Guest Post Oleh @Sanguit : Cara Berpikir Sebagai Platform Untuk Memecahkan Sebuah Masalah

Editor’s note : 

Saya seringkali mendengar beberapa venture capital mengatakan “kami ingin mencari portofolio yang bisa menjadi platform”  … “sekarang kalau mau jadi VC gamenya di platform” … “valuasi startup yang bertipe platform biasanya lebih besar daripada yang bukan platform” … “Ide besar dan ide kecil capeknya sama tapi hasilnya bisa beda langit dan bumi, ide besar biasanya bentuknya adalah platform.”

Sebenarnya platform itu apa sih ? Saya beri contoh, misalnya kamu mahasiswa sastra inggris yang jago translation, punya modal lumayan dan ingin mencari duit dari jasa penerjemah. Kamu memiliki beberapa pilihan :

  1. Sewa ruko kecil (fisik) di depan kampus, pasang spanduk “Jasa Penerjemah Terbaik” dan kamu menyewa beberapa adik kelas untuk membantu kamu. Market kamu adalah orang yang lewat depan ruko.
  2. Kamu lebih pintar sedikit, sekarang kamu buat website JasaPenerjemah.com dan kamu memperjuangkan keyword “Jasa Penerjemah Terbaik Jakarta” untuk bisa muncul di page one Google. Sekarang market kamu se-Indonesia dan kamu bisa memberi makan karyawanmu.
  3. Yang ketiga, kamu sudah jauh lebih pintar, kamu punya teman yang jago coding, kamu membuat platform di mana orang-orang yang punya skill translation bisa mendaftarkan diri di websitemu untuk memberikan service, dan sebaliknya, orang yang membutuhkan jasa translation bisa memposting jobs di sana, kamu sebagai pemilik platform mengenakan fee tertentu dari tiap transaksi. Market kamu se-Indonesia, tetapi customer dari para pemilik jasa translation (yang register di websitemu) juga adalah customer kamu juga. Di Jepang ada beberapa service platform seperti ini, Gengo.com dan Conyac.com yang seringkali menyebut dirinya “human translation service”.

Dalam contoh di atas, nomor 2 (bukan platform) dan nomor 3 (platform) memiliki perbedaan mendasar, salah satunya di nomor 3 kamu membantu lebih banyak orang untuk menghasilkan uang dari service mereka dibandingkan dengan nomor 2. Ciri-ciri startup teknologi yang mempunyai valuasi besar sekali biasanya adalah “membantu banyak orang menghasilkan uang”. Kira-kira apa saja ciri-ciri yang dimiliki oleh sebuah platform dan bagaimana cara berpikir untuk membuat platform ?

Berikut ini adalah guest post yang menjelaskan tentang cara berpikir sebagai platform, dari Sangeet Paul Chodary, Advisor di Skillshare.com, mentor 500Startups, JFDI dan Founder Institute Singapore. Artikel ini pertama kali dipublish di blog milik Sangeet : Platformed.info

Bisnis adalah tentang bagaimana untuk memecahkan masalah customer. Dan jika sebuah bisnis berhasil memenangkan sebuah kompetisi atau memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham maka dapat dikatakan bahwa bisnis tersebut telah dapat memecahkan masalah bagi customer.

Jika anda berpikir tentang sebuah pendekatan dari bisnis untuk dapat memecahkan masalah, maka akan muncul tiga pola pendekatan :

THE ‘STUFF’ APPROACH  – PENDEKATAN BARANG

Pendekatan yang ada di era industri adalah untuk dapat memecahkan masalah customer dengan menciptakan lebih banyak jenis atau jumlah barang. Jika ada masalah di sisi customer, Anda dapat membangun pabrik. Jika customer sudah bisa mendapatkan kebutuhan yang mereka perlukan tetapi Anda masih mempunyai kapasitas produksi yang berlebih, maka anda dapat melakukan kegiatan pemasaran untuk menyakinkan customer anda untuk membeli lebih banyak lagi.

Pendekatan “barang” atau “sfuff approach” ini adalah model default  untuk memecahkan masalah. Jika Anda berada di industri yang terkait barang, maka Anda akan membuat barang, tetapi jika Anda bergerak di industri service, maka Anda harus menambah lebih banyak pekerja. Untuk melakukan scalingnya nya Anda “membuat lebih banyak”.

Sebagian besar masalah tidak perlu diselesaikan dengan memberikan lebih banyak barang kepada customer. Sebagian besar masalah terletak pada kurangnya informasi yang diperlukan dalam membuat sebuah keputusan. Kita selama ini memecahkan masalah yang ada dengan menciptakan lebih banyak barang karena kita tidak mengoptimalkan sistem distribusi dan akses yang ada.

THE ‘OPTIMIZATION’ APPROACH – PENDEKATAN OPTIMASI

Masuk ke sisi algoritma, Anda memiliki hal di luar sana yang dapat Anda optimalkan dari sisi distribusi : Berikut adalah dua langkah pendekatan untuk dapat memecahkan masalah:

  1. Agregat semua informasi yang ada di luar sana
  2. Menggunakan algoritma Google untuk menyampaikan barang kepada customer.

Google telah membangun salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat sepanjang masa dengan melakukan pendekatan dari sisi optimasi untuk masalah informasi yang ada di dunia. Kebanyakan bisnis internet menciptakan nilai melalui optimasi.

