Kalau Rencana Tidak Berhasil? Tetap Tenang dan Pivot | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Kalau Rencana Tidak Berhasil? Tetap Tenang dan Pivot

Posted by & filed under Running a Business, Startup.

Kalau Rencana Tidak Berhasil, Tetap Tenang dan Pivot

Ditulis oleh Clairine Runtung, Investment Associate, Convergence Ventures

Sederhananya, “pivoting” dalam startup berarti perubahan dalam rencana, biasanya terkait dengan model bisnis, ketika strategi utama startup tidak berjalan baik.

Sebagai seorang enterpreneur, Anda harus mengenal apa itu pivot. Normalnya, pivot merupakan proses yang terjadi saat menemukan product-market fit. Yang artinya, terkadang pivot mengartikan perubahan dalam beberapa sektor yang berbeda dalam bisnis, atau perubahan bisnis secara keseluruhan. Contohnya, pivot yang sederhana bisa berupa perpindahan model bisnis dari reservasi ke search directory, yang terjadi dalam kasus Qraved, sebuah daftar F&B, konten dan platform reservasi yang berpusat di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia. Sedangkan pivot yang lebih besar terjadi pada Groupon ketika mengubah business plan dari situs consumer activism “The Point” menjadi situs pembelian diskon yang kita tahu saat ini sebagai Groupon.

The Point - versi lama groupon

The Point: Versi lama Group On
Sumber gambar: www.changemakers.com

Pivot lebih sering dilakukan daripada tidak. Nyatanya, hampir semua startup unicorn, seperti Amazon, Instagram, Pinterest, melakukan pivot. Prosesnya bisa sangat menyulitkan dan membutuhkan brainstorming yang berat untuk Anda dan tim, tapi pivot merupakan bagian dari perjalanan siapapun ketika mengembangkan bisnis. Oleh karena itu sangat penting bagi perusahaan startup untuk mempelajari organisasi dan memahami apa yang dibutuhkan dalam perkembangan di masa depan agar dapat memperoleh visi jangka panjang.

Apakah pivot penting?

Ya. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi merupakan kunci bagi enterpreneur untuk mengembangkan startup mereka. Sedangkan passion dan determinasi merupakan pelengkap yang penting untuk menjalankan visi dan misi semaksimal mungkin, mereka seringkali melupakan dua aspek tersebut ketika business plan dibuat. Startup Genome Report, sebuah laporan yang menjadi bagian dari projek besar yang membuat startup Sillicon Valley berhasil (atau tidak), menyorot bahwa startup yang pivot sebanyak satu atau dua kali mendapatkan uang 2.5x lebih banyak, 3.6x user growth yang lebih baik, dan turunnya kemungkinan premature scale sebanyak 52% daripada startup yang pivot lebih dari 2 kali atau tidak sama sekali.

Nah dengan melakukan pivot, Anda bisa menguji hipotesis dan visi secara sistematis dan “real-time”. Kesempatan Anda untuk berhasil akan meningkat ketika Anda mengumpulkan bukti nyata berdasarkan tweak business plan Anda. Bukti empiris ini biasanya datang dari feedback customer yang digabungkan dengan objective, message dan solusi yang Anda berikan untuk customer. ChubbyBrain.com, sebuah blog yang menyediakan ruang diskusi dan konsumsi untuk enterpreneur melakukan brainstorming, menyorot bahwa tunnel visi dan tidak mengumpulkan feedback user merupakan kesalahan terbesar bagi kebanyakan startup.

Mengukur respon customer, atau dengan kata lain, kumpulkan feedback user

Mengukur respon customer, atau dengan kata lain, kumpulkan feedback user!
Sumber gambar: www.kohactive.com

Mungkin menegangkan, tapi pivot bukan bencana

Yang terpenting, Anda tidak melihat pivot sebagai kegagalan meskipun Anda bingung, tidak yakin, atau takut mengubah business plan. Jika Anda seorang enterpreneur, Anda cenderung seseorang dengan visi dan determinasi yang kuat untuk terus maju dan melawan hambatan apapun untuk mewujudkannya. Kedua sifat itu sangat baik, dan tentu saja diperlukan. Namun, ingatlah bahwa ada perbedaan tipis antara ingin bertahan dan ingin terbuka untuk perubahan yang artinya membangun startup yang lebih baik dan sukses.

seni pivot, rencana vs realita

seni pivot: rencana vs realita
sumber gambar: www.earlyinvesting.com

Observasi, tes, perbaiki, dan bertumbuh

Sangat jelas bahwa seiring perubahan waktu, teknologi dan market juga berubah. Yang terpenting adalah, sebagai enterpreneur Anda harus terbiasa dengan “pivot” dan menganggapnya sebagai proses pertumbuhan perusahaan daripada sebagai sebuah kegagalan. Selalu ingat bahwa Anda tidak sendiri disini – bahkan Amazon melakukan pivot berkali-kali, termasuk keputusan menjual hardware seperti Kindle, sebelum mereka berkembang seperti saat ini. Ketika produk Anda tidak mendapat respon di market, segera pikirkan perubahan apa yang perlu dilakukan. Jangan biarkan rasa malas dan keras kepala membatasi kemampuan Anda untuk mengubah bisnis model. Tidak ada aturan baku untuk menentukan keputusan dalam pivot, tapi Anda perlu mengukur hipotesis dan bersiap untuk memperbaiki cara Anda berbisnis.Dan yang tidak kalah penting, jangan abaikan customer Anda. Jika Anda menargetkan segmentasi customer yang tepat, setiap orang yang ada dalam grup tersebut merupakan orang yang bisa memberikan feedback paling bernilai dan objektif.

Sumber: Convergence Ventures

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.