Notes dari TechnopreneurTalk ITB
Guest post ini ditulis oleh Herry Fahrur Rizal, founder EDUQO.com, the 1st Indonesian Educational Technology News Portal. Herry berbagi pengetahuan yang didapatnya saat menghadiri TechnopreneurTalk di ITB pada bulan Mei 2012. TechnopreneurTalk adalah event yang diadakan oleh Batavia Incubator bersama Department of Informatics & Engineering yang mengundang entrepreneur dari South East Asia untuk memberikan sharing experience dan passion kepada future entrepreneur untuk bersama-sama membangun ekosistem yang kuat. Foto diambil dari : RebrightPartners.com
Indonesia adalah negara ter-prospektif di kawasan SEA untuk bidang teknology Start Up
Pas break sore kebetulan saya cukup lama diskusi dengan Willis Wee, 26 tahun, Founder TechinAsia. Saya sih lebih banyak menggali perkembangan dunia teknologi dan Start Up di Asia khususnya SEA versi dia sebagai founder TechinAsia. So far, China masih leading dalam dunia startup di Asia. Namun, satu hal menggembirakan baik dari Mr Wee tadi maupun dari bule dari Perancis Robin Dutheil (Project Manager of PT. Adways Indonesia), ketika saya juga sempat mingle dari satu kerumunan ke kerumunan lain, memaparkan bahwa: Indonesia negara ter-prospektif di kawasan SEA untuk bidang teknology Start Up.
Dari pengamatan saya bahwa konferensi kemarin yang dibawakan oleh Takeshi Ebihara (General Partner of Batavia Incubator Pte Ltd), Lichi Wu (Head of Global Monetizing Solutioan, SEA, at Millenial Media), Karaniya Dharmasaputra (Director of VivaNews), Willis Wee (Founder of Tech in Asia), dan Rama Mamuaya (Founder of DailySocial) dan dimoderatori oleh Italo Gani (Managing Director Inbound Marketing Indonesia), talkshow ini lebih memperkenalkan dunia Start Up berikut prospektifnya untuk para Pemula, juga Filosofi bisnis digital. Tentu saja termasuk testimonial succes story mereka di dunia Start Up, juga kisah jatuh-bangun para pelaku Start Up baik luar maupun dalam negeri yang mereka selipkan pada inti tema yang dibawakan masing-masing.
Berikut point-point yang saya catat, semoga bermanfaat:
Takeshi Ebihara (General Partner, Batavia Incubator)
The next big thing in technology startups usually created by twenty-something entrepreneur
Menurut Takeshi Ebihara, alasan mengapa dia memilih Indonesia sebagai tempat paling potensial di South East Asia adalah karena angka GDP dan jumlah penduduknya yang besar dengan penetrasi internet yang cukup rendah. Potensi Indonesia ke-3 terbesar di Asia setelah China kemudian di bawahnya, India.
Takeshi Ebihara juga menyebutkan karakteristik Start Up sebagai bisnis, yaitu :
- Leverages risk/return
- Leverages speed (sense of urge is needed)
- Might leverages your money (gain/lose)
- Might leverages your pressure/your joy
Fakta mengungkapkan bahwa the next big things di dunia Start Up mostly anak muda yang mengawali bisnisnya di usia 20-an:
- Steve Jobs-Apple memulainya pada usia 21
- Bill Gates-Microsoft memulainya pada usia 20
- Larry Page-Google memulainya pada usia 25
Bahkan, hasil riset menyatakan bahwa 2/3 Start Up yang berhasil didirikan anak muda berusia 20-an (67% younger than 30th years old dan 33% over 30th years old)
Hasil riset yang lain juga menyebutkan bahwa: 89% Start Up tadi memerlukan Co-Founder dan hanya 11% yang single Founder.
Lichi Wu (Head of Global Monetization Solution, Millenial Media)
Mr Lichi Wu mengungkapkan bahwa setidaknya sebuah Start Up perlu memperhatikan empat aspek terpenting, antara lain : Consumer, Product, Team, Funding
Wu yang sempat terlibat menjadi Business Development Director di “Foound” dan “Chalkboard” , namun keduanya gagal take off karena struggling menemukan cara yang cost effective dan scalable untuk meng-acquire customer.
Lichi Wu memberikan advice sebagai berikut :
- Pick an industry where there is a lot of growth, change, flux, and opportunity.
- Don’t worry about being a small fish in a big pond.
- In rapidly changing field like technology, best place to get experience is in younger, high-growth companies.
- Pick an industry for domain knowledge, find roles within when building up experience.
Karaniya Dharmasaputra (Founder/CEO/Editor Vivanews)
Engaging audience is the key, community is the treasure
Pak Kara mengungkapkan bahwa Vivanews banyak berkolaborasi dengan pihak lain yang memiliki konten untuk melakukan barter traffic dan membantu visitor mendapatkan traffic dari Vivanews. Beberapa tips penting dari Pak Karaniya adalah sebagai berikut :
- Position yourself as open platform.
- Think distributed : aggresively to bring out content to every place on where our potential viewers are.
- Find win win collaboration with other digital media. Eg. Bartering content and features to get exposurs and traffic.
- Exploit major social media especilally FB and Twitter.
- Make our editors and team member as part of our community, provide view and insight, take and respond viewers cricis , questions comment, other inquiries.
- Build community — bloggers, forum members, bikers.
- Provide incentive for our visitors, share our traffic with bloggers, be a platform to help visitor make money.
Pak Karaniya juga membocorkan “dapur” VivaNews bahwa semenjak didirikan per tahun 2008, dia baru BEP tiga tahun kemudian di 2011!
Willis Wee (Founder TechinAsia)
Be humble (no one give a shit about you)
Willis dilahirkan dari keluarga kurang mampu dan orang tua yang bercerai, tetapi membuatnya menjadi seseorang yang kuat. Sejak masa SD, Willis sudah memulai usaha untuk menghidupi dirinya dan menjual berbagai macam barang seperti Jangkrik, action figure sampai trading cards. Saya dan kakak saya tidak punya uang jadi seperti itulah cara kami survive.
Saya memulai real business saya di usia 19 yang merupakan agen pendaftaran sekolah (tuition agency) yang berkembang menjadi teaching center di mana kami mendapat ratusan murid, usaha ini profitable dalam 6 bulan, tetapi saya tinggalkan setelah 5 tahun untuk mempelajari bisnis lain, saya sangat passionate dengan web technology seperti Facebook, Twitter dan Digg. Kami sekarang sangat fokus ke Asia karena saya percaya bisa berkontribusi kepada komunitas teknologi yang sedang rising.
Willis Wee memberikan “5 Lessons Learned” sebagai berikut
1-Be humble (no one give a shit about you)
2-Take risk (fortune favors the bold)
3-Fairness (be fair, not tough)
4-Focus (hitting goals one at a time)
5-Solve problems (serve a need)
Rama Mamuaya (Founder Dailysocial)
Terakhir dari Mas Rama (26 tahun) memberikan tips berikut ini:
- Focus in moving the world forward
- Focus in solving people’s problems
- Focus in building a great product
Menurut pengakuan Rama, Daily Social merupakan proyek “iseng” setelah 5 perusahaan sebelumnya (termasuk PropertyKita.com) gagal.
Rama menekankan bagi Start Up pemula bahwa hal terpenting dan pertama adalah “building a great product” sebagaimana filosofi Steve Jobs, bukan monetizing!
Terakhir dari Rama, sebagai closing statement yang bagi saya sangat membekas :
Setiap orang memiliki jatah waktu untuk gagal dari Tuhan. Habiskan di usia muda!”


