Berapa Biaya yang Diperlukan Untuk Membangun Startup yang Paling Hot di Dunia ?

Mungkinkah dengan uang sejumlah $100.000 (Rp1 milyar) dan skill developer yang tepat membuat anda menjadi billionaire dalam semalam ? Berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk membangun produk seperti Twitter atau Instagram ? Dengan bangkitnya agency mobile development dan product incubators dan juga beberapa corporate “labs” yang muncul setiap hari, tidak mungkin anda akan kekurangan orang yang bertalenta untuk membantu anda membangun website dan aplikasi mobile yang hebat selanjutnya.

Berdasarkan informasi dan data yang didapat dari perusahaan website dan mobile development, incubators, agency, dan labs menunjukkan apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk mendesain dan mengembangkan aplikasi yang paling sukses saat ini. Inilah beberapa rincian dari biaya dan investasi waktu untuk menciptakan 10 startup paling hot di dunia.

Catatan: Ini adalah asumsi biaya apabila anda membuatnya di US. Untuk versi rupiahnya, kami mengasumsikan bahwa 1 dollar = Rp10.000

1. Twitter

twitter-ios-7-520x346

Menurut Hendrik Werdelin, managing partner dari PreHype, ia mengatakan bahwa untuk menciptakan Twitter tidaklah begitu sulit, tetapi fitur yang berlapis akan membutuhkan waktu untuk menghasilkan produk yang tepat.

“Jawaban singkat adalah membutuhkan waktu 10 jam,” ujar Werdelin, yang membangun kloningan Twitter dalam satu hari dengan kursus Ruby on Rails. “Tapi developer yang hebat dapat membuatnya dengan lebih cepat.”

Kita asumsikan saja bahwa anda sudah memiliki laptop, bisa dibilang biayanya hampir tidak ada untuk membangun the next twitter ini. Mari kita asumsikan lagi dengan jumlah uang $160 (Rp1,6 juta) untuk kursus Ruby on Rails ditambah dengan Heroku yang gratis, cloud platform sebagai layanan yang memungkinkan anda untuk meluncurkan sebuah aplikasi.

Akan tetapi, Werdelin dengan cepat mengkualifikasi pernyataannya. “Ini tidak sesimple itu,” jawabnya. “Hari ini, yang menjadi persoalan bukan menciptakan tumpukan teknologi, tetapi lebih tentang menciptakan ‘experience layer’, interface yang membuat suatu produk relevan dan intuitif untuk digunakan banyak orang dan  di saat yang sama produk tersebut juga mendemonstrasikan valuenya dengan cepat.

Produk tidak akan menjadi apa-apa tanpa scability. “Anda tidak bisa hanya membangun produk hari ini, anda juga perlu untuk membangun perusahaan yang melibatkan proses, struktur, feedback, analytic, dan komunitas.

Itu kenapa, jika anda ingin membawa MVP (Minimum Viable Product) ke market, Werdelin memperkirakan bahwa anda akan memerlukan dana sejumlah $50.000 (Rp500 juta) sampai $250.000 (Rp2,5 milyar), tergantung skill yang dimiliki developer dan desainer yang anda pekerjakan.

Werdelin menyamakan membangun produk yang sukses dengan membangun klub malam. “Anda perlu lebih dari seorang DJ, contohnya anda perlu seorang penari lantai dan beberapa botol alkohol,” jelas Werdelin. “Anda harus memastikan bahwa orang yang tepat datang pada waktu yang tepat, dan anda harus memiliki dekorasi, suasana, dan musik yang tepat. Dan tentunya, cocktail.

2. Instagram

instagram1-520x199

Instagram sedikit lebih rumit untuk dibuat dibanding dengan Twitter karena anda memerlukan skill untuk menangani filtering gambar untuk iOS yang luas dan juga muatan gambar yang berat. Akan tetapi, anda masih dapat membangun produk seperti Instagram dengan dana yang tidak mahal, di kisaran $100.000  (Rp1 milyar) sampai $300.000 (Rp3 milyar) dalam waktu 3 sampai 6 bulan,” jelas Werdelin.

Kevin Systrom meluncurkan Instagram dengan 25.000 beta user pada tanggal 6 Oktober 2010; dua tahun setelahnya, Instagram tetap memperlihatkan pertumbuhan yang besar, dan juga dilaporkan bahwa Instagram memiliki 150 juta aktif users. Systrom yang sekarang adalah seorang multi-millionaire karena ia telah berhasil menjual perusahaannya ke Facebook seharga satu milyar dollar.

