masuk ke ecommerce atau bisnis online. Jadi ini adalah tantangan yang susah bagi saya. Saya harus bisa meyakinkan mereka seberapa besar bisnis online ini nantinya. Tetapi, pada akhirnya saya bisa mendapatkan tim yang benar-benar kompeten di bidangnya.

Perjalanan untuk mendapatkan tim hebat ini tidaklah mudah. Saya membutuhkan waktu tiga bulan untuk meyakinkan co-founder sekaligus teman saya agar ia mau bergabung pada bisnis ini. Sebelum bergabung, ia bekerja sebagai banker dan telah mencoba berbisnis fashion online, sayangnya, ia memutuskan untuk menutup bisnisnya. Saat itulah saya berbicara dan mengajaknya untuk bergabung ke bisnis saya ini. Setelah ia bergabung, kami baru mencari manager dan key player lainnya. Untuk mencari manager ini, kami membutuhkan waktu selama enam bulan untuk meyakinkan dia. Kami terus negosiasi, negosiasi, dan negosiasi lagi. Dan akhirnya ia bersedia bergabung. Total waktu yang kami butuhkan untuk menciptakan tim saya sekarang ini adalah 1 tahun. Tetapi, pada dasarnya, untuk menciptakan tim yang hebat adalah sebuah proses yang berkelanjutan dan tidak ada habisnya.

Biasanya produk-produk diskon itu dibuat private agar hanya member yang bisa melihatnya, tetapi produk anda terbuka bagi publik untuk melihatnya, kenapa anda melakukan ini? Apakah ini tidak menyakiti brand yang bersangkutan?

Seperti yang saya bilang, make it simple agar semua orang bisa melihatnya. Saya rasa brand tersebut tidak merasa terganggu dengan hal ini karena kami adalah pemain pertama di bisnis seperti ini di Indonesia. Dan juga pada umumnya, supplier di Indonesia tidak begitu peduli dengan hal ini.

Anda mendapatkan dana investasi dari Cyber Agent, untuk apa saja dana ini anda gunakan?

Sebagian besar saya alokasikan ke internet marketing seperti Google ads dan Facebook ads. Dalam beriklan, kita harus memperhatikan CPA (Cost per Acquisition) dengan baik. Seberapa efektifkah marketing yang kita? Apakah kita mendapatkan keuntungan dari setiap marketing yang kita lakukan? Hal-hal seperti ini harus kita hitung dengan sedetail mungkin agar kita bisa mengukur manfaat yang kita peroleh dari upaya marketing yang dilakukan selama ini.

Apakah pop up ketika pengunjung datang ke website anda itu efektif untuk mendapatkan member (alamat email)?

Efektif atau tidak? Tentu saja efektif walaupun sebenarnya sekarang kami masih dalam masa testing. Kami masih mencoba bereksperimen bagaimana cara mendapatkan member yang lebih efektif. Tetapi, bisnis model seperti kami ini sangat membutuhkan member (alamat email customer) karena dengan alamat email mereka, kami bisa menawarkan produk terbaru dan keren melalui newsletter agar mereka bisa terus mengikuti perkembangan produk yang kami tawarkan setiap harinya.

Apakah ada saran bagi orang yang ingin memulai startup mereka?

Saya pikir hal yang terpenting adalah kecepatan. Sebelum anda memikirkan lebih jauh lagi, anda harus segera menjalankan bisnis anda dan saat menjalankan bisnis, anda harus berpikir. Inilah cara agar orang bisa belajar dengan lebih cepat karena jika anda belum segera menjalankan bisnis, anda tidak akan bisa belajar apapun. Selain itu, anda harus memikirkan seberapa besar goal dari bisnis anda ini. Apakah bisnis ini hanya sekedar untuk menambah duit jajan atau ingin menjadi bisnis yang besar dengan pendapatan miliaran rupiah perbulannya.

Satu hal lagi yang terpenting adalah co-founder. Anda harus bisa memilih dengan siapa anda ingin berbisnis/berpartner. Jangan langsung pilih teman terbaik anda semaunya tanpa pikir panjang karena biasanya teman baik itu mempunyai karakter yang sama dengan anda. Jadi pastikan anda memiliki kemampuan lebih baik dari partner anda. Artinya, anda dan partner anda harus mempunyai kelebihan yang saling melengkapi agar bisa saling bersinergi satu sama lainnya. Sebagai contoh adalah saya dan co-founder saya. Saya mempunyai kelebihan di marketing, data analisis, dan merekrut orang. Sedangkan co-founder saya lebih paham di operasional, logistik, warehouse, dan finance. Jadi pilihlah partner bisnis anda dengan cerdas.

Baca juga interview Startupbisnis dengan para CEO lainnya:

IndoTrading Meluncurkan Situs Khusus Untuk Menggenjot Produk Ekspor Indonesia, Interview Dengan Handy Chang

Interview Dengan Andreas Thamrin: Bagaimana Awal Mula Berdirinya @ShopDeca di Indonesia

Interview Bersama Benny Tjia: Mulai Dari Ia Bekerja di Startup Silicon Valley Hingga Mendirikan Bornevia di Indonesia

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.