@MrTampi : Entrepreneur Seperti Apa yang Dicari Oleh @KinaraID
You better love what you’re doing, because it’s going to be brutal
Michael R Tampi adalah ex banker yang saat ini bersama Dondi Hananto membangun Kinara Indonesia , sebuah inkubator bisnis yang memberikan support kepada entrepreneur berupa support yang intensive, akses pemodalan dan expertise yang membantu entrepreneur tumbuh lebih cepat. Dalam suatu obrolan saya dengan Michael, Ia menjelaskan tentang Kinara, entrepreneur seperti apa yang dicari Kinara dan kenapa GreenerationID menjadi contoh yang bagus.
Apa itu Kinara?
Kinara adalah sebuah inkubator bisnis, tapi kita coba modifikasi. Menurut saya, inkubator bisnis di Indonesia tidak berjalan sesuai dengan yang seharusnya, mungkin karena pengaruh lingkungan di Indonesia. Inkubator bisnis itu sebenarnya tidak ada dana yang diinvestasi. Sementara kalau di kinara, ada inkubasi dan juga ada investasi. Jadi, dibilang venture capital juga bukan. Lebih tepat dikatakan sebagai inkubator bisnis, tapi yang telah dimodifikasi.
Tipe entrepreneur seperti apa yang dicari oleh Kinara?
Pada dasarnya, Kinara sama dengan inkubator bisnis yang lain. Pasti kita melihat orangnya seperti apa. Tapi tidak bisa juga didefinisikan secara rinci kriteria seperti apa yang sebenarnya kita cari. Kita ada tools-nya, yang kita anggap itu sebagai proses dating. Ibaratnya seperti kita pacaran sebelum menikah, dalam proses itu kan biasanya kita mencari tahu kelebihan dan kekurangannya. Jadi, selama setahun ini kita mencoba untuk merumuskan bagaimana kriteria yang kita cari. Setelah itu, kita kembangkan dengan tools sendiri untuk mendapatkan entrepreneur yang kita cari.
Yang paling penting adalah mentalnya. Dalam proses dating itu bisa terlihat mentalnya seperti apa. Karena selama proses dating, kita sering kali terjun langsung membantu mereka membangun usahanya. Dari situ akan terlihat bagaimana mental mereka sebenarnya. Selain itu harus bisa berkomunikasi, itu juga akan terlihat selama proses dating.
Yang saya lihat selama ini di entrepreneurship Indonesia, siapapun founder-nya, siapapun yang punya ide, dia yang akan menjadi CEO-nya. Padahal sebenarnya tidak bisa juga seperti itu. Bukan berarti karena dia yang punya ide, dia punya semuanya, dan dia juga inisiatornya, lantas dia bisa running sebuah perusahaan sebagai CEO.
Dalam proses dating itu kita terbuka aja. Kita juga dibantu oleh salah satu consultant, dimana kita bisa mengetahui strength dari para calon entrepreneur itu apa saja. Kita juga memberikan komentar kepada mereka terhadap perusahaannya, sekaligus memberikan saran agar mereka bisa lebih baik lagi untuk ke depannya. Kalau memang dibutuhkan orang lagi, maka rekrutlah orang lagi. Ibaratnya, kalau memang perlu CEO, rekrutlah CEO.
Selama setahun berjalan, adakah hal-hal yang menarik ketika bertemu dengan calon entrepeneur ini?
Menurut saya, kata “entrepreneurship” itu sepertinya sudah overhype, sudah terlalu “wah”. Kesannya jadi entrepreneur itu sudah paling oke, seperti the highest carreer. Padahal menurut saya tidak seperti itu. Selama setahun ini yang kita lihat memang entrepreneur itu dipersiapkan jadi entrepreneur. Sedangkan ketika sudah jadi entrepreneur, belum tentu bisa. Jadi yang kita harapkan sebenarnya lebih banyak lagi.
Saat ini Kinara masuk di real sector, kami melihat “ingredient” dari entrepreneurnya masih mentah, kami berharap muncul koki-koki lain yang membantu membangun ekosistem entrepreneurship di Indonesia supaya ingredient nya lebih matang dan kita mau membuatnya jadi “makanan” yang spesial.
Adakah hal lain yang menarik, seperti misalnya ide untuk meningkatkan kualitas dari “ingredient” yang masih mentah itu?
Saya berharap akan lebih banyak edukasi untuk para calon entrepreneur itu, seperti dari blognya StartupBisnis. Karena pada dasarnya untuk menjadi pengusaha itu tidak bisa langsung “nyebur”. Banyak yang harus diketahui dan dipersiapkan. Dan buat saya, jadi pengusaha itu bukan suatu pencapaian tertinggi manusia. Menurut saya, selama ini kecenderungan jadi pengusaha itu karena melihat potensi bisnis atau trend bisnis. Itu yang kinara coba edukasi juga.
Kita percaya, ketika seseorang memilih bisnis apa yang mau dijalankan, dia akan cari yang lebih cepat menghasilkan atau yang lebih berpotensi. Tapi satu hal yang paling penting, seperti yang tadi saya katakan, adalah mentalnya. Kalau dia bisa benar-benar tahu strength-nya apa dan passion-nya apa, lalu dia menjalankan itu sebagai usahanya, yang kita lihat hasilnya akan beda. Perbedaannya bukan hanya dari excitement-nya, tapi ketika dia sedang menghadapi masalah juga.
