Lean Startup Lesson : Jika Saya Punya Budget Marketing 1 $, Saya Harus Spend Ke Mana ?

Taskrabbit Lean Startup Indonesia

Doing everything leads you to a place where you do everything poorly and not really sure what’s working and what’s not – Leah Busque, Task Rabbit

Anda yang membuat bisnis internet pasti menghadapi banyak pilihan dalam menggunakan budget marketing.  Jika saya punya dana marketing 1 $, saya harus spend ke mana ? Konsep lean startup bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan ini.

Libur lebaran kemarin saya cukup membuat saya bosan, sampai saja mengajak siapa saja untuk ngopi di Jakarta, hanya Andina Rizky yang merespon, ia adalah tim online marketing Lazada dan salah satu minmin di FB Group Social Media Strategist Club. Obrolan kami ngalor ngidul ke mana-mana tentang digital, sampai ia nyeletuk “menurutmu di digital marketing, apa yang paling penting ?’

Tentu banyak sekali jawaban yang bisa dipakai menjawab pertanyaan tersebut, mau jawaban filosofis bisa, high level strategic bisa, low level execution juga bisa, tetapi favorit saya adalah tentang 3 jenis channel yang saya dapat dari Citra Purnawijaya, Founder Teknoup :

Jenis channel marketing itu secara umum ada 3 :

  1. High conversion, mis. ecommerce tas wanita yang melakukan promosi di channel Femaledaily.com yang punya banyak die hard fans tas wanita
  2. Wide reach, mis. ngiklan di TV
  3. Low Cost, mis. barter banner / barter tweet

Dari 3 jenis channel itu, tes semua, yang berjalan dengan baik, naikkan budgetnya. That’s it. Tetapi tentu tidak semudah itu, untuk mengenali peluang di masing-masing channel tersebut kita harus mengerti adwords, fb ads, SEO, melakukan networking untuk eksekusi partnership.

Dengan banyaknya channel yang ada membuat marketer sekarang memiliki tuntutan knowledge dan execution level yang tinggi. Btw terkait pengetahuan Search Engine Optimization kami baru saja melaunch “Startupbisnis Premium Content” untuk memberikan pengetahuan terbaik tentang online business di Seoacademy.Startupbisnis.com.

Beberapa hari lalu saya ngobrol dengan Founder Tiket.com, mendapatkan kabar bahwa dalam periode awal (setahun lebih) mereka beroperasi, sama sekali tidak mengeluarkan biaya iklan (Google Adwords), tetapi budget mereka diarahkan ke SEO (Search Engine Optimization) karena sifatnya yang murah dan jangka panjang, Natali CTO Tiket mengatakan, setelah bottomline mereka hijau di Mei 2013 – artinya profit, kemungkinan adalah profit month-to-month, kami belum meminta konfirmasi lebih jauh tentang hal ini – baru mereka berani menggunakan budget untuk adwords, hasilnya ? di Bulan Juni 2013 revenue mereka lebih besar daripada total revenue di tahun 2012.

Adi Arifin, founder Private Leisure juga melakukan hal yang sama dalam interview “Cara berbisnis online, belajar dari private leisure, villa rental yang menguasai market 3 negara” ia mengatakan “Waktu itu saya menggunakan SEO sebagai pilihan terbaik untuk memasarkannya, kalau adwords kan berat – dibayar di depan dan belum tentu click itu menjadi konversi, jadi SEO yang satu-satunya paling masuk akal untuk saya walaupun harus lebih bersabar sedikit”.

Kembali ke pertanyaan “Jika punya marketing budget 1$ saya harus spend ke mana ?”

Tahun kemarin saya sempat mengikuti live stream event Lean Startup Confrence di kantor Media Trac sambil menahan ngantuk karena live stream dilakukan jam 12 malam sampai 6 pagi.

Ada hal menarik dalam confrence ini, salah satunya adalah negara Amerika ternyata memiliki CTO dengan background tech entrepreneur, ia adalah Todd Park, seorang imigran korea, pidatonya di youtube tentang “incubator inside the goverment” dan bagaimana goverment mengeksekusi lean startup concept benar-benar tidak mencerminkan seorang goverment official.

Hal menarik lainnya (yang tentu lebih terkait topik ini) adalah sharing dari Leah Busque founder Taskrabbit.com yang merupakan marketplace tempat orang bisa meng-outsource pekerjaan-pekerjaan kecil (di Indonesia ada startup yang mirip, namanya Centeng.me).

Leah menceritakan pengalamannya selama masa awal mendirikan Taskrabbit terkait bagaimana ia menggunakan budget marketing yang kecil dengan banyaknya pilihan channel yang ada di video dan presentasi sebagai berikut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *