Mengevaluasi Channel Traction dengan Framework Bullseye (Target Panah) | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Mengevaluasi Channel Traction dengan Framework Bullseye (Target Panah)

Posted by & filed under Featured.

 

Startup Marketing The_Bullseye_Framework__

Framework Bullseye – Click to enlarge

 

Ini adalah artikel ke 2 tentang traction. Artikel pertama bisa Anda baca di Traction for startups : Mengenal definisi dan berbagai macam channelnya.

 

Dengan begitu banyaknya channel traction yang bisa Anda pertimbangkan, menemukan satu yang bisa Anda fokuskan bukanlah hal yang mudah.

Itulah kenapa Framework sederhana ini dibuat yang disebut “bullseye” yang membantu Anda menemukan channel yang bisa menghasilkan traction untuk Anda.

Sebagai bilioner, founder Paypal dan investor awal Facebook, Peter Thiel mengatakan “kamu mungkin tidak akan menemukan beberapa strategi distribusi product Anda yang semuanya bekerja sama baiknya. Programmer (yang biasanya end up menjadi founder startup) seringkali gagal dalam hal ini karena mereka tidak mengerti distribusi, karena mereka juga tidak mengerti what works dan tidak berpikir tentang itu. Mereka akan mencoba beberapa cara sales, Business Development, advertising, viral marketing – semuanya – yang mana ini adalah ide jelek. Kemungkinan besar hanya ada 1 channel yang optimal, bahkan mungkin tidak satupun. Distribusi yang buruk – bukan produk yang buruk – adalah no 1 penyebab kegagalan. Jika Anda bisa menemukan satu single distribution channel yang bekerja dengan baik, Anda memiliki bisnis yang bagus. Jika Anda mencoba beberapa tetapi tak satupun bekerja, Anda selesai. Jadi penting untuk memikirkan tentang menemukan satu distribution channel terbaik.

Metafora bullseye atau “target panah”  – karena goal Anda adalah titik paling tengah dari target panah itu sendiri, yaitu menemukan satu traction channel yang akan meng-unclock pertumbuhan Anda ke level berikutnya.

Framework bullseye terbagi 5 tahap : brainstrorm, rank, prioritize, test dan fokus pada apa yang bekerja dengan baik. Evaluasi dan ulangi.

 

Step 1 : Brainstorm

Goalnya adalah menemukan cara yang reasonable untuk Anda gunakan di tiap channel traction, misalnya Anda akan melakukan advertising offline, di mana kira-kira tempat terbaik untuk melakukannya? Jika Anda akan memberikan speech, siapa audience ideal Anda ? Seperti dijabarkan di chapter 1, setiap orang melakkan pendekatan traction channel dengan bias (kecenderungan memilih channel yang kurang reasonable).

Langkah pertama adalah membantu Anda dengan sistematis menghilangkan bias ini. Penting untuk Anda tidak mengabaikan satupun traction channel di tahap ini. Anda harus memikirkan setidaknya satu ide untuk setiap channel – ini yang disebut brainstorming ! Anda harus specific memikirkan ide terkait perusahaan Anda. Anda harus tahu strategi marketing apa yang berjalan baik di industry Anda, termasuk juga sejarah perusahaan di industry Anda (memang, seringkali founder sukses adalah historian).

Sangat penting memahami bagaimana perusahaan yang mirip dengan Anda mendapatkan customer dari waktu ke waktu dan bagaimana perusahaan yang gagal membuang uang di budget marketing mereka.

 

Cara mudah untuk Anda mengorganisir adalah dengan spreadsheet. Contohnya bisa Anda download di sini.

Setiap column berisi ide tentang bagaimana Anda menggunakan channel tertentu. Anda bisa menempatkan lebih dari 1 ide per channel.

Beberapa saran tentang column ini yang bisa membantu Anda :

  • Seberapa mungkin ide ini bisa bekerja ?
  • Berapa customer yang kira-kira bisa Anda akuisisi dengan biaya tersebut sebelum cara ini menjadi saturated (competitor ikut masuk)
  • Perkiraan biaya untuk mengakuisisi customer melalui ide ini
  • Berapa lama timeframe yang dibutuhkan untuk melakukan testing ?

Tentu Anda tidak akan bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar tetapi Anda bisa membuat “educated guess”.

 

Langkah 2 : Ranking

Langkah ini membantu Anda mengorganisir effort brainstorming Anda, juga membantu berpikir kritis tentang channel traction Anda.

Bagilah channel traction Anda ke 3 kolom, di mana setiap kolom merepresentasikan sebagai berikut :

Kolom A (Inner circle – bagian paling dalam dari lingkaran) : Traction channel apa yang yang paling menjanjikan saat ini ?

Kolom B (Potensial) : Traction channel apa yang nampaknya akan bekerja baik ?

Kolom C (Long-shot) : Traction channel apa yang nampaknya bisa bekerja baik untuk jangka panjang ?

Riset yang Anda lakukan dalam langkah brainstorming seharusnya membantu Anda membuat ranking.

Beberapa ide Anda seringkali Nampak sangat menarik – traction channel ini masuk ke kolom A

Ide-ide yang nampaknya bisa berjalan masuk ke kolom B

Ide-ide yang nampaknya terlihat sebagai sebuah “pengembangan” yang bukan “core” masuk ke kolom C.

