Startup Indonesia | Bisnis Online | Cara membuat toko online | Peluang Dan Ide Bisnis Online

RSS
new

Monetizing dari Local Business ? Kompetitormu Adalah Google Adwords dan Facebook Ads

Posted by & filed under Bisnis Model Kanvas.

 

If I had an hour to solve a problem, I’d spend 55 minutes thinking about the problem and five minutes thinking about solutions. – Albert Einstein

 

Monetizing startup memiliki bermacam-macam tipe, ada yang monetize now, ada yang monetize later, dari segi sumber duit, ada yang monetize dari brand (mis. Kaskus, Detik) atau dari user (mis.ecommerce, Tokobagus menjual Promopoint, Kaskus juga menjual Kaskus premium dengan kapasitas inbox lebih besar), dari segi cara ada yang membaginya menjadi advertising/iklan, menjual sesuatu (commerce) dan subscription (langganan). Jenis-jenis monetizing di dunia yang cukup rumit bisa dilihat di sini.

Yang menjadi masalah adalah apabila founder tidak tahu bahwa ide yang ia buat sulit dimonetize. Biasanya startup yang bisa dimonetize adalah startup yang memecahkan masalah yang “frustating”.

Sebagai founder startup, Anda sangat disarankan menjadi expert dalam masalah yang dihadapi customer/user/reader/advertiser, jika tidak, Anda akan menghabiskan banyak waktu dan uang untuk melakukan pivot (mengubah konsep) karena akan berulang kali membuat fitur yang tidak memiliki value di mata user/customer.

Saya ingin bercerita pengalaman saya bertemu beberapa startup beberapa bulan terakhir.

Pernah dalam suatu event, seseorang pitching tentang app untuk menyingkat nomor handphone dan memudahkan kita menghafal nomor handphone.

Apa yang aneh dari ide ini ?

Masalah apa yang sebenarnya ia coba pecahkan ? Masalah orang-orang dalam mengingat nomor handphone. Tetapi, apa benar orang-orang mengalami masalah ini ? Kalau saya sih tidak karena kalau saya cari nama teman saya di HP, saya akan ketik namanya, handphone saya akan memunculkan nomor HPnya, dan rasanya saya tidak mengalami masalah ini sejak pertama kali punya handphone di tahun 2000.

Ada kemungkinan saya salah paham terhadap ide ini, tetapi baru saja saya bertanya rekan yang sempat melakukan interview pada founder yang punya ide ini, katanya “hanya untuk fun”.

Cerita kedua, beberapa hari lalu ada di Surabaya ada seorang teman yang memiliki ide membuat semacam gabungan antara “digital magazine” dan city directory (Urbanesia, Yelp) dan ia memiliki rencana monetizing dari fee advertising local business dan memiliki rencana monetizing mulai tahun ke-2. Local business yang dimaksud adalah UKM offline, Toko offline, restaurant, department store offline dan lain-lain.

Hal yang perlu diketahui oleh founder ini adalah :

  1. Dengan me-monetize dari local business, maka sebenarnya kompetitornya ia adalah Google adwords dan Facebook ads. Local business pasti pernah didatangi agency-agency digital yang menawarkan integrated digital marketing seperti Google ads, Facebook, Twitter buzzer dan lain-lain.  Bagaimana cara Anda sebagai founder sebuah platform baru berkompetisi dengan service-service yang meng-utilize platform yang memiliki jutaan user ? 
  2.  Jika sebuah startup mengatakan ingin me-monetize local business, yang dibutuhkan oleh local business sebenarnya bukanlah advertising dengan tujuan branding, tetapi dengan tujuan sales. Apakah dengan melakukan spend 3 juta rupiah di platform-mu, ia bisa mendapatkan sales 3,5 juta rupiah ?
  3. Jika memiliki rencana monetizing dari local business dalam bentuk advertising maka sebaiknya mempelajari tentang Yelp terlebih dahulu.  Yelp sudah go public tetapi sejak tahun 2008 membukukan net loss sampai sekarang.Yelp chartBahkan dalam dokumen IPO nya (halaman 26 form 10-Q), Yelp memberikan warning : ”We have incurred significant operating losses in the past, and we may not be able to generate sufficient revenue to achieve or maintain profitability. Our recent growth rate will likely not be sustainable, and a failure to maintain an adequate growth rate will adversely affect our results of operations and business” Kata “not be sustainable” menjadi kunci di sini, salah satu alasan business model Yelp tidak sustainable karena Yelp harus membayar banyak staf sales untuk mendapatkan iklan.
  4. William Henley, founder Otopedia dan Tapestrix memiliki pengalaman dalam monetizing dari local business dalam artikel Evolusi business model Otopedia.
  5. Di awal 2012, Urbanesia.com, yang memiliki kemiripan business model dengan Yelp dibeli sebagian besar sahamnya oleh Kompas.com, kami tidak mendapatkan informasi tentang apakah profitability dari Urbanesia mengalami hal yang sama dengan  Yelp, tetapi salah satu strategi dari startup yang sulit dimonetize dari operational (kalau bicara capital gain sudah lain lagi) adalah bergabung dalam sebuah ekosistem seperti Kompas.com di mana startup yang diakuisisi oleh sebuah group ekosistem bisa memberikan value untuk ekosistem bisnis tersebut dan sebaliknya.
  6. Founder yang saya temui ini mengatakan memiliki rencana monetizing dari local business, tetapi ia tidak cukup menghabiskan waktu ngobrol dengan calon advertisernya. Ini sering menjadi masalah di banyak startup, di mana foundernya kurang mendalami wisdom “start from problem, not idea”, problem bisa berasal dari user/reader atau advertiser. Inilah kenapa founder yang memiliki background digital agency umumnya memiliki competitive advantage karena mereka dekat dengan advertiser (salah satu sumber monetizing) dan selalu berkomunikasi dengan advertiser, juga menanyakan “apa masalahmu ? apa targetmu tahun ini? Bagaimana saya bisa membuat produk yang membantumu mencapai target ?”

 

Bulan lalu kita melihat salah satu yang menonjol dan baru muncul adalah Gotcha yang cukup inovatif dengan mengubah captcha menjadi advertising space. Pertanyaannya adalah, jika Anda adalah pemilik brand otomotif, Anda memiliki beberapa pilihan :

  1. Beriklan di Google Adwords untuk mentarget intention to buy dari calon customer (mentarget keyword “beli mobil innova Jakarta”).
  2. Beriklan di Facebook Ads untuk mentarget orang-orang yang memiliki interest terkait mobil.
  3. Beriklan di Kaskus sub forum otomotif
  4. Atau beriklan di Gotcha ?

Kira-kira yang mana yang paling relevan dengan tingkat konversi yang tinggi ? hanya waktu yang akan menjawabnya.

Dalam dunia startup sering dibilang, jika Anda ingin memonetize dari advertising, Anda punya beberapa pilihan : 1.Memiliki website dengan traffic yang sangat besar, 2. Memiliki website niche yang memiliki value yang relevan di mata advertiser 3. Memiliki kedekatan dengan advertiser karena telah bekerja sama sebelumnya.

Jika ingin memonetize dari advertising local business (kalau monetize dari service lain lagi ceritanya), memiliki website yang tidak niche, traffic tidak besar apalagi founder yang kurang spend time dengan advertiser atau usernya untuk brainstorming memecahkan masalah yang mereka miliki rasanya bukan pilihan yang bagus.

 

Baca Juga : Cara Membuat Toko Online Manfaat Bisnis Model Ecommerce Berbasis Konten Part 2