Ulasan Tertulis dari Lecture Sam Altman, "How to Start a Startup" 16 jam Non-stop Part 3 | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Ulasan Tertulis dari Lecture Sam Altman, “How to Start a Startup” 16 jam Non-stop Part 3

Posted by & filed under Featured, Startup.

 

Anda bisa membaca bagian artikel lainnya di part 1part 2, part 4.

 

3:35pm — Lecture 11: Hiring and Culture, Part II

Anda tidak bisa terlibat dalam semua keputusan di bisnis Anda. Culture digerakan untuk menjadi pedoman bagi stakeholder lainnya seiring dengan bertumbuhnya perusahaan. 10 karyawan pertama adalah yang paling penting. Akan sulit untuk mempertahankan top people tersebut, karena top people tersebut bisa pergi kemudian menciptakan startups sendiri. Selain talent, orang – orang ini juga akan menentukan lingkungan kerja dari perusahaan Anda. Anda akan menginginkan orang sangat peduli, yang bahkan detail kecil saja sangat diperhatikan dan setiap orang di startup tersebut saling memperhatikan satu sama lain. Bekerjalah dengan 10 orang pertama tersebut sebanyak mungkin yang Anda bisa.

Jika Anda memperkerjakan seseorang di bidang yang berbeda dengan Anda, berbicaralah dengan Leader di bidang Anda bagaimana menentukan bahwa seseorang memiliki standar “World Class”. Anda akan mempelajari apa yang baik dan yang buruk ketika proses interview.

Startup adalah sebuah perusahaan yang tidak memiliki banyak masalah prinsip seperti perusahaan besar. Jadi, Anda bisa mengusahakan transparasi 100%. Fitur bcc (tembusan) di email antar karyawan sering digunakan untuk menciptakan kohesi dan berbagi informasi.

Keunggulan dari bekerja di sebuah startup adalah tidak ada perusahaan besar yang cukup gila untuk memperkerjakan orang baru dengan tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab ini akan menyenangkan, tetapi jika seorang karyawan mungkin gagal melakukannya, bukan berarti karyawan tersebut tidak memiliki kompetensi.

4:23pm Lecture 12: Building for the Enterprise

Aaron Levie, Founder, Box

Lihatlah trend dalam faktor perubahan teknologi.

Tujuan dari pembicaraan ini adalah untuk meyakinkan seseorang untuk menciptakan sebuah enterprise company.

Di ruang consumer, Anda akan selalu bersaing meyakinkan seseorang untuk membayar produk anda atau mendapatkan advertising. Paid apps $35 miliar vs digital advertising $135 miliar vs $3.7 trillion telah dihabiskan dalam IT industry.

Persamaan value sedikit berbeda untuk enterprise vs consumer. Consumer mencoba untuk meminimalkan biaya atau menemukan harga yang paling baik. Sedangkan enterprise fokus pada produkstifitas, sesuatu yang bernilai tinggi, sehingga harga yang dihasilkan juga semakin mahal.

Product dan sales dalam enterprise terlihat kompleks. Akan tetapi semua yang terkait dengan market enterprise telah berubah sejak 2007. Pertama – tama, semua perusahaan bergerak menuju berbasis cloud. Hal ini telah merubah platform yang perusahaan – perusahaan tersebut gunakan. Hal ini juga mengurangi hambaran untuk menjangkau perusahaan – perusahaan besar. Yang kedua, sekarang setiap perusahaan IT bisa menjual produknya ke perusahaan yang masih dalam skala amat kecil, yang dimana jaman dahulu perusahaan skala kecil tersebut belum bisa membeli infrastruktur IT yang ditawarkan.

Uber merepresentasikan pergeseran di seluruh industry transportasi. Setiap industry melewati pergeseran dan setiap perusahaan akan membutuhkan perusahaan teknologi untuk memfasilitasi pergerakan ini. Misalnya, multi channel commerce. Orang – orang sekarang ingin membeli barang di mana saja, kapan saja, dengan informasi yang lebih baik.

Practical advice:

1. Carilah sebuah teknologi yang bersifat disruptive (radikal/merubah standar market) sampai bagaimana segala sesuatunya dilakukan dan apa yang bisa dilakukan.

