Memahami TOFU, MOFU, dan BOFU untuk Strategi Content Marketing Anda | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Memahami TOFU, MOFU, dan BOFU untuk Strategi Content Marketing Anda

Posted by & filed under Content Marketing.

content-marketing

Hampir semua pemilik bisnis hanya peduli dengan pendapatan dan kerugian. Padahal, banyak hal-hal lain yang sebenarnya tidak kalah penting dari dua hal tersebut, dan semua itu termasuk dalam strategi content marketing yang Anda terapkan.

Sebagai salah satu strategi digital marketing, content marketing adalah titik temu antara advertising dan publishing. Dalam traditional publishing, orang umumnya hanya mengonsumsi konten, sementara iklan terletak menyebar di luar konten. Sementara itu di dalam web berbeda, konten dan iklan seringkali berada dalam satu halaman yang sama, dan terkadang iklan yang dimuat di web tersebut merupakan produk dari sang empunya web.

Screen Shot 2015-06-22 at 11.03.32 AM

 

Content Marketing Funnel

content marketing funnel

Step pertama adalah awareness. Anda harus menyadarkan visitor tentang keberadaan Anda, terutama kepada visitor yang belum pernah mendengar tentang Anda. Anda juga harus membuat customer yakin permasalahan mereka dapat Anda selesaikan.

Step kedua adalah evaluation. Evaluasi didapatkan saat visitor memberi kesan mereka mengenai Anda. Misalnya mereka merasa solusi yang Anda berikan tidak menyelesaikan masalah mereka sepenuhnya, atau solusi Anda tidak bekerja, dll. Dan kebanyakan visitor memilih untuk tidak melakukan apa-apa dan tidak menyampaikan apa-apa kepada Anda pada tahap ini.

Step terakhir adalah conversion, dimana Anda akan melihat apakah visitor akhirnya membeli produk Anda. Tahap conversion merupakan tahap bagi visitor/customer untuk menghabiskan uang mereka.

Sebagai content marketer, funnel di atas yang harus menjadi pegangan Anda, yaitu Top of the Funnel (TOFU), Middle of the Funnel (MOFU), dan Bottom of the Funnel (BOFU).

Dalam TOFU adalah tahap dimana Anda harus membuat orang aware dengan Anda, membuat mereka tertarik dengan Anda, mengenal solusi apa saja yang Anda tawarkan, dll. Dalam MOFU, tahap evaluasi akan dilakukan oleh visitor, dan terakhir BOFU adalah dimana conversion akan terjadi.

TOFU (Top of The Funnel)

Dalam tujuan membangun awareness visitor, Anda harus terlebih dahulu menuliskan apa saja yang menjadi goal Anda. Goal yang dapat Anda tuju melalui TOFU adalah meningkatkan offer awareness, menambah retargeting list, meningkatkan engagement, meningkatkan website traffic, dan lain-lain—Anda dapat menambahkan goal-goal lain yang Anda temukan saat Anda menghadapi beberapa kasus lain nantinya.

Offer awareness merupakan nama lain dari brand awareness. Anda dapat meningkatkan brand awareness misalnya dengan iklan di billboard, televisi, radio, dll. Brand awareness membuat orang mengenal perusahaan Anda, produk apa yang Anda tawarkan, dan sebagainya, sehingga orang tahu keberadaan perusahaan Anda. Anda bisa memantau offer awareness visitor Anda dengan melakukan tracking terhadap orang yang mengetik nama perusahaan Anda di Google.

Retargeting List

tofu mofu bofu content marketing

Dalam situs kompas.com di atas, Anda dapat melihat beberapa iklan yang terdapat di sebelah kanan halaman situs. Itu adalah contoh retargeting ads dari Lazada. Anda juga bisa melakukan retargeting di Facebook.

Meningkatkan Engagement visitor ke situs bisnis Anda juga berpengaruh terhadap kemajuan bisnis Anda. Para pemilik bisnis yang hanya peduli dengan bagaimana memperoleh pendapatan dan menekan kerugian kadang tidak melihat kesempatan mendapatkan profit lebih dengan fokus menaikkan engagement.

Screen Shot 2015-06-23 at 10.50.21 AM

Jumlah orang yang engage ke situs Anda dapat Anda lihat langsung pada halaman situs Anda. Misalnya pada salah satu artikel di www.qraved.com, dapat dilihat jumlah orang yang engage dengan artikel ini ada 11.073 orang di Facebook, 18 di Twitter, 4 di Google+, dan 200 orang di Pin it.

Menaikkan website traffic juga penting untuk mengembangkan bisnis Anda. Tapi, jangan sampai Anda merasa cepat puas dengan melihat traffic website Anda yang meningkat. Karena tidak menjamin peningkatan traffic berbanding lurus dengan peningkatan bisnis Anda.

Konten TOFU

Untuk tujuan meraih goals yang dibahas sebelumnya, ada beberapa tipe konten yang dapat Anda gunakan, misalnya:

–       Blog

–       Update di Social media

–       Infografik

–       Foto

–       E-magazine/E-book, dll.

 

MOFU (Medium of The Funnel)

MOFU adalah tahapan yang paling sering dilupakan dan tidak dimengerti oleh para pemilik bisnis. Goal yang dapat dituju melalui MOFU adalah menambah list email, meningkatkan retargeting list, dan akuisisi pelanggan. Dalam tahap pertengahan ini, Anda dapat mengumpulkan sebanyak-banyaknya contact visitor/customer Anda untuk terus melakukan follow-up kepada mereka.

Screen Shot 2015-06-23 at 10.58.27 AM

Baca : cara mendapatkan email visitor untuk ecommerce Anda

Ini adalah cara pebisnis online menambah email list customer mereka. Email list merupakan data paling penting yang harus dimiliki oleh para pebisnis online karena Anda dapat dengan mudah berkomunikasi kepada customer Anda dan Anda dapat menjadikan customer Anda langsung sebagai pelanggan (subscriber). Dengan mengetahui email customer, Anda juga bisa menambah retargeting list Anda dan Anda bisa mengundang customer Anda kembali ke toko Anda menggunakan iklan.

Satu lagi hal penting yang harus Anda ketahui dalam MOFU, yaitu akuisisi pelanggan. Bagaimana Anda melakukannya?

1-content marketing

Akuisisi customer dalam Middle of the Funnel, bukan berarti Anda menarik margin/profit besar dalam transaksi ini, tetapi Anda memilih barang  atau produk (bisa juga digital product seperti contoh di atas) yang cukup murah untuk dijadikan penarik utama untuk customer acquisition, yang tidak harus menjadi sumber revenue utama Anda (apabila anda pemilik ecommerce, perlu tahu bahwa jenis barang di ecommerce ada yang revenue driver, ada juga traffic driver).

Ketika visitor melihat halaman seperti ini, alam bawah sadar mereka dengan cepat akan merespon untuk mengklik “get offer now” untuk melihat lebih jauh bagaimana layanan Anda akan bekerja. Di sini tempat paling efektif bagi Anda untuk melakukan akuisisi. Setelah visitor mengklik “get offer now”, Anda dapat memberi penawaran training yang lebih dalam kepada visitor tersebut untuk menggunakan layanan Anda dengan lebih maksimal misalnya dengan membayar biaya lebih mahal.

Hal ini tentu saja boleh untuk dilakukan, karena visitor Anda mungkin saja sudah melalui tahap Top of the Funnel, mereka sudah membaca-baca blog Anda, menonton video-video di situs Anda, dan kini mereka sudah semakin penasaran dan tertarik untuk mencoba produk Anda. Anda dapat menarik mereka dengan cepat menuju Bottom of the Funnel.

 

Konten MOFU

Konten yang dapat Anda gunakan untuk mencapai goal MOFU misalnya dengan:

– free guide

– free ebook

– kuis/survey

– software download, dll.

 

BOFU (Bottom of The Funnel)

Saat Anda sampai di tahap BOFU, Anda harus berpikir bagaimana caranya usaha yang Anda lakukan di TOFU dan MOFU dapat menghasilkan peningkatan penjualan di BOFU. Goal yang harus Anda capai di BOFU adalah merawat customer Anda (misalnya dengan email list), meningkatkan retargeting list, memaksimalkan nilai pelanggan secara langsung, meningkatkan jumlah customer yang kembali ke toko Anda untuk kedua kalinya (membeli lebih dari satu kali), dan meningkatkan frekuensi pembeli.

Konten BOFU

Beberapa konten yang dapat Anda gunakan untuk mencapai goal BOFU adalah:

– demo/free trial

– cerita customer (testimoni)

– perbandingan

– webinar/event

– mini-class (misalnya melalui video berdurasi 7-10 menit)

Membuat penawaran free trial dan video demo akan membuat customer Anda tertarik untuk mencoba produk/layanan Anda.

Screen Shot 2015-06-22 at 3.23.27 PM

Adanya testimoni customer yang pernah memakai produk/layanan Anda juga dapat menarik customer lain untuk mencoba.

Screen Shot 2015-06-22 at 3.24.23 PMDengan memaksimalkan strategi content marketing Anda secara bertahap menggunakan teknik TOFU, MOFU, dan BOFU Anda akan dapat mencoba satu per satu tipe konten di setiap tahapnya tanpa ada satu pun yang terlewati, dan tentunya bisnis online Anda dapat lebih dikenal oleh visitor/customer. Anda juga patut membandingkan perkembangan bisnis Anda sebelum dan sesudah menggunakan strategi content marketing ini.

 

“Lifecycle Stage”

Istilah lain yang  mirip-mirip dengan funnel dalam content marketing adalah “lifecycle stage”, istilah yang sering digunakan oleh Hubspot untuk menggambarkan bahwa tahapan customer yang berbeda dalam mengenal produk Anda, membutuhkan jenis konten yang berbeda pula. Berikut ini adalah contoh penjualan peralatan gym untuk Jimmy si gym owner.

1-strategi content marketing indonesia 2

 

 

Baca Juga

3 Cara Memanfaatkan Konten Marketing untuk Bisnis: Review 1st Jakarta Content Marketing Meetup

Kenapa Tom Cruise Harus Menjadi Content Strategist Untuk Perusahaan Anda ?

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.