 

Langkah 3 : Prioritize

Sekarang identifikasi bagian dalam dari lingkaran (inner circle) : tiga traction channel yang terlihat paling menjanjikan. Jika sudah memiliki tiga channel di kolom A, Anda selesai ! Jika Anda masih memiliki lebih dari tiga, maka Anda harus membuang sebagian. Seringkali Anda menemukan beberapa channel yang terlihat menarik dan menjanjikan yang muncul dalam ranking Anda, Anda harus bedakan yang mana channel yang sifatnya hanya “excitement saja” atau channel yang memang menjanjikan.

Anda bisa melakukan pengetesan lebih dari satu experiment bersamaan karena testing membutuhkan waktu untuk dapat disimpulkan. Tetapi melakukan banyak hal secara pararel bisa membuat Anda tidak fokus atau error.

 

Langkah 4 : Test

Adalah saat di mana Anda menempatkan ide Anda di dunia nyata. Tujuan dari langkah ini adalah menemukan traction channel mana di dalam lingkaran terdalam Anda (inner circle) yang seharusnya Anda fokuskan. Anda akan membuat keputusan berdasarkan hasil dari beberapa seri pengetesan yang murah.

Test ini seharusnya didesain untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut :

  • Secara kasar, berapa biaya akuisisi customer melalui channel ini ?
  • Berapa banyak channel yang available di channel ini ?
  • Apakah customer yang didapatkan lewat channel ini adalah customer yang Anda inginkan ?

Pertanyaan ini mirip dengan isian kolom pada saat langkah brainstorming. Pada saat testing, Anda menggantikan “educated guess” Anda dengan jawaban sebenarnya. Tidak ada satu metode yang pasti untuk setiap traction channel karena setiap bisnis memiliki perbedaan mendasar.

Perhatikan bahwa pada langkah testing, Anda tidak mencoba mendapatkan banyak traction di suatu channel, tetapi Anda mencoba menentukan apakah suatu channel berjalan baik untuk startup Anda atau tidak.

Pertimbangan Anda di tahap ini adalah kecepatan untuk mendapatkan data dan membuktikan asumsi Anda.

Anda bisa juga mendesain testing dalam skala lebih kecil yang tidak membutuhkan banyak biaya atau effort, contohnya, menjalankan empat kampanye Facebook ads VS empat puluh kampanye sekaligus. Anda akan mendapatkan ide kasar tentang efektivitas dari suatu channel dengan biaya yang reasonable.

 

Langkah 5 : Fokus

Jika semua berjalan lancar, salah satu traction channel yang Anda tes dalam inner circle akan memberikan hasil yang menjanjikan. Dalam case ini, Anda harus mulai mengarahkan usaha traction Anda dan sumberdaya Anda untuk fokus pada channel yang paling menjanjikan.

Dalam tahap tertentu dari lifecycle startup, biasanya satu traction channel akan mendominasi customer acquisition. Maka dari itu sangat direkomendasikan untuk fokus pada satu channel saja dalam satu waktu. Dan ini hanya bisa dilakukan saat Anda sudah mengidentifikasi channel yang bekerja baik untuk Anda.

Goal di tahap fokus ini cukup simple : untuk mengeluarkan seluruh potensi traction yang ada pada traction channel. Untuk melakukannya Anda harus secara continue bereksperimen untuk menemukan bagaimana mengoptimasi pertumbuhan di channel yang Anda pilih. Saat Anda sudah terjun lebih dalam, Anda akan menemukan taktik yang efektif dan melakukan apapun yang Anda bisa untuk melakukan scaling dari strategi Anda sampai channel ini tidak lagi efektif karena saturation atau kenaikan biaya (mis. semua competitor masuk channel ini)

Anda harus mengulang prosesnya jika, tidak ada channel yang terlihat menjanjikan setelah testing. Semua prosesnya harus diulang. Kabar baiknya sekarang Anda sudah punya data dari semua tes yang Anda lakukan, yang memberikan Anda informasi hal-hal apa yang tidak diterima customer. Lihat pada pesan yang Anda kirimkan ke customer, atau gali lebih dalam di point apa tiap channel gagal untuk menyampaikan pesan pada customer.

Kenapa menggunakan framework Bullseye ? karena Bullseye didesain untuk secara langsung mengarahkan traction focus Anda dan memaksimalkan hasil Anda. Juga memaksa Anda memikirkan semua traction channel Anda dengan serius, hal ini dilakukan dengan tahap brainstorm dan kemudian juga memaksa Anda berpikir untuk meranking dan memprioritaskan. Semua langkah ini dengan sistematis membuka wawasan baru tentang traction yang mungkin tidak anda dapatkan dengan pendekatan lain. Framework ini juga membantu Anda melakukan zoom in pada ide terbaik dengan cepat dan murah disaat kita melempar sebuah net yang lebar : inilah pemahaman metafora dari bullseye (target panah). Kemudian kita juga bisa melakukan test yang pararel, karena channel yang akan sukses sulit diprediksi dan menghemat waktu adalah hal yang penting bagi Anda.

 

Baca Juga

Bagaimana Memaksimalkan Efektifitas Budget Marketing di Tiap Tahap Startup Anda

Bagaimana Freelancer.com Membangun Tim Growth Yang Hebat

Rahasia Sukses Bisnis Online : Sejarah dan 3 Kunci Sukses Pendiri Twitter

 

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.