Workshop The College Startup Lab Telah Menghasilkan Pemenang | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Workshop The College Startup Lab Telah Menghasilkan Pemenang

Posted by & filed under Uncategorized.

Para peserta The College Startup Lab-startupbisnis.com

The College Startup Lab – Day 1

Peserta Mendengarkan Kisah dari Empat Orang Startup Founder

Sabtu, 5 Desember 2015. The College Startup Lab, bootcamp 3 hari 2 malam untuk mahasiswa yang diselenggarakan oleh ASEAN Business & Economics Student Association dan Kairos ASEAN, telah melalui hari pertama Jumat (04/12) kemarin. Acara yang diikuti oleh 30 orang mahasiswa terpilih ini dibuka oleh Keynote Session dari Faustine Tan, co-founder serta Indonesia & Malaysia Managing Director untuk HotelQuickly.

Faustine Tan yang memulai bisnis aplikasi pemesanan hotel bersama lima orang lainnya pada Maret 2013 lalu berbagi tentang perjalanan HotelQuickly sebagai sebuah startup. Perilaku masyarakat urban yang semakin sering melakukan perjalanan lah yang membawanya mendirikan HotelQuickly, yang saat ini telah berkembang ke 15 negara di Asia Pasifik.

Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan Founder’s Story oleh Alfatih Timur dari kitabisa.com, crowdfunding startup yang berusaha merombak industri donasi. Alfatih yang lebih akrab disapa Timmy itu berbagi kepada 30 peserta The College Startup Lab tentang bagaimana ia memulai kitabisa.com dengan sebuah idealisme seorang aktivis muda. Seiring berjalannya waktu, Timmy pun menyadari bahwa startup­-nya selain membutuhkan idealisme yang membuatnya semangat berjuang juga membutuhkan validasi pasar dan perspektif bisnis.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi oleh Moses Lo, co-founder dari Xendit, aplikasi pembayaran peer-to-peer yang baru diluncurkan di Indonesia sekitar empat bulan yang lalu. Lo bercerita tentang pengalamannya melakukan pitching kepada venture capitalist agar para peserta memiliki gambaran tentang tips dan trik mendapatkan investasi.

Malam hari, acara ditutup dengan sesi dari Peng Ong, salah satu pengusaha teknologi tersukses di Singapura yang mendirikan Monk’s Hill, venture capital yang khusus memberikan investasi bagi perusahaan teknologi yang menyasar pasar Asia Tenggara. Peng Ong sebelumnya mendirikan tiga perusahaan teknologi yaitu Match.com, Interwoven, dan Encetuate dengan total pendapatan ketiganya lebih dari 1 miliar dolar per tahun. Peng Ong berbagi tentang berbagai kebijaksanaan yang diperlukan sebelum memulai sebuah startup.

Tidak hanya menghadirkan cerita tentang startup yang memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada, The College Startup Lab juga menghadirkan ahli untuk membantu peserta mempertajam kemampuan mereka mengerti pasar. Kautsar Anggakara dari Pulse Lab Jakarta dihadirkan di acara ini khusus untuk mengajarkan design thinking kepada peserta, terutama tentang bagaimana berempati untuk menggali insight dari calon pengguna.

Setelah diisi dengan berbagai sesi dari pembicara di hari pertama, di hari kedua The College Startup Lab akan lebih banyak diisi dengan workshop yang memberikan kesempatan praktik langsung kepada para peserta. Pagi hari akan diisi dengan wawancara kepada calon pengguna sebagai implementasi konsep Emphatize di kerangka design thinking. Kemudian, siang hari akan diisi oleh design thinking workshop dari Iman Usman (Ruangguru.com) dan latihan membuat prototipe bersama Vina Zerlina (blibli.com). Terakhir, malam hari akan diisi oleh business model workshop dari Haikal Siregar (Boston Consulting Group) dan sales & marketing workshop dari Christian Sutardi (fabelio.com).

The College Startup Lab – Day 2

Menekankan Pada Proses Berpikir, Tidak Hanya Pada Hasil Akhir

Minggu, 6 Desember 2015. Setelah mengikuti berbagai workshop selama dua hari, hari ini 30 mahasiswa yang terpilih menjadi peserta The College Startup Lab akan melakukan pitching di depan para juri, bertempat di ballroom Hotel Amazing Kutaraja, Cikini, Jakarta Pusat. Juri pitching hari ini terdiri dari Nathanael Faibis (Alodokter.com), Dian Noeh Abubakar (Kennedy Voice & Berliner), Rhein Mahatma (Startupbisnis.com), dan Donald Wihardja (Convergence Ventures).

Ide startup yang dicetuskan oleh para peserta berusaha menyelesaikan masalah para pekerja di kota-kota besar, sesuai tema The College Startup Lab tahun ini, yaitu Improving The Life of Urban Workers. Pada hari kedua, setiap tim telah diberikan kesempatan mewawancarai langsung beberapa pekerja kota besar dari berbagai latar belakang, untuk mendapatkan pemahaman yang cukup sebagai dasar mengembangkan produk mereka.

Paula Kusumaputri, mahasiswi Computer Science dari Stanford University yang menjadi Co-Program Manager The College Startup Lab menjelaskan bahwa sesi pitching di The College Startup Lab berbeda dari bootcamp pada umumnya, “Penekanan The College Startup Lab adalah pada proses berpikir. Saat sesi pitching pun, 40 persen proporsi penilaian ada di proses pembentukan ide. Jadi, tidak hanya produk akhir yang dinilai. Harapannya, peserta bisa benar-benar belajar tentang kerangka berpikir yang tepat.”

