Perjalanan William Membangun Tokopedia Sampai Mencapai Transaksi 8 Miliar Per Bulan

Posted by & filed under Featured, Interview.

Founder harus suka belajar dari founder lain

Saya suka membaca dan mengkoleksi buku yang bercerita tentang founder start up di luar negeri, saya melihat setiap orang memiliki jalan yang berbeda-beda dan kita bisa belajar dari pengalaman mereka tanpa harus melakukannya sendiri, tidak sedikit pula yang kontradiktif, ada yang ekstrim kanan, ada juga yang ekstrim kiri, misalnya founder Google memikirkan segi produk dulu, profitnya belakangan, berbeda dengan founder 37signals yang memiliki prinsip harus generate profit dari hari pertama. Saya melihat keduanya tidak ada yang salah, hanya saja kita akan lebih bijaksana jika bisa memahami pandangan dari dua sisi aliran ini, kadang saya penasaran juga apa jadinya jika dua jenis founder ini dipertemukan dalam satu meja dan berdebat, pasti seru ya?

Banyak aspek yang dijalankan di Tokopedia belajar dari buku atau bahkan dari sebuah tulisan blog. Misalnya saat akan menentukan harga di Tokopedia memilih diskon (bisa ditawar) atau fixed-price (tidak bisa ditawar), sedangkan kita semua tahu bahwa culture di Indonesia itu menawar sebelum membeli.

Kemudian kami berkaca pada case di China, Ebay sewaktu masuk China menggunakan sistem harga lelang karena Ebay melihat orang China suka menawar harga, tetapi Taobao sebagai e-commerce lokal China justru menerapkan sistem harga fixed price, dengan tujuan untuk mempermudah dan mempersingkat proses jual beli. Dan kini di China Taobao justru lebih berhasil di China, mungkin selain karena faktor “local”, juga karena buyer di Taobao bisa lebih cepat memperoleh barang yang diinginkan tanpa proses yang berkepanjangan. Lagipula dengan sistem patok harga pas, seller umumnya akan men-set harga bawah yang masih bisa diterima oleh seller lainnya, dan pada akhirnya menguntungkan para buyer.

Apa jadinya jika Tokopedia menetapkan harga diskon (bisa ditawar)? Tentunya buyer akan menelpon seller secara langsung dan menanyakan “Apakah bisa lebih murah?” sehingga transaksi tidak terjadi di Tokopedia. Selain itu transaksi juga menjadi lebih rumit dan lama karena harus menawar dulu. Tantangan Tokopedia saat ini adalah membangun ekosistem jual beli yang aman dan nyaman, transaksi juga harus terjadi di Tokopedia. Berkaca pada case Taobao Vs Ebay di China, kami pun menetapkan harga fixed price. Dan, hal tersebut sejauh ini membuahkan hasil. Di bulan pertama kami launching, Agustus 2009, total transaksi per bulan hanya 33 juta Rupiah. Bulan Maret 2011, total transaki per bulan telah mencapai angka 3 Milyar Rupiah. Berarti pertumbuhan transaksi hampir 100x lipat dalam waktu 19 bulan.

Di Kantor ..   “Let’s take it to the next level”

Adalah filosofi saya dalam menjalankan Tokopedia, kami selalu memacu diri kami untuk maju.

Seperti umumnya sebuah ruang meeting, Tokopedia juga memiliki sebuah papan tulis besar –sebuah brainstorming wall – untuk menuangkan ide-ide dan kami membahasnya bersama tim, minimal seminggu sekali kami melakukan brainstorming, setiap orang akan membayangkan apakah jika mereka sebagai seller akan terganggu dengan fitur ini? Sebagai buyer apakah tambah nyaman atau tidak? Semuanya memberikan pendapat tanpa takut merasa salah atau dianggap bodoh.

Leon and I believed that everything we did was for the sake of Tokopedia, thus we listened to each other’s view because we were on the same boat. This is also applied for the whole team

 

SociaBuzz

Tags: ,