THE “PLATFORM” APPROACH – PENDEKATAN PLATFORM

Cara berpikir sebagai sebuah platform yaitu dengan menambahkan satu langkah dari sisi pendekatan optimasi yang ada, yaitu dengan menggabungkan informasi pada hal yang ada di luar sana (Informasi yang ada di langkah pertama di atas), cara berpikir sebagai platform ini memiliki konsep untuk menciptakan lebih banyak inventory tanpa menciptakan lebih banyak barang. Kedengarannya seperti paradoks, tetapi itulah yang Twitter lakukan dalam bisnisnya. Industri media memliki banyak wartawan. Twitter dapat memungkinkan orang di luar sana untuk dapat menjadi sumber berita tanpa harus dapat menjadi seorang jurnalis. YouTube berhasil meningkatkan sumber konten video tanpa harus mendirikan rumah produksi video. eLance juga telah dapat memungkinkan perusahaan untuk dapat menyelesaikan berbagai pekerjaan tanpa harus merekrut orang untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut.

Pendekatan barang dari The ‘stuff’ approach (1) menciptakan supply barang, pendekatan ‘Platform’ menemukan sumber daya baru. Tujuannya tidak hanya mengoptimalkan tetapi juga melihat dari sisi input inventory yang dapat anda optimalkan nantinya.

RESUME

Setiap masalah customer yang ada di luar sana dapat diselesaikan dalamoleh satu dari tiga cara yang ada.

Pendekatan ‘stuff’ yaitu bagaimana kita dapat menciptakan lebih banyak ‘stuff’ dalam menyelesaikan masalah

Pendekatan ‘optimasi’ yaitu bagaimana kita dapat lebih banyak mendistribusikan barang yang sudah dibuat dan mengurani waste.

Pendekatan ‘platform ; bagaimana kita dapat memberikan definisi baru terhadap ‘barang’ yang ada dan menemukan cara baru untuk dapat menyelesaikan masalah yang sama ?

CONTOH : MASALAH AKOMODASI 

Masalah: Saya bepergian ke kota X dan saya harus dapat memilih akomodasi yang tepat.

Pendekatan “Stuff” atau barang : lebih kepada menciptakan banyak barang, membangun lebih banyak hotel. Jika ada kamar yang terlihat lebih sedikit daripada jumlah wisatawan. Maka yang dilakukan adalah membeli tanah dan membangun hotel baru untuk menciptakan lebih banyak ruang.

Pendekatan optimasi  : Ada banyak hotel yang berada di luar sana tetapi wisatawan tidak harus memiliki semua informasi untuk membuat pilihan. Mari kita agregasikan informasi yang ada untuk membuat mesin pencari yang handal. Mari membangun situs review untuk membantu mereka membuat keputusan yang tepat.

Pendekatan ‘Platform’ Airbnb : Bagaimana kita bisa memberikan definisi baru dari kata “akomodasi wisatawan?”  Bagaimana kita bisa memungkinkan siapa saja yang memiliki ruangan yang tidak terpakai bisa menyewakannya pada traveler yang membutuhkan akomodasi ?

CONTOH : MASALAH TRANSPORTASI 

Masalah: Saya peru mencari tahu cara yang dapat diandalkan dan aman untuk menuju ke titik B dari titik A kapanpun saya mau.

Pendekatan The ‘Stuff’ (Toyota) adalah membuat lebih banyak jenis mobil , semakin besar jumlah orang yang membutuhkan kendaraan, semakin banyak jumlah mobil yang akan dibuat.

Pendekatan optimasi (Avis (B2C car rental), Aggregator taksi) , Ada banyak operator taksi yang ada, tetapi konsumen tidak menyadari beberapa pilihan yang ada. Kita bisa membuat mesin pencari untuk membantu mereka mencari rute terbaik ke tujuan mereka dan menemukan kendaraan umum yang tepat.

Pendekatan The ‘Platform’ (Lyft, ZipCar, ZipRide), Mari kita memberikan definisi baru terhadap masalah yang ada, bagaimana kalau kita secara drastis menambah jumlah supply yang ada untuk membantu orang berpindah dari point A ke point B dengan membuat C2C car rental platform ?

CONTOH : MASALAH COMPUTING

Masalah: Saya memerlukan ponsel dengan fitur lengkap untuk aktivitas saya tetapi setiap ponsel tentu mempunyai fitur yang berbeda dan saya kesulitan mencari yang terbaik.

Pendekatan ‘Stuff’ Dari Nokia adalah dengan membuat lebih banyak model telepon yang ada, melakukan riset pasar, mencari tahu apa yang konsumen inginkan, mengelompokkannya ke dalam group segmen dan membuat model baru untuk kelompok ini.

Pendekatan ‘Optimasi’ : Membuat website price comparison seperti PriceArea atau Telunjuk.com. Ada banyak ponsel di luar sana, masukkanlah parameter yang Anda inginkan dan kami akan dapat memberikan anda model ponsel terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan Anda.

Pendekatan Platform “Apple” : Mari kita memikirkan ulang tentang smartphone, lihat bagaimana Apple membuat tools di mana orang lain dapat membangun aplikasi di atasnya sehingga consumer dapat meng-extend functionality dari smartphonenya.

CONTOH : MASALAH BERITA 

Masalah : Saya perlu tahu apa yang sedang terjadi di dunia.

Pendekatan The ‘Stuff’ (NY TIMES) bagaimana  kita bisa mendapatkan lebih banyak content dan berita yang menarik.

Pendekatan ‘optimasi’ Google News adalah bagaimana berita yang ada dapat memberikan informasi dari sebuah kejadian atau pertandingan yang ingin mereka cari.

Pendekatan ‘Platform’ Twitter, adalah bagaimana setiap orang dapat mendistribusikan berita yang ada.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *