Memahami Skill, Talent dan Tugas dari Social Media Strategist

Posted by & filed under Featured, Social Media.

 

social media strategist 2

 

Editor’s note : Banyak bisnis melakukan investasi di social media expertise dengan menambah posisi social media strategist dan community manager. Skill dan telent apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk posisi ini ? Apakah tugas dari seorang social media strategist dan community manager ?

 

“The One Job Your Company Really Needs”

Menjadi community manager adalah suatu pekerjaan yang didambakan di berbagai industri (baca : “Saya akan duduk di depan Facebook sepanjang hari”) tetapi suatu hal yang tidak banyak disadari adalah fakta bahwa pekerjaan tersebut memiliki peran besar dan memiliki impact untuk perusahaan.

Anda sedang mempertimbangkan posisi tersebut atau mencari seorang social media strategist ?

10 alasan untuk memiliki social strategist dan community manager 

Jika Anda tidak berada di social media, berarti Anda tidak berada di tempat audience Anda berada. Dan Anda bisa disebut kehilangan. Potensi social media sangat besar, termasuk :

  • Informasi yang terus mengalir tentang trend terbaru di industri Anda
  • Bisa melakukan pengecekan tentang kompetitor Anda, evaluasi apakah Anda telah melakukan hal yang benar
  • Kemampuan untuk melakukan engagement one-on-one dengan audience Anda dan membentuk personal connection
  • Melakukan tracking orang-orang me-mention brand Anda secara online jadi Anda bisa memberikan customer service melalui social media dan menjawab pertanyaan yang ada. Juga membenarkan anggapan yang salah tentang brand Anda.
  • Membuat dan mengkurasi konten
  • Membangun komunitas
  • Meningkatkan advocacy brand Anda melalui word of mouth marketing
  • Meningkatkan trust dan kredibilitas di mata komunitas Anda.
  • Social media bisa digunakan untuk sales
  • Benefit untuk SEO

Karakteristik dan skill yang dibutuhkan

Skill nomor 1 ketika akan merekrut social strategist dan community manager adalah passion terhadap social media, yang berarti mereka harus menyukai untuk menjadi aktif di social media, selalu mencari tools baru dan cara baru untuk melakukan engagement.

“Experience” seharusnya tidak menjadi faktor nomor 1, karena bidang ini masih baru, faktor lainnya adalah :

  • Apakah mereka early adopter di social media ?
  • Apakah mereka menggunakan social media di waktu yang bervariasi ? Mudah jika anda mengirim tweet sewaktu jam kerja di depan komputer tetapi apakah mereka mengirimkan tweet di malam hari atau weekend ?
  • Apakah mereka tahu cara menggali potensi social media ? (menggunakan hashtag, menggunakan link shortener, menggunakan fitur thumbnail Facebook yang di link ke website ketika memposting gambar?)
  • Apakah mereka memiliki pemahaman/pengetahuan umum dan keterlibatan yang cukup dengan industri di mana mereka ingin menjadi community manager ? Banyak yang bisa dipelajari tentang industri ini dari keterlibatan mereka sebagai community manager, dan mereka akan belajar sambil jalan. Makanya kami sebut “pengetahuan umum.”
  • Apakah mereka keingintahuan dan kemauan untuk mencoba tools dan platform baru ? Ada banyak platform selain Facebook, Twitter, Linkedin. Munculnya platform baru seperti Google + dan banyak platfrom niche lainnya seperti forum-forum membuat landscape social media menjadi tidak ada batasnya, mereka harus passionate untuk masuk ke niche platform baru ini untuk menemukan audiencenya, sebagai tambahan, mereka harus menunjukkan pengalaman untuk menggunakan tool social media baru ini untuk melakukan time management dan mampu melakukan organisasi cross platform yang baik (misalnya menggunakan TweetDeck, Hootsuite, etc).

Tips untuk me-manage community manager Anda : Berikan mereka outline pekerjaan dari seorang community manager, berikan mereka waktu mengerjakannya, lihatlah bagaimana mereka melakukannya. Duduk bersama mereka dan tunjukkan kesempatan di social media yang seharusnya mereka kejar. Usahakan Anda memiliki social media policy / buku putih social media supaya mereka tahu bahasa dan cara komunikasi seperti apa yang bisa diterima.

Berikan mereka tantangan kreatif dengan menulis blog dan membuat grafis yang simple untuk brand Anda, secara periodik berikan feedback terhadap postingan mereka.

Rule utama yang penting adalah, mereka bukan hanya mem-”broadcast” tetapi mereka melakukan engagement dengan komunitas online. Berteriak tanpa tujuan tidak akan membawa Anda ke mana-mana.

Tanggung jawab utama : 

  • Membuat dan mengimplementasi strategi social media
  • Menemukan target audience dari brand anda dalam dunia online
  • Melakukan engagement dengan audience dan membangun komunitas. Ingat : Kualitas. Bukan Kuantitas
  • Melakukan analisa kompetitif
  • Memonitor mention brand : menjawab pertanyaan, memberikan customer service
  • Analytics: melakukan tracking pembicaraan brand Anda di social media, temukan sebabnya apabila ada kenaikan atau penurunan tajam dari conversation brand Anda dan ubah strategi sesuai kondisi terkini.
  • Memberikan reward terhadap advocacy yang diberikan untuk meningkatkan word of mouth.
  • Membuat link antara presence di social media dan sales + customer retention

Seorang social strategist dan community manager harus bisa mengintegrasikan dan bekerja bersama departemen lain dalam perusahaan Anda. Termasuk PR, marketing, HR dan sales. Cara terbaik melakukannya adalah dengan sesi training terintegrasi di mana setiap departemen belajar tentang aspek social media dari perusahaan dan bekerja sama dalam mengirimkan message di social media.

Untuk lebih memahami workflow pekerjaan dari community manager, lihatlah infografis jobdesc dari social media manager di USA sebagai berikut :

social media strategist job description