Salah satu peserta, Sabrina Woro Anggraini dari Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada, mengaku bahwa The College Startup Lab membekalinya dengan kerangka berpikir yang diperlukan untuk memulai sebuah startup, “Selama ini saya paham bahwa membuat startup harus dimulai dari masalah yang ada, namun pemahaman tersebut dapat dibilang masih naif, jika saya tidak tahu bagaimana memulainya. Di The College Startup Lab, baru akhirnya saya mengerti langkah-langkah taktis yang harus diambil.”

Tiga tim terbaik di sesi pitching hari akan mendapatkan hadiah berupa tiket gratis ke Startup Weekend Jakarta, dan coworking space gratis selama tiga bulan di Freeware Spaces. Selain itu, satu tim terbaik juga akan mendapatkan voucher senilai Rp500.000 dari HotelQuickly dan beasiswa penuh dari Purwadhika Startup School senilai 45 juta rupiah.

The College Startup Lab adalah bootcamp intensif selama 3 hari 2 malam untuk 30 orang mahasiswa yang mengadaptasi kerangka design thinking dari Stanford University Institute of Design. The College Startup Lab yang bertujuan mengajarkan mahasiswa bagaimana memulai startup ini diselenggarakan oleh ASEAN Business & Economics Student Association (ABESA) dan Kairos ASEAN.

 

Ide Marketplace untuk Makanan Sehat Memenangkan Pitching Terbaik di Ajang The College Startup Lab

1st Prize - Tim Nutriguard bersama perwakilan ABESA dan Kairos ASEAN-startupbisnis.com

Senin, 7 Desember 2015. Setelah melakukan pitching mengenai ide startup dan proses ideation di balik ide, Tim Nutriguard yang terdiri dari Sabrina Woro Anggraini (Ilmu Komputer UGM), Bimo Tyastomo (Akuntansi UI), dan Rowland Asfales (Seni Rupa ITB) berhasil memenangkan hadiah utama untuk pitching terbaik di bootcamp The College Startup Lab.

Ide Tim Nutriguard, yaitu marketplace untuk makanan sehat, didapat setelah mereka mewawancarai beberapa pekerja urban yang berkarir di industri kreatif. Informan yang mereka wawancarai memiliki beberapa masalah yang serupa, terutama pekerjaan dengan deadline ketat yang mengharuskan para pekerja tetap menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah rutinitas.

Dari hasil wawancara tersebut, tim Nutriguard membuat daftar sembilan ide yang dapat menyelesaikan masalah sehari-sehari pekerja urban, sebelum akhirnya memutuskan bahwa ide marketplace untuk makanan sehat adalah yang paling menarik dan feasible untuk dieksekusi.

Dewan juri di sesi pitching yang terdiri dari Rhein Mahatma (startupbisnis.com), Nathanael Faibis (Alodokter.com), dan Donald Wihardja (Convergence Ventures) memberikan nilai terbaik untuk tim Nutriguard yang dianggap paling baik dari segi ide produk maupun proses berpikir di balik ide tersebut.

Sementara itu, hadiah kedua diperoleh oleh tim Iziwe (Gary Evano Daniel, Dimas Ramadhani, Angelia Restu Yuliani) dengan ide produk berupa sebuah aplikasi agregator informasi transportasi yang dapat membantu commuter memilih moda transportasi termurah atau tercepat untuk rute tertentu. Hadiah ketiga diperoleh oleh tim Binatu (Muhammad Banirahma Syahroni, Putri Aprilia Berlian, Ubaidillah Mughni), aplikasi untuk membantu pekerja urban dalam kebutuhan laundry pakaian.

2nd Prize - Tim Iziwe bersama Raditya Pramana dari Kairos ASEAN-startupbisnis.com

 

 

3rd Prize - Tim Binatu bersama Rangga Husnaprawira, Chairman ABESA-startupbisnis.com

 

Tiga tim terbaik tersebut mendapatkan hadiah berupa tiket gratis ke acara Startup Weekend Jakarta dan free pass dari Freeware Spaces selama tiga bulan. Selain itu, tim Nutriguard yang menjadi pemenang pertama juga mendapatkan voucher senilai Rp500.000 dari HotelQuickly dan beasiswa penuh dari Purwadhika Startup School dengan total nilai 45 juta rupiah untuk ketiga anggota tim.

Namun, terlepas dari hadiah yang diterima, para peserta mengaku bahwa manfaat paling utama yang didapat dari The College Startup Lab adalah pengalaman belajar dengan praktik langsung dibimbing para praktisi serta kesempatan berjejaring, seperti yang dikatakan oleh Bimo Tyastomo, mahasiswa Akuntansi Universitas Indonesia, “Acaranya seru karena jarang sekali saya bisa bertemu 29 orang yang semuanya hebat-hebat dan memiliki minta yang sama dengan saya. Semoga kami bisa bekerjasama ke depannya.”

The College Startup Lab adalah bootcamp intensif selama 3 hari 2 malam untuk 30 orang mahasiswa yang mengadaptasi kerangka design thinking dari Stanford University Institute of Design. The College Startup Lab yang bertujuan mengajarkan mahasiswa bagaimana memulai startup ini diselenggarakan oleh ASEAN Business & Economics Student Association (ABESA) dan Kairos ASEAN.

 

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.