Startup Weekend Part 2 : The Story of #VanStartup by @NewtonGoneWild

Posted by & filed under Featured, Startup.

Beer!

Editor’s note : Ed Hendrawan baru saja lulus dan kini berkerja sebagai insinyur teknik Sipil di salah satu leading konsulting firm in Oil & Gas Industry. Walaupun background Ed ada di teknik Sipil, dia tertarik dengan dunia bisnis terutama di bidang Tech Entrepreneur.

Baca Startup Weekend experience part 1 di sini

 

Is this the most productive and the best use of my time?” – @Davidu

We have nothing to lose. Even if we crush and burn and lose everything, the experience we gain will worth ten times the cost – Steve Jobs

Always start your day with a smile, and end it with laughter –  Edbert Hendrawan

 

Vancouver, BC. Startup Weekend, adalah sebuah organisasi global yang disponsori oleh Kauffman Foundation dari Kansas City, US. Di dalam acara ini, kita diberi waktu 54 jam untuk ber-networking, membuat ide, membentuk tim, dan mempresentasi hasil didepan para peserta dan juri-juri terpilih. Seperti mottonya, “No Talk, All Action. Launch a Startup in 54 hours.”, Startup Weekend penuh dengan developer, designer, dan entrepreneurs yang mempunyai spirit-spirit optimistic dan kemampuan special masing-masing. Kebetulan, kami menghadiri Startup Weekend cabang Vancouver, BC yang diadakan tanggal Agustus 17 di Emily Carr University di daerah pusat arts and design Vancouver, Granville Island – yang ngak kalah asiknya dengan Pasar Seni di Ancol!

Pintu masuk terbuka, registrasi penuh antrian, kiri-kanan orang-orang bersalaman, StartupWeekend Vancouver telah mendatangkan sekitar 150 orang-orang penuh talenta. Buru-buru, kami langsung ikut antrian, dan mengambil name-tag kami masing-masing beserta satu tas tenteng biru yang penuh dengan kupon makanan dan informasi lainnya. Begitu kita naik tangga pertama, kita disambut oleh @AldrichT dan @cismo , salah satu peserta yang kebetulan juga teman-teman kami. Ruangannya seperti auditorium theatre, sebelum kami mencari tempat duduk, kami berputar-putar untuk berkenalan dengan para peserta lainnnya. Untung saja kami membawa business card masing-masing; kira-kanan bersalaman, berkenalan, dan menukar business cards antar satu sama lain. Kalau di ingat-ingat, sore itu seperti anak-anak SD yang baru masuk sekolah dan bertukaran kartu pokemon dengan anak-anak lainnya.

Malam itu, tepat pukul 7 PM PST, acara pun akhirnya dimulai. Para organiser StartUp Weekend Vancouver menenangkan keramaian para peserta dengan tepuk-tangan yang unik (yang dimulai dengan ketukan lambat dan lama-lama dipercepat), dengan ini para peserta pun ketularan, dan akhirnya meniru tepukannya dengan semua tatapan mengarah terhadap mereka, para organiser. “Helloooo Vancouverrrr” mereka saut dengan microphone yang kuat, dengan otomatis kita pun membalas sautannya dengan modal pita-suara yang sudah mulai serak-serak dan haus dahaga. Setelah mereka memperkenalkan dirinya masing-masing, mereka mengajak para peserta untuk mengikutin Ice-Breaker yang lumayan unik dan seru. “Mafia Wars” mereka namakan; “Mafia Wars” adalah nama keren untuk main suit jepang secara massal. Di setiap tas tenteng biru yang didapatkan saat registrasi, ada sebuah stiker biru yang kita harus pasang di baju. Nah, setiap peserta saling bertatapan kiri-kanan untuk mendapatkan stiker biru peserta lainnya. Satu peraturannya, mereka harus bersuit dan ketika satu individual menang, stiker yang di lawan yang kalah harus diserahkan semua ke individual yang menang dan lawan yang kalah harus mengikuti individual yang menang – seperti main kereta-keretaan. Dalam 10 menit, dari 150 lawan jadilah 2 kereta panjang yang berhadapan satu sama lain untuk memperebutkan semua stikernya.

Setelah bermain “Mafia Wars”, peserta dipersilahkan duduk ke tempat masing-masing dan menuturkan kata-kata secara acak ke papan tulis di depan. Inilah Ice Breaker ke-dua ala StartUp Weekend Vancouver, kita membentuk tim dari satu deretan masing-masing; dengan rata-rata 8-12 orang per deretan, terbentuklah 15-17 tim. Setiap tim harus memilih dua kata yang ada di papan tulis depan dan mendiskusikan dengan grupnya untuk membuat ide bisnis dari kata-kata tersebut. IceBreaker ini cukup menarik karena kita masing-masing diberi kesempatan untuk berkenalan dengan 10 peserta langsung satu deretan kita dan melihat bagaimana setiap orang mempunyai ide yang unik dan menarik. Setelah acara diskusi kelar, kitapun memilih satu orang dari tim kita untuk ke depan dan memberi ‘Elevator Pitch’ untuk menjual ide bisnis kita. Karena kata-kata nya sangat acak, acara Ice Breaker ini sangat menarik dan penuh dengan ide-ide yang lucu dari yang rada-rada berbau porno ke ide-ide yang serius.

Setelah IceBreaker kedua, mereka lanjutkan ke agenda langsung StartUp Weekend yang di perpendekan sebagai berikut:

  1. Setiap peserta boleh memberi ‘Elevator Pitch’ masing-masing di depan panggung
  2. Semua peserta memvoting top 15 ‘Elevator Pitch’ dengan stiker
  3. Top 15 ‘Elevator Pitch’ menjadi tim inti dan para peserta kemudian bebas bergabung dengan tim 15 ini, ‘Married, selama 54 jam mendatang untuk membentuk sebuah perusahaan

Day 1 Elevator Pitch (August 17, 2012 | 06:00 PM – 11:00 PM):

Dimulai dari 150 orang, 60 ‘Elevator Pitch’, 15 tim akhirnya terbentuk dari top 15 ‘Elevator Pitch’. Bagian ini, walaupun sangat memakan waktu, adalah bagian terpenting dari StartupWeekend. Kita ter-expose dengan ide-ide semua peserta yang sangat menarik untuk didengar. Lahirlah ide-ide menarik, dari aplikasi iPhone/Android untuk Coupon dan Gift Card sampai ide-ide untuk investasi secara crowdsourcing (i.e. investasi public tanpa IPO).

Kalau disebut masing-masing, blog ini ngak akan habisnya. Semua ‘Elevator Pitch-ers’ mempunyai soul-nya masing-masing. Kita bisa tahu dari gaya mereka nge-pitch, mana yang sangat serius dan mana yang setengah-setengah.

Salah satu tips dari organizer adalah ‘Don’t get married to your idea’ – di mana kita juga harus melihat pandangan orang lain dan terbuka untuk ide-ide lainnya.

Setelah voting selesai, kami membentuk tim untuk mencari Designers, Developers, dan Entrepreneurs lainnya. Tim kita pun terbentuk dengan total 10 orang: 2 Designers, 4 Entrepreneurs, 2 Marketers, 2 Developers. Malam itu, kita menghabiskan energy untuk mencari developers yang bisa mewujudkan ide business kita.

Alhasil, developers itu sangat langka di StartUp Weekend, dari 150 peserta, mungkin ada 25-30 developers yang benar benar serius. Kita sangat senang untuk mendapatkan 2 Developers sampai…