Kuncinya jadi pengusaha di situ, seberapa tanggap dia bisa menghadapi masalah. Kalau dia memilih bisnis hanya karena potensi atau trend, ketika dia menghadapi masalah yang begitu berat, pasti akan ditinggalkan. Tetapi kalau dia memang sepenuh hati menjalankannya, dan tahu apa yang diinginkan, dia akan berusaha keras bagaimanapun caranya untuk bisa mengatasi masalah tersebut.
You better love what you’re doing, because it’s going to be brutal
Terus terang, saya ingin menarik orang “ke bawah”. Istilahnya bukan menjerumuskan, tapi benar-benar “nginjek bumi”. Itulah yang selama ini saya berikan di Kinara. Saya tidak memberikan suatu angan-angan jadi pengusaha, yang katanya keren, bakal kaya, dan semacamnya. Siapa bilang? karena nyatanya banyak juga yang bangkrut. Bukan seperti itu yang saya mau berikan di Kinara. Tapi lebih kepada memperkuat “isinya”, dengan mengajarkan “how to” atau bagaimana caranya jadi pengusaha. Karena balik lagi ke prinsipnya Kinara, kita ingin “invest in people”. Yang kita lihat bukan cuma satu orang leadernya saja, tapi lebih ke tim-nya.
Salah satu portofolio kami yang bisa dijadikan contoh adalah GreenerationID
Apa itu Greenaration ID?
Greenaration ID itu awalnya adalah komunitas aktivis untuk green issue. Salah satu pendirinya adalah Sano. Mereka share tentang isu-isu ramah lingkungan dan semacamnya. Hingga pada satu titik mereka berpikir, mereka tidak mau berkembang menjadi sebuah organisasi seperti Green Peace. Tapi mereka mau menjadi sesuatu yang dapat menghidupi diri mereka sendiri. Mereka tidak mau hanya sekedar menjadi LSM saja, melainkan juga ingin mempunyai bisnis. Akhirnya mereka membuat sebuah produk tas recycle bag. Dimana bukan hanya tasnya saja, tapi mereka punya value dalam memberdayakan orang-orang di daerah Kopo, Bandung Barat.
Apa kelebihan dari Greenaration ID ini?
GreenarationID mampu memberi impact pada sebuah kampung di sana. Terutama kepada para penjahit-penjahitnya, mereka jadi punya penghasilan, dan dibayar dengan sangat layak. Berkembang dari satu mesin jadi beberapa mesin. Semuanya karena ada GreenarationID di situ. Padahal sebenarnya kantor mereka terletak di Kota Bandung, bisa saja mereka memproduksi di dekat kantornya tersebut. Tapi mereka lebih memilih untuk memproduksi di daerah Kopo agar bisa memberdayakan orang-orang disana.
Berapa orang yang terlibat di dalamnya?
Kemarin yang terakhir kita kunjungi, ada sekitar 6 orang, itupun hanya di satu tempat saja. Dan jika dibandingkan dengan kampung lain, yang meskipun sama-sama mengerjakan tekstil, kampung di daerah Kopo itu benar-benar dibayar dengan layak. Mereka bisa mempunyai mesin sendiri dan segala macamnya, itu keren banget. Itulah yang kita sebut social-entrepreneurship, karena ada social impact-nya. Itu yang kita suka dari mereka. Dan menurut saya, itu yang harus dipelajari oleh pengusaha-pengusaha muda.
Seperti apa kekompakan dari timnya?
Sano dan timnya itu solid banget. Mereka punya strength masing-masing, dan dengan visi yang sama. Visinya mereka tentu hal-hal mengenai green issue. Tapi dalam eksekusinya, masing-masing punya peranannya tersendiri yang sangat spesifik. Jadi minatnya sama-sama di green industry, tapi peran dalam bisnisnya itu juga punya masing-masing. Kalau kita bilang, Sano visioner dan punya kemampuan leadership yang kuat. Ya, dialah yang disebut CEO. Lalu yang lainnya seperti CFO, CMO, atau COO-nya, semuanya punya peran masing-masing dan mereka saling menyadari bagiannya masing-masing. Teamwork-nya sangat powerful. Mereka memang sudah lama kenal. Awal-awal Greenaration itu baru ada 4 orang, sekarang sudah lebih berkembang.
Visinya GreenerationID juga menarik. Dalam setiap tahun, untuk 5 tahun ke depan, mereka sudah punya rincian dan juga timeline-nya. Itu keren banget. Dan di antara yang kita invest, cuma mereka yang minta kita presentasi. Jadi dibalik, bukannya mereka yang presentasi justru kita yang presentasi ke mereka. Kita diminta presentasi tentang apa saja yang bisa diberikan oleh Kinara kepada mereka. Kinara berinvestasi pada bisnisnya dan idenya, dan kalau Kinara hanya punya uang tanpa added value, kita tidak akan mau berinvestasi. Kalau kita cuma disuruh “naro duit”, sudah pasti kita tidak akan mau, sebagus apapun idenya. Waktu itu kita diminta presentasi lewat skype, karena mereka ada di Bandung, sedangkan kita di Jakarta. Dan untungnya chemistry kita cocok.


