The @Riyeke Story : Abang Warnet yang Menjadi Mbah-nya Internet Marketing Indonesia
Seperti apa saja yang bisa dibuat SEO, dan bagaimana caranya?
Kalau algoritma baru yang sekarang ini, ibaratnya seperti “habluminannas”. Jadi Google memang benar-benar mengadopsi dan menjalankan teori “habluminannas”. Selama kita baik dengan orang lain, orang itu juga akan selalu baik kepada kita. Semakin banyak orang yang mereview tentang kita, akan semakin tinggi ranking kita di Google. Misalnya seperti people recommendation, terutama yang berupa tulisan, posisi kita akan selalu mudah dicari. Jadi patokan algoritmanya itu saja, people recommendation. Semakin banyak orang melakukan rekomendasi, akan semakin banyak kita ditemukan di search engine. Cara merekomendasikannya, untuk membedakan antara spamming dengan yang beneran, setiap orang kalau merekomendasikan itu pasti bahasanya selalu berbeda, karena dengan berbagai sudut pandang.
Google itu cara membacanya berdasarkan algoritma teks dan link, Google tahu mana yang spamming dan yang bukan spamming. Kalau spamming, biasanya terlalu banyak link. Tapi kalau yang biasa, mungkin hanya satu atau dua anchor text. Satu konten dengan konten yang lain itu mempunyai bahasa yang berbeda-beda. Misalnya ada sekitar 20 orang yang merekomendasikan, pasti kita bisa menjadi top ranking. Jadi sebenarnya tidak ada unsur spamming, atau trik-trikan yang abal-abal, seperti itu tidak ada. Algoritmanya memang benar-benar berdasarkan people recommendation alias “Habluminannas.”
Makanya kalau kita terlalu jahat di internet, orang-orang akan ngomongin yang jelek-jelek. Mungkin kalau disearch kita akan naik ke atas, tapi karena kejahatan kita. Yang ada, orang jadi tidak mau membeli produk kita.
Satu patokan lagi kenapa kita harus berbuat baik di internet, dalam hal ini berbisnis online, Google itu seperti “malaikat pencatat”. Ada Twitter, ada Facebook, bukan masalah ngebuzznya itu. Tapi kesalahan kita itu semuanya akan tercatat. Jadi intinya, menurut saya Google itu benar-benar mengajarkan “jadi manusia itu harus baik”. Kalau kita tidak baik, orang tidak akan merekomendasikan kita. Ketika kita bener, pasti direkomendasikan. Orang akan banyak menulis tentang kita yang baik-baik. Itu aja, simple. Algoritma SEO yang sangat mudah dipahami. Selain itu, selama konsep menjadi orang baik ini sudah diterapkan di website, pasti jadi top ranking. Itu algoritmanya, meta tag-nya seperti itu saja. Teknikalnya tidak terlalu rumit sebenarnya.
Kalau mau menang balapan kuda, prinsip pertama yang harus digunakan adalah kita harus mencari kuda tunggangan. Kuda tunggangannya harus bagus dulu, baru jokinya
Berikan contoh gimana caranya penjual sepatu bisa masuk ke internet dan jadi top ranking?
Contohnya seperti ini. Kalau mau menang balapan kuda, prinsip pertama yang harus digunakan adalah kita harus mencari kuda tunggangan. Kuda tunggangannya harus bagus dulu, baru jokinya. Kalau kudanya jelek, jokinya bagus, akan tetap kalah. Jadi prinsip pertamanya harus cari kuda tunggangan yang bagus.
Kuda tunggangan itu dalam arti mencari website yang page rank-nya tinggi. Ambillah yang 7 atau 8 rank nya. Setelah itu website kita dibuatkan anchor text kesana. Untuk yang page rank-nya 8 atau 9, buat misalnya 2 atau 3 website. Anchor text nya dibuat disana sesuai dengan title website itu. Misalnya kompas.com mengulas startupbisnis.com. Cari tahu page rank kompas itu berapa, misalnya 8, saya harus masuk kesana dan anchor text-nya harus sesuai dengan judul title itu, lalu saya buat artikelnya. Buat sekitar 2-3 artikel saja, satunya publish di website tempo atau dimana, yang penting page ranknya tinggi, tidak perlu bikin banyak-banyak.
Anchor text sesuai dengan title itu ibaratnya seperti kalau kita mau bisnis. Anchor text prinsipnya adalah, kalau kita berbisnis, pasti bagi-bagi kartu nama. Misalnya di kartu nama itu tertulis dari PT.A, jabatannya sebagai direktur. Anchor text-nya itu adalah “kartu nama”, dan tulisan “director” anchornya itu adalah website kita. Semuanya harus relevan, baik yang ditulis, yang ngelink, maupun title dan kontennya itu semua harus relevan. Nanti Google yang akan “bring up” itu, dan menaikkan posisinya. Misalnya untuk startupbisnis, kata kunci yang diharapkan misalnya “startup”. Buat saja artikel startup di kompas atau di web yang page rank nya tinggi. Disana kita buat artikel, dan setiap ada kata-kata startup, kita masukkan hyperlink ke web startupbisnis. Nanti pasti muncul. Itu konsep anchor text, jadi seperti kartu nama. Dan itu konsep recommendation, bahasanya berbeda-beda. Teknikalnya cuma itu, tidak terlalu complicated.
Makan sate kambing atau jual sate kambing … tidak perlu punya kambingnya kan ?
Bagaimana tentang business model affiliate?
