KPI Yang Harus Anda Gunakan Dalam Mengukur Tingkat Efektivitas Dari Content Marketing

Sebelum kita mengetahui yang mana yang lebih penting antara revenue dan engagement, terlebih dahulu kita harus tahu apa tujuan utama KPI?

Informasi yang akan anda baca ini bersumber dari econsultancy. Seperti grafik yang bisa anda lihat di bawah ini, ada perpecahan antara revenue dan engagement.

content commerce chart

Perlu diingat bahwa bagi orang yang fokus pada engagement, mereka akan menganggap revenue sebagai produk sampingan yang dihasilkan dari penyediaan konten yang bagus. Jika customer atau follower anda senang dengan konten anda dan men-share-nya ke berbagai sosial media dengan pesan yang positif, pendapatan dalam bisnis anda tentu akan naik jika link-nya dihubungkan pada produk yang relevan.

Revenue adalah tujuan dari setiap perusahaan ecommerce, tapi ada perbedaan dalam tujuan dibalik pembuatan konten, artinya apakah konten yang anda buat akan meningkatkan revenue atau engagement? Akan tetapi apakah ini tergolong penting untuk dibahas jika engagement pada akhirnya memandu anda kepada hasil yang sama? Dengan meng-engage customer, mereka tentu akan semakin loyal kepada brand anda dan biasanya akan kembali lagi untuk melakukan repeat purchase atau membeli lagi dari anda.

Ada suatu keseimbangan yang perlu dibenarkan ketika anda meletakkan konten anda di bawah kontrol tim editorial. Jika fokus anda berada pada engagement melalui penyediaan konten yang berguna dan menghibur, ini bagus untuk customer tapi kenyataannya membuat konten yang bisa menghasilkan penjualan tidak muda. Anda masih perlu memberikan jumlah kontrol tertentu kepada tim editorial anda. Penjualan itu seharusnya berasal dari konten agar penjualan atau bisnis anda menjadi bernilai.

Ini adalah contoh dari Mr Porter dengan copytext yang sangat menarik dan insightful.

mr andy murray blogfull

Itu adalah contoh editorial yang sempurna, relevan, dan benar-benar menjual. Ada link langsung ke halaman produk dari semua pakaian yang dipakai oleh Murray dengan menampilkan Mr. Porter di bawah gambar header.

Dan juga ada link langsung untuk berbelanja pada semua produk secara langsung di “cover depan.”

mr porter blog full

Keseimbangan bisa anda dapatkan jika anda tidak membuat konten yang terlalu komersil, yang menjauhkan para calon customer.

Dilema yang mungkin tim ecommerce anda hadapi sekarang adalah mencari tahu kriteria yang bisa membawa anda kepada kesuksesan. Kriteria menentukan KPI anda, dan KPI anda akan bergantung pada tujuan dari content marketing yang anda lakukan, apakah itu murni untuk mencari revenueengagement atau sebagai brand building.

Berikut ini adalah contoh dari suatu laporan, fokus utama The Wine Society berada pada member engagement, jadi mereka memprioritaskan page view dan lamanya waktu user di suatu halaman sebagai KPI. Lalu mereka memetakan ini kembali untuk menilai metriks seperti konversi dan revenue, tapi fokus utama tetap kepuasan member. Konten diciptakan dengan fokus pada apa yang ingin dibaca oleh para member.

Empat kategori KPI

Berikut ini adalah daftar KPI yang bisa digunakan untuk mengukur kinerja, terbagi dalam kategori yang relevan.

Revenue dan konversi

  • Tingkat konversi
  • Harga order rata-rata
  • Revenue

Traffic

  • Total visit
  • Unique visit
  • Jumlah visit yang baru dan yang kembali

Anda bisa mengukur jumlah visit dari sosial media dari konten yang anda posting ke beberapa sosial media. Setiap postingan bisa dipasangkan parameter tracking pada URL-nya, agar dampak dari link social bisa diukur menggunakan tool analytic.

Engagement

  • Lamanya waktu visit
  • Halaman per visit
  • Bounce rate (berapa banyak orang yang pergi meninggalkan situs anda)
  • Jumlah social share
  • Jumlah komentar dan like
  • Review produk
  • Berapa banyak orang yang mengklik banner di situs anda

Beberapa perusahaan juga menggunakan review customer sebagai KPI dari conten marketing mereka. Akan tetapi review prooduk terbukti berhasil untuk meningkatkan tingkat konversi karena bisa memberikan suatu pesan brand pada produk yang dimaksud.

Offline

  • Jumlah orang yang mengunjungi toko anda
  • Jumlah penjualan di toko
  • Jumlah penggunakan konten dalam toko anda (seperti melakukan scanning pada kode QR pada suatu produk untuk meilhat videonya)
  • Jumlah orang yang menelepon

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *