Memahami Perbedaan Startup dan UKM | Startupbisnis.com

Free Education for Indonesia Startup Entrepreneur

RSS

Memahami Perbedaan Startup dan UKM

Posted by & filed under Startup, Startup Indonesia.

 

 

Kalau ada investor, untuk apa profit (sekarang) ?

 

Adalah jawaban pertanyaan salah satu founder online travel terbesar di Indonesia, sewaktu saya menanyakan “sekarang perusahaanmu masih loss ya?”.

Jawaban ini setidaknya menggambarkan perbedaan “game” antara startup dan UKM.

Saya personally sangat jarang membahas definisi (karena tidak terlalu impactful juga untuk omzet Anda), tetapi saya merasa perlu membahasnya sekali-kali.

Definisi startup memang kalau di Indonesia belum ada yang bisa memastikan paling benar, kadangkala ada yang bilang jualan bakso atau baju di tanah abang itu startup juga. Salah satu teman saya yang membuat ecommerce ticketing dan memenangkan banyak award startup malah pernah mengatakan sebenarnya bisnisnya bukan startup, karena target marketnya sudah jelas, sedangkan beberapa definisi yang digunakan di luar negeri mengatakan bahwa startup adalah entitas yang sedang mencari bisnis model.

 

Namun demikian menurut saya ada 1 perbedaan mencolok antara startup dan UKM. Sekali lagi, ini menurut saya dan Anda boleh saja tidak setuju.

Startup umumnya selalu mencari ide baru, developing new market, area yang green, mengejar disruption, ingin merubah wajah industry melalui inovasi.

Sehingga tipe market startup akan seperti di bawah ini, yang kiri kita sebut monopoli, karena hanya satu saja pemenang di market yang dikejar.

Sedangkan yang kanan disebut oligopoly yang berarti ada beberapa pemenang di market yang dikejar.

 

startup di Indonesia

 

 

All companies should strive to build a monopoly. And by monopoly, means owning a market through which the business can set its own prices. Monopoly companies stand to create (and maintain) lasting values for themselves. – Peter Thiel

 

Contoh market startup adalah market social network, messaging apps, marketplace, on demand, platform.

Karena yang dikejar adalah market share besar dalam waktu singkat, maka beberapa karakternya adalah seperti berikut :

  • Kriteria founder yang ketat (misal bisa me-manage big team, mampu me-manage multiple objective at one time)
  • Diperlukan keterlibatan teknologi di sini yang sifatnya scale dan efisien
  • Potensi appresiasi valuasi harga saham yang besar – sehingga menarik minat investor (membuat mereka efisien dalam bekerja)
  • Beberapa jenis startup menekankan pada organic search traffic yang sustain, berarti walaupun foundernya tidak pegang internet 2 bulan, omzet perusahaan tetap jalan asal ada CS yang handle order. Masalah dimarahin investor karena sering tidak kerja adalah hal lain.
  • Penekanan pada diferensiasi product atau green market yang juga besar. Solving big problem.
  • Penekanan ada recurring revenue / retention /stickiness pada product yang dibangunnya
  • Kadangkala memiliki network effect (apabila berupa platform) – artinya, semakin banyak usernya, platformnya akan semakin valuable.
  • Kalau menurut Paul Graham Ycombinator, startup=growth, growth traffic, revenue, gross merchandise value (GMV) dll.

 

Sedangkan market UKM akan terlihat seperti ini

 

ukm

Karakteristik small business adalah melayani known customer dengan known product. Pada dasarnya, produk dan konsumennya sudah diketahui dari awal. – Steve Blank

 

Anda bisa bayangkan seperti kue yang dibelah banyak. Masing-masing dapat bagian tetapi tidak besar. Ini adalah market yang memiliki banyak bisnis sejenis tetapi semuanya bisa saja make profit tetapi memiliki cap atau batasan profit (dan juga valuasi) yang tidak lebih tinggi dibandingkan startup.

  • Banyak orang bisa melakukannya
  • Tidak diharuskan keterlibatan teknologi, tetapi teknologi bisa membuat potongan kue yang Anda miliki membesar
  • Lebih berupa cash business (yang memberi Anda uang sehari-hari) ketimbang valuation business
  • Sepanjang Anda bisa jualan dan bisa menghidupi keluarga Anda, jangan kuatir tentang change the world.
  • Tidak diharuskan diferensiasi product atau green market, tetapi sangat bagus jika Anda bisa menemukannya yang berarti kue Anda akan membesar
  • Building a brand bisa membantu memperbesar kue Anda

Definisi ini hanya berdasarkan pengamatan saya terhadap banyak startup dan UKM, belum tentu benar, tapi memahami definisi ini menurut saya akan banyak membantu Anda memutuskan akan masuk ke game yang mana. Beberapa sahabat saya masuk ke startup game (beberapa menyebutnya valuation game) setelah merasakan sukses besar di UKM game (cash business game). Namun banyak juga yang dari awal berada di startup game. Ada juga yang merasa dirinya startup (dapat funding lalu burn money dengan recruitment besar-besaran, penguatan teknologi), baru menyadari beberapa bulan kemudian ternyata sebenarnya ia berada di ranah UKM karena marketnya yang memiliki banyak pesaing (sudah tidak green) dan tidak mudah menemukan diferensiasi yang bisa menjadi entry market yang baik. – sehingga mayoritas VC tidak tertarik memberikan pendanaan next round.

Di beberapa kuliah bisnis juga sering diajarkan bahwa bisnis harus punya diferensiasi – jika tidak punya diferensiasi maka nilai kuliah jelek. Ini kadang menjadi pemikiran saya, jualan barang komoditas seperti baju saja belum tentu bisa kok sudah dipaksa cari diferensiasi? Membangun startup dengan diferensiasi ala silicon valley (means huge potential upside in the future) seringkali cocok untuk mahasiswa jurusan TI, sedangkan untuk non TI umumnya lebih cocok diarahkan ke perdagangan (toko online), media atau jasa. Kecuali memang ada mix of talent di team membernya.

Dalam banyak kasus saya lihat startup memiliki faktor X yang lebih banyak dibandingkan UKM. Startup harus mencari product market fit, dilempar ke market, lalu gather feedback, perbaiki, lempar ke market lagi, cari traction, retention, lalu di scale. Burning money puluhan miliar juga belum tentu sukses (definisi “sukses” jadi makin complicated dan banyak definisi berbeda di dunia startup, bahkan kesuksesan Venture Capital baru bisa dilihat setelah tahun ke 3), berbeda dengan UKM sepanjang bisa cari supply barang dan bisa menjualnya dengan margin, sudah bisa hidup mendapatkan profit. Btw untuk UKM saya membuat program workshop gratis UKM sampai naik omzet di buattokoonline.id

 

Baca Juga

Kata Steve Blank Tentang Perbedaan Startup dan UKM

 

 

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10 is free apk downloader website for download best android apps and top games