Prinsipnya seperti ini, banyak teman-teman kita yang ingin jadi entrepreneur, tapi tidak punya produk. Tak masalah. Karena makan sate kambing atau jual sate kambing juga tidak perlu punya kambingnya kan, kita bisa beli dari orang lain. Sama seperti bisnis. Semua bisa dinikmati. Prinsipnya adalah yang penting bisa memutar roda ekonomi, diskonnya bagus, maksudnya kita akan mendapatkan profit yang bagus dari barang yang akan dijual kembali itu. Yang penting quality control dari produk itu sendiri memang bagus. Memang ada plus-minusnya masing-masing.
Kalau menurut saya, reseller dan dropship itu berbeda secara signifikan. Kalau reseller, kita memang bertanggung jawab sepenuhnya atas quality control, payment, dan semuanya atas produk tersebut, meskipun kita hanya sebagai reseller. Kalau dropship, kadang-kadang kita tidak perlu melihat barang itu sudah ada atau tidak, yang penting orang-orang pesan lewat saya, nanti dikirim lewat sana sama penjualnya langsung. Kadang saya juga tidak pernah tahu model sepatunya seperti apa, yang penting dari katalog gambar ini.
Kalau reseller beda, reseller biasanya lebih banyak tahunya. Kalau menurut saya lebih baik jadi reseller, karena itu yang akan membuat kita terlatih untuk bertanggungjawab terhadap sebuah bisnis. Jadi jangan pernah kita memikirkan berbisnis itu autopilot, itu tidak baik.
Ada saat-saat dimana autopilot itu dibutuhkan. Tetapi jangan keterusan. Karena itu tidak akan mendidik menjadi seorang entrepreneur yang memiliki jiwa sosial, justru akan mendidik orang menjadi lebih egois. Social entrepreneur kan enak tuh, sebagai reseller, dikerjakan bagus-bagus, order semakin banyak, orang di dekat kita, termasuk karyawan juga akan banyak menikmati, gajinya karyawan bisa naik, akhirnya tidak ada demo. Kalau sudah tidak ada social entrepreneur, demo pasti akan marak, karena yang penting dikasih gaji seadanya saja.
Konsep reseller dan dropship itu bisa dilakukan di semua niche, sama saja.
Niche seperti apa yang bisa diangkat? Pakaian, accessories, sepatu. Itu yang paling banyak permintaannya di internet. Kalau gadget agak jarang, karena gadget itu biasanya sudah berhubungan dengan brand perusahaan. Perusahaan-perusahaan itu juga menjaga partnernya, istilahnya dealer, untuk tidak membanting harga di online. Jangan sampai orang belanja online, nanti jadi tidak ada yang beli di tokonya. Makanya yang jadi nomor satu bukan gadget, melainkan pakaian.
Kalau pakaian semuanya relative, bisa diskon di online, bisa diskon di tokonya. Karena banyak pilihan, dan termasuk kebutuhan primer. Kalau masalah ukuran, biasanya orang mengira-ngira dengan ukuran tubuh, jadi sediakan saja berbagai macam ukuran pakaian.
Tolong dishare tentang keywords untuk jualan online?
Misalnya kita mau jualan online baju, baju yang paling banyak dicari itu baju wanita, bukan baju laki-laki. Perempuan paling suka cari baju di online itu kata kuncinya pakai “fashion” biasanya. Jadi kata kunci juga mengikuti market, level atas, bawah, atau menengah. Kalau bahasa yang dipakai segmen B dan A biasanya “fashion”, tapi kalau “pakaian wanita”, atau yang bahasanya terlalu baku, itu biasanya menengah ke bawah.
Kapan kita menggunakan keyword yang panjang atau yang pendek?
Kapan kita menggunakan yang panjang atau yang pendek sebenarnya kita sendiri yang tahu untuk memasarkan produknya. Dan kita harus seolah-olah menjadi audience atau buyer yang ingin menemukan produk kita. Contoh, misalnya kita menjual fashion perempuan, bisa saja kata kuncinya “fashion branded”. Itu kan masih belum long tail. Kita tambahkan saja kata “murah” setelah “branded”, jadi “fashion branded murah”. Kalau branded itu kan rata-rata mahal, tapi setelah ada kata “murah” jadi lebih unik, orang kan suka mencari kata-kata yang unik.
Kata kunci produk lebih baik berhubungan dengan egoism user. Seperti “murah”, “diskon”, “gratis”, itu sudah berhubungan dengan ego setiap orang. Contoh lainnya hotel, “hotel di sanur murah”, “hotel budget di sanur”. Kadang yang murah mereka tidak mau, tapi lebih memilih yang budget saja. Budget itu biasanya sekitar 300-400 ribu. Kalau murah kan bisa 90ribu, tapi nanti dapetnya yang jelek banget, jadi mereka tidak mau. Akhirnya kata kunci yang dicari menjadi “budget”. Istilah-istilah seperti itu yang biasanya dicari.
Berarti kalau kita menargetkan kata kunci itu, kita harus punya blog yang memang menggunakan kalimat ini. Jadi harus relevant keyword, relevant content. Termasuk blog network, nanti bisa menggunakan blog wordpress, blogspot, atau semacamnya. SEO itu sebenarnya mudah, asal mengerti cara berpikirnya. Secara teknikal, itu hanya butuh keterampilan. Sekarang, kegigihan sudah tidak terlalu diperlukan, yang penting jadi orang baik, itu saja. Kegigihan akhirnya membuat kita blackhat, terlalu gigih malah bisa membuat kita berpikir terlalu instant. Kita jadi ingin top ranking dalam satu hari, akhirnya dengan segala upaya menjadi over optimized. Setelah over optimized, malah masuk sandbox atau di banned. Makanya sesuatu yang natural itu lebih direkomendasi. perjalanan supaya natural tidak harus dalam sebulan.