“Keberuntungan, timing, dan social engineering adalah komponen yang lebih besar dibandingkan sebagian besar entrepreneur pernah bayangkan,” tambah Werdelin. Dan cara terbaik untuk menjadi orang yang beruntung adalah memposisikan diri anda dimana keberuntungan dapat menemukan anda.

3. Facebook

facebookadscreenshot-520x352

Ben Schippers adalah co-founder dari HappyFunCorp, sebuah perusahaan web development yang membangun situs untuk Teepublic, Of A Kind, Postography, dan Yeah TV!

“Jika anda bertanya ke saya untuk membangun facebook.com untuk anda, saya akan mengatakan bahwa anda memerlukan dana sejumlah $500.000 (Rp5 milyar) dalam waktu sembilan bulan untuk tahap pengembangan dan desain,” jelas Schippers. “Orang lain ada juga yang mengatakan $1 juta (Rp10 milyar) atau bahkan lebih besar. Tetapi, ini adalah pertanyaan yang sangat menantang untuk dijawab karena apa yang dibutuhkan untuk membuat Facebook ini tergolong jumlah yang kecil, sedangkan biaya operasionalnya sendiri tergolong sangat besar.

Dengan produk yang sudah ada di pikiran kita, $500.000 (Rp5 milyar)  akan habis hingga sembilan bulan dengan tiga bulan  pertama didedikasikan untuk desain, khususnya untuk user architechture, brand dan desain poles. Enam bulan yang tersisa akan difokuskan untuk merealisasikan desainnya, sedangkan sisanya akan fokus pada pemerataan dan perbaikan.

Dengan mempertimbangkan perbedaan biaya storage/penyimpanan di tahun 2002, Schippers mengestimasikan bahwa Zuckerberg menghabiskan $3.000 (Rp 30 juta) per bulan untuk hosting pada tahun pertama dan sekitar $10 juta (Rp100 milyar) per bulan pada tahun 2006 di saat jaringan Facebook tumbuh besar selama periode itu.

Mengingat skala Facebook, perusahaan ini sekarang berada dalam operasi bisnis pembangkit tenaga listrik untuk mengoperasikan servernya, itu kenapa, Schippers mengestimasikan bahwa Facebook memiliki $30 juta (Rp300 milyar) biaya perbulan hanya untuk hosting. Dengan melihat kasus Facebook ini, jumlah pendanaan jutaan dollar yang diperoleh suatu startup tidak terlihat begitu besar.

4. Whatsapp

whatsapp1-520x197

Real-time communication support bisa menjadi lebih sulit dari pada aplikasi lain yang menyediakan layanan e-commerce ataupun berita,” jelas Yan Matzner, Direktur Strategi di Fueled, sebuah perusahaan mobile development berbasis di New York dan London.

“Untuk membuat MVP (Minimum Viable Product) Whatsapp dengan fungsi dasar, sesuatu seperti verifikasi nomor telepon, ditambah dengan integrasi dari Twilio dan juga sistem manajemen pembayaran akan memerlukan dana sejumlah $120.000 (Rp1,2 milyar).”

Dengan dana $120.000 (Rp1,2 milyar) yang lain untuk desain, pengembangan tambahan dan juga branding. Dan $25.000 (Rp250 juta) yang lain untuk memperbaiki bugs yang tersisa dan menambahkan tingkat kestabilan dan ketahanan terhadap tumpukan teknologi.

Ini berarti Whatsapp membutuhkan dana $250.000 (Rp2,5 milyar) dalam waktu sembilan bulan untuk dibuat, ini mengasumsikan bahwa anda telah memiliki user base yang besar untuk memastikan kualitas dan memfasilitasi momentum awal.

5. Uber

UBERx-029-520x466

Artem Fishman adalah Vice president of Engineering di Huge, sebuah digital agency yang baru saja membantu untuk membangun NYC.gov, Revolt.TV dan mendesain kembali TED.com.

Tim Huge memeriksa angka-angka yang ada di Crunchbase untuk memperkirakan dana dalam membuat Uber. Perusahaan yang berbasis di San Fransisco ini membuatnya dengan $50 juta (Rp500 milyar) untuk membangun produknya dari awal sampai dengan iterasi saat ini. Lalu Google dan Benchmark memompanya dengan uang $258 juta (Rp2,58 triliun) lagi pada bulan Agustus tahun lalu.

“Ketika anda menjawab pertanyaan apa yang dibutuhkan untuk membangun bagian technical saja, maka jawabannya mengejutkan karena sangat sedikit,” jelas Fishman. “Berdasarkan pendanaan awalnya, MVP untuk Uber membutuhkan dana sekitar $1 juta (Rp10 milyar) sampai $1.5 juta (Rp 15 milyar) untuk diciptakan.”