2. Mulailai dari problem yang kecil dan perbesarlah itu seiring berjalannya waktu. Para pemimpin industry tidak mencari problem yang kecil. Mereka mencari problem yang kritis dan penting. Startup bisa mengexploitasi point ini untuk membuat sebuah produk kemudian berlanjut ke market dimana ada problem yang lebih besar.

3. Carilah hal – hal yang belum atau tidak mau dilakukan oleh competitor Anda sebelumnya karena hal –    hal tersebut saat ini masih belum memungkinkan.

4. Carilah customer yang sudah terbiasa menggunakan teknologi, lakukan pitching pada mereka.

5. Dengarkanlah customer, tetapi analisalah permintaan mereka dan buatlah seperti apa yang mereka butuhkan. Berpikirlah dalam level yang lebih tinggi dari customer. Tetapi tetap manfaatkan feedback dari customer untuk melihat apa yang berhasil dan apa yang tidak. Tetap jaga customer sebagai pusat dari produk Anda.

6. Product seharusnya terjual dengan sendirinya, tetapi anda akan tetap butuh sales untuk mengarahkan customers dan menentukan deals.

5:14pm Lecture 13: How To Be A Great Founder

Reid Hoffman, Partner, Greylock Ventures and Founder, LinkedIn

Seringkali founder dianggap seperti super heroes. Tetapi, ada satu orang yang belum pernah membangun sebuah bisnis. Akan ada perbedaan yang cukup besar dalam kemampuan yang diperlukan untuk membuat sebuah bisnis, maka tentunya akan diperlukan pertolongan. Memili cofounder yang baik juga berarti memilih seseorang yang terampil untuk melengkapi kemampuan satu sama lain.

Untuk lokasi bisnis Anda, pilihlah lokasi yang memiliki jaringan terkuat untuk bisnis Anda. Groupon mungkin tidak tumbuh di San Francisco. Groupon membutuhkan tenaga sales yang besar di awal – awal, dan silicon valley sangat berlawanan dengan itu. Pergilah ke lokasi dimana kemungkinan besar startup Anda akan sukses.

Tidak cukup hanya satu kemampuan untuk menjadi founder yang baik, Anda harus melewati proses, mengadopsi dan membangun jaringan yang saling berkaitan untuk menjadi founder yang baik.

6:04 Lecture 14: How to Operate

Keith Rabois, Partner, Khosla Ventures

Membangun sebuah perusahaan adalah meletakan semua orang – orang yang tidak rasional dalam satu ruangan dan berusaha untuk bergerak maju. Menumbuhkan sebuah perusahaan adalah seperti membuat proses tersebut terkesan mulus dan lancar tetapi kenyataannya proses tersebut adalah seperti mesin dengan banyak tambalan. Pada akhirnya, Anda menginginkan sebuah mesin dengan performa tinggi dan semua prosesnya telah terotomatisasi.

Peran dari seorang leader

Di awalnya perlu untuk memikirkan tindakan apa yang tidak terlalu fatal dan tindakan apa yang bisa berakibat fatal. Untuk mencapai ini ada beberapa hal yang perlu Anda rubah. Anda perlu:

1. Menyederhanakan, inilah tujuan dari seorang manajer. Buatlah segala sesuatunya menjadi mudah. Anda bisa merubah dunia dengan 140 karakter, Anda bisa memasarkan produk dalam 2 kata.

2. Klarifikasi. Jangan enggan untuk bertanya. Eliminasi proses yang tidak perlu.

3. Alokasikan sumber daya. Hal ini bisa dengan cara top down atau bottom up.

4. Pastikan semuanya dengan berjalan konsisten

5. Melakukan Delegasi

Tujuan ke depan seiring dengan berjalannya waktu adalah untuk mengurangi penggunaan tinta merah setiap hari. Berapa banyak tinta merah yang Anda pakai setiap bulannya, seharusnya trend tersebut bergerak mundur setiap bulannya. Ketika Anda tidak yakin dan konsekuensi yang dihasilkan rendah, sebaiknya Anda melakukan delegasi. Ketika keputusan tersebut memiliki resiko tinggi, Anda tidak bisa melakukan delegasi. Anda perlu menjelaskan apa sebab dari proses pengambilan keputusan Anda.

Penting untuk merubah team Anda. Anggaplah orang – orang seperti Pistol vs Amunisi. Sebagian besar orang adalah Amunisi. Tetapi seorang “pistol” adalah mereka yang bisa mengambil sebuah ide dan bisa menarik orang untuk bekerja sama dengan mereka. Memang akan sangat sulit untuk mencari seorang “Pistol”.

Important to edit the team. Think about people as gun barrels vs ammunition. Most people are ammunition. A barrel can take an idea through shipping and bring people with them. Its incredibly hard to find barrels.

Ujilah orang – orang tersebut dan lakukan ekspansi pada mereka sampai kemudian mereka tidak mampu.

Dimana Anda harus fokus pada orang – orang “pistol” tersebut? Berusahalah untuk fokus! Problem tingkat A+ akan sulit untuk diselesaikan, jadi, Problem tersebut akan cenderung di lewati oleh orang – orang. Paksalah orang – orang tersebut untuk bekerja pada problem tingkat A+/

Metics, analytics & transparency: buatlah sebuah dashboard yang menunjukan performa perusahaan. Ukurlah seberapa banyak karyawan menggunakan dashborard tersebut. Bagikanlah slide dari hasil dari board meeting dan jelaskan slide tersebut satu per satu. Bagikan juga catatan dari setiap meeting yang dilakukan lebih dari 2 orang.

Detail itu penting: jika setiap orang mengeksekusi di level tinggi, perusahaan akan melakukan performa di level tinggi juga. Obsesi pada detail diperlukan untuk membangun sebuah perusahaan yang sukses. Misalnya, makanan itu juga penting. Jika makanan yang Perusahaan Anda beri buruk, makao rang – orang akan tidak senang dan melakukan complain untuk makanan tersebut. Jika makanan yang perusahaan Anda berikan sehat dan fantastis, orang – orang akan lebih fokus untuk berinovasi. Hal yang sama juga berlaku untuk pengaturan space, space adalah penentu dari culture perusahaan Anda.

Perlakukan customer support seperti produk. Anda sebaiknya memiliki sese satu persatu dengan setiap orang yang anda manage setiap mingu atau dua minggu sekali. Agenda kerja juga sebaiknya dibuat sendiri oleh karyawan.

Karyawan level tinggi bisa dievaluasi dengan cara hasil output dibagi dengan jumlah karyawan yang di managed.

6:50pm Lecture 15: How to Manage

Ben Horowitz, Founder, Andreessen Horowitz, and Founder, and Opsware

Ketika membuat sebuah keputusan, Anda harus bisa mengerti bagaimana keputusan ini akan dimengerti dan mempengaruhi setiap stakeholder di perusahaan Anda. Khususnya termasuk mereka yang tidak ada dalam ruangan perusahaan Anda.

Contoh 1: Pertahankan atau pecat – perkerja keras, disukai, hanya saja tidak memenuhi standar “World Class”. Lihatlah dari persepektif diri Anda sendiri (CEO), karyawan, atau orang lain.

Contoh 2: Karyawan yang memiliki performa baik meminta kenaikan gaji

Akan dibutuhkan evaluasi dari proses, dan tidak ada kenaikan gaji dari hal – hal yang diluar proses tersebut. Prosess melindungi culture perusahaan.

Keluarkan sebuah ide dan lihatlah apakah ide tersebut tetap berlanjut.

Untuk produk yang baru, sebagian besar orang belum merupakan user Anda. Jika Anda hanya berbicara dengan orang – orang yang menggunakan produk competitor Anda, akan sangat sulit untuk melakukan ekspansi di market.

Fitur – fitur yang orang – orang minta dulunya tidak begitu penting. Apa yang terpenting adalah rasa kekesalan atau frustasi yang mereka diskusikan atau yang sebenarnya mereka pedulikan. Tidak ada yang benar – benar melakukan itu, tanyalah pada seseorang, apa yang Anda butuhkan, kemudian buatlah fitur tersebut satu atau dua bulan kemudian. Rekamlah interview Anda sehingga dapat membantu Anda dalam membuat fitur baru.

Anda bisa membaca bagian artikel lainnya di part 1, part 2, part 4.

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.