Ini akan semakin sulit ketika anda mencoba untuk mengembangkan bisnis anda baik dari segi engineering dan penetrasi market. Untuk Uber, masalahnya terletak lebih tentang regulasi lokal dari pada pengembangannya sendiri untuk saat ini.

6. Pinterest

pinterest-ben-silbermann-520x259

Pinterest adalah situs photo sharing pinboard yang terkenal, yang berarti Pinterest adalah produk yang sangat simple. Menurut Sam Mathews, founder Neverbland, ia mengatakan Pinterest dapat diciptakan dengan tim yang terdiri dari 4 orang dalam waktu 120 hari dengan dana $120.000 (Rp1,2 milyar).

Namun, ini menjadi lebih sulit untuk memahami biaya Pinterest di saat user basenya meledak dari 1 sampai 75 juta orang. “Ini bukan tentang produk dengan sesuatu seukuran Pinterest, ini adalah tentang skala ekonomi,” jelas Mathews yang mengestimasikan biaya Pinterest, perusahaan yang berbasis di San Fransisco dengan jumlah karyawan 150 orang, $2 juta (Rp20 milyar) perbulan untuk biaya developer dan storage/penyimpanan untuk me-maintain produknya agar tetap terus berkembang.

7. Shopify

shopify-theme-store-520x346

Untuk membangun replika dari platform e-commerce Shopify, Mathews mengestimasinya akan membutuhkan dana antara $250.000 (Rp2,5 milyar) dan $300.000 (Rp 3 milyar) dengan skill desainer, developer dan orang-orang yang bertanggung jawab dengan produk yang sangat berpengalaman.

Biaya-biaya ini tidak memperhitungkan banyaknya sistem yang relevan dalam bisnis Shopify seperti maintaining API-nya, infrastruktur dan ruang server yang diperlukan untuk men-support lebih dari 50.000 toko-tokonya dan mendesain dan membuat semua template-nya yang indah itu yang membantu Shopify mencapai kesuksesan.

Seringkali, biaya yang terbesar dari produk seperti Shopify datang dari proses pengambilan keputusan yang mencakup pengeluaran dari customer dan product development,” jelas Mathews. “Tapi jika anda ingin membuat Shopify yang sama persis, semua keputusan tersebut bersumber dari anda. Anda hanya harus menemukan architechtural structure, yang akan membutuhkan waktu empat sampai enam bulan.”

Berdasarkan essay dari Paul Graham, yaitu Bagaimana Memulai Startup, Mathews mengatakan, “Untuk membangun sesuatu yang kompleks anda harus membangun sesuatu yang simple dahulu. Jika anda ingin langsung membangun sesuatu yang kompleks , maka itu tidak akan berhasil.”

Masalah dengan membangun produk seperti Shopify adalah membutuhkan waktu tujuh tahun untuk  iterasi dan juga fitur-fitur yang diberikan berdasarkan feedback dari customer dan juga eksperimen anda sendiri. Mathews menambahkan, “Jadi bahkan jika anda meniru produk ini sama persis dari luar ke dalam, anda tidak akan memiliki sistem background yang kuat untuk mengatasi semua traffic dan experience yang ada di platform tersebut.

8. Angry Birds

152826339-520x346

DJ Saul, CMO dari DC-based iStrategy Labs mengatakan,”pertama, anda harus memperhitungkan waktu untuk membuat identitas brand termasuk logo, warna dan penulisan,” ujar Saul. “Ada User Experience yang sangat penting di sini, untuk aplikasinya sendiri dan terutama untuk game tersebut. Anda perlu desainer game yang berpengalaman dan engineer yang bisa membuat game ini diberbagai platform (android, iOS, dll). Lalu, ada faktor yang perlu anda diperhitungkan dalam membangun game ini di platform android yang sangat luas ini dan anda harus memiliki biaya yang sudah diperhitungkan apabila game ini berkembang besar nantinya.

Saul mengestimasikan bahwa dia membutuhkan 20 orang untuk bekerja lebih dari satu tahun untuk meluncurkan Angry Birds dan dengan gaji rata-rata $110.000 (Rp1,1 milyar) untuk total anggaran $2,2 juta (Rp22 milyar) ditambah dengan biaya overhead. Tentunya, jika anda membayar agency, anda mungkin akan membutuhkan 1.5x dari jumlah total biaya.

9. Tumblr

tumblr-yahoo

Menurut Saul, Tumblr akan jauh lebih mudah untuk dibuat dibandingkan dengan Angry Birds karena anda tidak membutuhkan desainer game yang spesifik dan juga developer. Tetapi, untuk testing, memperlancar dan memperbaiki bug akan tetap sama.

Untuk membuat Tumblr, yang saat ini sudah menghosting lebih dari 140 juta blogs, “Variable yang menjulang adalah hosting,” jelas Saul. “Biaya teratas diperlukan dari sisi product marketing, saya akan memerlukan 15 orang untuk bekerja pada berbagai platform dalam waktu di bawah satu tahun. Jadi 15 orang tersebut memiliki gaji rata-rata $110.000 (Rp1,1 milyar) dan berarti totalnya adalah $1.65 juta (Rp16,5 milyar).”

10. Vine: Mendefinisikan MVP
VineAndroidBlog_0-520x326

Sementara itu, istilah MVP cukup sedikit di industri kami, kami mempertimbangkan MVP adalah produk yang berada pada titik “cukup layak” untuk segera diluncurkan dan mendapatkan traction di pasar dan mulai untuk membangun user base,” jelas Paul Choi, CEO Worry Free abs.

Untuk menciptakan MVP Vine, Choi mengestimasi bahwa ini akan membutuhkan biaya antara $125.000 (Rp1,25 milyar) dan $175.000 (Rp1,75 milyar) dengan empat sampai enam bulan tahap pengembangan dan desain. Dia mengatakan bahwa Vine adalah aplikasi yang cukup sederhana yang memanfaatkan fitur iPhone untuk mengkompres file video.

“Dengan Vine, anda membangun sistem backend yang menyimpan video dan sistem front-end dengan tampilan simple yang mana ini adalah cara yang mudah untuk men-share content ke jejaring sosial,” jelas Thadd Selden, CTO dari Worry Free.

Untuk anda yang sedang membangun aplikasi untuk video, anda harus menyadari bahwa biaya storage/penyimpanan itu meningkat secara perlahan. Sementara itu tool seperti Amazon Web Services dan Parse. VP Business Development dari Worry Free, Brian Badillo mengestimasikan bahwa biaya storage untuk aplikasi seperti Vine bisa mencapai $50.000 (Rp500 juta) per bulan.

Kesimpulan

Setiap web dan aplikasi mobile ini telah berkembang pada beberapa bulan dan tahun belakangan ini. Mengestimasi biaya itu sangat rumit karena anda harus turun untuk membayare desainer yang tepat, developer atau product manager yang dapat membangun setiap aplikasi dengan biaya yang lebih rendah. Ada sejumlah kerumitan yang sangat besar pada setiap pembuatan aplikasi : tidak hanya biaya hosting tetapi juga infrastruktur kantor, product management dan marketing.

Ada juga biaya distribusi yang menjulang besar, yang sangat sulit diukur dan bahkan lebih sulit untuk diprediksi. Lima belas tahun lalu, untuk memulai bisnis pasti memiliki masalah pada teknologi. Sekarang penghalang untuk memulai bisnis itu sangatlah rendah – Dengan dana $100K (Rp1 milyar) dalam banyak kasus – entrepreneur dihadapkan dengan masalah yang berbeda : berdiri menjauh dari keramaian dan menyiapkan produk ke tangan yang tepat pada waktu yang tepat. Coba bandingkan dengan menciptakan distribusi yang berdasarkan dengan data dan juga efektif agar aplikasi anda di-download jutaan kali, software itu murah.

Memang lebih mudah untuk meniru model yang telah terbukti dari pada membuat sendiri konsepnya,” jelas Paul Murphy, VP dari Betaworks. “Bagian yang sulit belum tentu terletak pada teknologinya, bagian tersulit adalah membangun dan memvalidasi produk dan menyesuaikannya sampai cocok. Kami mungkin dapat membangun sebuah MVP dari salah satu dari produk apapun dengan menggunakan SDK’s, frameworks dan design dasar di selama akhir minggu. Tapi meniru sesuatu yang telah terbukti berhasil adalah bagian yang mudah.

Dan perlu anda ketahui bahwa anda tidak dapat kembali membangun Twitter, Instagram atau Facebook hari ini untuk menghasilkan milyaran dollar. Tetapi anda dapat menghabiskan beberapa juta dollar untuk membuat replika yang serupa dan tidak akan ada orang yang akan menggunakannya.

The way to get good ideas is to get lots of ideas and throw the bad ones away.

– Linus Pauling

Sebagai seorang entrepreneur yang memiliki visi yang besar, anda pasti ingin membangun sesuatu yang hebat dan tak terlupakan, dan baru, sesuatu dengan fitur yang lebih baik, fitur yang berbeda atau fitur yang lebih sedikit. Itulah the next Jack Dorsey, David Karp, Kevin Systrom dan Mark Zuckerberg akan lakukan.

Sumber: thenextweb.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *